On 23 Apr 2005, at 17:46, bch_bagus wrote:
>
>
> --- In [email protected], "Jusfiq Hadjar"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Beginilah kalau kecerdasan terbatas dan pengetahuan dangkal
> > pula: ngomongnya jadinya asal cuap-cuap kayak nonok bebek yang
> > baru dientoin monyet bonnobo...
>
> Iya Oom, saya khan nggak secerdas lulusan Sciences Po, Paris.:-)
Tingkat kecerdasan anda memang menyedihkan dan pengetahuan anda
sugguh cetek kayak comberan dimusim kemarau di Jakarta.
Sebagaimana layaknya orang Islam tipikal.
> Emang dulu pas kuliah diajarin bagaimana cara memaki dengan baik
dan
> benar? Udah ada pelajaran psywar kali ya Oom? :-)
>
> > Dia tiak tahu bahwa homoseksual itu ada dimana-mana.
>
> Wah enak aja, tentu tidak di rumah saya dong.:-) Kalau di rumah Oom,
> saya nggak tahu, nanti deh saya cek rumah Oom kapan-kapan ya.:)
>
> > Beda gereja dan dunia lain adalah bahwa di gereja sekarang ini
> > masaalahnya dibicarakan secara terbuka dan dengan sengit
> > sedangkan dibahagian dunia lain - seperti di Saudi Arabia
> > misalnya homoseksual dipancung sedang di Mesir diseret ke depan
> > pengadilan...
>
> Saudi Arabia emang banyak ngaconya, terutama bangsawannya yang suka
> foya-foya di Eropa. Tapi untuk homo yang dipancung, ya gimana lagi,
> emang gitu sih peraturannya. Oom Jusfiq nggak homo khan? Kok sengit
> banget mbelain homo? Kalau homo, kasihan Tante Ma*****e dong.;-)
>
Tiap ada kesempatan saya sengit membela tiap pelanggaran hak
azasi manusia...
> > bch_bagus ini sudah dungu, pedusta, berpengetahuan dangkal dan
> > duh pongahnya...
>
> Iya deh, Oom Jusfiq ini emang pintar, jujur, pengetahuan luas, dan
> rendah hati.:D
>
> Met weekend Oom!
>
> > On 22 Apr 2005, at 18:16, bch_bagus wrote:
> >
> > >
> > >
> > > Homoseksual merupakan kasus moral yang terus mengguncang dan memicu
> > > kontroversi hebat di Barat hingga saat ini. Dunia Barat, bahkan
> > > kalangan Gereja Kristen, kini diguncang hebat dalam soal penentuan
> > > batas-batas moral soal homoseksualitas. Homoseksualitas yang
> > > berabad-abad dicap sebagai praktik kotor dan maksiat, oleh
> > > agama-agama, justru kemudian diakui sebagai praktik yang manusiawi dan
> > > harus dihormati sebagai bagian dari penghormatan HAM.
> > >
> > > Perkembangan kasus homoseksualitas di Barat sangat menarik.
> > > Pemimpin-pemimpin Gereja terdesak opininya, karena sebagian pemuka
> > > Kristen dan cendekiawanannya pun sudah mendukung dan menjadi pelaku
> > > homoseksual atau lesbianisme. Dalam kasus homoseksual, para teolog
> > > Kristen juga berlomba-lomba membuat tafsiran baru, agar praktik
> > > maksiat itu disahkan oleh Gereja.
> > >
> > > Dalam Bible, Kitab Kejadian 19:4-11, diceritakan tentang hukuman Tuhan
> > > terhadap kaum Sodom dan Gomorah. Pada umumnya, kaum Kristen memahami,
> > > bahwa homoseksual adalah penyebab kaum itu dihancurkan oleh Tuhan.
> > > Sehingga mereka mempopulerkan istilah ''sodomi'' yang menunjuk pada
> > > praktik maksiat antar sesama jenis. Tokoh-tokoh Gereja pada awal-awal
> > > Kristen, seperti Clement of Alexandria, St John Chrysostom, dan St
> > > Agustine, mengutuk perbuatan homoseksual. Tahun 1975, Vatikan
> > > mengeluarkan doktrin The Vatican Declaration on Social Ethics, yang
> > > hanya mengakui praktik heteroseksual dan menolak pengesahan
> > > homoseksual. St Thomas menyebut sodomi sebagai contra naturam,
> > > artinya, bertentangan dengan sifat hakiki manusia.
> > >
> > > Tetapi, sebagian teolog Kristen pendukung homoseksual kemudian membuat
> > > tafsiran lain. John J McNeill SJ, misalnya, menulis buku The Church
> > > and the Homosexual memberikan justifikasi moral terhadap praktik
> > > homoseksual. Menurut dia, Tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomorah,
> > > bukan karena praktik homoseksual, tetapi karena ketidaksopanan
> > > penduduk kota itu terhadap Tamu Lot. Kaum Katolik mendirikan sebuah
> > > kelompok gay bernama Dignity yang mengajarkan, bahwa praktik
> > > homoseksual tidak bertentangan dengan ajaran Kristus. Teolog lain,
> > > Gregory Baum, menyatakan bahwa if the homosexual can live that kind of
> > > life (love), than homosexual love is not contrary to the human nature.
> > > Tahun 1976, dalam pertemuan tokoh-tokoh Gereja di Minneapolis, AS,
> > > dideklarasikan bahwa homosexual persons are children of God.
> > >
> > > Logika kaum sekular di Barat yang enggan berpegang kepada agamanya ini
> > > sebenarnya sederhana. Karena homoseksual sudah menjadi kenyataan yang
> > > dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Barat, maka untuk memberikan
> > > legitimasinya, tidak jarang mereka harus merekayasa ajaran agama
> > > mereka agar sesuai dengan tuntutan zaman agar Kristen tetap relevan
> > > untuk kaum homoseksual; agar Kristen tidak dicap kuno, dan dapat
> > > diterima oleh masyarakat modern, sebab homoseksual sudah dipersepsikan
> > > oleh para pendukungnya sebagai gaya hidup modern.
> > >
> > > Puncak kehebohan dalam kasus seksual di kalangan Gereja adalah ketika
> > > pada November 2003, Gereja Anglican di New Hampshire mengangkat Gene
> > > Robinson, seorang homoseksual, menjadi uskup. Maka, gerakan kaum
> > > homoseksual dengan resmi mendapat legitimasi dari gereja. Sesuatu
> > > praktik maksiat yang dikutuk dalam Bible dan selama ratusan tahun
> > > dipertahankan, akhirnya tidak mampu dibendung karena mendapatkan
> > > legitimasi agama.
> > >
> > >
> http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=194429&kat_id=16&kat_id1=&kat_id2=
>
>
>
>
>
>
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
> List owner : [EMAIL PROTECTED]
> Homepage : http://proletar.8m.com/
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/