Suara Karya
MalaysiSoal Ambalat, Tak Perlu Ada Dialog Dengan Malaysia
Theo L Sambuaga
Ketua Komisi I DPR-RI
Sabtu, (05-03-'05)
Setiap jengkal wilayah Indonesia harus kita jaga, harus kita kawal.
Ini prinsip. Kita tidak boleh lengah. Menjaga dan mengawal setiap jengkal
wilayah kita ini adalah tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kalau wilayah
perbatasan itu berupa laut, maka yang menjaga dan mengawal adalah Angkatan
Laut. Angkatan Laut harus menegakkan hukum, menegakkan kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Soal Ambalat, selama ini tidak pernah ada dispute (sengketa) antara
Indonesia dengan Malaysia. Jadi, bahwa Blok East Ambalat tegas-tegas merupakan
wilayah Indonesia. Selama ini pula Malaysia tidak pernah mengklaim wilayah
tersebut sebagai teritorial mereka.
Karena itu, kita kaget kenapa tiba-tiba Malaysia mengklaim Ambalat
sebagai wilayah mereka. Apalagi itu dikatakan oleh PM Malaysia Abdullah Badawi
hanya karena Petronas - perusahaan minyak nasional Malaysia - sudah melakukan
eksplorasi di wilayah itu. Menurut dia, tidak mungkin Petronas menggarap suatu
wilayah kerja tanpa dasar dan perhitungan yang matang, apalagi sampai
menyerobot wilayah negara lain. Itu sungguh tidak masuk akal.
Indonesia sendiri sudah memberikan konsesi pertambangan migas di
Blok Ambalat kepada ENI (Italia) pada tahun 1999. Sementara konsesi di Blok
East Ambalat diberikan kepada Unocal (AS) pada tahun 2004. Karena itu, penjaga
kedaulatan kita di wilayah laut - TNI-AL - harus tegas. Kalau ada yang masuk ke
wilayah kita, TNI-AL harus memperingatkan. Kalau tetap membangkang, TNI-AL
harus mengusir mereka. TNI-AL harus menggiring mereka keluar dengan paksa.
Kita memang harus tegas. Di pulau-pulau terpencil di wilayah
perbatasan perlu diprioritaskan digelar kekuatan TNI. Ini untuk menjaga
kedaulatan kita. Kita punya banyak pulau terpencil. Kita jangan membiarkan
pulau-pulau terpencil, apalagi di daerah perbatasan, tidak terjaga.
Kalau tidak kita jaga, orang lain akan masuk. Lama-lama, seiring
dengan berjalannya waktu, mereka akan mengklaim secara de facto sebagai milik
mereka. Itulah yang sebenarnya terjadi dengan kasus Sipadan dan Ligitan. Orang
mulai satu-dua masuk ke sana karena kita tidak pernah datang ke sana, dan
patroli pun tidak pernah dilakukan. Itu terjadi sejak zaman kolonial. Padahal
di zaman kolonial, Sipadan dan Ligitan merupakan bagian wilayah Hindia Belanda
(Indonesia).
Memang, ada beberapa titik di perbatasan wilayah laut yang belum
kita putuskan bersama Malaysia dan Singapura. Karena itu, kita mendesak
pemerintah agar menggelar perundingan dalam rangka menyelesaikan batas wilayah
ini. Kita mendesak pemerintah agar secepatnya merundingkan masalah ini,
sehingga semua menjadi jelas.
Dalam kasus Ambalat, tidak perlu ada dialog dengan Malaysia. Kalau
toh harus ada dialog, itu dalam pengertian bahwa Ambalat adalah bagian wilayah
NKRI. Di meja diplomasi, kita pertegas bahwa wilayah itu milik kita. Jangan ada
klaim lagi dari Malaysia. Di lapangan, TNI-AL jangan tunggu dialog. Begitu
masuk ke wilayah kita, mereka (Malaysia) harus langsung diusir.
Jadi, DPR-RI mendesak pemerintah agar bertindak tegas terhadap
pelanggar wilayah kedaulatan kita di Laut Sulawesi ini. Bagi kita, tindakan
Malaysia masuk ke Ambalat jelas melanggar kedaulatan Indonesia. Bagaimanapun,
Malaysia tidak mempunyai hak memberikan konsesi apa pun kepada siapa pun di
wilayah tersebut. Karena itu, sekali lagi, tak perlu dilakukan dialog dengan
Malaysia mengenai Ambalat ini. Dialog hanya memberi angin kepada mereka untuk
menaikkan posisi tawar.***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/