Masaalah yang rumit di Indonesia, karena (social) security net
tidak ada.
Di Eropa, saya biasanya menolak untuk memberi uang kepada orang
Eropa peminta-minta karena di Eropa ada social security net.
Hanya kadang-kadang kepada orang asing yang sekarang di negeri
Belanda menjual majallah di pintu supermarket saya berikan
sekedar sumbangan, karena mereka tidak dilindungi (social)
security net dan saya kira mereka tidak dapat izin bekerja.
Mereka berada dijalan buntu.
Ketika pakansi di Asia atau Afrika sebaliknya saya menolak untuk
memberi uang kepada peminta-minta kecuali kepada yang jelas
sakit.
Saya memutuskan untuk memberikan uang kepada organisasi karitatif
yang punya pengalaman untuk mengelola masaalah kemiskinan..
(Dan kami, seperti kebanyakan orang di Belanda, menyisihkan
sebahagian penghasilan kami untuk Medecins Sans Fronti�res atau
organisasi kemanusiaan seperti itu...)
Saya teringat argumen yang diberikan oleh seorang pemilik bed
and breakfast di Ajmeer (India) yang juga adalah pengurus rumah
sakit disana.
"Your are NOT helping them by giving money, you are helping
yourself..."
Maksudnya, dengan memberikan uang kepada pengemis itu kita hanya
menolong diri kita untuk menenangkan hati nurani kita
(conscience) yang gelisah lantaran adanya guilty feeling karena
kita punya kelebihan, tapi dengan memberi uang kepada pengemis
itu kita tidak membantu pengemis itu untuk menyelesaikan
masaalahnya. Kita hanya mendorong pengemis itu, dan social
society, untuk TIDAK bergegas mencari pemecahan masaalah
kemiskinan dan perataan pembagian kekayaan negara (national
wealth).
Saya rasa argaumen orang itu valid.
Namun saya akui, adalah susah untuk kita buat menekan guilty
feeling saat ada orang yang berhiba-hiba minta uang.
Ngomong-ngomong soal orang yang berhiba-hiba minta tolong itu,
saya teringat akan peristiwa yang sungguh terjadi disalah satu
mailing list ini, beberapa tahun yang lalu.
Salah seorang peserta mengirim posting mengatakan dia perlu uang
untuk biaya pengobatan (atau biaya melahirkan)...
Beberapa orang peserta, termasuk salah seorang peserta dari
Perth mengirim uang yang cukup banyak...
Ternyata kemudian cerita tentang biaya untuk rumah sakit itu
hanya kibulan...
On 9 Mar 2005, at 7:32, JASP wrote:
>
>
> Setuju dengan pemikiran VH, uang segitu tak menjadikan kita miskin ......
> dan tidak menjadikan orang kaya .... mungkin malah menolong orang
> kesusahan, terlepas dari caranya ..... saya sering ditipu .... ( ini
> perasaan lhoo ) . Misalnya ada orang yang nangis-nangis minta tolong ....
> dan dia ceritera betapa anaknya sakit keras dan membutuhkan uang untuk
> berobat ..... yah saya berikan uang yang cukup banyak ( relatip banyak ),
> tetapi karena keuangan saya cukup bagus .... bagi saya tak terlalu
> mengurangi duit saya .... barangkali seharga ... 2 kali ke Starbucks dengan
> teman-teman ..... istri bilang : " Kamu ditipu lagi yah ? " Saya katakan :
> " Dia tak akan menjadi kaya, sedangkan saya tak akan menjadi miskin .....
> relatip tak mengurangi kekayaan saya ! " Dalam hidup seringkali kita diberi
> " beban " ..... misalnya menjadi orang yang berhasil dantara
> saudara-saudara .... jadi hampir setiap tahun ...... adik-adik atau sepupu
> datang ..... minta tolong untuk memberi utangan agar anak mereka bisa masuk
> ke Perguruan Tinggi yang uang mukanya .... cukup gede ..... ada yang
> anaknya pintar dan ulet sekali ..... " Uang muka saya bayarin dan setiap
> bulan ada uang saku dengan catatan " laporan prestasi " ..... Kenapa kita
> kasih saja ? Sebab, mereka meminta utang ... padahal hidup kekurangan .....
> yah kita tolong orang dekat kita dulu ... adik-adik diberi modal sedikit
> untuk berusaha .... dan nyatanya mereka semuanya berhasil .... ada kalanya
> gagal .... sampai 2 kali ..... kita turun modal .....
>
> Ada teman anak saya , sering belajar dirumah dan merupakan teman baik.
> Bapaknya cuma pegawai kecil .... ia dibeayai kakaknya yang juga pegawai
> ..... karena anak tersebut baik kelakuannya dan rajin serta berprestasi
> ... aku berikan semacam bea siswa .... setiap semester ia lapor dengan
> prestasi bagus .... setelah tahun ke-3 ia minta bicara : " Oom, aku
> sekarang sudah ada pekerjaan dan atas bantuan oom aku ucapkan terima kasih
> " . Dan dia minta bea siswa dihentikan, padahal ia bekerja dengan gaji yang
> kecil ..... suatu karakter yang bagus dan orang ini ulet , rajin dan
> karakternya bagus .....
>
> Saya selalu berpikir , kalau dia minta tolong beneran karena terpaksa ....
> atau dia memang penipu yang pandai bergaya .... yah ... biarlah, kalau
> beneran dia minta tolong kan kasihan kalau tidak ditolong .... kalau dia
> menipu ... yah ... itu urusan dia .... bukan urusan kita kan ?
>
> Salam,
>
>
>
>
> At 04:32 AM 3/9/2005, you wrote:
> >Saya suka dgn masalah2 kemanusiaan, untuk itu aku mau berbagi pengalaman
> >dgn anda.
> >
> >Dalam kasus anda, kalau aku yg menilai, bila hal itu terjadi pada aku,
> >maka titik yg aku jadikan pijakan bersikap adalah diriku sendiri.
> >
> >Disini ada dua point yg musti anda jadikan patokan; pertama kondisi
> >keuangan anda, dan kedua kerelaan hati anda.
> >
> >Bila itu terjadi pada saya, bila saat orang lain tadi minta bantuan, dan
> >kebetulan kondisi saya memungkinkan untuk membantu, maka dgn ihklas saya
> >akan bantu, terlepas orang tadi sejatinya menipu apa tidak. Ihwal mengemis
> >atau menipu bukan menjadi masalah buat saya, asal cara memintanya baik,
> >tanpa kekerasan dan paksaan, maka saya akan cenderung mengasumsikan orang
> >tadi benar2 memerlukan bantuan. Terlebih, nilai uang yg dimintanya buat
> >anda tidak seberapa.
> >
> >Ada prinsip yg saya pegang dalam hidup ini :
> >Lebih baik membiarkan orang lain hidup dgn jalan menipu kita dari pada
> >membiarkannya mati karena kita tak sudi menolong mereka.
> > ......... delete .........
> >
> >Bukankah tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawaH???
> >
> >Jangan merasa bersalah, masih terlalu banyak saudara2 kita yg memerlukan
> >bantuan, kesempatan untuk menolong sesama akan selalu datang, tergantung
> >dari kemampuan dan keikhlasan anda.
> >
> >VH
> >
> >
> >LuZiPeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote: .... delete .......
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/