http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/14/daerah/1686478.htm

 
Pungutan Sejumlah Dana untuk UAN di Papua Sangat Meresahkan Orangtua Siswa 

Jayapura, Kompas - Pungutan sejumlah dana untuk pelaksanaan Ujian Akhir 
Nasional bulan April-Mei 2005 sangat meresahkan dan membebani orangtua siswa 
kelas tiga. Sementara, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Nasional 
Papua Jerry Haurissa di Jayapura, Rabu (13/4), dana APBN yang diprioritaskan 
membiayai Ujian Akhir Nasional sampai hari ini juga belum cair. Ujian Akhir 
Nasional (UAN) tingkat SMU/SMK berlangsung pekan ketiga April 2005, sementara 
UAN SLTP berlangsung pekan kedua Mei 2005. 


"Pungutan itu tidak terhindarkan karena bagaimana pun UAN harus terealisasi. 
Sampai hari ini dana UAN untuk kelas tiga SMU/SMK dan SLTP bagi sekolah-sekolah 
di Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat sekitar Rp 5 miliar lebih bagi 
15.000 peserta UAN belum cair," kata Haurissa.

Ny Katarina Usulu menuturkan, mempunyai dua orang putra kelas tiga, satu di SMK 
Negeri Kota Raja dan yang lain di SLTPN 6 Beisji Jayapura. Pungutan di SMK Rp 
250.000 sementara di SLTP 6 Beisji sebesar Rp 100.000 per siswa.

"Kami resah dan prihatin dengan pungutan ini. Setelah ujian biasanya ada 
pungutan lagi dengan alasan untuk pemeriksaan bahan ujian dan honor guru yang 
memeriksa. Beberapa hari menjelang pengumuman kelulusan pun ada pungutan lagi, 
demikian pula pengambilan ijazah dan seterusnya sehingga total pungutan bagi 
satu orang siswa sampai ijazah di tangan sekitar Rp 500.000," kata Ny Usulu.

Mestinya hanya ada lima komponen pungutan yaitu untuk transportasi pengawas, 
konsumsi pengawas, honor, biaya pemeriksaan, dan pengadaan kertas ujian. Tetapi 
sekolah masih menambahkan pungutan di luar ketentuan itu seperti bantuan untuk 
pembangunan gedung sekolah, perpustakaan sekolah, laboratorium sekolah, 
kenang-kenangan kepada para guru terutama wali kelas tiga, bantuan sarana 
olahraga dan pungutan lain.

Menjawab pertanyaan, Haurissa mengatakan, setelah dana APBN cair, semestinya 
pungutan itu dikembalikan kepada orangtua siswa. Tetapi Haurissa tidak yakin 
sekolah akan mengembalikan dana itu. (KOR) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke