Media Indonesia
Kamis, 20 Januari 2005
BERITA UTAMA
Ribuan Warga Ibu Kota Mengungsi
JAKARTA (Media): Hujan yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya selama
tiga hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Ribuan warga Ibu Kota
mengungsi.
Media/Agung Sastro
JALUR TERPUTUS: Ratusan orang melewati genangan air di ruas Jalan A Safei
yang menghubungkan Jalan Casablanca dan Kampung Melayu, Jakarta, kemarin. Hujan
deras selama tiga hari terakhir menyebabkan banjir di beberapa wilayah Ibu Kota.
Data yang ada menunjukkan sebanyak 9.701 warga Kampung Melayu mengungsi ke tiga
posko yang disediakan Pemerintah Kota Madya Jakarta Timur. Lokasi tersebut, SD
Santa Maria Fatimah, Rumah Sakit Hermina, dan Gedung Perguruan Tinggi Darul
Islamiyah.
"Di SD Santa Maria Fatimah disediakan empat tenda pengungsi, dapur umum, dan
posko kesehatan dari PMI," kata kepala Penanggulangan Banjir Jakarta Timur Hout
Silean, di Jakarta, kemarin.
Dua perahu karet bermotor milik Brimob dan satu perahu karet dari Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) digunakan mengangkut warga yang terjebak genangan air
di rumahnya. Camat Jatinegara Yusuf Riyanto menyebutkan, masih ada warga yang
bertahan di rumahnya, dan tidak mengindahkan peringatan yang diberikan.
"Ketinggian air di Kampung Melayu mencapai lima meter, jadi mereka harus
diungsikan."
Selain Kampung Melayu, dua kelurahan yang sebagian warganya mengungsi, yaitu di
Cipinang Muara, tepatnya di RW 13, 14, dan 15 dengan 127 pengungsi dan
ketinggian air mencapai 60 cm. Selain itu juga di Bidaracina RW 1-7, 11-16,
sekitar 1.000 orang warga mengungsi, karena ketinggian air mencapai dua meter.
Di kawasan Jakarta Barat, seperti Jl Daan Mogot dan Kawasan Cengkareng sejak
pagi kemarin sudah terendam air. Di Jl Daan Mogot km 11 misalnya, sekitar pukul
11.30 ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Hal tersebut menimbulkan
kemacetan sepanjang lebih dari satu kilometer baik dari Kalideres maupun Grogol.
Sebagian besar wilayah di Jakarta Utara dilanda banjir dengan ketinggian
mencapai satu meter. Banjir yang terjadi kemarin di seluruh kecamatan di sana,
yakni di Kelapa Gading, Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, dan Cilincing.
Kawasan terparah di Kelurahan Kapuk Muara, tepatnya di Jl SMP 122, Jl Kapuk
Raya, RW 01, 02, dan 03. Di kawasan ini, ketinggian air mencapai satu meter
lebih. Namun, warga masih memilih tinggal di rumah dan belum mengungsi ke
tenda-tenda darurat.
Istana negara
Menurut Gubernur Sutiyoso, Istana Negara terancam banjir akibat hujan terus
mengguyur. Pintu air (PA) Manggarai terpaksa dibuka bila ketinggian arus
mencapai 950 cm. Kemarin sore ketinggian air di PA Manggarai 930 cm, sehingga
status Jakarta dari siaga III jadi II.
''Apa pun risikonya, bila tekanan arus air Ciliwung 500 meter kubik per detik
dari ideal 350 dan ketinggian air di PA Manggarai 950 cm, PA harus dibuka.
Kalau tidak, risiko lebih parah karena tanggul Kali Ciliwung bisa jebol dan
Jakarta tenggelam. Saya rasa Bapak Presiden memaklumi bila sampai terjadi
genangan sekitar Istana Negara dalam keadaan darurat,'' kata Sutiyoso usai
meninjau kondisi PA Manggarai, Jakarta Selatan, kemarin.
Bila PA Manggarai dibuka, kata Sutiyoso, airnya mengalir ke Kali Ciliwung dan
Kota. Kalau tidak dibuka, bisa jebol karena tak kuat menahan derasnya aliran
air dari hulu. Otomatis air masuk ke Ciliwung dan Kota, sehingga daerah Cikini
dan Kali Pasir tergenang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Fodly Misbach mengatakan, aliran air Kali
Ciliwung, Kali Mookevard, dan Banjir Kanal Barat (BKB) semakin deras dan naik
ke permukaan.
Warga Tanjung Duren, Jakarta Barat, mengungsi akibat luapan air Kali Sekretaris
tidak tertampung Kali Gendong, sehingga menggenangi permukiman penduduk
sekitar. Fodly menjelaskan, di sejumlah pintu air ketinggian terus naik di atas
normal sampai kemarin sore.
Tetapi, hingga pukul 19.30 WIB air permukaan Sungai Ciliwung Hulu di pengukuran
air permukaan Pintu Air Bendung Katulampa (PABK) Tajur Kota Bogor semakin
surut. Posisi air permukaan Sungai Ciliwung yang dari puncak masuk ke PABK
Tajur hanya mencapai posisi 80 di papan mercu dengan debit air 83 meter kubik
per detik, berarti masih batas normal.
Penyebab banjir di Jakarta dan provinsi lainnya di Tanah Air disebabkan
hilangnya daerah resapan air. Akibat beralih fungsinya kawasan resapan, air
dalam kapasitas besar terus mengalir dalam waktu yang cepat ke tempat-tempat
yang rendah.
''Air hujan dengan cepatnya terus mengalir tanpa ada yang mampu
menghentikannya. Dan, prinsip dasar dari air ini, semakin besar areal terbuka,
otomatis semakin besar pula air permukaan,'' tutur Deputi Menteri Lingkungan
Hidup bidang Konservasi Sudariyono mengatakan hal tersebut ketika ditanya Media
kemarin.
Menurut Sudariyono, hilangnya daerah resapan air seperti hutan dan danau atau
situ menjadi kawasan permukiman dan bisnis, menyebabkan jumlah air permukaan
meningkat mendadak bila hujan terus menerus. (Ssr/DC/Ray/Yes/Ddn/J-1)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/