Itu bukan hujan,  tetapi kemurkaan Allah terhadap  orang-orang yang 
berkaok-kaok paling benar itu dan ini, pemilik tunggal kunci emas bermata 
intan pembuka pintu gerbang surga. Alloh murka terhadap  tukang copet, 
bandit, garong  yang menjadi penguasa negara, makanya Istana merdeka pun 
teracam tergenam dan tenggelam seperti kapal silam yang mesinnya rusak alias 
skenario Kursk II. Kermurkaan Alloh itu akan dipertunjukan dengan guntur 
kilat. Demikian keterangan wartawan kantor berita Kaligot yang sempat 
mewawancarai salah satu petugas surgawi.

----- Original Message ----- 
From: "Sang" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, January 20, 2005 2:04 AM
Subject: [proletar] Re: Jakarta Lumpuh, Banjir Intai Istana Merdeka


>
>
> Kita berposisi diwilayah rawan gesekan lempeng bawah tanah dan juga
> beriklim tropis...
>
> habis gempa muncul banjir akibat hujan yg tanpa kompromi menghadiahi
> kita dgn kelesuan dan kegetiran.
>
> Selamat datang hujan!
>
>
> Sang
>
>
>
> --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>>
>>
>>       Warga Jakarta terpaksa harus menggunakan kasur
> sebagai 'perahu' untuk
>> mengungsi, dan tampak lalu lintas harus macet total
> akibat 'menggilanya'
>> banjir di ibukota sejak Selasa-Rabu (19/01).
>>
>>
>>
>> Harian Komentar
>> 20 January 2005
>>
>> Jakarta Lumpuh, Banjir Intai Istana Merdeka
>>
>>  Banjir heboh di Jakarta pada Januari-Februari 2002 silam
> menyisakan Istana
>> Merdeka yang kering kerontang. Tapi kali ini tidak demikian, Istana
> pun akan
>> kedapatan banjir. Dulu, beberapa wilayah 'dikorbankan' dengan
> genangan air
>> yang tinggi demi Istana Merdeka tidak banjir. Begitu juga halnya ka-
> wasan
>> Menteng yang kebanyak-an dihuni para pejabat dan duta besar negara
> asing.
>> Gubernur DKI Jakarta Suti-yoso saat itu dihujani protes karena
> kebijakannya
>> itu. Na-mun dia mengelak dengan ber-alasan menjaga simbol kene-
> garaan. Tapi
>> kali ini sepertinya Sutiyoso berubah pikiran. Dia memutuskan untuk
>> 'memba-sahi' Istana Merdeka dan seki-tarnya jika ketinggian air men-
> capai
>> angka maksimal. Kini dia beralasan harus membagi ban-jir secara
> merata.
>> "Tidak mungkin saya mem-biarkan satu tempat tengge-lam, sementara
> tempat
>> lain ti-dak tergenang sama sekali. Pa-da saat ketinggian air maksi-
> mal,
>> Istana juga akan banjir. Saya yakin presiden akan me-ngerti langkah
> itu kita
>> ambil karena untuk membantu ma-syarakat di wilayah tertentu," kata
> Sutiyoso.
>> Hal itu disampaikan dia di sela-sela meninjau Pintu Air Manggarai,
> Jakarta
>> Selatan, Rabu (19/01). Dia didampingi Walikota Jakarta Pusat Muha-
> yat dan
>> Kepala Dinas Peker-jaan Umum DKI Jakarta, Fadli Mizbar.
>> "Kita sudah periksa semua hari ini. Ketinggian air di Depok
> mencapai paling
>> tinggi 280 Cm pada pukul 06.00 WIB. Itu arti-nya, pada ketinggian
> itu akan
>> datang di Jakarta enam jam kemudian, atau sekitar pukul 13.00 WIB,"
> urai
>> Sutiyoso.
>> Tetapi ketinggian air itu, lan-jut dia, tidak sampai 950 Cm di atas
>> permukaan laut. Jadi masih Siaga II. Apabila terjadi penambahan
> curah hujan
>> lo-kal selama dua hari, sangat mungkin akan mencapai 950 Cm,
> sehingga akan
>> dinyatakan Siaga I.
>> "Pada posisi seperti itu, saya akan buka Pintu Air Ciliwung Kota.
> Itu
>> artinya daerah Cikini, Pintu Besar, Kali Pasir, dan Gambir akan
> tergenang.
>> Itu harus dimaklumi oleh masyara-kat yang (biasanya) tidak terge-
> nang,
>> karena saya harus mem-bagi banjir itu secara merata," tukas
> Sutiyoso.
>> Ditegaskan olehnya, tidak mungkin dirinya membiarkan satu tempat
> tenggelam,
>> semen-tara tempat lain tidak terge-nang sama sekali. Sehingga pada
> saat
>> ketinggian posisi air seperti itu, Istana juga akan banjir. Jadi
> andaikata
>> sesuatu yang luar biasa terjadi dan air melebihi ketinggian 950 Cm,
> maka
>> Pintu Air Ciliwung Kota akan dibuka.
>> "Istana akan basah. Saya ya-kin presiden akan mengerti langkah itu
> kita
>> ambil karena untuk membantu masyarakat di wilayah tertentu. Tapi
> kea-daan
>> sekarang di Depok susut dari 280 Cm menjadi 225 Cm pada pukul 11.00
> WIB.
>> Tentu-nya di sini (Manggarai, red) pun akan susut," ucap Sutiyoso.
>> JAKARTA LUMPUH
>> Banjir di berbagai tempat di wilayah DKI Jakarta setelah hujan
> deras turun,
>> Selasa (18/1) malam mengakibatkan ke-macetan arus lalu lintas, Rabu
> (19/1)
>> kemarin. Akibat gena-ngan air itu berbagai ruas jalan terpaksa
> ditutup dan
>> arus lalu lintas dialihkan, sehingga ke-macetan tidak terhindarkan.
> Banyak
>> warga Jakarta yang ter-hambat ke kantor, sekolah, pa-sar, dan
> tempat
>> lainnya, menye-butkan Jakarta lumpuh akibat banjir.
>> Tiga pintu air utama di wila-yah Jabodetabek, mulai Rabu (19/01),
> ditetapkan
>> dalam kondisi Siaga II. Ketiga pintu air tersebut, masing-masing di
>> Manggarai, Karet, dan Depok. Data yang diperoleh menun-jukkan
> kenaikan
>> tinggi muka air terjadi hampir di semua pintu-pintu air dari jam
> per jam.
>> Di kawasan Cililitan Kecil, Ja-karta Timur, banjir menengge-lamkan
> beberapa
>> rumah yang terletak di daerah bantaran Kali Ciliwung. Menurut
> Renny, warga
>> setempat, air mulai masuk ke pemukiman pada Selasa (18/01), pukul
> 23.00 WIB.
>> Kini, tinggi air mencapai hingga 2,5 meter. Akibatnya, banyak warga
> yang
>> mengungsi ke rumah tetangganya yang terletak di lokasi lebih tinggi.
>> Akibat banjir, warga Jalan Cililitan Kecil I dan II menye-lamatkan
> harta
>> benda mereka ke pinggir Jalan Dewi Sartika. Mobil-mobil pun
> diparkir di
>> sepanjang jalan. Banyak juga warga yang pergi dari kawasan tersebut
> dengan
>> mengendarai taksi atau kendaraan lain, membawa serta baju dan pe-
> rabot
>> seadanya, ke kediaman kerabat yang lebih aman.
>> Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Condet, yang ber-lokasi
> tak jauh
>> dari Jalan Cili-litan Kecil. Di depan Masjid dan Pesantren Al Hawi,
> air
>> menggenangi jalan setinggi betis. Hanya mobil jenis jeep, minibus
> dan
>> Metromini yang bisa lewat jalur ini. Mobil jenis sedan dan motor
> harus
>> mele-wati jalur lain agar bisa keluar dari kawasan itu.
>> Jalan Kalibata yang terputus akibat banjir membuat Kopaja T 57
> berhenti
>> beraktivitas. Para pengguna transportasi ini pun menunggu tanpa
> hasil di
>> kawa-san Cililitan. Sebagian terpak-sa menggunakan angkutan al-
> ternatif
>> seperti ojek atau mi-krolet, sisanya memilih untuk tetap menunggu.
>> Dua kelurahan di Jakarta Ba-rat, Rawa Buaya dan Semanan, Kecamatan
> Kalideres
>> mulai terendam air sekitar 30 hingga 40 Cm. Di Rawa Buaya ge-nangan
> air
>> sudah mencapai 40 Cm itu merendam sekitar 20 rumah di RW 04.
>> Sedangkan di Semanan, merendam sekitar 30 rumah di RT02, 07 RW 01.
>> Ketinggian air sudah mencapai sekitar 30 Cm. Menurut Lurah Semanan,
> Endang
>> Sobari, kemungkinan genangan air akan merangkak naik, mengingat
> Kali
>> Mooke-vaart, dan Kali Semanan sudah tidak mampu lagi menampung air
> hujan
>> yang mengguyur Jakarta sejak, tiga hari lalu.
>> "Yang jelas sampai saat ini belum ada warga yang kami ungsikan.
> Tetapi kalau
>> air te-rus merangkak naik, warga ter-paksa kami ungsikan ke tem-pat
>> pengungsian yang sudah disediakan," kata dia, Rabu (19/01).
>> Menurut informasi yang di-himpun dari pos kesiagaan Satkorlak
> Penanganan
>> Banjir dan Pengungsi (PBP) DKI Ja-karta, hingga sore kemarin, te-
> lah terjadi
>> luapan air di bebe-rapa tempat, di antaranya Pal-merah - Jatipulo,
> Jakarta
>> Ba-rat dan di Duren Sawit. Gena-ngan air di kedua tempat terse-but
> hampir
>> mencapai 30 Cm.
>> Sedangkan di wilayah Jakar-ta Utara, sejumlah kelurahan yang mulai
> digenangi
>> air di an-taranya, Kelurahan Tugu Uta-ra, Sungai Bambu, Kebon Ba-
> wang,
>> Warakas, Sunter Jaya, Sunter Agung, Papanggo, Ma-runda, Tugu
> Selatan, Semper
>> Barat, Kelapa Gading Timur, Rawa Badak Utara. Genangan air di
> kelurahan
>> tersebut rata-rata mencapai 5-40 Cm. Se-dangkan kelurahan yang
> genangan
>> airnya paling tinggi adalah Kelurahan Pademangan Barat yang
> mencapai
>> ketinggian hingga 55 Cm.(dtc/spc/zal)
>>
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
> List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke