To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Kelahiran Agama

Agama lahir ketika pemikiran manusia masih sangat terbatas, yang sangat 
jauh dibandingkan dengan masa sekarang.
Ketika beberapa agama menyatakan, "Manusia diciptakan pertama kali oleh 
tuhan, dan manusia pertama bernama Adam", kita belum bisa memahami gejala 
evolusi. Kemampuan manusia untuk mengetahui kode DNA juga belum ada, 
apalagi mengetahui bahwa DNA manusia dan simpanse sama 98%.

Ketika Al Qur'an menyatakan bahwa langit itu berlapis tujuh, pemahaman 
manusia tentang alam semesta sangatlah terbatas. Manusia belum bisa 
mengetahui lebih dari apa yang bisa dilihatnya dengan mata telanjang. 
Sekarang, kita sudah mengetahui apa yang tidak diketahui oleh Nabi Muhammad 
yang mengatakan bahwa langit berlapis tujuh. Kita mengetahui bahwa ada 
sembilan planet yang mengelilingi matahari, dan kita bisa melihat foto-foto 
bulan dari dekat.

Ketika Nabi Muhammad menyatakan ia terbang dengan bouraq sampai ke langit 
ketujuh, belum ada manusia yang bisa terbang waktu itu. Sekarang, kita 
mengalami apa yang tidak dialami oleh Nabi Muhammad, kita bisa terbang 
dengan pesawat kemanapun kita mau.

Tiap kali terbang, sewaktu memandang awan dari jendela pesawat, saya selalu 
bergumam, "Jika memang benar Nabi Muhammad merasakan bagaimana rasanya 
terbang lebih tinggi dari awan, tentulah ia akan menceritakannya dengan 
lebih detail, bukan cuma menyatakan 'Saya sudah kembali dari perjalanan 
terbang ke langit ketujuh' begitu saja."

Yang jelas, Muhammad dan umatnya tidak memberikan kontribusi apapun dalam 
menemukan cara untuk terbang bagi umat manusia.

Jadi, konsep tentang tuhan itu lahir dalam pemikiran manusia yang masih 
dipenuhi oleh berbagai keterbatasan. Tidak ada sarana transportasi cepat 
yang bisa membuat manusia berjalan sangat jauh, belum ada sarana untuk 
membantu melihat alam semesta di luar bumi, dan satu-satunya kemungkinan 
yang terpikir akan adanya manusia pada waktu itu adalah, "Karena Tuhan 
telah menciptakan Nabi Adam, dan kemudian ia mengawinkan anak-anaknya 
secara incest."

Hubungan sex incest, notabene tidak pernah menghasilkan keturunan yang normal.

Ketika pemikiran manusia semakin maju, ketika kita sudah menemukan 
jawaban-jawaban yang lebih akurat akan alam ini, ironisnya beberapa manusia 
masih tetap mempertahankan pemikiran lamanya atas nama iman.

Dan mereka disebut sebagai orang yang beragama, alias teis.

Regards,
Xyz


[EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/indonesian_atheist


   




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke