Written by Sony Kusumasondjaja   

Sabtu, 12 Pebruari 2005
" Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan 
mereka,
kemudian berkata: Alkitab ini adalah dari Allah, untuk dijual dengan 
murah.
Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, karena
perbuatan mereka." 
(QS Al Baqarah:79)
PENDAHULUAN
Kitab Suci merupakan hal yang vital dalam kehidupan beragama. Dalam 
Islam,
kitab suci merupakan kitab yang memuat firman Allah swt yang digunakan
sebagai panduan bagi orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana 
dijelaskan dalam
ayat-ayat Al Quran:
"Kitab ini (Al Quran) tidak ada keraguan atasnya, petunjuk bagi 
mereka yang
bertaqwa." 
(QS Al Baqarah:2-5)
Sebelum masa Rasulullah Muhammad saw, Allah telah mengutus beberapa 
Rasul
untuk mengajarkan keesaan Allah. Di antara mereka, ada yang dibekali 
dengan
kitab suci, termasuk di antaranya adalah Nabi Ibrahim as, Nabi Musa 
as, Nabi
Daud as, dan Nabi Isa as.
Agama Kristen, yang mengaku sebagai pengikut nabi Isa as., mengimani
keberadaan kitab-kitab nabi Musa (Taurat), nabi Daud (Zabur atau yang 
mereka
sebut dengan Mazmur), dan nabi Isa (Injil). Kitab Taurat, Zabur, dan 
Injil
tersebut dipadukan dalam sebuah kitab, bersama beberapa surat-surat 
pendek
lainnya, menjadi Bibel yang kemudian diakui umat Kristen sebagai 
kitab suci
agama mereka.
Seiring dengan pengaruh Kaisar Romawi dan Konsili Gereja pada masa
kekaisaran Romawi, maka kesucian dan keaslian kitab suci agama 
Kristen pun
mulai ternodai. Noda-noda yang mencemari kesucian kitab suci inilah 
yang
akan kita kupas bersama.
PENJELASAN MENGENAI KITAB BIBEL
Kitab Perjanjian Lama
Bibel terdiri dari dua kitab utama yaitu Kitab Perjanjian Lama (The 
Old
Testament) dan Kitab Perjanjian Baru (The New Testament). Kitab 
Perjanjian
Lama sering disebut sebagai Kitab TENAKH, terdiri dari tiga bagian 
yaitu
Tora, Nebi'im, dan Ketubim.
Tora atau Taurat berarti pengajaran. Kitab Taurat ini memuat lima 
kitab,
yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Nebi'im 
berarti
kitab nabi-nabi terkemudian, yang terdiri dari kitab nabi Yesaya, 
Yeremia,
Yehezkiel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, 
Zefanya,
Hagai, Zakaria, dan Maleakhi. Ketubim berarti pujian, terdiri dari
kitab-kitab Zabur atau Mazmur, Amsal Sulaiman, Ayub, Kidung Agung, 
Rut,
Ratapan, Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, Tawarikh I, dan 
Tawarikh
II.
Meskipun umat Kristen Protestan dan Katolik Roma sama-sama mengakui 
Bibel
sebagai kitab suci mereka, namun toh Bibel yang mereka gunakan 
berbeda.
Bible Katolik Roma lebih tebal dibandingkan dengan Bibel Kristen 
Protestan
karena jumlah kitab pada Kitab Perjanjian Lama Katolik Roma lebih 
banyak 9
buah dibandingkan yang digunakan Kristen Protestan. 9 kitab tersebut
dianggap oleh Gereja Protestan tidak layak dianggap sebagai kitab 
suci.
(Subhanallah, ini yang salah apakah karena 9 kitab tersebut sebenarnya
buatan manusia biasa atau manusianya yang merasa bisa menentukan 
kesucian
firman Tuhan?!)
Perjalanan panjang kitab Taurat berawal dari wafatnya Nabi Sulaiman 
tahun
992 SM. Kerajaan beliau selanjutnya terpecah menjadi dua, di utara 
dinamakan
Kerajaan Israel dengan ibukota Samaria, dan di selatan dinamakan 
Kerajaan
Yehuda dengan ibukota Yerusalem. Yerusalem adalah tempat penyimpanan 
naskah
asli Taurat sehingga warga Israel sering beribadah di Yerusalem. 
Tindakan
itu membuat raja Israel tersinggung, dan mengubah kota Bethel sebagai 
pusat
peribadatan baru dan membuat patung-patung anak lembu untuk dijadikan
sesembahan. Akhirnya, rakyat Israel kembali pada ajaran paganisme 
(menyembah
berhala). Karena rakyat Israel sudah kembali terbiasa menyembah 
berhala,
maka mereka pun lambat laun melupakan kitab Taurat. Allah memberikan 
adzab
kepada mereka melalui bangsa Asyur yang melakukan pembuangan 
masyarakat
Israel dan melakukan kawin campur secara paksa sehingga terjadi 
asimilasi
keturunan dan kepercayaan.
Bangsa Yehuda sendiri juga mulai melanggar banyak hukum Taurat 
sehingga
Allah menghancurkan mereka, melalui raja Babylonia, Nebukanedzar.
Tempat-tempat ibadah mereka, termasuk tempat penyimpanan naskah asli 
Taurat
dihancurkan. Nebukanedzar juga memaksa bangsa Yehuda melakukan kawin 
campur
sehingga terjadi pula asimilasi kebudayaan. Karena dua kejadian ini, 
maka
baik masyarakat Israel maupun Yehuda banyak yang melupakan bahasa 
Ibrani.
Nabi Uzair as pernah mencoba menulis ulang kitab Taurat nabi Musa as 
dalam
bahasa Aram, karena bangsa Yahudi sudah banyak yang tidak bisa 
berbahasa
Ibrani lagi. Naskah berbahasa Aram ini sempat diterjemahkan ke dalam 
bahasa
Yunani yang dikenal sebagai Naskah Septuaginta. Namun kedua naskah 
tersebut
hilang pada abad 2SM.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa kitab Taurat nabi Musa as sudah 
lenyap
sejak abad ke-6 SM. Begitu pula salinan Nabi Uzair dan naskah 
Septuaginta.
Lalu siapa yang menulis Ktab Perjanjian Lama yang sekarang digunakan 
umat
Kristen Protestan dan Katolik Roma? Tdak ada umat Kristen yang dapat
menjawab pertanyaan sederhana ini.
Kitab Perjanjian Baru
Kitab Perjanjian Baru terdiri dari empat kitab Injil (karangan Matius,
Markus, Lukas, dan Yohannes), 13 surat yang ditulis Paulus, 3 surat
Yohannes, 1 surat Yakobus, 1 surat Yudas, 2 surat Petrus, 1 surat 
Lukas
kepada orang Ibrani, dan Wahyu kepada Yohannes. Semua surat yang 
ditulis
Paulus, Yakobus, Yohannes, Yudas, Petrus, dan lain-lain jelas bukan 
firman
Tuhan. Bagaimana dengan empat kitab Injil tersebut?
Nama yang melekat di belakang kata Injil adalah nama penulis Injil 
tersebut,
yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohannes. Namun siapakah keempat 
orang
tersebut?
Tidak ada keterangan yang jelas. Matius dan Yohannes penulis Injil 
bukanlah
Matius dan Yohannes, dua dari 12 murid pilihan Yesus. Matius dan 
Yohannes
sendiri yang menyatakan secara eksplisit dalam Injil mereka bahwa 
mereka
bukan murid-murid Yesus. Bagaimana dengan Markus dan Lukas? Sama 
saja, tidak
ada yang mengetahui siapa mereka sebenarnya. Matius, Markus, 
Yohannes, dan
Lukas benar-benar sosok misterius dalam sejarah penulisan Injil. 
Betapa
anehnya, kitab suci yang seharusnya digunakan sebagai pedoman 
hidupternyata
ditulis oleh sosok-sosok manusia yang tdakjelas identitasnya!! Apabila
penulisnya saja sudah tidak jelas, bagaimana mungkin kita dapat
meyakinkebenaran isinya?
Lalu, bagaimana asal mula umat Kristen menetapkan keempat Injil 
tersebut
sebagai kitab suci kalau memang penulisnya tidak diketahui? Hal ini 
tidak
terlepas dari kondisi penyebaran agama Kristen sekitar abad 2-3M. 
Saat itu
begitu banyak Injil yang beredar dan digunakan sebagai kitab suci. 
Konsili
di Nicea tahun 325M mengumpulkan puluhan Injil yang ditulis oleh 
penulis
yang berbeda-beda, kemudian dipilih empat Injil secara random yang 
kemudian
ditetapkan oleh Konsili dan Kaisar sebagai kitab suci yang resmi 
digunakan.
Sedangkan puluhan Injil yang lain dimusnahkan.
Melihat sejarahnya yang seperti itu, tidak heran apabila Ahmed Deedat
menyatakan bahwa ada 50.000 kesalahan dan pertentangan dalam Kitab 
Bibel
Revised Standard Version terbitan tahun 1952 dan 1971. (Meskipun pada 
Bibel
New Revised Standard Version kesalahan tersebut sudah dikurangi dan 
direvisi
oleh manusia biasa.)
BUKTI-BUKTI KEPALSUAN AYAT-AYAT BIBEL
Begitu banyak pertentangan ayat dalam Bibel. Ayat-ayat yang saling
bertentangan ini begitu banyaknya sehingga sulit untuk dipercaya 
bahwa ayat
yang lain pun terjamin kebenarannya. Salah satu pertentangan ayat 
yang bisa
disajikan di sini adalah, apakah Yesus diutus sebagai Rasul dengan 
membawa
damai atau membuat peperangan?
"Sebab Allah mengutus AnakNya ke dunia bukan untuk menghakimi dunia, 
tapi
untuk menyelamatkannya oleh Dia." (Yohannes 3:17)
"Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas 
bumi.
Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab aku 
datang
untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, 
menantu
perempuan dari mertuanya, dan musuh orang ialah orang seisi rumahnya."
(Matius 10:34-36)
Dalam satu kesempatan dialog dengan Pendeta dari Sekte Kristen 
Ortodoks
Syria sekitar tahun 2001, penulis menanyakan tentang banyaknya 
pertentangan
dalam Bibel dan dijawab,"Kami memang menyadari bahwa dalam Bibel 
terdapat
ayat-ayat yang saling bertentangan. Namun dalam Bibel edisi yang akan
datang, kami sudah merevisi ayat-ayat tersebut."
Subhanallah, betapa hebatnya manusia yang sanggup merevisi firman 
Tuhan!!
Dan mereka berterus terang mengaku kalau mereka melakukan
perubahan-perubahan tersebut!! Lebih jauh lagi, ketika penulis 
menanyakan
nasib umat Kristen yang sudah meninggal dan beriman pada ayat-ayat 
yang
salah tersebut, Pendeta tersebut dengan enteng menjawab,"Kalau 
masalah itu,
saya tidak tahu. Itu urusan mereka dengan Tuhan."
Begitu banyak ayat yang menghina keagungan Allah swt sebagai dzat 
yang Maha
Agung dan Maha Perkasa.
"Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan 
segala
kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka
menyesallah Tuhan bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi. Dan itu
memilukan hatiNya." (Kejadian 6:5-6)
"Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tapi Israel, sebab engkau 
telah
bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." (Kejadian 
32:28)
Dalam ayat pertama dijelaskan bahwa Allah swt menyesal dan sedih 
karena
telah menciptakan manusia. Tidakkah Allah Maha Pencipta dan Maha 
Mengetahui
segala yang telah, sedang, dan akan terjadi? Dan pada ayat kedua 
diceritakan
bahwa Allah bergumul melawan Nabi Yakub, dan Allah kalah. 
Subhanallah, Maha
Suci Allah dari apa yang mereka katakan!! Tidakkah mengherankan akal 
sehat
kita bahwa Tuhan yang diimani oleh umat Kristen berkali-kali tidak 
berdaya
melawan manusia, sekali kalah duel melawan Nabi Yakub dan tidak 
berkutik
saat disiksa dan dibaptis di kayu salib oleh kaum Yahudi!! 
Begitu banyak ayat yang menghina kemuliaan para Nabi dan Rasul Allah.
Ayat-ayat tersebut menuduh mereka melakukan perbuatan yang hina dan 
tercela,
seperti Nabi Nuh yang dituduh mabuk dan bertelanjang bulat (Kejadian 
9:20),
Nabi Luth yang dituduh berzinah dengan dua anak kandungnya hingga 
melahirkan
anak-anak hasil perzinahan (Kejadian 19:30-38), Nabi Yehuda yang 
berzinah
dengan mantan menantunya (Kejadian 38:16-18), Nabi Daud yang dituduh 
menipu
Uria dan berzinah dengan istri Uria (II Samuel 11;2-5), dan Nabi 
Sulaiman
dituduh gila wanita dan mendurhakai Tuhan (Raja-Raja I 11:1-4). Dengan
kata-kata yang begitu kasar dan joroknya hingga penulis tidak berani
mengutipnya dalam tulisan ini, Bibel menceritakan kisah-kisah yang 
sangat
tidak masuk akal mengenai Nabi dan Rasul Allah yang mulia. Mungkinkah 
kitab
suc mengandung tulisan yang bahasanya bahkan lebih jorok dibandingkan
buku-buku cerita porno yang dijual di kaki lima?
Begitu banyak perubahan atas Bibel yang dilakukan secara terang-
terangan
oleh Gereja. Perubahan-perubahan ini dilakukan secara periodic, pada
ayat-ayat yang sering dijadikan bahan perdebatan panas antara umat 
Islam dan
umat Kristen. Perubahan ini dilakukan baik berupa penambahan, 
pengurangan,
maupun penggantian ayat dan dilakukan oleh baik Dewan Gereja di luar 
negeri
maupun oleh Lembaga Alkitab Indonesia.
Yang menarik untuk diketahui adalah perubahan ayat mengenai hukum 
halal
haramnya memakan daging babi bagi umat Kristen Indonesia. 
"Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela 
panjang,
tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu." (Imamat 11:7, Bibel 
terbitan
Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1968)
"Demikian juga babi hutan, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya 
bersela
panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu." (Imamat 11:7, 
Bibel
terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1979)
PENDAPAT UMAT KRISTEN TENTANG KEPALSUAN BIBEL
David F. Hinson dalam buku The History of Israel (2001) 
menyatakan,"Dalam
mempelajari sejarah Israel hendaknya selalu diingat bahwa kita 
berhadapan
dengan legenda dan bukan sejarah. Cerita-cerita itu bukanlah laporan-
laporan
yang ditulis segera setalah peristiwa itu terjadi namun ditulis 
beberapa
abad kemudian sebagai hasil ingatan seorang ayah yang bercerita kepada
anak-anaknya dari satu generasi ke generasi berikutnya."
Dr.GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini 
(1967)
menyatakan terus terang,"Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa 
terdapat
berbagai kekhilafan dalam Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka
perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan 
kekhilafan
itu pada caranya."
Prof. Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ 
(1999)
mengatakan, "Tujuan mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang 
Yesus
yang dikemas sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan Gereja 
mereka, yang
dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan keinginan mereka, 
baik dari
sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan."
SIMPULAN
Dari tulisan di atas, jelas bisa disimpulkan bahwa tudingan mengenai
kepalsuan Bibel ternyata bukan saja terbukti dari ayat-ayat Bibel 
sendiri,
namun juga diakui oleh para pemuka agama Kristen di seluruh dunia dan 
juga
dari perubahan-perubahan ayat yang niscaya masih terjadi sampai saat 
ini.
Mudah-mudahan, tulisan ini dapat membuat kita terus bersyukur atas 
nikmat
Iman dan Islam yang Allah berikan kepada kita. Kita juga bisa merasa 
lega
dan aman atas kebenaran Al Quran karena Allah telah berjanji untuk 
tetap
menjaga kemurnian dan kebenarannya.
"Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya 
Kami
benar-benar memeliharanya." (QS Al Hijr:9)
Referensi Tambahan:
*       Attaurrahim, Muhammad, Misteri Yesus dalam Sejarah, 1996, 
Pustaka
Dai 
*       Deedat, Ahmed, Is the Bible God's Word?, 1987, IPCI South 
Africa 
*       Ridenour, Fritz, Dapatkah Alkitab Dipercaya?, 1985, BPK 
Gunung Mulia

*) Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UNSW dan di Indonesia aktif 
sebagai
penerjemah buku-buku Kristologi.
 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke