http://www.sinarharapan.co.id/berita/0504/27/opi01.html


Gerakan Buruh, Globalisasi, Neo-Liberalisme

Oleh Ari Kristianawati

Gerakan Buruh di Indonesia selama beberapa tahun terakhir seperti mengalami 
"kejumudan" orientasi dan pemandulan radikalisme sosial. Gerakan buruh yang 
menjadi kekuatan pendobrak kediktatoran Orde Baru diakhir 90-an meredup menjadi 
sekadar gerakan kritis atas kebijakan politik perburuhan yang antikepentingan 
buruh. Banyak serikat atau organisasi buruh yang semula mekar tumbuh di awal 
reformasi hidupnya kembang kempis. Di negeri ini mungkin hanya 1-2 serikat 
buruh atau organisasi jejaring perburuhan yang memiliki basis konstituen 
(keanggotaan) massa buruh yang riil dan signifikan.

Beberapa organisasi buruh yang di penghujung kekuasaan Orde Baru menjadi 
kekuatan kritis-progresif, semacam SBSI, PPBI (FNPBI) mengalami stagnasi 
perkembangan secara organisasi dan ideologi. Sementara berbagai serikat buruh 
atau elemen perjuangan buruh juga tidak mampu melepaskan diri dari kondisi 
stagnasi perkembangan. FSPSI yang memiliki keanggotaan buruh di atas 1 juta 
anggota terdaftar, aktivitas politiknya hanya sekadar melakukan kritik atas 
kebijakan perburuhan yang berelasi dengan upah dan kesejahteraan kaum buruh. 
Kelemahan dan stagnasi kemajuan organisasi dan gerakan buruh di Indonesia 
disebabkan beberapa faktor: 

Pertama, lemahnya kekuatan inti gerakan buruh yang memiliki basis ideologi yang 
kontekstual. 

Kedua, faktor diskrepansi (kesenjangan) kesadaran politik antara massa buruh 
dan kader pegiat gerakan buruh. 
Ketiga, kegagapan orientasi gerakan menjadi gerakan struktural untuk mengubah 
struktur sosial yang kapitalistik menjadi struktur sosial yang egaliter bagi 
kehidupan kaum buruh.

Dalam pada itu kehidupan kaum buruh menghadapi tantangan berat globalisasi dan 
neo-liberalisme yang meniscayakan migrasi bebas modal dan tenaga kerja di 
seluruh dunia. Kaum buruh di Indonesia yang mayoritas pekerja industri (the 
Blue Collar) yang tidak memiliki keunggulan kompetitif dipastikan akan menjadi 
komoditi kekuasaan modal yang bernilai jual rendah. Sehingga ketika terjadi 
fase liberalisasi ketenagakerjaan lintas negara, kaum buruh di Indonesia akan 
gagal bersaing dan termarjinalisasikan.

Realitas ekonomi-politik dengan putaran globalisasi neo-liberal akan berdampak 
sosio-ekonomi-politis bagi kehidupan kaum buruh di Indonesia. Angka kemiskinan 
permanen akan melanda kehidupan kaum buruh di Indonesia yang berupah murah. 
Karena kaum buruh yang posisi tawarnya rendah akan terjebak dalam skenario 
politik upah murah sedangkan laju harga kebutuhan hidup semakin menanjak karena 
desakan privatisasi dan liberalisasi.


Buruh Terdidik 
Kaum buruh di Indonesia akan tersudut dalam arus migrasi lokal untuk 
memperebutkan lahan pekerjaan yang terbatas. Karena mereka akan kalah bersaing 
dengan komunitas buruh terdidik dari negara maju yang bermigrasi ke dunia 
ketiga, untuk memperebutkan lahan pekerjaan eksklusif yang disediakan oleh 
kekuasaan modal internasional. 
Social sustainability kaum buruh di Indonesia juga semakin merosot tajam, 
karena terbatasnya arena pekerjaan yang timpang dengan kuantitas tenaga kerja 
domestik. Sedangkan kemampuan mereka bermigrasi ke pasar kerja global sangat 
terbatas, itupun sebagai tenaga murahan dalam profesi yang tidak terhormat. 
Untuk memperkuat posisi tawar gerakan buruh di Indonesia mau tidak mau harus 
menjalin ikatan kerja sama ideologis dan programmatik dengan gerakan buruh 
lintas negara/bangsa. Gerakan buruh di Indonesia harus bekerja sama dengan 
basis gerakan buruh di negara lain dalam kerangka visionaristik, yakni 
menyetarakan program/isu/tuntutan perburuhan internasional yang menolak arus 
globalisasi neo-liberal dan perdagangan tenaga kerja. 

Berbarengan dengan itu membangun sentral informasi dan koordinasi antargerakan 
buruh internasional yang memiliki perspektif perjuangan kelas membangun tatanan 
dunia baru yang berkeadilan sosial. Lalu memperkuat posisi tawar kaum buruh 
se-dunia di hadapan penguasa modal dan jaringan kekuasaan politik pro 
neoliberalisme. 

Gerakan lokal-domestik diperkuat. Pula, untuk memecahkan problem autentik 
gerakan yang mandek, gerakan buruh harus kembali mencoba membangun loyalitas 
ideologis massa buruh melalui pembentukan jejaring organisasi perburuhan yang 
solid. 

Sebuah unionisme gerakan buruh yang berkarakter. Gerakan buruh di Indonesia 
tidak bermakna apabila terpolarisasi dalam kepentingan politik yang pragmatis. 
Untuk itu diperlukan unifikasi gerakan buruh tanpa membedakan optik sosial dan 
program subjektif organisasi. Gerakan buruh di Indonesia harus mulai merakit 
program bersama meraih posisi politik oposisional di hadapan kekuasaan modal di 
dalam negeri. Menjadi kekuatan yang otonom dan independen, bukan kepentingan 
kepartaian politik. 

Saat ini ada basis material bagi program penguatan gerakan buruh di Indonesia, 
yakni keterbukaan ruang demokratik yang memberikan peluang bagi program edukasi 
politik perburuhan dan pembangunan infrastruktur organisasi jejaring gerakan 
buruh dari level bawah hingga nasional. Tinggal militansi-keseriusan-agenda 
progresif dari aktivitis perburuhan untuk merealisasikan dalam langkah nyata 
dan berkesinambungan. 
Gerakan buruh di Indonesia harus konsisten kepada arah ideologi gerakan yang 
berperspektif kelas, yakni benar-benar berkonsentrasi untuk memperjuangkan 
aspirasi, kepentingan dan tuntutan kaum buruh di berbagai tingkatan. 

Tingkatan ekonomisme dengan tuntutan peningkatan kesejahteraan sosial, 
tingkatan politik meraih keterwakilan politik di parlemen, dan tingkatan 
ideologis berjuang untuk menciptakan struktur sosial yang adil dan setara bagi 
kehidupan kaum buruh.

Penulis adalah pegiat perhimpunan CITRA KASIH, Surakarta
  
Copyright � Sinar Harapan 2003 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke