GALAMEDIA
19/03/2005
Jumlah Siswa Gagal Sekolah dan DO di Majalaya Diperkirakan Naik
MAJALAYA, (GM).-
Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), diperkirakan tingkat
siswa yang gagal sekolah dan droup out (DO) dari sekolah dasar (SD) dan sekolah
menengah pertama (SMP) pada tahun ajaran 2005 akan lebih tinggi.
"Sebelum ada kenaikan BBM, siswa yang DO atau gagal sekolah dari tingkat
SD dan SMP di Kec. Majalaya, Kab. Bandung mencapai 1.000 orang lebih.
Diperkirakan siswa yang agal sekolah dan DO pada tahun ajaran mendatang bisa
lebih besar dari catatan sekarang ini," ujar Kepala Urusan Tata Usaha Cabang
Dinas Pendidikan Kec. Majalaya, Muhammad Karliman kepada "GM" di ruang
kerjanya, Jln. Raya Babakan, Desa Majasetra, Kec. Majalaya, Kab. Bandung, Kamis
(17/3).
Kemungkinan tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan kondisi ekonomi para
orangtua siswa yang dinilai tidak menunjang lagi untuk membiayai sekolah
anaknya. "Berdasarkan hasil pendataan di Kec. Majalaya terhadap 1.000 orangtua
siswa yang gagal sekolah dan DO, pada umumnya mereka adalah korban PHK (putus
hubungan kerja, red) dan sebagian lagi berprofesi sebagai buruh tani,"
ungkapnya.
Menurutnya, yang paling mendominasi para siswa yang mengalami gagal
sekolah dan DO itu, rata-rata setelah tamat SD mereka tidak mampu lagi
melanjutkan ke tingkat SMP. "Tetapi, ada pula di antara mereka sewaktu sekolah
di tingkat SD dan SMP keluar sekolah dengan alasan ekonomi," tuturnya.
Masih dikatakan Muhammad, dari 1.000 orang lebih siswa yang gagal sekolah
dan DO, sekitar 700-800 orang masih mempunyai minat bersekolah. "Mereka yang
tidak sekolah itu, di antaranya banyak yang turut bekerja bersama orangtuanya.
Bahkan, ada di antara mereka yang bekerja menjadi kusir keretek," ujarnya.
Ketika disinggung upaya untuk mengatasi para siswa yang gagal sekolah
dari kelompok usia 7-15 tahun, Muhammad mengatakan, ia mencoba mempertahankan
para siswa yang masih sekolah, baik di tingkat SD maupun SMP. "Bila di antara
mereka ketahuan ada yang terancam gagal sekolah atau DO dengan alasan ekonomi,
para orangtua siswa diminta dengan segera membuat surat pernyataan tidak mampu
secara ekonomi yang dikeluarkan RT/RW setempat dan kemudian diserahkan ke pihak
sekolah, tempat di mana mereka sekolah," tuturnya.
Bila surat pernyataan itu sudah ada di tangan kepala sekolah tempat anak
itu sekolah maka surat tersebut bisa diusulkan ke pihak pemerintahan terkait
untuk mengusulkan bantuan dana bagi para siswa yang tidak mampu tersebut.
"Untuk para siswa yang tidak mampu, sudah disiapkan bantuan Rp 60 ribu/orang
setiap 6 bulan sekali," ujarnya sambil menerangkan, biaya pendidikan tersebut
langsung diserahkan kepada kepala sekolah, bukan orangtua siswa.
Masih dikatakan Muhammad, dengan cara memberikan bantuan kepada siswa
maka diharapkan kesulitan mereka memenuhi kebutuhan sekolah dapat sedikit
terbantu. "Sekitar 60% dari siswa gagal sekolah dan DO yang berasal dari
kalangan ekonomi lemah di Majalaya sudah terbantu, meski jumlah siswa lemah
secara ekonomi belum sebanding dengan persediaan dana yang ada," ungkapnya.
Dikatakan, para siswa yang sudah mendapat bantuan dana tersebut, antara
21-70 orang berasal dari setiap SDN yang ada di Kec. Majalaya. "Yang paling
banyak mendapat dana bantuan adalah siswa yang sekolah di desa IDT (inpres desa
tertinggal). Seperti di SDN Wangisagara, sekitar 70 siswa yang mendapatkan
bantuan dana pendidikan terbanyak," katanya sambil menambahkan, sudah 2.500
siswa dari 18.000 siswa di 78 SDN di Kec. Majalaya yang sudah mendapat bantuan
dana pendidikan. (B.105)**
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/