Ngapa ya umat Kristen yang ginian nggak pernah ada yang
nawarin iming2 5 cewek Kristen mau diperistri 1 orang pria 
asal
masuk kristen ?

Kalau ada tolong postingin wiro ya ?


ws


On Tue, 15 Feb 2005 10:40:22 -0000
  "Martha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Mawar Sharon sudah mengaku sebagai Umat Kristen 
>Kharismatik yang 
> beraliran Militant dan Radikal. Mereka sudah dicekokin 
>untuk pantang 
> mundur dan untuk tidak takut sama sapa aja kecuali 
>Tuhan. Mereka 
> sudah dicekokin agar tidak radikal hanya untuk 
>menyenangkan manusia. 
> Sebab bukan manusia yang perlu disenangkan melainkan 
>Allah.
> 
> Anehnya, sikap begini DILARANG di USA, negara yang 
>dimana 
> kekristenan itu bukan hal yang asing. 
> 
> Observe punya observe, Tabloid Lintas Agama beraliran 
>yang sama 
> dilihat dari behavior yang tercerminkan dari postingnya. 
>Nah yang 
> beginian itu biasanya akan menghalalkan taktik apa saja 
>untuk 
> menyebarkan Injil. Mereka mengaku tak akan goncang 
>menghadapi 
> apapun. Dengan demikian pengerusakan pengerusakan in the 
>future 
> sudah bisa ditebak nggak akan brenti.
> 
> Kalo dipikir pikir, sikap tidak akan goncang setelah 
>memulai perkara 
> (karena kurang memiliki people skill) adalah sikap yang 
>mementingkan 
> diri sendiri. Julukan Militant Radikal memang pantas 
>untuk mereka. 
> Sebagai orang yang bangga untuk tidak mematuhi peraturan 
>negara 
> dalam penyebaran kepercayaan. I wonder how many souls 
>(yang ridho 
> doang) have they won? 
> 
> 
> Martha Rumimper
> 
> --- In [email protected], Franciscus Xaverius 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> 
>> Berita ini ga dibuat2 dan benar adanya, bisa di 
>>crosscheck. 
>> 
>>  Metode Mutakhir : Pemurtadan Berkedok Pesta Es Krim
>> Oleh : Fakta 31 Jan, 05
>>  
>> Aksi kristenisasi semakin brutal, licik dan membabi 
>>buta. Berbagai 
> kalangan diincar akidahnya, termasuk anak-anak SD yang 
>masih labil 
> jiwanya. Seratusan anak yang masih lugu itu 
>diiming-imingi "Pesta Es 
> Krim" di sebuah mall, tapi ternyata dibawa ke Gereja 
>Bethel untuk 
> dimurtadkan dengan kemeriahan lagu-lagu gereja, doa 
> pemberkatan dan 
> pembaptisan. 
>>  
>> Bermula dari pembagian brosur "Pesta Es krim" pada jam 
>>istirahat 
> pagi hari, sekitar seratusan anak-anak siswa SDN 03 
>Pontianak 
> tertarik dan mendaftar melalui seseorang dan penjual 
>makanan di 
> sekolah. Namanya juga anak-anak, sangat mudah tergiur 
>dengan hal-hal 
> yang berbau pesta makanan. Apalagi, acara yang tertera 
>dalam brosur 
> tersebut diadakan di salah satu mall Pontianak kota 
>dengan fasilitas 
> antar-jemput bagi peserta. 
>> 
>> Maka, anak-anak yang menerima brosur tersebut dijemput 
>>pada jam 3 
> sore di SD yang beralamat di Jl. KH Wahid Hasyim Gang 
>Cimahi 
> Pontianak Kota, tanpa  sepengetahuan guru. Sebagian 
>anak-anak SD 
> yang ikut itu adalah santri Taman Pendidikan Al-Qur'an 
>(TPA) 
> Raudatul Abrar Pontianak. Para guru tidak curiga apapun 
>terhadap 
> penjemputan itu, karena beberapa orang tua siswa ikut 
>mendampingi 
> anak-anaknya. Sebaliknya, orang tua siswa pun tak curiga 
>sedikitpun 
> terhadap penjemputan itu, karena menganggapnya sebagai 
>kediatan 
> ekstra&shy;kurikuler yang diadakan di luar sekolah. 
>> 
>> Dalam perjalanan, ternyata para siswa tidak menuju ke 
>>satu mall 
> untuk berpesta es krim, karena sang sopir merubah haluan 
>menuju ke 
> Jalan Ketapang. Hal ini sempat diprotes oleh beberapa 
>orang tua 
> murid yang ikut menemani anak-anak mereka, namun tidak 
>digubris. 
> Ternyata, mobil jemputan itu berakhir di sebuah ruko di 
>Jalan 
> Ketapang No. 94 Pontianak kota. Para orang tua terkejut 
>bukan 
> kepalang, karena ternyata ruko tersebut adalah Gereja 
>Mawar Sharon 
> (GMS). Belakangan terungkap bahwa gereja tersebut 
>dikomandani oleh 
> Pendeta Steven Rommel Hutahurua yang bernaung di bawah 
>Persatuan 
> Injil Indonesia Surabaya. Begitu sampai, pintu gedung 
>segera 
> ditutup, dan yang diperbolehkan masuk hanya anak-anak. 
>Para orang 
> tua menunggu di luar. 
>> 
>> Di dalam gereja, semua makanan boleh diambil, termasuk 
>>es krim 
> yang jumlahnya sangat banyak. Setelah itu, dibagikan 
>hadiah-hadiah 
> berupa kado dalam ukuran yang beraneka ragam. Diajarkan 
>pula lagu-
> lagu dan doa-doa Kristiani. 
>> 
>> Para siswa Muslim yang ikut dalam acara di gereja itu 
>>menuturkan 
> bahwa di sana mereka diajak untuk menyanyikan lagu-lagu 
>rohani 
> Kristen, kemudian diberi ceramah tentang Yesus. Di 
>tengah-tengah 
> penyanyian lagu-lagu rohani ini diselingi dengan 
>pertanyaan "Siapa 
> yang ingin menyembah Yesus?" 
>> 
>> Beberapa anak mengacungkan tangan meski tidak tahu apa 
>>maksudnya. 
> Setelah itu anak-anak disuruh menyanyikan lagu-lagu 
>rohani Kristen 
> kembali. Hingga acara usai anak-anak baru diperbolehkan 
>kembali ke 
> sekolah masing-masing dengan diantar oleh pihak 
>penyelenggara. 
>> 
>> Menurut pengakuan Hengki, salah satu murid yang ikut 
>>ditipu di 
> gereja, di sana mereka dibagi-bagikan es  krim. "Kami 
>ditanya siapa 
> yang mau masuk surga.  Terus saya tunjuk tangan duluan, 
>kemudian 
> saya disuruh maju ke depan. Kepala saya dipegang seraya 
>didoakan," 
> urai bocah kelas enam SD itu dengan polosnya. Hadir pula 
>bintang 
> tamu dari Surabaya, Cece Anita, yang meramaikan acara 
>tersebut. 
>> 
>> Buntut dari kegiatan di gereja itu, para orang tua murid 
>>merasa 
> resah dan memprotes kepada pihak sekolah. Pihak sekolah 
>yang tidak 
> merasa membuat acara tersebut segera merespon dengan 
>mencari 
> informasi selengkapnya, kemudian mengadakan
>> pertemuan dengan orang tua murid untuk mengklarifikasi 
>>kejadian 
> tersebut. Hingga akhirnya Senin (28/6) pihak sekolah 
>melapor ke 
> Mapoltabes Pontianak untuk meminta pertanggungjawaban 
>dari pihak 
> Gereja Mawar Sharon yang telah melakukan penyebaran 
>agama dan 
> pen&shy;doktrinan keyakinan Kristen kepada anak-anak 
>Muslim. 
>> 
>> Hasyani, guru agama SDN 03 yang bertindak sebagai 
>>pelapor, 
> didampingi oleh kepala sekolah. Guru agama ini pun 
>memberi 
> keterangan kepada petugas sambil  menunjukkan barang 
>bukti berupa 
> sebuah publikasi bahwa terselenggaranya acara tersebut. 
>Bukti lain 
> yang dibawa oleh pelapor adalah sejumlah kertas berisi 
>data absensi 
> murid yang hadir pada acara tersebut. Di antaranya murid 
>kelas Islam 
> B, sebanyak 20 orang, murid kelas IV A, sebanyak 23 
>orang, kelas IV 
> B, 25 orang, II B sebanyak 6 orang, III A sebanyak 20 
>orang dan V B 
> sebanyak 18 orang. 
>> 
>>  Pelapor menegaskan, acara tersebut dihadiri oleh 
>>murid-murid 
> tanpa sepengetahuan sekolah. Sebab acara tersebut tidak 
>termasuk 
> program kegiatan ekstra kurikuler sekolah, terlebih 
>diselenggarakan 
> di luar jam sekolah. 
>> 
>> Sifon, pengurus GMS mengakui, acara tersebut memang 
> diselenggarakan oleh pihaknya. Namun ia membantah acara 
>tersebut 
> berisi doktrin agama tertentu, walau  memang ada acara 
>doa 
> bersama. "Kami hanya bagi-bagi hadiah untuk menyenangkan 
>hati anak-
> anak, juga ada doa bersama di sana dan itu tidak salah," 
>ujarnya. 
> Mengenai tempat, hingga saat ini dia masih enggan 
> memberitahu, "Tempatnya, saya rasa ada di publikasi, 
>maaf ya.. ada 
> beberapa hal yang tidak dapat saya beritahu," ujarnya 
>mengakhiri 
> pembicaraan. 
>> 
>> Pihak Gereja Jadi Tersangka
>> 
>> 
>> Satu hari kemudian (29/7), Poltabes Pontianak memanggil 
>>Srs, Mer, 
> Dd, Jn, Es, Any dan Dr dari pihak Gereja Mawar Sharon 
>sebagai 
> tersangka. Ketujuh orang itu dijerat dengan pasal 335 
>subsider pasal 
> 156 A KUHP dengan ancaman hukuman sekurang-kurangnya 
>lima tahun, 
> karena dinilai melakukan penyebaran agama Kristen 
>berkedok pesta es 
> krim kepada umat Islam. 
>> 
>> Pemeriksaan para tersangka dilaksanakan terpisah antara 
>>satu sama 
> lainnya. Kendati pemeriksaan tersangka masih berjalan, 
>namun dari 
> hasil sementara, perbuatan tersangka mengandung unsur 
>penipuan 
> dengan kedok pesta es krim, ternyata malah penyebaran 
>agama tertentu 
> yang cukup populer diistilahkan kristenisasi. Apalagi, 
>saat pesta 
> berlangsung, orangtua tidak diperkenankan masuk, dan 
>pintu ruangan 
> dikunci. 
>>  
>> Kapoltabes Pontianak, Kombes Pol Drs Affan Richwanto 
>>melalui Kasat 
> Reskrim Kompol Drs Irawan David Syah saat ditemui 
>wartawan 
> membenarkan tentang  pemeriksaan tujuh tersangka 
>tersebut. "Ketujuh 
> tersangka sudah dibawa untuk dimintai keterangan, 
>termasuk motivasi 
> mereka melakukan acara itu dengan  mengundang 
>anak-anak," kata 
> Irawan di ruang kerjanya. 
>> 
>> 
>> Lanjut Irawan, yang jelas kasus ini tengah ditangani 
>>secara 
> intensif, termasuk sejauh mana motif dari pesta es krim 
>tersebut di 
> SDN 03 Gang Cimahi, Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak 
>Kota.  Selain 
> penipuan dari format acara, di dalam ruko tersebut juga 
>terdapat 
> tempat ibadah, Untuk itu pihaknya juga akan menyelidik 
>apakah 
> bangunan tempat ibadah tersebut ada izinnya. "GMS adalah 
>organisasi 
> yang masih dalam penyelidikan petugas, termasuk status 
>ruko yang 
> ternyata dijadikan tempat ibadah," tukas Irawan. 
>> 
>> Atas perbuatan yang dilakukan, kata Irawan, tersangka 
>>dikenakan 
> pasal 335 subsider pasal 156 A KUHP dengan ancaman 
>hukuman sekurang-
> kurangnya lima tahun. 
>> 
>> Irawan menambahkan, selain memeriksa tersangka, kasus 
>>ini juga 
> mendapat respon dari Forum Umat Islam. Sekitar pukul 
>11.00 WIB, 
> pengurus FUI Kalbar menemui langsung Kapoltabes, Kombes 
>Pol Drs 
> Affan Richwanto. Dalam pertemuan yang berlangsung di 
>ruang kerja 
> Kapoltabes itu, Tim 7 FUI yang menangani kasus ini 
>meminta kepada 
> polisi untuk mengambil tindakan nyata terhadap kasus 
>ter&shy;sebut. 
> Ini dimaksudkan agar tindakan berbau SARA tidak 
>menimbulkan ekses 
> terhadap apa yang telah dilakukan GMS. 
>> 
>> Dalam keterangannya, Mer, divisi pelayanan Gereja Mawar 
>>Sharon, 
> acara tersebut dibuat dengan menghadirkan seratus lebih 
>anak-anak. 
> Tapi, ada juga sejumlah anak yang urung mengikuti acara, 
>karena 
> dibawa pulang orang tuanya. "Acara seperti ini  pernah 
>dilakukan, 
> namun baru kali ini membawa murid-murid SD. Acara berisi 
>khotbah, 
> doa dan  lagu-lagu rohani," tutur Mer kepada petugas. 
>> 
>> Sementara orang tua korban yang juga dimintai keterangan 
> sebelumnya mengaku terkejut. Seperti yang diutarakan 
>orangtua 
> Hengki, Zulkarnain. "Saya terkejut mendengar cerita anak 
>saya yang 
> katanya mau ke Gajah Mada Mall. Dia dan kawan-kawannya 
>diantar-
> jemput di sekolah," ujar Zulkarnain yang tidak ikut 
>mengantarkan 
> anaknya ke pesta es krim.  
>> 
>>  Di tempat terpisah, Ketua Forum Pembela Islam (FPI) 
>>Syarif Yusuf 
> Alkadrie meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas 
>kasus 
> penyebaran agama dengan kedok  pesta es krim ini. Yusuf 
> mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi sekitar 5 
>bulan lalu di 
> Kecamatan Pontianak Timur. "Modusnya anak-anak diberikan 
>les gratis 
> oleh seorang guru wanita asal Ambon yang masuk ke 
>Pontianak melalui 
> Jakarta. Pada awal les diajak bernyanyi lagu-lagu rohani 
>kemudian 
> baru diberi les. Ketika hendak pulang, anak-anak juga 
>diajak 
> menyanyikan lagu-lagu rohani kembali," papar Yusuf. 
>> 
>> Pada bulan kedua, ternyata les sama sekali tidak 
>>diberikan tetapi 
> acara diganti dengan lagu-lagu rohani dan 
>doktrin-doktrin 
> keagamaan. "Dalam dua bulan berjalan kedok tersebut 
>diketahui warga 
> dan orangtua sehingga dapat dihentikan serta sang 
> gurupun hilang 
> tanpa penanganan yang jelas," urai Yusuf. 
>> 
>> Tokoh yang terkenal keras ini juga mengingatkan agar 
>>oknum-oknum 
> tertentu menghargai, menghormati  serta memelihara 
>kehidupan 
> beragama. "Saya imbau agar tidak menyebarkan agama 
>kepada orang-
> orang yang sudah menganut salah satu agama," tukas 
>Yusuf. 
>>  
>> Namun masyarakat sudah telanjur geram dan tidak bisa 
>>menahan 
> amarahnya. Bagi mereka, akidah adalah segala-galanya. 
>Besok siangnya 
> (30/7), situasi kota  Pontianak memanas dengan adanya 
>tindakan 
> penyerangan terhadap Gereja Mawar Sharon. Penyerangan 
>ini 
> berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB tanpa menimbulkan 
>korban jiwa. 
> Hanya sejumlah fasilitas Gereja hancur di amuk massa. 
>> 
>> Kalbar adalah daerah rawan konflik, maka aparat harus 
>>tegas supaya 
> kasus pemurtadan tidak meluas dan meruncing. Pemurtadan 
>mengincar 
> anak-anak SD, maka orang tua harus waspada dan mengawasi 
>pergaulan 
> anak-anak mereka. Jangan sampai termakan bujuk rayu 
>gereja dengan 
> iming-iming apapun, apalagi dengan  secangkir es krim. 
>Umat Kristen 
> harus menyadari, bahwa penyiaran agama itu boleh-boleh 
>saja, tapi 
> jangan dengan tipuan kepada orang yang sudah beragama. 
>Dulu 
> pengkristenan pakai Supermie (makanya ada istilah 
>Kristen 
> Supermie/Indomie---KG), sekarang es krim, nanti apalagi. 
>Waspadalah!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor 
> 
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
> List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke