Setelah Isra' Mi'raj-nya Nabi Muhammad tersebar luas, maka seseorang yang 
ingin tahu kebenaran cerita tersebut mendatangi Rasulullah untuk 
mendapatkan konfirmasi dari sumber pertama. Kita sebut saja namanya si Fulan.

"Benarkah engkau telah menjalani Isra' Mi'raj seperti dalam kabar yang 
sudah tersebar luas itu, wahai Rasulullah?" Tanya si Fulan.

"Benar, wahai Fulan." Sabda Rasulullah.

"Apakah engkau tidak atau kurang mempercayainya, wahai Fulan?" Sabda 
Rasulullah selanjutnya.

"Saya tidak yakin, wahai Rasulullahi-Alaihi-Wassallam, oleh karena itu 
dapatkah Anda memberikan berapa hal yang dapat menguatkan iman saya 
terhadap Isra' Mi'raj-nya Anda itu?"

"Wahai Fulan, apakah yang sebenarnya Anda inginkan?" Tanya Rasulullah SAW 
lebih lanjut pada Fulan.

Setelah Fulan berpikir sejenak, ia akhirnya memberanikan diri untuk minta 
penjelasan lebih lanjut pada Nabi Muhammad.
"Bisakah Anda mengangkat kaki kanan Anda, wahai Rasulullah?" Tanya Fulan.

"Lihat saja, ini." Sabda Rasullah sambil mengangkat kaki kanannya.

"Tolong Anda angkat kaki Anda yang satu lagi, wahai Rasulullah..." Lanjut 
si Fulan.

"Mengapa engkau menyuruhku melakukan hal itu, wahai Fulan?"

"Jika engkau bisa melakukan hal itu, maka saya bisa percaya bahwa Anda 
memang telah naik ke langit ketujuh. Tapi jika mengangkat kedua belah kaki 
secara bersamaan saja Engkau tidak bisa, bagaimana saya bisa percaya bahwa 
Engkau telah naik sampai ke langit ketujuh?" Jawab Fulan pada Rasulullah.

Rasulullah mengerutkan keningnya sejenak, lalu menjawab sambil mengusap 
dagunya, meluruskan bulu-bulu jenggot yang agak berantakan ditiup angin 
padang pasir. Setelah menghela nafas panjang, lalu Rasulullah bersabda;

"Aku tidak bisa melakukannya, wahai Fulan. Namun datanglah engkau pada Umar 
Bin Khattab, karena ia yang akan menerangkannya padamu."

"Terima kasih wahai Rasulullah." Maka beranjaklah si Fulan dari hadapan 
Rasulullah, menerobos hembusan angin kering padang pasir yang dinginnya 
menusuk kulit, menuju kediaman Umar Bin Khattab.

"Apakah maksud kedatanganmu wahai Fulan?" Sambut Umar ketika membuka pintu.

Lalu diceritakanlah oleh Fulan apa yang baru disampaikannya pada Rasulluah.

"Tunggulah sebentar, wahai Fulan." Kata Umar, lalu ia beranjak menuju ke 
kamarnya.

Tanpa berkata apa-apa, lalu dipenggallah kepala si Fulan oleh Umar Bin 
Khattab Radiallahu-Anhu...

***

Tentulah kediaman Umar Bin Khattab bersimbah darah setelah itu. Entah 
kemana kepala si Fulan menggelinding setelah itu, lalu bagaimana ia 
digotong dari kediaman Umar serta dimana mayatnya dikuburkan, dan bagaimana 
tanggapan masyarakat setelah peristiwa itu, tidak ada yang memberi 
penjelasan. Wallahu a'lam bissawab.

Cerita ini sering dikisahkah oleh kaum muslimin dengan rasa bangga.

Apakah yang menyebabkan Umar melakukan tindakan seperti itu, apakah karena 
Rasulullah telah memberi instruksi sebelumnya, atau hanya karena ia main 
hakim sendiri terhadap si Fulan? Lalu bagaimanakah tindakan tersebut di 
hadapan Allah SWT?

Masuk surgakah Umar karena telah membunuh orang - dengan memotong lehernya 
dg pedang - yang tidak membahayakan dirinya, dan hanya datang untuk minta 
penjelasan?

Bagaimana dengan nasib istri serta anak-anak si Fulan yang dikasihinya 
setelah itu? Suami serta ayah tercinta telah dibunuh dengan biadab hanya 
karena mengkonfirmasi kebenaran cerita Isra' Mi'raj secara langsung pada 
sumbernya.

Bagaimana perasaan ayah dan ibu si Fulan?

Setelah kejadian ini, selaku manusia biasa tentu agak sulit bagi keluarga 
si Fulan untuk bisa mempercayai kebenaran Isra' Mi'raj tersebut.
Bahkan wajar sekali jika ia membenci Rasulullah, Umar dan ajaran Islam.

Ketika semua orang mengagung-agungkah Nabi Muhammad SAW sebagai seorang 
rasul yang penuh kemuliaan - coba bayangkan jika Anda adalah anak si Fulan 
- adalah mustahil bagi keluarga si Fulan dan keturunannya untuk ikut 
mengagungkan Nabi Muhammad tersebut.

Barangkali, orang-orang yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang 
bandit yang kejam, perampok, biadab, paedofilia, dan bangsat, adalah 
keturunan-keturunan si Fulan yang tetap tidak menerima perlakuan biadab 
tersebut.

Seperti Jusfiq Hadjar St. Maradjo Lelo.

Bagaimana dengan Anda sendiri?

Regards,
Xyz

[EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/indonesian_atheist
























------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke