KAWIN, KAMPUNGAN, ENGGAK SIIIH. - by DBaonk -
Entah bagaimana dengan anda, tapi sewaktu saya tiba pada hari pertama setelah hari pekawinan yang melelahkan, tiba-tiba saya jadi percaya pada cerita-cerita orang yang diculik UFO. Katanya, yang sempat mengalami diculik mahluk alien akan mengalami sensasi kehilangan kesadaran akan waktu yang berjalan. Maksudnya, perasaan hari baru kemarin, tiba-tiba.. Jling..! Hari sudah berganti menjadi esoknya. Lost of time, istilahnya. Perasaan seperti itu yang muncul di benak saya. Rasanya baru asik-asik main gundu, dipanggil pulang sama emak tercinta karena sudah magrib, trus malemnya kok sudah ngerjain thesis, eh.. besoknya kok bangun sudah ada perempuan tidur di sebelah. Ajaib! Lalu masih dalam keadaan shock dan terheran-heran, tiba-tiba saya dibikinkan kopi.. terus ditendang disuruh ngantor. Cari duit sana.. ! Hehe.. tapi itu belum seberapa. Lebih parah lagi, lagi asik-asiknya ngepas-ngepasin -yang perlu dipas-pas-in-, eh.. nongol satu kepala kecil, terus bilang, "Papa.." . Sontak kaget terduduk kayak dikemplang batu yang buat ngulek sambel. Pengennya sih teriak nanya "Siape lo..?" Cuman begitu lihat gaya duduknya yang ndlosor di sofa persis seperti gaya bapaknya yang demen duduk pake punggung karena berbokong tepos. Kontan hasrat bertanya jadi batal. Gayanya ngupil seperti menjawab tuntas.. tas.. tas.. tas. "Gue..? ya elo juga." Kawin, itu ternyata mesin waktu paling ajaib. Jadi mudeng, kalo ternyata sejak jaman manusia cro-magnon sudah berpasangan hidup secara tetap, yang namanya relativitas waktu itu sudah dijalani jauh sebelum si jabrik Einstein dan kambrat-kambratnya ngoceh-ngoceh ngaco belo soal itu. Jadi seperti saat si Graham Bell berjumawa sebagai penemu telepon padahal orang sakti mandraguna sejak lama sudah bisa ngobrol dari jarak jauh, dalam soal mesin waktu pun ternyata ilmu pengetahuan modern lagi-lagi cuman penjelas apa yang sudah dikerjakan oleh orang jaman baheula. Teknologi Star Trek kalah telak sama adegan ranjang. He-he.., itu ngaco, tentunya. Jadi jangan digubris. Cuman menarik kalo mbayangin, apa yang dicapai manusia modern, ternyata tidak berbeda jauh sama apa yang dicapai manusia jaman purba. Pasangan tradisional bertelanjang dada yang pake koteka dan kalung caling babi, jadi terlihat nggak jauh beda sama Claudia Schiffer yang berlenggak lenggok dengan gaun dan kalung etnik Valentino waktu pesta pernikahannya. Apalagi kalau mbayangin adegan selanjutnya sang supermodel dengan si Kak David, tukang sunglap kelas wahid itu. Apa ada bedanya ? Bedanya cuman soal komoditas. Yang satu harganya dihargai rendah, dan yang satu berjuta-juta dollar. Bukan soal pakaiannya doang lho.. Kalau "adegannya" difilmkan dan dijual? Hmmm.. mana kira-kira yang lebih laku? Ada info-tainment yang mau nyiarin acara pernikahan pasangan koteka di Papua? (Hehe. ada yang kadung terlanjur mengira maksudnya adegan ngeres.. ? tunjuk jari !) Tapi pada dasarnya yang ndeso, nggak beda sama yang modern. Yang kampung sami mawon sama yang "ngota". Bener nggak begitu ? Tiba-tiba di layar monitor ada wajah kawanku Sastro (tanpa Dian) yang brewok model anggota DPR teriak dengan gaya genit : "enggak siih." Memang nggak bener ternyata. Nggak usah jauh-jauh, orang kota kalau ngomong kawin aja mesti pake kata nikah. Sepertinya kata "kawin" itu begitu hewani. Sementara orang kampung kalo dandan rapi ditanya : "Mau kemana?", Jawabnya bukan " Nikahan si anu.." tapi pasti "Kawinan si anu...". Ada yang pernah nemu ketika dijawab begitu lalu dibalas bertanya "Kawin sama apa? Kambing?" Mungkin kalau bercanda sih ada, tapi kalau serius, rasanya si Sastro nongol lagi sambil senyum genit : "enggak siih.." Yang lucunya, romantika hidup kawinnya si orang kampung sama nikahnya si orang kota juga nggak akan jauh berbeda. Ada tengkar-tengkar dikit, ada ribut-ribut kecil, ngambek-ngambek, ngrayu-ngrayu, pusing soal duit, pusing soal bini-suami main mata sama tetangga, terus tiba-tiba.. Jling ! Waktu berlalu dan pasangan yang ribut sudah jadi kakek-nenek yang peot-peot. Kepala bocah kecil yang duduk ndlosor sambil ngupil, sudah jadi brewok kayak si Sastro. Kawin itu mesin waktu paling ajaib. Membuat hidup yang kita sewa, jadi cepet banget abis kontraknya. Mungkin ini sebabnya banyak yang emoh kalau disuruh kawin. Buru-buru Amat.. pan si amat bukan babi hutan yang diburu., begitu katanya. Tapi cepatnya waktu berlalu juga punya satu sisi yang sik-asik kata orang medure. Ribat-ribetnya ngepas-ngepasin kehidupan berumah tangga, jadi pembawa rasa gumbira yang tak terkira. Apalagi kalau terus cocok. plos..! Jadi kayak tokoh kartun sama monyet biru (monyet kok biru..) yang melonjak-lonjak, "berhasil.., berhasil.., berhasil.. HORE !" Apalagi kalau "berhasilnya" itu berbuah bocah kecil yang sekarang ndeprok di depan tivi sambil ngupil terus ikutan bernyanyi "berhasiiil.. HORE !" Kakeknya yang doyan sama sundulan mantep si Oliver Bierhoff, bisa sebel karena mengira cucunya jadi pembela Ronaldinho. Dan cepatnya waktu berlalu orang yang kawin, ternyata sama saja dengan yang nggak kawin. Mungkin buat yang belum nemu yang cocok, seperti duduk dalam kereta dan terilusi ketika melihat pohon-pohon diluar seperti berlari-lari cepet sekali. Jadi kaget waktu ketemu temen yang sudah kawin, terus sadar.. eh umurnya sama ya..? Hehe.. Jangan harap si Sastro nongol terus bilang dengan wajah genit : "enggak siih.." Dan boleh jadi saat itu nanti lagi-lagi si Penyesalan tidak bisa on-time, alias selalu always datang terlambat. Eit. tapi setop sebentar. Ceritanya jadi ngalor-ngidul. Terus apa hubungannya judul Kawin, Kampungan, Enggak siih.. yang ditulis di atas? Apa ya? Gimana kalo kita bayangkan apa rasanya kalau si kakek-nenek peyot, tiba-tiba melihat bocahnya yang sudah brewok model si Sastro teriak : "kawin itu untuk hewan ! dasar kampungan!" Ada hubungannya ? Sastro. ? "enggak siih.." Kawin, kampungan, adalah dua kata yang diemohi sebagian orang. Kalau pengarang bilang istilahnya diksi. Pemilihan kata yang tepat untuk menjelaskan makna. Ini boleh jadi benar. Tapi buat yang bengal juga bisa mbantah dengan bilang "si dick" itu juga tidak senonoh. hehe.. Yang jelas, sejak jaman menara babel, kesalahpahaman kita soal bahasa memang sudah jadi bagian budaya. Produk kebudayaan yang menciptakan kerangkeng-kerangkeng yang memerangkap makna. Ketika kawin jadi tidak terasa indahnya. Ketika kampungan jadi begitu hina. Di situ mestinya kita nggak usah nunggu wajah brewok si sastro muncul dan berkata "enggak siih.." Yakin aja deh.. Kawin itu indah broer, soes. Asiknya romantika kehidupan manusia, mestinya tidak bisa jatuh dalam pemerkosaan sebuah kata "kawin". Sahajanya kehidupan orang kampung, mestinya tidak lantas membuat kampungan jadi istilah tabu. Jadi kalau ada yang cukup umur, cukup mampu tapi belom kawin juga.. Kalau ada yang bilang kawin itu untuk hewan, Kalau ada yang bilang kampungan itu "kampungan", bayangin deh wajah si Sastro yang brewok ala anggota DPR, nyetel tampang imut, sambil mengerjap-ngerjap mata, lalu sambil wajahnya begoyang-goyang genit bilang.. "enggak siiih." Sentaby, DBaonk kalau mau baca yang enak, bisa di web aja di http://dbaonk.blogspot.com/2005/04/opini-kawin-kampungan-enggak-siih.html gitu juga komentar, saran & kritik, mohon disampaikan via japri, millist atau langsung di blog saya ----------------------------------------------------------------- nyambang dong ke http:\\www.dbaonk.blogspot.com disana tempat penampungan karyaku. buka saja arsipnya.. Renungan Asal Njeplak (Opini) - Anak, Biar Bayar Tapi Enak - Berapa Banyak Gunamu (Napoleon - Waktu, Takdir & Karya) - Si Cucu Cerpen Dewasa : - Seorang Lelaki & Iblis Yang Menangis - Seorang Lelaki Di Kereta - Seorang Lelaki Di Depan Moncong Pistol Cerpen Remaja : - Tatum - Selingkuh (Rio Bukan Abiku) - Ayumi Membusuk Cerpen Mini Keluarga : - Jam Ultraman ----------------------------------------------------------------- ! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
