( tulisan ini juga disajikan dalam website http://perso.club-internet.fr/kontak/ )
ASWI WARMAN ADAM MENGENAI �PERJALANAN HIDUP SAYA� Menyambung tulisan tentang peluncuran buku �Perjalanan Hidup Saya� di Jakarta tanggal 1 Februari 2005, maka berikut ini disajikan bagian-bagian lain yang berkaitan dengan pembicaraan Dr Asvi Warman Adam, sejarawan LIPI, yang menjadi salah satu pembicara utama dalam upacara itu. Hadirnya sejarawan Asvi dalam peluncuran buku tulkisan A. Umar Said tersebut adalah penting kalau dilihat dari berbagai segi. Karena buku �Perjalanan Hidup Saya� itu mempunyai aspek sejarah, termasuk sejarah pers Indonesia dan sejarah politik, maka pembahasan isinya oleh seorang sejarawan adalah menarik. Apalagi ia adalah satu dari sejarawan yang terkenal mempunyai minat tentang berbagai hal yang berkaitan dengan masalah 65, hak-hak manusia, tapol, atau masalah Orde Baru pada umumnya. Karena ia duduk sebagai anggota komisi yang bertugas atas nama IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) untuk menyeleksi naskah-naskah untuk dipilih sebagai buku bermutu dalam rangka Program Pustaka Adikarya, maka hadirnya sebagai pembicara dalam peluncuran ini juga mempunyai arti tersendiri. Peran Asvi sangat penting, sehingga IKAPI telah mengambil keputusan untuk menseleksi naskah �Perjalanan Hidup Saya� sebagai (menurut kata-kata IKAPI ) �dokumen sosial� yang �jarang ditulis� dan �perlu diterbitkan�. NILAI SEJARAH TERBITNYA BUKU Dalam pembicaraannya berkali-kali ia menyebutkan bahwa buku A. Umar Said ini penting dan menarik, karena mempunyai nilai sejarah. Di dalamnya dapat disimak tentang riwayat perjuangannya ketika ia masih remaja dalam revolusi 45, bertempur di Surabaya, mengembara di Jawa dan Sumatera. Selain itu, pengembaraan dia di Tiongkok sesudah terjadinya G30S selama betahun-tahun, dan kemudian pengalamannya di Prancis degan kehidupan keras untuk survive telah membikin buku ini menarik untuk dibaca. Dengan melakukan berbagai macam kegiatan, antara lain dengan menerbitkan majalah dalam bahasa Prancis, ia telah membuat berbagai hal dalam sejarah hidupnya patut dicatat. Menurut Asvi, banyak hal-hal yang diungkap dalam buku ini yang patut dicatat dalam sejarah. Karena itulah ia anggap bahwa terbitnya buku ini penting sekali. Sebab, buku ini mengangkat sebagian kecil dari pengalaman atau hal-hal yang berkaitan dengan orang-orang yang terpaksa hidup di dalam eksil atau menjadi orang �klayaban�, yang jumlahnya banyak sekali. Mereka ini tersebar di Tiongkok, Rusia, dan di berbagai negeri Eropa lainnya. Menurutnya, selama ini, jarang sekali ada buku memoir yang seperti ditulis oleh A. Umar Said. Oleh karena itu ia mengharapkan adanya usaha-usaha untuk menerbitkan buku lainnya oleh kalangan mereka ini. Bagi Aswi, kita semua perlu memikirkan kembali kasus orang-orang yang terpaksa hidup dalam eksil ini. Ia mengingatkan kepada ajakan Gus Dur pada masa yang lalu kepada para orang-orang yang klayaban untuk kembali ke tanahair mereka. PANDANGAN SEBAGAI SEJARAWAN Sebagai sejarawan ia menganggap bahwa dalam penulisan sejarah perlu adanya usaha untuk tidak menyembunyikan hal-hal penting. Dalam rangka itulah maka ia ikut mengusulkan kepada penerbit (Pancur Siwah/Suara Bebas) untuk minta kepada wartawan senior Rosihan Anwar supaya menulis kata pengantar untuk �Perjalanan Hidup Saya�. Maksudnya, yalah untuk membantu melihat apakah ada hal-hal yang perlu dipertanyakan dalam penulisan buku itu. Umpamanya, ketika ia mengunjungi (baru-baru ini) Sumatera Barat, dan bertemu dengan seorang wartawan senior di sana, ia juga bertanya-tanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan A. Umar Said selama di Padang. Bahwa kumudian ada semacam cemooh dari Rosihan Anwar dalam kata pengantarnya (soal ideologi komunis), ini menjadi soal yang menarik untuk diperdebatkan. Dalam kaitan ini, Asvi menceritakan sebagian dari pendiriannya dalam menghadapi kasus penerbitan buku mengenai aksi sefihak di Jawa Timur, yang berjudul �Kaum Merah Menjarah�. Sebagai anggota komisi penseleksian IKAPI ia menyetujui diterbitkannya naskah ini dalam program Pustaka Adikarya dengan catatan bahwa ada kata pengantar dari Hasan Raid, yang dianggapnya berkompetan untuk mengomentarinya. Karena, dalam hal ini, ada masalah yang bisa diperdebatkan : siapa yang duluan menjarah siapa? Apakah sebelum dijarah, kaum tuantanah tidak lebih dulu menjarah tanah kaum tani? PANCALOGI DALAM KASUS 1965 Menurut Asvi, terbitnya buku �Perjalanan Hidup Saya� dianggapnya penting karena mengungkap salah satu aspek dari akibat terjadinya G30S. Selama Orde Baru, sejak dari Sekolah Dasar sudah ditanamkan berbagai hal tentang G30S, umpamanya siapa yang dikatakan sebagai dalangnya. Tetapi tidak pernah dijelaskan secara gamblang apa yang terjadi dengan pembantaian besar-besaran yang memakan korban begitu banyak dan pembuangan para tahanan di Pulau Buru. Ditambah dengan persoalan yang dihadapi orang-orang yang terpaksa hidup di eksil, maka masalah 65 dapat dituangkan dalam caturlogi, dan dengan stigma yang dialami begitu banyak keluarga para korban menjadi pancalogi. Dalam pembicaraan Asvi tentang sejarah Indonesia, ia mengingatkan pentingnya 1945, 1955, 1965 dan 1975 sebagai tahun-tahun yang menonjol dalam sejarah bangsa untuk direnungkan bersama. Dalam tahun 1955 ketika Indonesia memelopori konferensi Bandung yang terkenal. Dalam 1965 terjadi peristiwa besar yang sudah sama-sama dikenal. Dalam tahun 1975 Indonesia yang dalam 20 tahun sebelumnya menjadi pelopor anti-kolonialisme, malahan menjadi kekuatan neo-kolonialisme dunia ketiga di Timor Timur. Yang perlu dicatat juga dalam tulisan ini yalah semacam �anekdote� Asvi, ketika ia mengatakan �kaget�nya bahwa dalam buku A. Umar Said ini muncul nama dua orang yang dua-duanya sama-sama memajang simbol sosialisme, yaitu Rosihan Anwar dan Joesoef Isak. Ia tidak tahu siapakah yang pada kenyataannya benar-benar sosialis, atau siapa yang soska dan siapa soski ( ketawa dari hadirin). Dilihat dari kenyataan bahwa ia sebagai sejarawan hadir dan berbicara dalam peluncuran buku �Perjalanan Hidup Saya�, menunjukkan bahwa ia menggarisbawahi sikap yang diambilnya ketika ia, sebagai anggota komisi IKAPI, menyetujui seleksi naskah tersebut sebagai buku bermutu. =================== Keterangan : Buku � Perjalanan Hidup Saya � ini sekarang bisa didapat di berbagai toko buku Gramedia. Untuk informasi tambahan bisa berhubungan dengan penerbitnya Pancur Siwah/Suara Bebas, yang beralamat di jalan Gelong Baru Utara II D/11 Tomang, Jakarta 11440. Telepon 021 7090 9223 atau 0812 9659 511. E-mail : [EMAIL PROTECTED] ) -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.300 / Virus Database: 266.4.0 - Release Date: 22/02/2005 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
