Siapa pencipta manusia pertama?
 
Saya amat tertarik dengan debat soal awal penciptaan manusia. Sebelumnya topik 
ini 
pernah mencuat beberapa saat, tapi lalu tenggelam bak ember bocor mengapung
di kali. Memang  kalau topik ini diperdebatkan, tak akan ada habisnya hingga 
dunia kiamat atau luluh lantak dihunjam meteor raksasa. Tak heran kalau timbul 
tenggelam, alias 'angin-anginan'. 
 
Sebenarnya, kalau saja ada satu atau dua malaikat mau turun ke Bumi,  lalu 
mengunjungi kita, semuanya akan beres. Ayo kita semua panjatkan doa,  minta 
petunjuk: "Wahai malaikat, kabarkan kepada seluruh umat di dunia  bahwa benar 
adanya Adam itu ciptaan Allah." Perdebatan yang makan tenaga, memeras otak, dan 
makan biaya akses internet ini pun pasti akan terhenti. 
 
Yang tadinya musyrik, dzalim, bengis, teroris, preman pasar, koruptor,  rakus, 
penyelundup, pemerkosa, begal, bajak laut, kafir, kejawen, dukun santet,  
pelacur, germo, waria, homoseks, pengguna narkoba, sektarian, tengger, badui,  
pemuja setan, penyembah berhala, sekuler, atheis, komunis, raelian, dan 
sebagainya  --  pasti akan kembali berpaling kepada ajaranNya. 
 
Tapi ajaran mana sih yang paling benar di mata Tuhan? Tiap orang bilang, agama 
yang dipeluknya lah yang paling benar. Agar dunia ini kembali aman tentram 
kerto raharjo
rukun damai gemah ripah loh jinawi, ayo sekalian minta malaikat untuk 'menunjuk'
ajaran agama mana, di kitab apa, ayat berapa, yang 'menyimpang' karena  
diotak-atik. Atau semuanya menyimpang? Bisa saja terjadi. Wallahualam. Lalu 
orang-orang bijak,
penyantun, dan penuh welas asih, namun tak percaya pada dogma-dogma agama, 
sekalian saja  bertanya: "Apa aku juga masuk neraka kelak?" 
 
Andai malaikat malu menampakkan diri, Tuhan yang maha segalanya mustinya mampu
menuliskan deretan kata di langit luas, atas keberadaanNya. Kalau Tuhan 
berkehendak, apa susahnya? Dengan pancaran sinar laser warna-warni saja sudah 
cukup. Tentunya ditulis dalam berbagai bahasa -- bukan huruf-huruf Arab -- 
sehingga kita bisa dengan mudah mencerna maknanya. Sebuah tuntutan yang kecil 
maknanya buat  Tuhan bukan? Daripada kalau didiamkan begitu saja, dunia tambah 
carut  marut karena bermunculan begitu banyak 'wakil-wakil Tuhan' yang merasa  
dirinya paling benar. Akan terjadikah suatu saat nanti? Apa harus menunggu hari 
kiamat tiba? Menunggu kita mati satu persatu? Sedangkan orang mati tak mampu 
lagi bergosip ria dengan orang yang masih diberi nafas kehidupan. 

Dulu ada yang bilang 'Tuhan telah mati', atau versi Jawa yang lebih sopan: 
'Gusti Allah sampun sare' (Tuhan sudah tidur). Namun apa kata orang, Tuhan 
tetap cuek. "I dont' care", itu mungkin yang Ia ucapkan seperti juga SBY dan 
Menteri Keuangan kita pernah bilang kepada khalayak ramai.  
 
Hingga detik ini, hanya manusialah yang terus bertanya-tanya, sedangkan kucing, 
 anjing, badak, virus, bakteri, dan aneka pepohonan, mana mereka peduli siapa 
yang mencipta? Atau mungkin mereka juga sebenarnya berkasak-kusuk, cuma manusia 
saja yang tak tahu bahasa yang dipakai antar mereka. Entah suatu saat nanti, 
andai kita sudah bisa mengkloning binatang yang bisa bercakap seperti zaman 
Nabi Sulaeman, atau pohon yang bisa berjalan-jalan dan bisa protes atas 
nasibnya seperti di film LOTR. 
 
Karena peninggalan kitab-kitab masa lalu dari kaum Semit, kini sebagian
besar manusia dibikin bingung dan limbung. Apa sih maksud Tuhan membiarkan 
manusia
ciptaannya saling menggoblog-goblokkan, saling caci maki, saling hujat,
saling berperang, dan saling bunuh-bunuhan? Tuhan itu sebenarnya ada atau
tidak? Kenapa perempuan-perempuan berjilbab, lelaki-lelaki yang rajin mengaji
di surau, bayi-bayi tak berdosa di Aceh sana Engkau biarkan 'ketiban'
puing bangunan dan mati sia-sia digulung tsunami? Padahal mereka sudah
berdiam di wilayah berlabel syariah yang mustinya dilindungi dari 
segala macam gangguan. Lalu ada ustadz bilang, itu cobaan Tuhan. Tuhan
telah mengirim tiga malaikat ke dasar lautan, lalu membenturkan patahan
di dasar bumi hingga timbul gempa hebat dan tsunami. 
 
Kisah penciptaan manusia yang ditinjau dari agama samawi, teori evolusi,
dan kisah Mesir Kuno sudah kerap dibincangkan disini. Berikut pandangan
dari kaum Raelian yang berani tampil beda - sekadar sebagai teori alternatif
tentang penciptaan manusia pertama (dituliskan oleh rekan Nur Agustinus untuk 
majalah Beta0UFO): 
 
Proyek Adam: Apa yang terjadi di Eden 6,000 tahun lalu?
 
Sering menjadi pertanyaan, apakah Adam merupakan manusia pertama di bumi
ini? Benarkah dia dibuat di Eden? Apakah sebenarnya yang terjadi di sana?
Apakah yang ada di kitab kejadian (Genesis), khususnya penciptaan dalam enam
hari itu, di mana manusia diciptakan (atau dibikin) pada hari keenam, itu 
merujuk kepada penciptaan Adam dan Hawa? Bagaimana dengan petunjuk yang ada 
dalam kitab-kitab lain? Bagaimana pula jika dikaitkan dengan mitologi bangsa 
Sumeria kuno?
 
Apakah Adam manusia pertama?
 
Kebanyakan orang mempercayai bahwa Adam adalah nenek moyang dari semua
manusia. Dengan demikian, sebelum Adam  tidaklah ada manusia sama sekali.
Tapi, banyak orang tentunya meragukan hal ini, apalagi menurut temuan
arkeologi, sudah ada peradaban manusia yang jauh lebih tua dari perkiraan
masa kehidupan Adam.
 
Yang jadi pertanyaan, benarkah kisah yang dikemukakan dalam berbagai manuskrip 
bahwa Adam itu dibuat dari tanah? Ada pendapat yang mengkaitkan proses 
pembuatan Adam ini dengan makhluk luar angkasa. Hal ini dikaitkan dengan adanya 
fenomena makhluk dari dimensi lain yang dikisahkan bersamaan dengan proses 
pembuatan Adam. Dan ada anggapan
bahwa yang dimaksud "dari tanah" itu bukan berarti bahan materi dari Adam
adalah tanah, melainkan diciptakan dari sisa-sisa yang ada di dalam tanah.

Proses penciptaan Adam dari sisa-sisa makhluk hidup yang ada sebelumnya,
mungkin bisa ditunjang dengan adanya pandangan bahwa dalam proses
menciptakan langit dan bumi, sang pencipta berkuasa menciptakan kembali
jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu.
 
Ada kepercayaan bahwa penciptaan bumi dan langit ini terjadi berulang-ulang, 
sehingga ada proses penciptaan pertama dan penciptaan yang berikutnya. Hal itu 
dikatakan supaya manusia yang hidup saat ini bisa mengambil pelajaran dari 
pengalaman "manusia" terdahulu. Dari studi yang ada, umumnya sampai pada 
kesimpulan bahwa Adam hidup sekitar 6,000 tahun yang lalu. Kalau memang Adam 
dianggap hidup 6,000 tahun yang lalu, maka mestinya ada catatan kuno tentang 
hal itu. Hanya saja, kalaupun ada catatan kuno, apakah catatan kuno itu bisa 
dipakai sebagai bukti atau cuma sekedar mitos dan legenda saja?
 
Adam, kalau memang pernah ada, harusnya hidup di daerah sekitar
Mesopotamia, atau sekarang ini daerah Irak, Iran atau sekitarnya. Ada yang
bilang, Adam sebenarnya muncul (turun) di India. kalau memang di India,
harusnya ada keterangan tentang hal itu. Di India ada kisah tentang Manu
dengan bencana air bah, di mana kata "Manu" ini sama dengan "Nuh" dan juga
kemudian dipakai menjadi istilah "Manusia". Dari kitab Veda, tepatnya RgVeda
IV.26.21-22 isinya: "Aku menganugerahkan bumi ini kepada Adadam Aryaya
(orang yang mulia). Aku turunkan hujan yang bermanfaat bagi makhluk, Aku
alirkan terus gemuruhnya air dan hukum alam tunduk kepada perintah-Ku."
 
Apakah di sini merujuk kepada "ADAM" ? Namun ada yang menafsirkan "Adadam
Aryaya" sebagai "bangsa manusia ras Aryan" "aham bhUmim adadAm AryAyAhaM"
diterjemahkan sebagai "I have bestowed the earth upon the Arya" Apakah Adam
itu adalah pemimpin pertama bangsa Aryan? Aryan ini adalah bangsa Indo-Eropa
atau persia yang sekarang ini bernama Iran. Apakah ini ada hubungannya
dengan mitos serangan bangsa Aryan ke India? Dan apa yang tertulis dalam
kitab Kejadian 5:1 mungkin bisa menjadi bahan pemikiran. Apakah orang-orang
yang ada dalam daftar silsilah Adam itu memang benar pernah hidup dulu....
atau cuma dongeng?
 
Apakah Eden lab genetika?
 
Kalau kita membahas soal asal usul cerita Adam ini secara serius, rasanya
kurang lengkap kalau kita cuma berhenti pada sumber literatur dari kitab
suci yang ada saat ini saja. Kita mesti menelusuri, dari mana asal usul
cerita ini semula.
 
Kisah penciptaan Adam ini terjadi di "Taman Eden". Hal ini dikuatkan dengan
cerita atau mitologi bangsa Sumeria kuno. Di sana ada banyak tokoh, seperti
Enki, Enlil, Nin-Ti, Enkidu, dan lain-lain. Tahukah Anda, bahwa ada yang
menarik dari istilah kata Eden (Edin) itu sendiri. Dalam bahasa Sumeria
kuno, kata "E" berarti "Rumah" dan "Din" berarti "Pem-buatan". Jadi Edin
atau Eden itu adalah sebuah rumah tempat mencipta, yang mana kalau di zaman
sekarang ini disebut sebagai LABORATORIUM.
 
Jadi, Eden merupakan suatu tempat di mana "mereka" yang disebut dengan
elohim (yang artinya "mereka yang datang dari langit") itu melakukan
berbagai percobaan atau proses pembuatan. Kalau di zaman sekarang, istilah
yang tepat adalah kloning. Sebagaimana bisa kita baca dalam kitab-kitab suci
maupun mitologi-mitologi yang ada, maka kita bisa mengetahui bahwa "mereka"
mencari jejak-jejak kehidupan yang terkubur di dalam tanah dan menemukan
jasad-jasad yang kemudian mereka ambil intisarinya (DNA) lalu dibentuk
menjadi manusia. Demikian juga binatang-binatang yang lain. 
 
Itu sebabnya, pada kitab Kejadian 2:19 disebutkan bahwa Tuhan (Yehovah Elohim) 
membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. 
Makhluk-makhluk
ini, dibuat dari tanah, yang tentunya bisa ditafsirkan dua macam, pertama:
binatang-binatang itu diciptakan dari tanah, dibentuk dan kemudian menjadi
hidup, atau kedua: dari tanah diketemukan sisa-sisa (jasad) binatang yang
ada dan kemudian melakukan kloning sehingga dengan segera terbentuklah
berbagai binatang.
 
Seperti kalau sekarang ini manusia mengkloning domba yang diberi nama Dolly
itu. Tentunya akan menjadi pertanyaan yang abadi, mengapa sang pencipta
harus menciptakan manusia dan binatang itu dari tanah? Mengapa tidak begitu
saja "dari tidak ada" menjadi "ada"? Jika memang dalam membuat Adam
digunakan proses kloning, apakah sama dengan proses yang ada saat ini?
Hal ini kita bisa bandingkan dengan proses pembuatan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian saripati itu diolah menjadi air mani
yang disimpan dalam tempat yang kokoh  atau rahim. Kemudian air mani itu
dijadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu dijadikan segumpal daging,
dan segumpal daging itu dijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
dibungkus dengan daging. Kemudian akhirnya terbentuklah sebagai makhluk yang
berbentuk lain.
 
Hal itu bila dibandingkan dengan prosedur kloning yang ada sekarang ini,
maka prosesnya adalah mirip. Dan yang menjadi pertanyaan: Jika manusia
pertama itu dibikin dari suatu saripati (yang berasal) dari tanah, lalu
diolah menjadi cairan (lendir) atau semacam gel, dan kemudian ditempat-kan
dalam tempat yang kokoh (diartikan sebagai rahim), maka rahim siapakah yang
dipakai? Apakah ribuan tahun yang lalu, ada sekelompok ilmuwan yang bekerja
di laboratorium Eden, mengerjakan semacam Proyek Adam, mencari sisa-sisa
jasad renik untuk diperoleh susunan DNA dari tanah dan kemudian menciptakan
manusia. Manusia ini, menurut cerita mitos yang ada, dibuat untuk bekerja
kepada mereka sebagai budak dalam rangka menambang emas.
 
Lalu, apakah macam-macam mahluk mitos juga berasal dari lab Eden? Bisa jadi
memang begitu. Meski kepastian bahwa makhluk-makhluk itu dicipta-kan di Eden
memang tidak jelas. Namun kalau dalam kitab kejadian ada ditulis: "Lalu
TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan (beast of the field)
dan segala burung di udara (bird of the heavens)." Dan hal itu dibuat di
Eden.
Menurut mitologi bangsa Sumeria, anunnaki (atau mereka yang bertanggung
jawab dalam proyek Adam ini), berasal dari planet Nibiru, yang masih satu
tata surya dengan kita. Sampai saat ini, planet tersebut tidak diketahui
lokasinya, namun berdasarkan perhitungan, diduga kuat memang ada.
Lalu, bagaimana dengan sisa-sisa fosil dinosaurus yang hidup ratusan juta
tahun yang lalu? Apakah "mereka" itu tidak tertarik untuk menghidupkan
mereka juga? Padahal, saat inipun, manusia yang telah menguasai teknologi
kloning pasti akan tertarik untuk "menghidupkan kembali" dinosaurus dari
sisa-sisa DNA yang tersisa. Apakah menurut mereka dinosaurus yang
besar-besar itu tidak baik untuk keadaan bumi di saat itu?
 
Mitologi Sumeria kuno menceritakan adanya makhluk-makhluk aneh. Misalnya,
makhluk bersayap, berbadan lembu dan berkepala manusia. Makhluk ini adalah
makhluk mitos, ada yang menyebut sphinx atau kerub. Ada juga burung
berkepala manusia atau sebaliknya, manusia berkepala gajah atau burung.
Apakah di Taman Eden, dilakukan berbagai rekayasa genetika, termasuk
memproduksi makhluk yang aneh-aneh? (nas)


Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke