Saya rasa tulisan dari Le Monde ini hanya membeberkan fakta yang sesungguhnya. Salah satu efek yang bisa dipahami adalah semakin menurunnya jumlah pernikahan, dan kecenderungan untuk kumpul-kebo, samenleven, zusammenleben. Biasanya hanya ingin dapat enak-enaknya aja, tapi nggak ingin punya anak-anak. Di pusat statistik Jerman, di situsnya, kita bisa lihat bahwa semakin lama penduduk Jerman, salah satu negara termaju di Eropa, akan menurun. Dan struktur penduduknya semakin tak seimbang. Sekarang ini 2 atau 3 orang menanggung 1 orang pensiunan. Kedepan bisa jadi tinggal 1 atau 2 orang, yang akan terus menjadi beban bagi negara.
Selama mereka tak menemukan solusi, saya khawatir negara-negara Eropa tengah menuju liang kuburnya masing-masing. Semoga mereka bisa mengatasi permasalahan Aging Population ini. --- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Komentari ini mengingat saya dengan gaya propaganda Orde Baru > atau rezim komunis di Sovyet Uni dulu... > > Tulisan kritis di Le Monde Diplomatique terhadap "Meningkatnya > Kekerasan Terhadap Kaum Perempuan di Eropa " di komentari sebagai > dibawah ini. > > Agar dimaklumi: Le Monde Diplomatique adalah sebuah penerbitan > berkala yang dari dulu - dantgerus - amat mendukung feminisme > dan kebebasan perempuan di Eropa. > > Jadi artikel itu adalah bahagian dari usaha konsisten Le Monde > Diplomatique untuk terus menunjukkan apa yang masih buruk dialami > oleh perempuan di Eropa dan yang masih perlu diperbaiki... > > Perempuan di Eropa menikmati kebebasan yang jauh lebih besar dari > kebebasan di bahagian dunia yang lain. > > Masih ada yang perlu diperbaiki dan orang Eropa, masih terus > memperbaiki kondisi perempuan... > > (Teks lengkap Le Monde Diplomatique itu bisa dicari di internet > pakai salah satu search engin..) > > > On 14 Apr 2005, at 14:05, Muhammad Anis wrote: > > > > > > Salam, > > > > Apa sebenarnya hasil dari slogan Feminisme ala Barat, yang > > diadopsi mentah-mentah oleh sebagian wanita Indonesia ? Tak lain, > > hanyalah pelecehan hak wanita. > > > > Wanita sedemikian dieksploitir untuk kepuasaan birahi, direndahkan martabatnya, dan justru menerima banyak tindak kekerasan. > > > > > > > > Selengkapnya silakan baca berita di bawah ini. > > > > > > > > Wassalaam, > > > > Muh. Anis > > > > ---------------------------------------------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > Meningkatnya Kekerasan Terhadap Kaum Perempuan di Eropa > > > > > > > > Majalah Le Monde Diplomatique dalam sebuah edisinya menerbitkan sebuah makalah panjang mengenai meningkatnya kekerasan terhadap kaum perempuan di Eropa. Dalam makalah itu, Le Monde Diplomatique menulis, "Kekerasan dalam keluarga merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian perempuan di Eropa > pada usia antara 16 hingga 44 tahun." Angka ini tentu saja sangat mengejutkan dan yang lebih mengejutkan, fenomena ini terjadi di negara-negara Eropa yang kaya dan maju, dan merupakan negara-negara yang selalu berdiri di barisan terdepan dalam menyuarakan isu-isu hak asasi manusia. > > > > > > > > Le Monde Diplomatique lebih jauh menulis bahwa di seluruh negara Eropa, dalam tingkat yang berbeda-beda, antara 25 hingga 50 persen kaum perempuannya menjadi korban dari pelaku buruk kaum laki-laki. Sebagai contoh, di Portugis, 52,8 persen kaum perempuannya secara terang-terangan mengumumkan > bahwa mereka telah menjadi korban kekerasan dari suami atau teman laki-laki mereka. Di Jerman, setiap empat hari, tiga orang perepuan tewas dibunuh oleh suaminya sendiri. Artinya, setiap tahun di Jerman ada 300 perempuan yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan suami mereka sendiri. Di > Inggris, setiap tiga hari ada satu perempuan yang tewas dibunuh suami atau kerabat dekat mereka. Di negara-negara Eropa lainnya, kenyataan serupa juga banyak ditemui. Dari 15 negara anggota awal Uni Eropa, lebih dari 600 perempuan dalam setahun, atau hampir dua perempuan dalam sehari, tewas > akibat perilaku kekerasan dalam keluarga. > > > > > > > > Laporan dari Le Monde Diplomatique ini selanjutnya juga mengkritik berbagai pendapat yang diajukan oleh para pengamat sosial dan psikolog berkenaan dengan fenomena kekersan terhadap perempuan. Salah satu alasan terjadinya kekerasan terhadap perempuan yang dikemukakan oleh para psikolog tersebut > adalah rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat kemajuan sosial. Atas dasar pendapat seperti itu, banyak organisasi internasional pembela hak-hak kaum perempuan yang merekomendasikan peningkatan pendidikan dan kemajuan sosial, ekonomi, dan politik sebagai langkah utama dalam memerangi kekerasan > terhadap perempuan. > > > > > > > > Meskipun tidak mengungkapkan penolakan terhadap teori hubungan antara tingkat pendidikan dengan kekerasan terhadap perempuan, namun data-data statistik yang dituliskan oleh Le Monde Diplomatique menunjukkan bahwa tingginya tingkat pendidikan dan tingkat kemajuan sosial ekonomi tidak dapat > menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan. Majalah ini menulis, "Kenyataannya, kekerasan dalam keluarga terus meningkat meskipun tingkat penghasilan dan tingkat pendidikan dalam masyarakat juga meningkat. Di Belanda terungkap bahwa lebih dari setengah pelaku kekerasan terhadap perempuan > memiliki ijazah sarjana." > > > > > > > > Meskipun kekerasan terhadap kaum perempuan merupakan fenomena yang dapat ditemui di semua negara di dunia, namun, tulisan dari majalah Le Monde Diplomatique ini menunjukkan bahwa usaha-usaha kaum feminis Eropa yang ditujukan untuk membela hak-hak perempuan serta meraih kesetaraan penuh antara > laki-laki dan perempuan, setelah lebih dari setengah abad, telah menemui kegagalan. Memang benar, dewasa ini kaum perempuan Barat memperoleh kebebasan lebih besar bila dibandingkan dengan kaum perempuan di bagian dunia lainnya. Namun, kebebasan yang diperoleh oleh kaum perempuan Eropa ini tidak > memberikan kedudukan yang mulia bagi mereka dalam masyarakat. Bahkan sebaliknya, kaum perempuan Barat menjadi bebas untuk dijadikan korban eksploitasi kaum laki-laki. > > > > > > > > Sebagai contoh, kita saksikan bahwa kaum perempuan di Barat atau di negara-negara yang berkiblat ke Barat, dijadikan alat paling ampuh untuk mengiklankan berbagai jenis produk perushaan-perusahaan, bahkan untuk produk yang tidak ada kaitannya dengan perempuan sekalipun. Sangat sulit kita > menjumpai adanya iklan-iklan produk di media massa Barat yang tidak memanfaatkan perempuan dengan pakaian yang tidak pantas. Di samping itu, target konsumen terbesar dari perusahaan-perusahaan itupun adalah kaum perempuan. Akibatnya, kaum perempuan diperbudak oleh konsumerisme dan materialisme. > Kita juga menyaksikan bahwa poros utama sebagian besar produksi sinema dan televisi Barat adalah kaum perempuan yang dieksploitasi sebagai penarik hawa nafsu seksual. > > > > > > > > Hasil dari eksploitasi kaum perempuan di Barat ini adalah rendahnya posisi mereka dalam masyarakat dan kehancuran lembaga keluarga. Perempuan menjadi setara dengan barang yang bisa diperjual-belikan. Fakta ini diperparah lagi oleh maraknya kegitan mafia yang memperdagangkan kaum perempuan untuk > dijadikan pekerja seksual. Keuntungan yang diraih oleh mafia-mafia pedagang perempuan ini setiap tahunnya mencapai empat milyar dolar. > > > > > > > > Laporan dari majalah Le Monde Diplomatique telah membunyikan lonceng tanda bahaya baik kepada kaum perempuan di Eropa, maupun kepada para cendekiawan Eropa yang sebagian besarnya menganggap peradaban mereka lebih tinggi dan lebih maju dari peradaban bagian dunia lainnya. Kemajuan teknologi yang > dicapai Barat memang memberi sumbangan yang cukup besar bagi kemajuan umat manusia, namun terbukti bahwa kemajuan teknolgi tersebut tidak sejalan dengan kemajuan budaya. Budaya Barat yang dipenuhi kebebasan tanpa batas justru menjatuhkan manusia dari posisinya yang mulia dan perempuan menjadi > korban terbesar dari kebobrokan budaya Barat tersebut. > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------ Forum Indonesia Damai (FID) ------------------ > > Arsip Milis FID http://groups.yahoo.com/group/indonesia_damai/messages > > Bergabung ke Milis FID: [EMAIL PROTECTED] > > Keluar dari Milis FID: [EMAIL PROTECTED] > > ---------------- [EMAIL PROTECTED] ---------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
