> 
********* "kalau ada seseorang percaya atas sebuah kebenaran
********* yang ia yakini benar bagaimana?"
********* apakah bisa keyakinan itu dianggap sebagai kebenaran?


Meyakin kebenaran tidak akan pernah dianggap benar dan tidak pernah
disebut sebagai kebenaran, melainkan disebut KEPERCAYAAN !!!!

INGATLAH, KEBENARAN ADALAH REALITAS ATAU KENYATAAN BUKAN KEPERCAYAAN,
SEBALIKNYA KEPERCAYAAN ADALAH SEMUA YANG MENYANGKAL REALITAS DEMI
PEMUASAN PERASAAN PRIBADINYA.

Anda tahu bahwa pesawat terbang bisa terbang dengan menggunakan
rasionalitas yang real.  Meskipun anda tidak percaya pesawat yang anda
naiki itu bisa terbang, bahkan meskipun anda berdoa agar pesawat yang
anda naiki itu tidak bisa terbang......  tetap saja pesawat itu
terbang tanpa harus mematuhi kepada apa yang anda percaya !!!!

Bila pesawat itu mogok tidak bisa terbang, berdoa apapun tidak mungkin
bisa berhasil membuat pesawat mogok itu bisa jadi terbang.  Karena
memang semua hal ini membuktikan bahwa kepercayaan bukanlah realitas
melainkan ikhtiar seseorang individu untuk bisa melarikan diri dari
dunia realitas.  Seperti seorang pembunuh yang merasa berdosa, dia
bisa meringankan perasaan berdosanya melalui jalan kepercayaan,
berdoa, maupun aktivitas beragama, namun tidak bisa menghilangkan atau
menghapuskan aspek hukum yang secara realitas harus ditanggungnya bila
tertangkap.  KESIMPULANNYA, AGAMA DAN KEPERCAYAAN HANYALAH ALAT UNTUK
BISA MELARIKAN DIRI DARI DUNIA REALITAS YANG MENGECEWAKAN SEEORANG
INDIVIDU.

AGAMA DAN KEPERCAYAAN BUKANLAH KEBENARAN, BUKAN JUGA REALITAS,
MELAINKAN SE-MATA2 ANGAN2 UNTUK DINIKMATI UMAT DALAM MELEPASKAN DIRI
DARI IKATAN REALITAS.

Sama dengan filem2 cerita yang anda tonton, semua filem cerita
bukanlah realitas melainkan angan2 sutradara yang diekspresikan
melalui layar putih.  Dalam menikamti hiburan nonton filem ini, juga
sama dengan agama, anda harus menumpahkan segala perasaan maupun
kepercayaan anda untuk diserahkan kepada jalan cerita filem itu
sendiri.  Terbayangkah anda waktu nonton filem, kalo dalam hati dan
pikiran anda selalu menyangkal filem itu sebagai bohong, tentu anda
tidak bisa menikmati filem tsb untuk menghibur diri anda.  Dan ingat,
setelah selesai nonton filem, maka semua ikatan kepercayaan anda pun
harus dibuang, dilepaskan, dan tidak boleh tetap terikat kepada
kepercayaan yang sementara anda serahkan kepada jalan ceritanya. 
Bukan tidak mungkin, seseorang tetap terikat kepada kepercayaannya
yang diserahkan waktu nonton filem, akibatnya dia membunuh seorang
berkepala botak diluar gedung bioskop karena orang berkepala botak
inilah yang menjadi pemerkosa dalam peran filem yang telah ditontonnya
itu.  Orang ini mengalami "CONFLICT OF REALITY" yang dalam dunia
Psikologi dikenal sebagai salah satu ciri utama "Psikosis".

Seperti filem cerita yang anda tonton secara ber-ganti2, dan bebas
memilih filem yang ingin anda tonton, demikianlah adanya agama yang
juga bebas untuk ber-ganti2 setiap saat.  Anda bebas beragama Hindu
dipagi hari, dan menjadi Islam ditengah hari, dan menjadi katolik
dimalem hari.  Agama hanyalah pilihan entertainment dalam melengkapi
kebahagiaan semua manusia.

JADIKAN LAH AGAMA ANDA SEBAGAI ALAT YANG MEMBERI KEBAHAGIAAN KEPADA
SEMUA INDIVIDU BAIK YANG PERCAYA MAUPUN YANG TIDAK PERCAYA.

Semua ajaran agama pada kenyataannya adalah menyesatkan, karena semua
ajaran agama hanya memberi dan menjanjikan kebahagiaan kepada mereka
yang sama2 percaya, sebaliknya semua ajaran agama menimpakan segala
malapetaka, kutuk, dan kambing hitam semua kesalahan kepada mereka
yang tidak percaya untuk dihukum dengan NERAKA.

Saya percaya, tidak pernah ada Tuhan atau Allah yang maha pengasih
yang menciptakan NERAKA, karena siapapun yang menciptakan neraka tidak
mungkin disebut sebagai pengasih, juga bukan maha pengasih, melainkan
biadab dan kejam.

SANG PENGASIH HANYA MAMPU MENCIPTAKAN SORGA, DAN HANYA MANUSIA YANG
DILIPUTI KEBENCIAN YANG MAMPU MENCIPTAKAN NERAKA UNTUK SIAPAPUN YANG
BERBEDA KEPERCAYAAN DARI DIRINYA.

KASIH tidak mungkin disampaikan melalui ancaman hukuman, KASIH tidak
mungkin dijanjikan melalui kepercayaan, KASIH tidak mungkin bisa
dipraktekkan dengan menyangkutkan pada kepercayaan pelakunya.

INGATLAH, KASIH ITU HANYA BISA DIBUKTIKAN MELALUI PENGABDIAN ATAS
DASAR KESADARAN YANG DIDAPATKAN MELALUI PENDIDIKAN TENTANG KEINGINAN
SETIAP INDIVIDU YANG MENDAMBAKAN DIPERLAKUKAN SECARA SAMA TANPA
MEMBEDAKAN KEPERCAYAAN, KEBANGSAAN, RAS, MAUPUN GENDERNYA.  DAN
KESEMUANYA INI HANYA ADA DALAM DECLARASI HAK ASASI MANUSIA YANG
DICETUSKAN OLEH LEMBAGA HAK2 ASASI MANUSIA DIBAWAH PBB.  Tidak ada
satupun agama yang mengabdikan ajarannya untuk memperlakukan semua
orang secara sama tanpa membedakan kepercayaannya.  BAHKAN TUHAN DAN
ALLAH SENDIRI TELAH SECARA SEPIHAK DINYATAKAN MEMBEDAKAN MANUSIA YANG
PERCAYA DARI YANG TIDAK PERCAYA DIMANA YANG PERCAYA AKAN DIBERI SORGA
SEDANG YANG TIDAK PERCAYA AKAN DIJERUMUSKAN KEDALAM NERAKA JAHANAM.

Kita dalam dunia modern dizaman sekarang menyadari ketidak benaran
ajaran agama yang menghukum siapapun hanya karena tidak percaya.

SAYA TIDAK PERCAYA ALLAH, TENTU SAMA SEKALI TIDAK MERUGIKAN ALLAH,
KENAPA HARUS DIHUKUM ????

SAYA YANG TIDAK PERCAYA YESUS, KENAPA HARUS DIBAKAR KAYAK WERENG
ATAUPUN ALANG2 ????

SAYA YANG TIDAK PERCAYA SANG BUDDHA, KENAPA HARUS DISUMPAHI AKAN LAHIR
LAGI SEBAGAI KECOA ????

APAKAH KETIDAK PERCAYAAN SAYA BISA DISAMAKAN DENGAN KEJAHATAN ??? 
DULU MEMANG "YA", TIDAK PERCAYA KEPADA RAJA MERUPAKAN PELANGGARAN YANG
HARUS DIHUKUM MATI, TIDAK PERCAYA KEPADA ALLAH HALAL DIPOTONG KEPALA,
TIDAK PERCAYA YESUS PATUT DIBAKAR HIDUP2.

Namun ingat, kita hidup dizaman sekarang, dongeng2 kepercayaan dizaman
dulu lebih cocok dijadikan pengalaman untuk tidak terulang dizaman
sekarang.  Dongeng2 kepercayaan agama merupakan bahan komersial untuk
dijadikan cerita2 filem yang bisa menyadarkan diri kita untuk
meningkatkan pengertian dan pemahaman akan arti kasih dalam arti
realitas yang bebas dari religiusitas.

AGAMA BUKANLAH KEBENARAN MELAINKAN KEPERCAYAAN, KEPERCAYAAN ITU
BUKANLAH KEBENARAN MELAINKAN ANGAN2 DALAM MEMENUHI KEPUASAN PERASAAN.

KEBENARAN ADALAH REALITAS ATAU KENYATAAN YANG BUKAN ANGAN2. 
SEBALIKNYA KEPERCAYAAN ADALAH USAHA PELARIAN SEORANG INDIVIDU DARI
DUNIA REALITAS.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke