Bahaya fundementalis Islam untuk menjadikan Indonesia itu negara
Islam itu masih riil.
Betul bahwa bahaya DI, TII, NII sudah lama tidak begitu riil.
Indonesai tidak akan mudah jadi Afghanistan dibawah Taliban atau
Iran dibawah Khomeini melalui perebutan kekuasaan negara oleh
DI, TII atau NII .
Nggak, bahaya ini sudah boleh dibilang jauh, walaupun masih
belum sama sekali hilang.....
Tapi bahaya SYARI'AHISASI di Indonesia itu tetap ada dan terus
mengancam..
Jangan kita lupa: tuntutan terhadap Piagam Jakarta masih ada,
tuntutan terhadap 'tujuh kata' masih nyaring...
Agar kita maklumi: taktik fundementalis Islam itu tidak lagi
merebut kekuasan negara dan setelah berhasil merebut kekuasaan
negara lalu memaksakan berlakunya syariah.
Nggak.
Tapi dengan memakai taktik potong salami, artinya dengan
memotong sisa sisa kebebasan beragama di Indoneisia sesayat demi
sesayat.
Atau bila mau memakai istilah militer di Indonesia: taktik makan
bubur ayam, sudu dulu pinggirnya yang tidak terlalu panas...
Jadi, orang Islam Indonesia itu tidak lagi langsung merebut
kekuasaan negara, tapi sedikit demi sedikit memasukkan dalam
sistem perundang-undangan Indonesia beberapa elemen syari'ah.
Saya namakan proses ini dengan syari'ahisasi.
Satu demi satu hingga, sedikit demi sedikit, unsur syari'ah
dimasukkan kedalam sistem perundang-undangan di Indonesia, dan
tanpa kita sadari sisa-sisa sekularisme yang masih ada di
Indonesia itu suatu hari akan lenyap dan Indonesia menjadi
negara teokrasi Islam.
Dan usaha ini bukan hanya PKS yang melakukannya, tapi dari dulu.
Mula-mula sih dengan diterimanya Pancasila sebagai dasar negara,
lalu dengan adanya Kementerian Agama...
Dengan ini Indonesia telah menjadi negeri yang tidak sekuler.
Belum ada syari'ahisasi disini, tapi 'bridge headnya' (ini
istilah militer kayaknya) sudah ada...
Dengan adanya Pancasila dan Kementerian Agama, maka prinsip
pemisahan urusan agama dari urusan negara telah dihapus.
Negara ikut campur urusan agama.
Syari'ahisasi itu dimulai, menurut hemat saya ketika di sekolah
negeri, yang hingga tahun1956 (atau 1957?) bebas dari ajaran
agama diberikan ajaran agama secara sukarela...
Nggak maksa sih...
Tapi sekolah negeri tidak lagi, seperti di zaman Hindia Belanda,
bebas dari ajaran agama.
Lalu di kompleks Istana Negara didirikan mesjid...
Lalu, belum lama berselang, di sekolah swasta pelajaran agama
juga harus diberikan...
Lalu di Aceh syari'ah diberlakukan...
Lalu...
Agar jeals: sedikit demi sedikit proses syari'ahisasi
berlangsung di Indonesia...
Dan bila orang Indonesia tidak segera sadar, maka saya khawatir,
lambat laun seluruh Indonesia akan melaksanakan syariah secara
utuh....
Dan Indonesia akan menjadi negara biadab seperti Saudi Arabia
sekarang.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/