Kurasa reinkarnasi memang tidak nalar lagi jika dilihat dengan kacamata
ilmu sampai kini --> dalam hal ini aku setuju sang, cuma tidak pantas
menyambung2kannya dengan masalah moral di Thailand segala.

Lalu apa yg 'benar'?  Nah, yg mau kuangkat disini justru ini:

Agama memberi jawaban - atau ketegasan lah setidaknya - bukan hanya
sisi sosial manusia saja, tetapi juga sisi personal spiritual.

Salah satu (ya, salah satu, masih ada hal2 lain) dari personal
spiritual yg sangat mengganggu manusia adalah perasaan fairness (baca
tulisan dahulu: Why revenge feels good ..) terutama yg personal
sifatnya.

Padahal kehidupan nyata ini sangat tidak fair: orang mati sebarangan
(random) - spt pada kasus tsunami kemarin.  Rakyat desa Calang  yg 90%
mati, tidak peduli lagi detailnya ada copet, ada pelacur, ada 'potongan
nabi' ..  dan ini terjadi terus menerus.  Menimbulkan gap menganga
sangat besar pada semua manusia yg berpikir serius: apa2an nih? mana
fairness ? mengapa sangat tidak adil?

Nah, agama selalu 'diharuskan' memberi jawaban yg menenangkan atas
pertanyaan ini.  'Menenangkan' itu tujuan utamanya, bukan benar atau
salah, kenyataan atau bukan.

Jika anda mendapat 'kontrak' untuk memberikan jawaban semacam itu, apa
yg anda lakukan?

1) menyatakan bahwa memang demikianlah seharusnya: people have to
accept their lots --> sistem kasta.  Ada orang harus mengalami ini -
ada yg tidak.   Sistem kasta ini secara biologis cukup mendasar -->
banyak binatang juga mengalami asymmetri kekuasaan spt ini, dimana yg
jantan lebih kuat dan berkuasa (singa dan singa laut contoh utama); dan
ini segaris dengan sistem patriakal yg dianut banyak suku purba.  
Bukan hanya di Hindu India, sesungguhnya kultur Jepang dan Cina juga
berkasta -- hanya tidak di 'legalisir' memakai kitab suci (konghucu
bisa dikatakan melegalisir kasta) spt Hindu. Juga sistem2 tradisional
spt jawa.

2) bahwa ketidak adilan saat ini merupakan 'bayaran' dari 'kejahatan'
masa lalu --> idea dasar reinkarnasi.  Ini juga sekaligus menjawab
pertanyaan susulan dari no 1) diatas, walau tidak semua kultur 1)
meminta jawaban 2) ini.  Reinkarnasi juga mempunyai daya tarik
tersendiri, karena banyaknya kasus2 mistis yg tidak terjelaskan - even
sampai kini - unexplainable events ttg time-travel, orang yg balik dari
mati dlsb.
Tetapi daya tarik terbesar dari reinkarnasi adalah membawa balik
lingkaran tertutup -- bisa dikatakan "poetic justice": orang salah
harus dihukum dan orang baik di ganjar berkah.  

3) Ganjaran ada , nanti setelah mati -- misterius total - kecuali kalau
kau mengikuti ajaranku ---> garis yg diambil oleh agama2 semit.  Jika
nomor 1) dan 2) diatas masih memungkinkan (atau bahkan mengharuskan,
untuk no 2) suatu dunia yg 'open-ended' dimana segala sesuatu nya bisa
diulang2 lagi -- maka approach 3) ini dalam istilah game-theory nya
adalah "one-shot" --> yaitu kau kerjakan, gagal modiar habis, menang ya
menang total - istilah judinya "salon" :)
Dari game theory kita tahu bahwa "one-shot game" cenderung membuat
manusia menjadi fatalistik.  Kalau anda sudah 'jedhet' giliran neraka,
maka tidak ada insentif untuk repent (=bertobat), dan ini terjadi pada
agama yahudi / torah.  Kristen me-redeem kejadian gawat ini dengan
pintu tobat yg terbuka lebar - even semenit sebelum mati pun masih
bisa.  Islam merupakan variant dari yahudi, tetapi juga mengakui tobat
"nyebut", walau tidak "segampang" kristen.   Bagaimanapun, agama2 semit
ini tetap 'one-shot'. 

-
Apa variant lainnya? 
Bisa dikatakan shamanism spt Dream-time nya Aborijin atau Manitou
Indian (dan Taoisme) yg tidak mempersoalkan hadiah setelah mati.  Mati
adalah either suatu perjalanan berikut yg tidak berkaitan khusus dengan
saat ini -- atau sesuatu yg totally incomprehensible sehingga tidak
relevan sama sekali untuk dibicarakan.

Nah, seluruh variasi / kombinasi jawaban ada di kultur manusia -->
mengingatkanku akan evolusi biologis: jika ada suatu problema, dan
cukup waktu nya, maka semua - ya SEMUA - variasi jawaban akan ada! 
Contoh terkenal adalah body-plan dari animal / hewan, dari binatang
lunak / tanpa support (moluska) , support dari luar / exoskeleton
(serangga) dan support dari dalam (vertebrata) semua di'coba' oleh
alam.

Maka jawaban atas problem mengapa ada unfairness / arbitrariness di
dunia manusia juga dijawab dengan semua kombinasi (anda bisa pikir
kemungkinan jawaban lain? tidak ada!).

-
Nah, sekarang adalah kesimpulannya.
Jika spt diatas -- maka mana yg benar dari jawaban 1) kasta  2)
reinkarnasi
 3)surga-neraka-final (anggap yg nomor 4 tidak ada dulu ) ?

Jawaban "sopan santun" nya adalah ' terserah iman anda masing2' -
artinya kalau kristen/muslim ya 3) lainnya ya terserah masing2.


Jawaban nyatanya?

Mana bisa kujawab?
Aku sendiri sering kali menganggap bahwa 'jawaban sopan-santun' itu
sudah sangat memadai.  In any case, yang diperlukan oleh rata2 manusia
bukanlah suatu jawaban 'nyata' atau 'benar' -- yg paling penting adalah
jawaban yg 'menenangkan'.  Dan jawaban yg kau percaya adalah selalu
jawaban yg menenangkan.  Dan jika kau jadi tenang, tidak ribut mikiri
persoalan ini terus, dan bisa mikir cari makan secara 'wajar' --> maka
role agama dalam personal spiritual ini sudah selesai!

Itu sebabnya maka pada ujungnya debat agama selalu sia2.
Tidak banyak manusia yg (spt [EMAIL PROTECTED] :)  men-cari2 jawaban 'nyata' 
atas
persoalan2 spiritual.  Memang tidak perlu!  Tidak semua orang perlu
belajar (bahasa komputer) c++, tidak semua orang jadi juara golf ,
tidak semua orang perlu ahli masak ---> tidak semua orang perlu
berpikir keras ttg spiritualisme dan agama!!

Ini pula jawabannya - maka tidak bisa kau jadi fanatis terhadap agamamu
- percayai sajalah, dan teguk nikmatnya -- jika kau memang beriman
secara benar pasti kau masih bisa meneguk nikmatnya.  Jika kau sudah
tidak mampu meneguk apa2 - atau malah maunya marah2 pada orang lain --
maka sesuatu yg salah telah terjadi.  Jika kau manusia
bertanggung-jawab, maka kau harus segera mawas diri --> apa yg telah
terjadi padaku?  Seringsekali terjadi seorang pemimpin agama / imam
mengipas umat nya habis2an untuk tujuan2 rendah bagi dirinya sendiri yg
dikudung dengan kata2 agamis.  Itulah pasti yg sedang terjadi pada
dirimu.

Dan, spt yg di quote oleh van-helsing dalam komennya ttg 'islam yg
benar' --> memang Muhammad sendiri juga mengatakan demikian!  Islam
adalah rahmat bagi mereka yg bisa mengalaminya.
Jesus jelas mengatakan demikian, karena 'kritik' jesus terhadap torah
adalah mengenai hal ini.  Agak sulit membaca redeeming position begini
dari torah, tetapi masih bisa dibaca dari Kabbalah secara mendalam.

Kau akan 'lebih mudah' membacanya dari buddhist (kalau bisa 'lewat'
arkana istilah2 dan ritual awalnya yg mbulet pol :) dan taoist.  Sulit
dari Hindu - terkubur dalam metafora2 yg ruwet. 
Tidak sulit dari kejawen, dream-time (karena rata2 aliran2 ini belum
terlalu rumit detail2nya).

In any case, the quest for spiritual answer adalah human quest.
Aku merasa - the noblest quest adalah melalui science -- yg bisa
membuka rahasia2 alam, bukan hanya secara nalar dan tegas - juga dalam
format yg bisa dipelajari oleh orang2 lain yg mau ...

Terakhir - dengan resiko aku dikatakan atheis (walau jelas tidak :) -
aku mengatakan bahwa secara saintifik, ketiga jawaban 1, 2,3 diatas
tidak bisa dikatakan benar (walau juga sulit untuk secara final
dikatakan salah : mensitir RDP yg ngritik evolusi terus2an -- apa yg
secara final bisa dikatakan benar atau salah tidak ada :).  Reinkarnasi
kurasa (sangat mungkin, very very probable) tidak terjadi, demikian
juga 'one-shot' langsung masuk neraka/ surga spt agama semitik,
sedangkan sistem kasta jelas defeatist.

Lalu apa?  Your guess is as good as mine -- aku sendiri enjoy any guess
yg dipikir matang : lagi nunggu2 detailnya 'beyond the veil' dari
HarryPotter6 !!  (he he he ....)

Tidak mudah khan?
Kalian semua bisa salah, dan sekaligus juga bisa betul .. tergantung
framing pertanyaannya mau kemana .....

(spiritualitas sangat tidak jelas - itu sebabnya kita perlu -
setidaknya dari sisi sosial kemasyarakatan, untuk menekankan pentingnya
kehidupan sosial masyarakat yg stabil dan benar --> negara demokratis
dan berdasar hukum!   ---> the danger of extremism!)

[EMAIL PROTECTED]

= = = Original message = = =

Tujuan kelahiran kembali adalah MEMBERIKAN KESEMPATAN bagi setiap 
makhluk
untuk memperbaiki diri agar mencapai tingkat yang lebih tinggi dan 
Nirvana.
Kalau KESEMPATAN itu tidak digunakan dengan baik, kamu tidak bisa 
mengklaim
bahwa doktrin atau ajarannya yang salah atau tidak rasional atau hanya
rekayasa belaka.

Doktrin atau ajaran agamaku tidak membenarkan adanya reinkarnasi. Tapi 
aku
sadar nggak bisa ngotot kalo reinkarnasi itu bullshit belaka. Sebab,
bagaimana membuktikannya? Sama seperti aku nggak bisa membuktikan Tuhan

itu
ada atau nggak ada, surga dan neraka itu ada atau nggak ada; semacam
itulah.

Saranku, biarkan agama lain "happy" dengan apa yang mereka ajarkan, 
sejauh
hal itu nggak menyakiti siapa pun. Karena belum tentu apa yang 
diajarkan
agama kita itu yang paling benar.

Loeky dan rekan-rekan Buddha lainnya, senang baca postingan kalian 
tentang
agama Buddha. Aku ini pengagum Siddharta Gautama sejak lama ---> sejak 
SD
dan membaca kisah hidupnya dalam sebuah album cerita anak-anak terbitan
Gramedia. Teruskan diskusi kalian, dan salam kenal!

eny



Dari semua komponen ajaran Buddhisme ada satu yg betul-betul ngak
mungkin bisa diterima akal rasio yaitu

Reinkarnasi.. rebirth... Tumimbal lahir ngak dapat dijadikan pegangan
kuat..

Bukti empirik era sekarang terpampang indikasi bahwa reinkarnasi
adalah sebuah ajaran rekayasa belaka...

kita ambil contoh:
Thailand dgn pemeluk mayoritas terlihat bukannya makin bermoral dari
sejak berseminya Buddhism di wilayah tersebut.. malahan makin sekuler
dan terhanyut dalam era liberal perilaku yg memusingkan thailant
government yaitu AIDS, ALKOHOLISM, PELACURAN,dst yg mana jika kita
berasumsi bahwa mestinya warga Thailand makin baik dari waktu ke
waktu tersebab Lahir kembali ato reinkarnasi nyatanya terbukti makin
bad attitude penuh dgn maksiat...

China pemeluk Budhisme terlihat ada kecenderungan liberal sekuler yg
mana akan mengarah ke masyarakat terbuka dan permisif...

Sedang doktrin Buddhisme adalah bahwa Lahir kembali dgn tujuan
pembaikan diri untuk mencapai tahap yg lebih tinggi dan Nirvana...

Nyatanya hal itu tidak terjadi dan Reinkarnasi malahan
berkecenderungan negatif....



Sang


___________________________________________________________
Sent by ePrompter, the premier email notification software.
Free download at http://www.ePrompter.com.


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone. 
http://mobile.yahoo.com/maildemo 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke