( tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak/  )





                                  RESENSI BUKU � SINAR HARAPAN �
                                TENTANG OTOBIOGRAFI  A. UMAR SAID


Berikut di bawah ini disajikan resensi buku � Perjalanan Hidup Saya �, yang
berisi otobiografi A. Umar Said, yang dimuat dalam harian Sinar Harapan
(Jakarta) tanggal 12 Maret 2005.  Judul resensi buku tersebut berbunyi :
Merangkai �Puzzle� Sejarah yang Terberai. Teks lengkap resensi tersebut
adalah sebagai berikut :

� Benarlah kalau dikatakan buku ini menjadi jembatan bagi Umar Said.
Terpisah pada rentang jarak dan waktu membuat Umar Said atau yang juga
bernama Andre Aumars kehilangan sepotong sejarah tentang anak-anak dan
istrinya. Satu kebanggaan yang sempat hilang dari hidup Umar Said, yaitu
kebanggaan seorang ayah melihat anak-anaknya tumbuh. Dalam hidupnya, Umar
Said lebih banyak bergulat dengan upaya bertahan di negara-negara yang ia
jadikan tumpangan hidup, baik di Tiongkok ataupun Paris.

Dalam panggung sejarah Indonesia, tidak sedikit intelektual yang tidak bisa
kembali lagi ke Tanah Air saat meletusnya peristiwa G/30/S/PKI. Ribuan nama
tersebar di benua Eropa, Amerika, atau Asia. Peristiwa ini mengubah sejarah
banyak orang.

Dulunya, Umar Said adalah wartawan Indonesia Raya, Harian Rakyat, Harian
Penerangan, dan Ekonomi Nasional. Organisasi yang pernah dilakoni, yaitu
sebagai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di bawah pimpinan
Karim DP (Warta Bhakti). Pria kelahiran Pakis, Malang, Jawa Timur, 26
Oktober 1928 ini akhirnya terdampar di Tiongkok selama tujuh tahun sejak
peristiwa G/30/S/PKI tersebut.

Pada 1973, Ia meninggalkan negeri tirai bambu menuju Rumania, Yugoslavia,
dan keudian Jerman Barat, hingga akhirnya sampai di Paris Prancis untuk
mencari jalan meminta suaka politik. Semua itu dilakoninya sebagai
pergulatan. Meski begitu, pada titik ini ia belum bisa berkomunikasi dengan
anak dan istrinya yang ditinggal., hingga 12 tahun lamanya.
Perpisahan ini tentu tidak mengenakkan, terlebih ketika bahtera rumah tangga
baru mereka lalui selama enam tahun. Ia menyadari perpisahan tersebut
menimbulkan trauma bagi keluarganya.

Bahkan untuk keamanan, baru ia tahu kemudian bahwa keluarganya sering kali
menggunakan dalih bahwa Umar Said sudah bercerai atau meninggal. Ini harus
mereka lakukan untuk menghindari kesulitan dengan pemerintah Indonesia.



Catatan Harian

Pada mulanya, kumpulan catatan ini, yang pada pokoknya ditulis dalam tahun
1995 ketika rezim militer Suharto masih sangat jaya-jayanya, dimaksudkan
sebagai tulisan untuk diedarkan hanya secara terbatas di kalangan
keluarganya sendiri dan teman-temannya terdekat.

Situasi di Indonesia di bawah kekuasaan Orde Baru pada waktu itu tidak
memungkinkan diedarkannya secara bebas tulisan ini. Selama bertahun-tahun
tulisan ini disimpan saja dalam laci. Kemudian, sejak November 2002 kumpulan
catatan ini disajikan kepada kalangan luas lewat personal websitenya
(http://perso.club-internet.fr/kontak) setelah turunnya Suharto dari
kekuasaan.

Di Prancis, Umar Said diterima sebagai pegawai Departemen Pertanian Prancis
sambil terus menggalang kegiatan yang terkait dengan Hak Asasi Manusia
seperti penerbitan majalah dalam bahasa Prancis tentang HAM di Indonesia dan
pendirian Komite Tapol pada tahun 1978.
Yang menarik dari penuturan Umar Said, fakta bahwa ia 6 tahun sesudah jadi
wartawan, pada usia 28 ia menjadi pemimpin redaksi Harian Penerangan di
Padang sejak 1956, di tengah-tengah situasi yang bergolak di Sumatra. Pada
waktu itu Sumatra bergolak perlawanan terhadap pemerintah pusat.

Sejak muda Umar Said yakin betul dengan bakatnya sebagai organisator.
Setelah ia menjadi pemimpin redaksi harian Ekonomi Nasional (Jakarta),
merangkap Bendahara KWAA (Konferensi Wartawan Asia-Afrika) dan PWAA, dan
Bendahara PWI-Pusat. Lengkap sudah kegiatan Umar sebagai wartawan dan juga
sibuk di organisasi.



Dengan cara bertuturnya, buku ini mengungkap sebagian dari sejarah dunia
pers Indonesia, melalui sejarah pribadi Umar Said. Ini penting, karena
selama ini sebagian besar buku tentang sejarah pers Indonesia hanya ditulis
satu kubu, oleh orang-orang dari golongan kanan yang pro-Orde Baru.

Sahabat dekatnya, Joesoef Isak mengaku karena kesalahannyalah, Umar Said
yang harus mengalami pengasingan di luar negeri. Umar Said dan wartawati
Fransisca Fanggidaej pergi sesaat sebelum peristiwa G30S meletus. Padahal
seharusnya, Joesoef Isak-lah yang harus berangkat.

Hanya saja sayangnya, dalam buku ini tidak tertulis jelas bagaimana
pergulatan batin pasangan suami istri Umar dan Ninon tersebut. Ketika Ninon,
istri Umar diberitahu oleh Joesof Isak bahwa Umar masih hidup ia hanya diam
saja. Baru keesokan harinya mendatangi Joesoef Isak dan menanyakan kebenaran
kabar tersebut. Selebihnya tidak tergambar jelas bagaimana konflik batin
Ninon dan Umar.

Pada pengantar buku tersebut, �musuh� Umar Said, yaitu Rosihan Anwar, masih
dengan sinisnya melihat sosok Umar Said. Rosihan bahkan mengatakan agar Umar
sebaiknya melakukan pencucian jiwa.Ia juga mengatakan, sebuah sikap politik
tak akan bisa dilupakan sampai kapan pun. Apakah perseteruan ini tetap
langgeng hingga kini?

Lepas dari pengotakan apapun, buku ini bagai merangkai kembali puzzle
sejarah dari versi yang lain, tentang pergulatan hidup, sikap politik, dunia
jurnalistik dan kembalinya keluarga yang �hilang.� Paling tidak, bagi Umar
Said sendiri, buku ini menjadi �penghapusan dosa� untuk Ninon dan dua
anaknya.  (SH/emmy kuswandari)

* * *

======



Keterangan : Untuk informasi tambahan mengenai terbitnya buku tersebut di
atas  bisa berhubungan langsung dengan penerbitnya, yaitu Penerbit "Suara
Bebas", yang beralamat di jalan Gelong Baru Utara II D/11 Tomang, Jakarta
11440. Telepon 021 7090 9223 atau 0812 9659 511. E-mail : [EMAIL PROTECTED]
atau  [EMAIL PROTECTED] .



Bagi yang berminat untuk mendapatkan buku tersebut, dapat berhubungan dengan
toko buku Gramedia. Tebal buku 300 halaman dan harganya Rp 30.400  Isi buku
tersebut dapat juga disimak melalui website
http://perso.club-internet.fr/kontak/, dengan meng-klik rubrik �Perjalanan
Hidup Saya � yang terdapat dalam halaman utamanya (home page).



--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.308 / Virus Database: 266.7.2 - Release Date: 11/03/2005


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke