On 1 Mar 2005, at 14:13, Van Helsing wrote:

> Disini masalahnya Om, anda sekedar melihat sisi buruk dari umat
> islam (di INdonesia)karena mereka 'kebetulan' beragama islam,
> sedangkan perilaku manusia bisa dilatar belakangi ribuan alasan,
> salah satunya adalah memanipulasi ajaran agama ( islam ) demi
> kepuasan dan kepentingan pribadi atau golongan. 


    Yang saya masaalahkan hingga sekarang adalah 

    1. ajaran dan budaya Islam yang absurd, kejam, keji, biadab lagi
    buas. 

    2. Sumber Islam, yaitu al-Mushaf yang tidak berbukti berisi
    wahyu Allah dan hadits yang mustahil ada yagn sahih. 


> Pada tataran tujuan
> kritik tajam anda terhadap islam, saya bisa mengerti dan bahkan
> mendukung, tapi pada tataran 'methode' dan sasaran koreksi anda,
> saya tidak setuju, sebab cara anda mengkoreksi umat islam itu
> telah memasuki area prinsip dan asazi bagi setiap agama ; Akhidah
> ! Masalah keimanan, keyakinan adalah hal yg paling asazi bagi
> setiap manusia, namanya juga keyakinan, maka disitu 'tidak
> diperlukan' hal2 yg ilmiah, sebab dua hal tadi 'tidak terkait'
> satu sama lain cara meyakininya. Pada hemat saya, kita musti
> menggodam ( 5 ) mentalitas umat islam yg fanatik dan radikal
> tersebut tidak dgn cara membuat mereka  ( dan umat islam pada
> umumnya) menjadi tersinggung dan merasa dihinakan, semakin mereka
> dipojokkan, akan membuat mereka semakin fanatik, sifat patriotik
> keliru itu lebih mudah bangkit dari pada menurutkan pikiran logis,
> terlebih bila cara kita mengkoreksi juga dgn fanatisme kita.


    Anda hanya menunjukkan bahwa anda itu TIDAK tahu  apa yang
    namanya freedom of speech dan menyalahkan saya yang hanya
    mempergunakan freedom of speech yang adalah hak saya. 

    Dan anda katakan saya fanatik hanya karena saya dengan gigih
    menujukkan - dengan argumen yang saya dasarkan kepada fakta dan
    logika - bahwa ajaranIslam itu absurd, kejam, keji, buas lagi
    biadab dan bahwa al-Mushaf itu TIDAK berbukti berisi wahyu Allah
    dan hadits itu musthail ada yang sahih. 

> FANATIK adalah satu penyakit terparah didunia ini, baru kemudian
> rasis. Siapapun dan dari disiplin apapun, entah itu agama, scient,
> ideologi atau juga hobby, kalau sudah sampai pada taraf FANATIK,
> maka semua yg ada disekitarnya dianggap salah, keliru, tidak asli,
> palsu, memuakkan, tidak benar, dan 'menyimpang', semua itu
> berangkat karena adanya stu KEYAKINAN yg berlebihan, keyakinan
> buta yg mengukur semua hal dgn ukuran diri sendiri, mematok semua
> masalah dari patokan diri sendiri, maka yg terjadi adalah ; CUMA
> SAYA YG BENAR !!! Penyakit FANATIK itu juga ada dilingkungan
> scientist, bukan monopoli agamawan semata, juga ada pada para
> atheis, pendek kata, pada SETIAP UNDIVIDU yg enggan membuka hati
> dan pikirannya akan 'tawaran' dan 'masukan' dari pihak lain,
> terlepas dari tawaran atau masukan itu tadi salah atau benar, yg
> penting kita terima dulu, kita saring dan kita ambil logikanya,
> ingat, segala hal itu, baik atau buruk, salah atau benar, pasti
> faktor logika lah yg lebih menentukan, jangan dikira ajaran agama
> itu tidak logis, kalau ada yg beranggapan demikian, berarati
> JUSTRU ia yg nggak / belum ngerti alur logika itu. 


    hingga sekarang saya tidak mengatakan semua ajaran agama itu
    tidak logis, tapi ada yang tidak logis di ajaran Islam. 

    Dan saya tunjukkan kenapa sayakatkaan ajaran itu tidak logis..... 


Kembali ke
> masalah Al Mushaf, umat islam, jelas ENGGAN dan emoh repot2
> menggali 'keaslian'  al mushaf tersebut. Buat apa??? kalau toh,
> umpama, ini cuma umpama al mushaf itu 'terbukti' tidak berisi
> wahyu Alloh, tapi karena kita sudah yakin bahwa kita ini muslim
> dan percaya, beriman kepada Alloh dan kitab2 sucinya, maka 'bukti'
> tadi SAMA SEKALI tidak mengurangi rasa IMAN dan KEYAKINAN kita
> pada al mushaf tadi. 

    Ini sikap orang yang tidak jujur kepada dirinya sendiri... 


> APALAGI, 'bukti' bahwa al mushaf tadi tidak
> asli juga 'nggak ada' ( setidaknya tak satu orangpun yg bisa
> menjamin 100% dan membuktikan bahwa al mushaf itu tidak asli),
> alur sejarah dan arkeolog, jelas tidak akan sanggup mengungkap
> tuntas kejadian yg sebenarnya, 


    Dengan kalimat ini, anda menujnukkan  bahwa anda tidak tahu apa
    yang namanya logika... 

    ABC logika itu berbunyi: the burden of the proof terletak
    dipundak orang yang bikin claim. 

    Orang Arab bikin claim bahwa al-Mushaf itu berisi wahyu Allah.

    Mereka yang harus memberi bukti. 

    Karena mereka tidak bisa memberi bukti itu, maka kita tinggal
    bilang: Tidak ada bukti bahwa al-Mushaf itu berisi wahyu Allah. 

    Dan langkah berikutnya yang perlu dipikirkan - dan inilah yang
    dipikirkan (kembali) oleh sejarawan revisionist sejak
    Wansbrough, Crone, Cook dll. dan sejajar dengan itu oleh L�ling
    dan Luxenberg - apakah al-Mushaf  itu sesungguhnya? 

    Kesimpulan mereka hingga sekarang adalah: asal usulnya al-Mushaf
    itu (Ur-Koran menurut istilah L�ling) adalah salah satu bentuk
    Bible yang kemudian ditambahi oleh orang Arab... 


> KECUALI ada keimanan disana. 

    Iman itu sebenarnya semacam usaha untuk menipu diri sendiri... 


> Yang
> lebih penting dan prinsip lagi adalah: bagaimana umat islam (
> manusia) itu menterjemahkan dan mencoba mengerti isi2 dan tujuan
> al mushaf tersebut, karena ia adalah ajaran ke arah kebaikan, maka
> secara sederhana kita harus bisa menyimpulkan, bahwa bagi setiap
> muslim, maka ia harus  'baik' di depan Tuhan dan di depan manusia.

    Inilah yagn dilakuan oleh orang-orant seperti Muh. Taha dengan
    tulisannnya 'The Second Message of Ismam... 

    Tapi usaha ini tidak mengubah kenyataan bahwa al-Mushaf itu TIDAK
    berbukti berisi wahyu Allah. 


> Untuk menjadi 'baik' tersebut, kita harus berusaha menjadi
> 'benar', dan untuk bisa pada taraf 'benar', maka kita dituntun
> untuk 'tahu', kemudian kita harus 'ngerti', setelah itu, kita
> lihat dan aplikasikan 'ilmu agama' tadi di habitat dan komunitas
> kita, bila kita masih juga 'bersinggungan' dgn 'tetangga' kita,
> maka kita gali sumber ajaran kita ( umat islam)  Al Mushaf tadi.
> Al Mushaf adalah benda mati, kesalahan inteprestasi akan membawa
> kita ke arah bencana, tapi bila inteprestasi kita benar, maka
> ajaran al mushaf tadi akan sangat dan sangat membawa banyak
> manfaat untuk bekal hidup ( dan insyaalloh mati kita ). Pendek
> kata, BUKAN pada Al Mushaf tadi letak 'kesalahan' umat islam, tapi
> pada MANUSIANYA yg tolol dan geblek bin fanatik itu yg jadi
> persoalan. Nggak di INA, nggak di Eropa, saya nggak pernah punya
> masalah karena AGAMA saya, karena Al Mushaf itu tadi, tapi
> sebaliknya, al mushaf itu tadi selalu menyadarkan saya, betapa
> 'kecil' dan 'tak berarti' makhluk yg bernama manusia tersebut,
> sebab buat saya JELAS, Al Mushaf itu sumber ilmu dan kearifan.

    Al-Mushaf antara lain memerintahkan suami untuk memukul istri
    yang bandel.. ... 

    Dan membunuhi orang kafir dan ahl al-kitab... 


> Kalau ada yg salah dgn cara saya melihat dan mengartikan ajaran2
> al mushaf, maka kesalahan itu MUTLAK ada pada diri saya. Kalau Om
> Jusfiq menggambil contoh FPI atau Amrozy cs, jelas Om juga sudah
> 'keblingar', orang2 yg 'sakit' tidak bisa dijadikan referensi SAMA
> SEKALI, justru karena kedunguan dan FANATISME mereka itulah Al
> Mushaf kena getahnya, tentunya kita nggak mungkin bisa ngomong yg
> sehat dgn orang yg jelas2 'sakit'. 


    Saya tidak bisa dengan tegas mengatakan bahwa "FPI atau Amrozy
    cs" itu, dari sudut ajaran Islam sama sekali  salah, karena
    mereka, sepanjang pengetahuan saya,  juga mendasarkan pendapat
    mereka kepada sumber ajaran Islam, yaitu al-Mushaf dan hadits
    yang kata orang Arab sahih... 


Ibarat tubuh, bila  kepala anda
> pening, bukan berarti anda harus memotong kepala anda, dan bila
> kaki anda bisulan, bukan berarti anda musti amputasi kaki anda,
> kita harus lihat secara keseluruhan, badan dan jiwa kita. Demikian
> juga dgn Islam dan Al Mushaf. Memahami dan mengartikan al mushaf
> JELAS tidak bisa sepenggal sepenggal dan sepotong potong, tapi
> harus secara utuh plus penjiwaannya, DIJAMIN 100% nggak  bakalan
> ada darah yg mengalir dan bentrok dgn umat kristen bila SETIAP
> MUSLIM itu tahu dan ngerti akan intisari ajaran agama islam (
> bukan sekedar jengkang jengking, membungkuk bungkuk, itu cuma
> ritual fisik belaka, tanpa ada follow up-nya, maka jadilah...
> sujud benjut dan rukuk jadi bungkuk, alias ibadah yg sia-sia ).
> Harus ada follow upnya dari tiap2 syariat, kita nggak boleh
> berhenti dan merasa 'cukup' dalam menggali ajaran agama dan
> beribadah. VH Sorry kepanjangan, salam perjuangan KEMANUSIAAN, kita
> di line yg sama di sini. 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> 
> 
>     Freedom of choice tidak saya masaalahkan, tapi penindasan
>     terhadap manusia yang dilakukan orang Islam karena orang Islam
>     menurutkan ajaran biadab yang ada di al-Mushaf itu tidak bisa
>     saya diamkan. 
> 
>     Mayat bergelimpangan di Indonesia, darah berkucuran di
>     Indonesia, juga karena ada orang Islam Indonesia menurutkan
>     ajaran buas, kejam, keji lagi biadab yang ada di al-Mushaf.. 
> 
>     Dan ini tidak bisa saya diamkan. 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke