http://www.gatra.com/artikel.php?id=82830


Kalla-Bakrie dan Jalur Bebas Hambatan

INILAH tender undur-undur. Para peserta tender jalan tol akhirnya mendapat 
jawaban pekan ini. Berkali-kali rencana pengumuman itu ditunda-tunda. Padahal, 
Departemen Pekerjaan Umum seharusnya mengumumkan peserta tender terpilih (short 
list) sejak dua minggu lalu. "Kami menemukan data yang kurang sehingga perlu 
waktu untuk melengkapinya," kata Ketua Tim Penilai, Eduard T. Paurner.

Daftar pendek hasil sortiran dari 35 perusahaan peserta tender itu memang 
menjadi pusat perhatian. Para calon pengelola jalan tol itu memperebutkan enam 
proyek ruas jalan bebas hambatan: Medan-Binjai, Depok-Antasari, 
Cinere-Jagorawi, Cikarang-Tanjungpriok, Cileunyi-Sumedang, dan Makassar seksi 
IV.

PT Bumi Karsa milik Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut menjadi peserta tender. 
Perusahaan konstruksi berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan, itu 
bermitra dengan PT Bukaka Teknik Utama yang juga milik Jusuf Kalla. Bumi 
Karsa-Bukaka mengambil proyek jalan tol Makassar seksi IV sepanjang 11,2 
kilometer. Nilai proyeknya mencapai Rp 450 milyar.

Rencananya, tol selebar 9 meter yang berawal dari pintu gerbang Tallo Baru itu 
menjulur menuju Sudiang-Mandai. Di samping kiri-kanan jalan tol juga akan 
dilengkapi rute khusus untuk pengendara sepeda motor. Jalur baru tersebut 
merupakan kelanjutan jalan tol yang sekarang baru sepanjang 6 kilometer. Tol 
yang dioperasikan sejak April 1998 itu menghubungkan Pelabuhan Makassar dengan 
Tallo.

Bumi Karsa cukup terkenal di Makassar. Perusahaan terbesar di ''kota angin 
mamiri'' ini banyak menangani pembangunan jalan dan jembatan di sekitar 
Sulawesi dan Kalimantan. Bumi Karsa juga disokong pabrik aspal cair milik 
sendiri, dan dilengkapi dengan mesin pembuat aspal panas bikinan Bukaka. Kalau 
diperlukan di luar daerah, peralatan berat tadi diangkut menggunakan kapal 
milik Kalla Group, yakni Kalla Lines.

Dengan pengalaman dan kelengkapan peralatan yang ada, Bumi Karsa optimistis 
akan lulus sampai akhir seleksi. "Kami sangat berpengalaman di Makassar," kata 
Direktur Utama Bumi Karsa, Untung Siradju. Namun, dalam proses tender tol ini, 
Bumi Karsa mesti bersaing dengan Bosowa Marga Nusantara, yang berminat 
menggarap jalur yang sama. Meski bersaing, Bosowa punya hubungan istimewa 
dengan Jusuf Kalla. Pemilik Bosowa, Aksa Mahmud, menikah dengan Ramlah, adik 
perempuan Jusuf Kalla.

Bosowa pun yakin menang. "Kami sudah berpengalaman mengelola tol," kata Safran 
Yufri, Direktur Utama Bosowa Marga Nusantara. Bosowa adalah pengelola tol 
Pelabuhan Makassar-Tallo. Safran mengaku tidak kapok mengelola tol. Meskipun, 
tol Makassar yang sekarang dikelola Bosowa sepi pengguna. Sampai-sampai, 
pengelola tol menyediakan door prize bagi pengendara yang melewati jalan bebas 
hambatan itu.

Selain perusahaan milik Jusuf Kalla, Grup Bakrie juga terdaftar sebagai calon 
pengelola jalan bebas hambatan. Lewat PT Bakrie Investindo, kelompok usaha 
milik keluarga Aburizal Bakrie itu mengikuti tender Cinere-Jagorawi. Di sana, 
Grup Bakrie bakal berkongsi dengan Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Nindya 
Karya, dan Istaka. Hal itu diakui Daddy Hariadi, Direktur Utama CMNP. Tapi, 
menurut dia, keikutsertaan Grup Bakrie dalam konsorsium masih mungkin berubah. 
"Kita lihat nanti, apakah Bakrie jadi ikut atau tidak," katanya. Jalur 
Cinere-Jagorawi termasuk yang diincar pengusaha, karena ruas sepanjang 14 
kilometer itu tergolong "ruas basah".

Dari pihak Bakrie Investindo sendiri belum ada jawaban pasti tentang 
keterlibatan pada tender tol itu. Tapi yang jelas, tumbuhnya proyek jalan tol 
membuka peluang bagi PT Bakrie & Brothers untuk meraup untung. Perusahaan dalam 
Grup Bakrie ini produsen pipa baja. "Kami banyak memproduksi produk yang bisa 
dipakai dalam pembangunan tol," kata Gafur Sulistyo Umar --biasa disapa Bobby-- 
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers.

Saat ini, Bakrie & Brothers menguasai 50% pangsa pasar pagar jalan yang biasa 
dipakai di pinggir tol. Pipa-pipa baja buatannya juga dipakai untuk 
gorong-gorong dan tiang listrik. Tapi Bakrie & Brothers tidak akan mendapat 
rezeki dari bisnis tol dalam waktu dekat. Sebab pembangunan tol kemungkinan 
baru dilakukan pada 2006. ''Sekarang ini sedang kami hitung-hitung dulu,'' kata 
Bobby, penggemar olahraga renang dan bersepeda itu.

Kalaupun perusahaan Bakrie Investindo tak lolos dalam tender itu, mereka masih 
punya harapan menjadi penguasa salah satu ruas jalan tol. Perusahaan ini masih 
punya kesempatan melanjutkan pembangunan ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 
kilometer.

Proyek yang diperoleh Bakrie pada 1996 itu merupakan bagian dari 16 ruas jalan 
tol yang sempat dihentikan pembangunannya. Kelanjutan proyek jalan bebas 
hambatan di Pulau Jawa itu kandas lantaran diterpa krisis ekonomi. Pemerintah 
meminta pengelola jalan tol yang mandek itu menyerahkan proposal baru untuk 
menghidupkan kembali proyek tersebut. Jika usulannya dinilai memenuhi syarat, 
Bakrie Investindo langsung boleh meneruskan proyeknya. Tak perlu tender ulang.

Ketentuan itu juga berlaku bagi perusahaan lain yang sama-sama punya proyek tol 
ngadat. Termasuk PT Bukaka Teknik Utama, perusahaan yang dipimpin Achmad Kalla, 
adik Jusuf Kalla. Ada tiga ruas yang digarap Bukaka, yaitu Cikampek-Palimanan, 
Pasuruan-Probolinggo, dan Ciawi-Sukabumi. Khusus Cikampek-Palimanan sepanjang 
114 kilometer, Bukaka kebagian jatah menggarap 37 kilometer. Selebihnya digarap 
oleh PT Bhaskara Lokabuana milik Henry Pribadi serta Interra Resources milik 
Edward Soeryadjaya.

Saat ini, direksi Bukaka sedang memasukkan proposal baru ke pemerintah. Bukaka 
juga tengah gencar mencari mitra untuk diajak membiayai proyeknya. "Kami sudah 
mendapatkan komitmen dana dari Macquarei Bank asal Australia sekitar US$ 750 
juta," kata Johansyah Anwar, Direktur Keuangan Bukaka. Selain itu, Bukaka juga 
menggandeng IJM Corp dan Plus Malaysia.

Di ruas Ciawi-Sukabumi, Bukaka semula bekerja sama dengan Jasa Marga dan Fadel 
Muhammad, kini Gubernur Gorontalo. Namun kerja sama itu bubar sesaat setelah 
menang tender. Kini Bukaka bermaksud mengambil alih ruas tersebut, dengan 
memasukkan proposal baru ke Departemen Pekerjaan Umum (PU). Jika seluruh proyek 
dijalankan, Bukaka memperkirakan butuh dana Rp 3 trilyun-Rp 4 trilyun.

Selain perusahaan milik Kalla dan Aburizal Bakrie, sesungguhnya masih banyak 
tokoh ternama yang terlibat dalam proyek tol hasil tender 1996 itu. Sebut saja 
Haryo Baskoro, putra pengusaha jamu Mooryati Soedibyo. Melalui PT Kresna Kusuma 
Dyandra Marga, Haryo menangani jalur Bekasi-Cawang-Kampung Melayu senilai US$ 
405 juta.

Siswono Yudohusodo, melalui PT Bangun Tjipta Sarana, menangani JORR W1 senilai 
US$ 89 juta. Setiawan Djody, melalui PT Sedco Marga Nusantara, memenangkan 
tender untuk jalur Pandaan-Malang senilai US$ 172 juta. Sementara CMNP, yang 
sebagian sahamnya dimiliki Siti Hardiyanti Rukmana, punya jatah ruas tol 
Waru-Tanjungperak senilai US$ 86 juta.

Bangkitnya proyek lama itu tidak lepas dari impian Jusuf Kalla membangun 
infrastruktur yang kuat di Indonesia. Sejak awal 2004, Kalla rutin mengadakan 
pertemuan ''Reboan'', sebulan sekali. Pesertanya sekitar 30 orang. Saat itu, 
Kalla masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Peserta diskusi antara lain Menkimpraswil Soenarno, Menteri Keuangan Boediono, 
Menteri BUMN Laksamana Sukardi, dan para pejabat lainnya. Pada awalnya, 
pertemuan itu banyak membahas tentang upaya mengurangi kemiskinan. Setelah lama 
berdiskusi, Jusuf Kalla melontarkan usul kejutan. "Mari membangun sejuta rumah 
dan seribu kilometer jalan tol," katanya.

Ide itu akhirnya makin matang setelah Jusuf Kalla menjadi wakil presiden. 
Dialah pemrakarsa Infrastructure Summit, pertengahan Januari lalu. Dalam acara 
yang dihadiri pengusaha dari 20 negara itu, Kalla dan Menteri Perekonomian 
Aburizal Bakrie menawarkan berbagai proyek infrastruktur.

Pada pertemuan itu, Indonesia menawarkan 91 proyek, 38 di antaranya jalan tol. 
Proyek yang semula direncanakan 1.000 kilometer melonjak jadi 1.597 kilometer. 
Namun ada tiga ruas yang digarap Jasa Marga atas penunjukan pemerintah. Yakni 
Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, dan Bogor Ring Road. Pada awalnya, jalur ini 
dikelola perusahaan swasta, yang belakangan menyerah, tak mampu melaksanakan 
proyeknya.

Keterlibatan perusahaan milik Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie itu menimbulkan 
reaksi beragam. "Bakrie Group dan keluarga Kalla sepatutnya tidak ikut tender 
ini," kata Ketua Masyarakat Profesional Madani, Ismet Hasan Putro. Keterlibatan 
perusahaan mereka dinilai akan menimbulkan kerancuan tender. "Bagaimanapun, 
panitia akan segan kepada Kalla dan Bakrie," Ismet menambahkan.

Suara serupa didengungkan oleh Dradjad H. Wibowo, anggota DPR dari Partai 
Amanat Nasional. Sementara Ahmad Muqoam, anggota DPR dari Partai Persatuan 
Pembangunan, berkomentar lebih lunak. "Boleh saja. Tapi, kalau memang tidak 
layak, ya, jangan dimenangkan. Harus tegas!" kata tokoh muda Nahdlatul Ulama 
itu.

Komentar miring itu tentu saja disanggah oleh Eduard T. Paurner, ketua tim 
penilai tender. Menurut dia, semua proposal tender dinilai oleh tim yang 
terdiri dari 11 orang, semuanya dari PU. Mereka diangkat atas surat keputusan 
Menteri PU, Djoko Kirmanto. Eduard mengaku selama ini tidak ada yang 
mengintervensi anggota tim. "Tidak ada tambahan nilai jika pemiliknya si A atau 
si B," kata Eduard, yang di PU menjabat sebagai Direktur Jaringan Prasarana.

Jusuf Kalla sendiri keberatan dengan sangkaan miring tentang perusahaan 
miliknya. "Apa tidak etisnya kalau ikut tender? Perusahaan saya sudah 
beroperasi 50 tahun," katanya. Kalau tidak boleh mendaftar, Jusuf Kalla justru 
merasa mendapat diskriminasi. "Sangat berbahaya kalau bangsa ini 
berdiskriminasi," ujarnya kepada Deni Muliya Barus dari Gatra.

Rihad Wiranto, Astari Yanuarti, dan Hatim Ilwan
[Laporan Utama, Gatra Nomor 19 Beredar Senin, 21 Maret 2005] 

Versi CetakKirim Berita ke TemanKomentar Anda 

 
  

KOMENTAR PEMBACA

  
 pak haji jusuf kalla,ngomong jangan ngelantur ([EMAIL PROTECTED], 22/03/2005 
01:37)
anda sebagai wapres, bicaralah yang sidikit berbobot, jangan asbun aja. siapa 
yang diskriminasi dinegara ini kalau bukan anda sendiri,anda masih ingat waktu 
pemilu lalu, anda sendiri yang berbicaraanti cina dan sejenis(SARA)lalu anda 
meralatnya. nah sekarang untuk mendapatkan proyek besar kesan saya baca bahwa 
anda kalau tidak mendapatkan proyek ini anda didiskriminasikan! dan itu 
pendapat yang sangat amat bodoh dan dungu. emang anda seorang yang tamak dan 
haus kekuasaan. anda pakai kata-kata SA... <128 huruf lagi>
  

  
 batara kala ([EMAIL PROTECTED], 21/03/2005 22:54)
Kalau Batara Kala yang dimakan adalah Matahari , Yusuf Kalla yang dimakan 
adalah Bumi Nusantara dan seluruh isinya, hasil bumi serta rakyatnya....... 
memang dilihat dari namanya kita bisa mengerti siapa dia.......Kalla 
.....oooohhhhh Kallla si "Real" batara Kalla............
  

  
 jusuf kalla kalo ngomong lewat mulut atau?? ([EMAIL PROTECTED], 21/03/2005 
20:43)
jusuf kalla kalo bicara soal diskriminasi paling jago ya?dulu jusuf kalla 
ngomong"lu orang tiong hoa mo didiskriminasi atau dikejar- kejar dan dibakar?" 
numpang tanya sdr jusuf kalla itu diskriminasi bukan? kalimat"bangsa ini kalo 
diskriminasi sangat berbahaya"itu keluar dari mulut ente atau............dari?
  

  
 DIMANA INFRA STRUKTUR AKAN DIBANGUN???? ([EMAIL PROTECTED], 21/03/2005 17:00)
kalau kita perhatikan dari berbagai media massa tentang proyek infrstruktur 
rasanya kebijakan itu sangat tepat, namun akan timbul pertanyaan dalam benak 
pikiran rakyat. Dimana proyek yang memakan biaya besar tersebut akan dibangun? 
dan siapa yang akan membangun? Apakah dibangun di tempat itu-itu juga? dan oleh 
orang itu-itu juga? kalau memang begitu jawabannya rasanya policy itu menjadi 
tidak tepat karena dibangun ndi Jawa jawa juga. Memang Indonesia itu jawa saja? 
atau Sulawesi saja? bagaimana ... <436 huruf lagi>
  

  
 kkn jalan terus ([EMAIL PROTECTED], 21/03/2005 16:29)
Makanya susah deh negara kita mau maju ini, dari zaman suharto sampai sekarang 
yang namanya pejabat mencari kekuasaan hanya untuk melancar kan bisnessnya 
sendiri, seharausnya semua pejabat negara dilarang keras untuk ber busniss 
karena pasti mereka akan berberat sebelah dalan menjalankan tender, oh allah 
kapan negara ku ini bebas dari KKN , kasihan tukang becak yang tidak punya 
kekuasaan.
  

  
 tanah indonesia dipetak petak buat pejabat dan saudara pejabar ([EMAIL 
PROTECTED], 21/03/2005 15:19)
inilah sebuah kenyataan yang memilukan, kalau hutan diirian jaya dipetak petak 
buat jenderal dan purn jenderal, maka, tol dipetak petak buat pejabat dan 
saudara serta anak cucu pejabat. rasanya lucu sekali, utang negara semakin lama 
semakin menumpuk, harga bbm menjulang tinggi, dan yang paling kena imbas adalah 
rakyat kecil.
kalau melihat catatan pejabat saat ini, apa bedanya mereka (pejabat) dengan 
pejabat masa lalu. ini seperti lagu lama yang berulang ulang dinyanyikan.
kalau JK menuduh ora... <451 huruf lagi>
  

  
 selamat datang ([EMAIL PROTECTED], 21/03/2005 14:44)
selamat datang KKN, seperti yang sudah saya duga sebelum jadi pejabat, dan 
akhirnya terjadi. selamat para KORUPTOR, KOLUSI, Nepolisme.
selamat pedagang yang jadi pejabat negara yang dikorbankan pasti 
RAKYAAT..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
  

  
 Nggak salah ngomong Pak Kalla? ([EMAIL PROTECTED], 21/03/2005 14:30)
"Sangat berbahaya kalo bangsa ini berdiskriminasi", sebelum ngomong yah liat 
diri sendiri....bukankah dulu sampeyan yang gencar berdiskriminasi (kepada suku 
Tionghua)????
  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke