http://www.suarapembaruan.com/News/2005/04/23/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Dana Bantuan Asing untuk Bencana NAD dan Nias Belum Diaudit


JAKARTA - Kantor Akuntan Ernst & Young beserta mitranya, seperti Parasetio dan 
Sarwoko & Sadjaja, belum mengaudit dana yang disumbangkan oleh negara-negara 
donor untuk menanggulangi bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda 
wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias, Sumatera Utara. Departemen 
Keuangan sendiri hingga saat ini belum rampung membuat laporan keuangan tentang 
dana-dana sumbangan itu untuk kemudian diaudit. 

Hal itu dikatakan Managing Partner Ernst & Young, Iman Sarwoko, kepada wartawan 
di Istana Wakil Presiden (Wapres) Jakarta, Kamis (21/4) lalu, seusai bertemu 
Wapres Muhammad Jusuf Kalla. 

"Kami baru saja bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rangka memberi 
penjelasan kira-kira apa saja yang kita bisa bantu berkaitan dengan bencana 
tsunami di Aceh beberapa waktu lalu," kata Iman Sarwoko. 

Ketika badai tsunami melanda NAD dan Nias, Sumatera Utara, pada 26 Desember 
2004 lalu, banyak negara mau memberi bantuan. Bahkan mereka menyebut angka 
jumlah bantuan masing-masing negara. Tetapi negara-negara itu tidak langsung 
mengirim bantuan dana tersebut ke Pemerintah Indonesia. 


Harapan Negara Donor 

Iman menjelaskan, Departemen Keuangan sudah melakukan pendekatan kepada 
pihaknya untuk siap-siap melakukan audit terhadap semua dana bantuan dari luar 
negeri untuk bencana alam di NAD dan Nias. Karena, negara-negara donor 
menghendaki adanya lembaga akuntan publik yang independen dan bertaraf 
internasional. Tetapi audit itu belum bisa mereka lakukan karena laporan 
keuangan saja belum rampung dikerjakan pihak Departemen Keuangan sendiri. 

Keterlambatan Departemen Keuangan dalam membuat laporan keuangan itu bisa 
dipahami. Karena dalam menangani bencana di NAD dan Nias akibat tsunami pada 26 
Desember 2004 lalu, pemerintah membagi tiga tahap penanganan yaitu tahap 
tanggap darurat, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Dan yang paling sulit 
dalam membuat laporan keuangan adalah pada saat tanggap darurat. Karena pada 
saat itu yang paling penting adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat Aceh 
yang masih hidup. Sehingga anggaran dikeluarkan begitu saja dulu tanpa membuat 
catatan-catatan yang rapi. Sedangkan pada dua tahap berikutnya pencatatan 
penerimaan dan pengeluaran anggaran akan semakin lebih baik dan jelas. 

Kantor akuntannya, kata Iman, juga dipercaya untuk mengaudit dana bantuan 
masyarakat yang disalurkan melalui pihak swasta seperti Harian Umum Kompas, 
Metro TV dan SCTV. 

Untuk dana-dana itu, pihaknya sudah mulai melakukan audit. Dan audit yang 
dilakukan Ernst & Young itu secara gratis. "Ini adalah bagian dari misi 
kemanusiaan kami," kata dia. 

Ketika ditanya tentang reaksi Wapres Jusuf Kalla terhadap rencana audit dana 
bantuan asing itu, Iman menjelaskan bahwa Wapres Jusuf Kalla sangat antusias 
dengan rencana tersebut. 

Bahkan dia menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana bantuan 
baik dari dalam maupun dari luar negeri untuk para korban di NAD dan Nias 
Sumatera Utara. Transparansi penggunaan dana bantuan kemanusiaan itu akan 
terjamin bila audit dilakukan oleh lembaga yang independen. Karena menurut 
Wapres dengan hasil audit lembaga independen itu masyarakat internasional dan 
dalam negeri tahu bahwa dana bantuan mereka digunakan sebagaimana mestinya. 
(A-21) 


Last modified: 23/4/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke