--- In [email protected], "Martha"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Saya mah berpendapat lain. 
> 
> USA itu JAUH LEBIH PLURAL dari Indonesia. Indonesia
punya kurang 
> dari 30 propinsi dan 4 agama ( atau 5) yang di
approved pemerintah, 
> sementara USA terdiri dari bangsa yang datang dari
seluruh penjuru 
> dunia membawa berpuluh macam kepercayaan (mungkin
beratus mengingat 
> ada kepercayaan baru yang muncul tiap detik).
> Bedanya pemerintah turun tangan menetralkan melalui
hukum. It took 
> 200 years and more bagi bangsa USA untuk GET USED TO
pluralism. 
> 


well, anda berada di kota besar sih, yang relatively,
hanya merupakan sebagian kecil dari masyarakat amerika
pada umumnya.

sekali-kali, make a trip to yellow stone park di
daerah northwestern, atau take a bus trip (greyhound)
coast to coast, melewati yang namanya 'bible belt'.

do they know about pluralism?

begini aja....

lihat dan bandingkan pelajar sekolah di amerika dan
indonesia, untuk mengetahui tentang pluralisme.

para pelajar di amerika selalu bergaul berdasarkan
persamaan antara satu dengan lainnya, seperti bule
bergaul dengan bule, asian dengan asian, cikano dengan
cikano, nigger dengan nigger, etc.

berbeda dengan indonesia, yang pergaulan pelajarnya
tanpa mengenal batas seperti suku, agama dan ras. 
jawa, cungko, ambon, batak, palembang semuanya bergaul
dan berbaur.  tidak ada batasan pergaulan sempit
seperti di amerika yang hanya membatasi pergaulan bule
dengan bule, asian dengan asian, etc. 

sebabnya, di amerika perbedaan itu sudah diterapkan
sejak masih kecil untuk tidak bergaul dengan yang
berbeda 'spesies'nya dengan mereka, makanya ada yang
disebut 'white neighborhood', 'black neighborhood',
etc.  indonesia tidak ada hal seperti ini.  cungko,
jawa, batak, ambon, padang, berkumpul dalam satu
neighborhood.  tidak ada pembatasan dalam hal suku,
agama, ras dalam satu komunitas rt/rw.
 
> Indonesian in general menurut saya belum bisa
dianggap penerima 
> pluralists. Mengingat terlalu banyak aksi massa yang
merusak dan 
> merugikan yang berkaitan dengan perbedaan (suku,
ideology, agama). 
> 
> 

seperti saya katakan diatas, indonesia sejak dulu
sudah dapat menerima perbedaan.  jika ada aksi masa
yang merusak berkaitan dengan perbedaan bisa dilihat
kasus per kasus.

saya ambil contoh, penutupan sekolah sang timur di
cileduk.  sekolah itu 'ditutup' secara sepihak oleh
warga setempat.  fyi, sekolah sang timur berada tepat
ditengah-tengah perkampungan betawi di cileduk.  

pada mulanya, warga sih nggak ada masalah apa-apa
dengan sekolah tersebut.  tiba-tiba, tanpa minta ijin
dan tanpa ba-bi-bu, pada setiap minggu terjadi acara
kebaktian di sekolah tersebut.  tentu saja warga
menjadi 'piss-off'.  

kenapa ditengah perkampungan yang tidak ada pemeluk
kristennya, kok tiba-tiba bisa ada acara kebaktian? 
ini kan konyol namanya?!

kalo ada kebaktian yang tempat sekitarnya ada pemeluk
kristen, sudah pasti hal ini tidak terjadi.  banyak
kok rumah di 'real estate' yang dijadikan tempat
kebaktian dan biasanya tidak ada masalah.

anda tentu tahu tentang david koresh?
karena perbedaan agama, sekte mereka dibantai habis
semuanya dari mulai, tua, muda, perempuan, sampai
anak-anak oleh pemerintah amerika. no merci.

my point is, perbedaan suku, agama, ras, bukan hal
yang aneh untuk indonesian, karena perbedaan ini sudah
terjadi ratusan tahun yang lalu di indonesia.  pada
saat american masih sibuk membunuhi indian karena
perbedaan, indonesian sudah bisa menerima perbedaan
bergaul dengan cungko.  so, pluralism sudah ada di
indonesia sejak ratusan tahun yang lalu.





> Martha Rumimper
> 
> --- In [email protected], rezameutia
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > beda yah.
> > 
> > saya justru berpendapat, indonesian lebih pluralis
> > dibandingkan american.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Martha"
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > 
> > > My point is sebenernya, dilema yang di Indonesia
> > TIDAK ADA DI 
> > > Amerika. Jadi opini si orang Amerika yang
Plurasit
> > teh nggak 
> > > applicable di Indonesia yang masyarakat yang
> > menjunjung agama itu 
> > > pada sensitive. Reaksi orang Indonesia terhada
> > BLASPHEMY lebih 
> > > dasyat ketimbang reaksi orang Amerika terhadap
> > BLASPHEMY. 
> > > 
> > > Kenyataannya, orang Kristen mau digimanain juga
tetp
> > percaya sama 
> > > yang orang lain bilang salah. Orang Islam dan
umat
> > agama lain juga 
> > > demikian. 
> > > 
> > > Orang Batak masih memuja muja nenek moyangnya.
Coba
> > larang, kalo 
> > > nggak dikadek lu. Sunda yang ngaku beragama
Islam
> > masih banyak yang 
> > > mencampur adukkan animisme dengan ajaran agama
> > Islam. Coba larang 
> > > orang Cirebon dikampung bakar menyan buat Nini
> > Enceh, kalo nggak 
> > > dikadek lu.
> > > 
> > > Changing the perception of the essence of
certain
> > teachings are not 
> > > the solution to obtain pluralism, menurut saya.
Ini
> > sih seperti 
> > > PINDAH AGAMA supaya damai dan aman sama mertua,
> > suami, istri, 
> > > kerabat kerja. Kalau sempat begini, what are we
> > sacrificing then? 
> > > 
> > > Menurut umat Islam Akherat DIKORBANKAN
> > > Menurut umat Kristen KESELAMATAN DIKORBANKAN
> > > 
> > > Orang yang religious mana mau mengorbankan
akherat
> > dan keselamatan.
> > > 
> > > 
> > > Martha Rumimper
> > > 
> > 
> > 
> > 
> >             
> > __________________________________ 
> > Do you Yahoo!? 
> > Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty
viruses. 
> > http://promotions.yahoo.com/new_mail




                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
All your favorites on one personal page � Try My Yahoo!
http://my.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke