Exclucively for [EMAIL PROTECTED] http://groups.yahoo.com/group/ateis Mendiskusikan keberadaan Tuhan seringkali menjadi dibuat menjadi rumit. Para teis berlagak seolah-olah jenius, menggunakan istilah ini-itu, sehingga kelihatan canggih, untuk membuktikan sekuat tenaga bahwa apa yang disembahnya itu ada. Saya sudah berulangkali menyampaikan apa yang akan saya sampaikan kembali ini. Untuk membuktikan keberadaan tuhan, pertama kali kita harus bisa mengerti secara mendasar, tuhan apa yang dimaksud. Karena ada banyak sekali pengertian tuhan yang ada di dunia ini. Namun, seringkali para teis mengabaikan hal ini. Para teis Islam misalnya. Mereka sering ngotot bahwa tuhan itu "ada", tanpa definisi yang jelas. Nah jika serta merta kita mengakui bahwa tuhannya teis Islam itu ada, maka kita harus menafikkan tuhan-tuhan yang lain, bukan? Adalah pekerjaan yang maha berat pula buat kita untuk membuktikan bahwa tuhan agama lain itu tidak ada, dan hanya tuhan agama Islam-lah yang eksis. Baiklah, mari kita bicara dari sudut pandang Islam terlebih dahulu (karena saya terlahir dari keluarga Islami). Menurut definisi Islam, tuhan itu: 1. Pencipta alam semesta beserta segala isinya 2. Maha Kuasa 3. Maha Tahu Baik, saya batasi saja definisi tersebut menjadi tiga poin yang diatas, kerena ketiga poin tersebut lah yang paling sering dikemukakan meskipun umat Islam sering menggembar-gemborkan sifat maha-maha yang lainnya. 1. Pencipta alam semesta beserta isinya Karena Tuhan Allah menciptakan segala hal, maka tentu tidak ada yang tidak diciptakannya. Termasuk ruang dan waktu. Sesuatu hal, dikatakan 'ada', jika ia menempati ruang, dalam suatu waktu. Jika hal ini terdengar rumit, mari kita sederhanakan lagi. Seorang musisi bernama Johann Sebastian Bach, dikatakan 'ada', karena ia berada di Jerman, pada kurun waktu sejak tahun 1685 sampai dengan 1750. Untuk mengatakan sebuah benda ada, ia harus berada di satu tempat. Dan tentu saja ia juga terikat dengan satuan waktu. Jika segala sesuatu diciptakan oleh tuhan, maka tentulah ia juga pencipta dimensi 'ruang' dan 'waktu'. Lalu, sebelum ia menciptakan ruang dan waktu tersebut, bagaimana ia ada? 'Ada' dimana Ia sedangkan tidak ada satupun ruang atau tempat untuk keber-'ada'-annya? Dan 'waktu' untuk keberadaannya itu juga belum ada? Bagaimana ia mungkin 'ada' tanpa ruang dan waktu? Jadi, mengacu pada definisi yang dikemukakan tadi, sepertinya tuhan yang dilukiskan dalam Islam itu, yang menjadi pencipta segala sesuatu, lebih mungkin untuk "tidak ada" daripada "ada". Keberadaannya itu menjadi tidak bisa diterima, kecuali seseorang berbohong. Atau seseorang tidak bisa berpikir sejauh ini, alias bodoh. 2. Maha Kuasa Berkali-kali sebuah pertanyaan telah merontokkan konsep maha kuasa ini; "Jika Tuhan maha kuasa, bisakah ia menciptakan beban yang sedemikian beratnya, sehingga Ia sendiri tidak mampu mengangkatnya?" Taruhlah ia menciptakan beban berat itu, sehingga ia tidak mampu mengangkatnya. Garis bawahi kata-kata "ia tidak mampu mengangkatnya", jika demikian ia tidak maha kuasa. Pilihan lain ialah, ia tidak bisa menciptakan beban itu, berarti jelas bahwa ia tidak maha kuasa. Lagipula, tuhan adalah abadi, bukan? Kata abadi mengandung arti "ada untuk selama-lamanya". Maka karena tuhan harus ada untuk selama-lamanya, maka ia tidak bisa menghilangkan dirinya sendiri, bukan? Jika ia bisa menghilangkan dirinya sendiri, maka ia tidak abadi. Jika ia tidak abadi, maka ia tidak bisa disebut tuhan. Jadi berdasarkan definisi 'maha kuasa' tersebut, tuhan yang bisa memenuhi kategori itu juga tidak ada. Alias tuhan yang diceritakan itu hanyalah hisapan jempol. Sekali lagi, tuhan tidak ada - berdasarkan definisi itu. 3. Maha Tahu Jika tuhan maha mengetahui, tentu tidak ada yang tidak dapat diketahuinya, bukan? Lalu jika manusia bisa mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahuinya, maka bagaimana dengan tuhan, bisakah ia mengetahui apa yang tidak diketahuinya? Tidak mungkin ia mengetahui hal tersebut (apa yang tidak diketahuinya itu), karena ia maha tahu tentang segala hal, bukan? Jika ia maha tahu, tentu tidak ada yang tidak diketahuinya. Maka bisa dikatakan ia tidak mengetahui apa yang tidak diketahuinya. Maka definisi maha tahu pun, gugur. Tidak ada tuhan yang maha tahu. Lagipula, tidak usahlah kita membolak balik kata sedemikian, lihat aja dunia nyata. Jika Tuhan maha mengetahui, mengapa ia tidak mengajarkan pada Nabi atau Rasul yang telah ditunjuknya tentang listrik? Sepeda? Telegram? Pesawat? Dan lain-lainnya. Teknologi telah berkembang pesat tanpa bantuan tuhan. Ilmu kedokteran menjadi maju tanpa melibatkan tuhan. Namun demikian, para teis tak bosan-bosannya mengklaim, "Lihat ni, ayat ini sebenarnya menjelaskan tentang teknologi DNA tersebut." Itu hanyalah bullshit. Waduh, niatnya saya cuma menulis sebuah artikel pendek-sederhana tentang bagaimana mitos tuhan itu sungguh tidak bisa diterima akal sehat lagi, malah berpanjang lebar juga jadinya. Buat lebih sederhananya lagi, mari kita katakan saja pada para teis yang berkoar-koar itu. "Saya tidak butuh bualan Anda! Jika Tuhan memang ada, silahkan ia membuktikan sendiri keberadaannya, bukan ANDA!" atau "Emang lu siape, jurubicara tuhan? Mana surat tugasnya?!" Mudah-mudahan tulisan ringan ini dapat membuat kita lebih bijak dalam menghadapi teis-teis yang selalu berkoar-koar di sekeliling kita, menjajakan berbagai tuhan. Regards, Xyz ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
