Setelah usai mengikuti tayangan TV soal kematian Munir yang dibunuh secara kejam dan biadab, terasa kalbu dan benak penuh dengan perasaan, selain geram, muak tapi juga sedih atas peristiwa ini. Walaupun kelihataannya kondisi Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan manusia2,individu2 yang berkeadilan sangat langka(pandangan pribadi) bisa kita temukan di tanah air, tapi setelah mengikuti tayangan tivi ini, aku percaya akan muncul dikemudian hari Munir2 baru.
Jalannya cerita tentang terbunuhnya Munir, dimulai .....dengan alasannya, yang dia (Munir) sampaikan kenapa dia dengan sengaja ingin terbang dengan carrier nasional Garuda Indonesia. Munir mengatakan kepada Suciwati(istrinya), bahwa dengan terbang pakai Garuda, Munir beranggapan bahwa uang devisa tidak jatuh kekantong carrier LN. Betapa ironinya cerita ini, seseorang yang selalu memikirkan/ mencintai tanah airnya, malahan menjadi korban, dibantai oleh bangsanya sendiri. Cerita kemudian dilanjutkan ke seorang pilot bernama Pollycarpus, yang dalam tingkah lakunya sejak Munir diberitakan bahwa dia akan ke LN sudah menunjukan kegiatan yang samar2 motipnya. Seminggu sebelum berangkat Polly menilpon Suciwati menanyakan(minta konfermasi) kapan tepatnya Munir akan berangkat ke Eropah(Belanda). Mulai saat itu istri Munir sudah mempunyai perasaan yang gundah gulana, maklum suaminya ibaratnya hidupnya seperti telor diujung tanduk. Intimidasi yang terang2an dan terselubung mengikuti kehidupan keluarga Munir. Di pesawat Munir mendapat tawaran agar bisa menempati seatnya Polly di kelas business, dan Polly pindah ke seat lain. Pesawat Garuda ayang ditumpangi Munir dan Polly ini adalah pesawat yang terachir untuk hari itu yang ke LN. Missi Polly ini sangat pekat dengan pertanyaan, apa tujuannya dia ke S'pore dengan pesawat terachir Garuda, dan segera balik ke esokan hari dengan pesawat pertama Garuda ke Jakarta? Apa tugasnya dia ke S'pore ini? Yang sangat aneh yalah wakil direksi Garuda yang mengutus dia ke S'pore dengan tiga surat yang salah satu suratnya di back-dated ke tanggal sebelum ketahuan bahwa Munir sudah meninggal. Dalam tayangan tivi ini digambarkan betapa salah tingkahnya direksi Garuda yang harus menghadapi selain team pemeriksa juga dihadapan DPR. Dilihat dari body language kedua anggota direksi Garuda ini, kelihatan jelas bahwa ada sesuatu yang ingin disembunyikan. Kemudian giliran Pollycarpus menghadapi pertanyaan2 dari anggota2 DPR. Sangat menyolok bahwa Polly ini adalah sebenarnya a dumb liar. Dalam sidang itu dia tukar cerita atas pertanyaan kapan pertama kali dia mmendengar bahwa Munir meninggal dalam pesawat Garuda. Pertama dia bilang bahwa baru setelah tiga hari dia mendengar berita ini via radio, tapi selang beberapa waktu dia tukar cerita, ujarnya pertama dia dengar cerita ini per-tama2 dari seorang pramugari, tapi dia lupa namanya siapa pramugari ini. Perlu di catat bahwa sosok Pollycarpus ini sangat intriguing, selain dia bertempat tinggal dekat dengan markas BIN juga dalam masa2 kekalutan TimTim dan Aceh dia ditemui ada dalam kejadian2 akut seperti tersebut duluan. Apa tugasnya dia disitu sebagai pilot Garuda? Juga sebagai kejadian yang sangat murky di diberitakan dalam cerita itu bahwa sebenarnya sudah dua precedent dimana orang meninggal setelah boarding Garuda. Pertama yalah Pak Lopa yang terbang ke Jeddah dan Pak Yamin yang terbang ke Bali. Kedua tokoh ini terkenal sebagai orang yang ingin membongkar kejahatan2 baik dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang2 lain. Kedua2nya meninggal dengan meninggalkan pertanyaan besar, kenapa mereka meninggal? Juga perlu diusut juga kematian Pak Wirahadikusuma, seorang Jendral yang tidak mau mengikuti iramanya ciri negara deldel duwel. Pak Wira punya keberanian untuk mengutarakan tentang kebusukan keadaan tanah airnya. Tapi ironinya selama ini, mereka yang jujur achirnya jadi kojoor(jowo), jadi sial. Tinggal kita2 ini orang2 kecil hanya bisa menyandarkan harapan bahwa : suatu hari, dikemudian hari, hari2 yang tidak terlalu lama lagi, semua kebusukan yang dilakukan oleh aparat2 negara, semua koruptor, konglo2 hitam segala macam warna akan bisa dihadapkan dimuka peradilan yang adil, dan dikenakan hukuman yang adil. Jangan orang kecil saja yang jadi korban seperti Astini itu. Achir cerita tayangan tivi ini sangat mengharukan, Suciwati ditanya bagaimana dia akan membawakan diri apabila kelak anak perempuannya menanyakan perihal ayahnya. Dia akan berterus terang dan akan bilang bahwa ayahnya adalah seorang besar jiwanya, seorang yang cinta kemanusiaan, cinta keadilan. Pabila dikemudian hari urusan pembunuhan keji Bung Munir itu terungkap dan aktor intelektuilnya terbelejeti dan dihukum maka......after all...kematian Pak Munir patriot sejati Indonesia ini tidak akan sia-sia. Aku bisa bilang memang beliau Pak Munir adalah : seorang patriot Indonesia, tidak saja sifat2 nya yang manusiawi yamh bisa dijadikan panutan rakyat Indonesia tapi tidaklah ber-lebih2an bahwa Pak Munir adalah patriot bagi orang yang cinta keadilan di seluruh dunia. Salam dan hormatku kutujukan kepada keluarga Pak Munir. Semoga kematiannya tidak akan sia-sia. Harry Adinegara # > >Press Release > >Garuda's Deadly Upgrade > >DATELINE on SBS Television on Wednesday, March 30 at 8.30pm is an >investigative report on a murder case which has convulsed Indonesian society >­ the death of the leading Indonesian human rights activist Munir Said >Thalib. Munir died of arsenic poisoning while aboard a Garuda Airlines� >flight to the Netherlands in September last year. > > Reporter David O�Shea has spent six months following the Indonesian >investigation which now implicates Indonesia�s national airline. A >Parliamentary Commission on Human Rights and a separate government >investigation have implicated Garuda Airlines in covering up, if not >actively helping to organise, Munir�s death. A parliamentary commissioner >has also suggested that the Indonesian National Intelligence Agency (BIN) >may have been involved. > > Munir Said Thalib led a tireless campaign against state sponsored thuggery >and militarism. Amongst his legacy is the establishment of human rights >legislation and courts. He was a national hero in Indonesia and had also won >international recognition. He died as he was flying overseas to pursue >studies in human rights. > > A Garuda pilot, Pollycarpus Budharto Priyanto, is under suspicion because >he offered Munir an upgrade to business class during the first leg of his >flight and whilst in that seat Munir ordered the food and drink which is >believed to have killed him. Pollycarpus�s reason for flying that day is >that he was doing a technical check on a plane in Singapore but >investigators have heard testimony that Pollycarpus did not stay long enough >in Singapore to conduct any such check. > > In this report O�Shea also - > > * Speaks to Rachland, a colleague of Munir�s, who is a member of the >official government investigative team. Rachland, commenting on three >letters written by Garuda, says they implicate the executive director of >Garuda and the vice president of Garuda�s corporate security in a cover up. > > * Interviews Garuda�s executive director Indra Setiawan about the letters >and other elements of the case which appear to implicate Garuda. > > * Looks closely at Pollycarpus including - accusations that he worked for >Indonesia�s National Intelligence Service, his approaches to human rights >activists, his presence in Indonesian hot spots such as Aceh and East Timor >and his alleged phone calls to Munir before his death. > > > >------ End of Forwarded Message > > > > > ------ End of Forwarded Message Yahoo! Groups Links --------------------------------- Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
