--- muhammad raffi'i <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Oh iya lupa bu, sorry saya kok curiga jangan jangan > sampeyan itu juga agen CIA seperti halnya kecurigaan > saya sama AA Gym he he... > Bukan, saya bukan agen CIA, saya cuma pemegang kas Mesjid di Los Angeles, sedangkan hari2an saya bekerja jadi dosen Physics & Matematics. Namun sayalah yang mengajak anggauta2 FBI untuk masuk Islam sekedar untuk meneliti anggauta2 di Mesjid ku yang aku curigai anggauta2 AlQaeda. Jadi ada orang Bule sekitar 10 orang yang mendadak tertarik untuk masuk Islam yang aku antar ke Imam Mesjidku yang keturunan Pakistant. Tentu tidak ada yang tahu kalo dia cuma pura2 masuk Islam untuk menyidik terorist. Hasilnya lumayan, ada lima yang ditangkep, dan 15 lainnya di deportasi. Aku cukup dapat penghargaan karena berhasil membantu pengamanan negeri ini. > Makanya ibu saya tanggapi dengan santai saja,soalnya > tulisan2 ibu terkesan caper banget dan terlalu > mencampuri religiusitas pribadi dengan tuhan, kalo > ibu menghormati Hak Asasi ya biarkan dong kita > ber-Tuhan menurut cara kita masing.. > Religiusitas tidak boleh diintervensi... Semua tulisan2 saya justru mengkritik intervensi religiusitas pribadi seseorang. Bahkan kitab2 suci itulah yang selalu saya kritik karena terlalu banyaknya mencampuri kepercayaan seseorang misalnya dengan memurtadkan seseorang yang pindah agama, mengkafirkan mereka yang tidak percaya Islam, merajam mereka yang berzinah, padahal berzinah itu salah satu hak asasi yang tidak boleh diganggu. Memang berzinah itu buruk, namun karena mereka mau sama mau, tentu tidak ada urusan bagi yang lainnya, koq malah harus dirajam sih. Orang yang menyembah berhala bagiku adalah hak pribadinya, koq harus dikafirkan dan harus dimusnahkan dan dihancurkan patung2nya ???? AlQuran mengharuskan seseorang percaya Allah dan kalo tidak percaya tentunya harus dikafirkan, dan orang yang kafir itu lebih rendah nilainya daripada binatang yang darahnya halal dialirkan. Naaah.... aku sejak semula menulis, menyalahkan semua sikap yang mencampuri urusan kepercayaan orang. Demikian juga orang2 Nasrani di Amerika membakari klinik, membunuh dokter2, memaksa pemerintah melarang dengan UU pengguguran atau abortus, semuanya disebabkan agama mereka melarang abortus. Bayangin deh, karena agama mereka melarang abortus, maka semua wanita yang abortus yang bukan agama mereka harus menuruti ajaran agama mereka, apakah hal itu bisa dibenarkan ??? Gunakanlah aturan agamamu itu cukup untuk kamu sendiri dan jangan paksakan aturan agamamu kepada orang yang tidak percaya kepada agamamu. Demikianlah, kalian yang percaya AlQuran dan Bible terlalu membanggakan kepercayaan kalian untuk dipaksakan baik secara terang2an maupun secara terselubung kepada mereka yang tidak percaya. Bagiku, agama hanyalah hiburan entertainment sama seperti filem. Agama sebagai hanyalah untuk melengkapi kebahagiaan kita semua baik membahagiakan mereka yang percaya dan juga mereka yang tidak percaya. Namun kesalahan semua umat beragama selalu menggunakan agamanya untuk membahagiakan mereka sendiri yang percaya dan menimpakah segala malapetaka kepada mereka yang tidak percaya sebagai kebencian Allah yang menciptakan neraka untuk mereka yang dianggapnya tidak percaya. Demikianlah, tidak seharusnya agama menghukum mereka yang tidak percaya dengan apapun termasuk neraka hanya karena mereka tidak percaya. Seharusnya kalo anda menyadari fungsi hiburan seperti filem, tentunya ada tahu bahwa sebagai hiburan kita bisa membahagiakan semuanya baik yang percaya maupun yang tidak percaya. Hiburan tidak perlu dipercaya seperti kita tahu filem tidak perlu benar hanya untuk bisa menghibur kita. Waktu anda nonton filem, tentu anda menyadari kalo filem itu hanyalah bohong2an buatan sutradara untuk menghibur kita sebagai penontonnya. Demikian juga agama, seharusnya anda menyadari kalo agama itu juga terbukti bukan hal yang benar dan sama2 buatan manusia yang dulu dinamakan nabi yang sifatnya untuk menghibur kita sebagai umatnya. Waktu anda nonton filem, meskipun itu bohong, namun agar bisa menikmatinya, anda tentu harus mencurahkan kepercayaan anda pada saat menontonnya, sehingga bila lucu anda bisa tertawa, dan bila sedih anda bisa menangis, bahkan bila ada perbuatan jahat, malah anda bisa marah. Demikianlah, dalam menonton filem itu anda bisa terhibur hanya bila anda menyerahkan perasaan maupun kepercayaan anda kepada jalannya cerita filem itu pada saat menontonnya. Namun selesai menonton anda kembali kedunia realitas, dan semua kepercayaan harus anda buang jauh2 agar tidak terjadi "conflict of reality" dalam dunia yang sebenarnya. Demikianlah dengan agama, sewaktu anda sedang menikmati agama anda pada kondisi yang memerlukan, misalnya pada saat mengunjungi teman yang sakit, maka berdoalah kepada Allah, Tuhan atau apa saja yang dipercaya teman anda, juga waktu kemesjid atau kegereja, dan tidaklah salah saya berdoa secara Kristen karena teman saya yang sakit ini beragama Kristen, dengan menyebut "ya yesus, sembuhkanlah temanku ini", padahal aku beragama Islam, semua ini sekedar menghibur temanku yang sakit yang dengan suggesti doaku itu bisa lebih cepat menyembuhkan temanku ini dari sakitanya. Juga anda bisa berdoa sewaktu teman anda bersedih karena kematian orang tuanya. Tetapi setelah semua kondisi yang memerlukan hiburan agama itu sudah selesai, anda tak perlu menggunakan agama kepercayaan anda untuk menghakimi, menyalahkan, bahkan menghukum siapapun hanya karena agama anda mengajarkan kewajiban anda kepada mereka yang bersalah karena tidak percaya. Misalnya membakar gereja, memperkosa amoy2, membakar menjarah toko2 cina, membomb kedutaan Amerika, membomb orang2 australia yang dansa dansi di Bali. Dan semua itu merupakan ajaran agama yang membawa malapetaka akibat digunakannya agama bukan sebagai hiburan untuk membahagiakan melainkan untuk menghukum mereka yang tidak percaya yang dinamakan kafir, murtad, pezinah, dll. OLEH KARENA ITU GUNAKANLAH AGAMA ANDA CUMA UNTUK HIBURAN YANG MEMBERI KEBAHAGIAAN SEMUA ORANG BAIK YANG PERCAYA MAUPUN YANG TIDAK PERCAYA, DAN AJARAN AGAMA YANG CUMA MEMBERI KEBAHAGIAAN HANYA KEPADA YANG PERCAYA HARUS KITA TINGGALKAN, KARENA KEPERCAYAAN YANG MEMBERI KEBAHAGIAAN KEPADA YANG PERCAYA DISATU PIHAK DAN MENIMPAKAN MALAPETAKA KEPADA YANG TIDAK PERCAYA DILAIN PIHAK SUDAH DILARANG UNTUK DIPRAKTEKAN DIZAMAN SEKARANG. SEMUA AGAMA MENGAJARKAN UMATNYA UNTUK MEMBEDAKAN SESAMA MANUSIA DARI KEPERCAYAANNYA. MENGHARGAI YANG PERCAYA, DAN MERENDAHKAN MEREKA YANG TIDAK PERCAYA. NAMUN DUNIA MODERN MENGAJARKAN SEMUA UMAT MANUSIA UNTUK TIDAK MEMBEDAKAN SESAMA MANUSIA DARI KEPERCAYAANNYA. KITA WAJIB MENGHARGAI SEMUA MANUSIA BAIK YANG PUNYA KEPERCAYAAN MAUPUN YANG TIDAK PUNYA KEPERCAYAAN, MELINDUNGI SEMUA UMAT APAPUN KEPERCAYAANNYA TANPA PERLU MEMBEDA BEDAKANNYA. Disinilah letaknya nilai2 modern dan nilai2 biadab dari ajaran semua agama dimasa lalu yang harus kita ubah, perbaiki yang salah, memelihara yang benar, dan membuang yang biadab, kejam, dan tidak berperi kemanusiaan seperti merajam pezinah, memaksa wanita berjilbab, melarang wanita untuk sekolah, bekerja, maupun keluar rumah sendirian. Janganlah merendahkan wanita dengan menempatkannya dibelakang waktu sembahyang di mesjid, tapi berilah kebebasan wanita itu seperti kebebasan yang sama yang dimiliki laki2. Kalo laki2 boleh jadi Imam, kenapa wanita tidak boleh ??? Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
