http://www.harianbatampos.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=9068
Pil Malaria dan Pilkada
Oleh redaksi
Sabtu, 30-April-2005, 08:52:02
Oleh: Albert C Dessely
Beberapa waktu lalu, di beberapa daerah di Indonesia di serang wabah
demam berdarah. Alhasil, para pejabat di jajaran pemerintahan sempat dibuat
kerepotan oleh penyakit yang dimulai dengan gejala panas-dingin ini. Untung
saja, pemerintah tanggap dan bisa mengatasinya dalam waktu yang relatif
singkat, salah satu caranya adalah memberikan Pil Malaria ke berbagai daerah.
Nah, saat ini banyak juga orang yang dibuat panas-dingin oleh sebuah PIL
yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan, yakni PILKADA (pemilihan kepala daerah)
secara langsung yang rencananya akan dilaksanakan pada 30 Juni ini. Memang PIL
yang satu ini (PILKADA) berbeda dengan Pil Malaria yang dapat meredakan gejala
panas-dingin, PIL ini malah membuat orang menjadi panas-dingin, maklum saja
ajang pemilihan kepala daerah secara langsung yang notabenenya adalah memilih
seorang pelayan (pelayan masyarakat) dan disebut-sebut sebagi langkah maju
demokratisasi ini, tidak semulus seperti apa yang dibayangkan.
Kita mulai saja dari judicial review atas Undang-Undang nomor 32 tahun
2004 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) yang dilaksanakan oleh Mahkamah
Konstitusi (MK). MK mengeluarkan keputusan bahwa pelaksanaan PILKADA adalah
gawe-nya Komisi Pemilihan Umum (KPU), bukan Depdagri. Dengan vonis dari MK ini,
tentu saja KPU mulai bekerja ekstra lembur. Mulai dari merumuskan petunjuk
pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (Juknis) dan merumuskan 'Juk- Juk' lainya
yang pada intinya seluruh persiapan itu harus diselesaikan sebelum bulan Juni
ini.
Belum lagi isu-isu yang berkembang di daerah-daerah, misalnya tentang
hubungan pusat - daerah, sentralisasi - desentralisasi, pemekaran/ penggabungan
daerah, kemampuan daerah, aspek politik, aspek sosial, aspek budaya yang bagi
orang-orang awam hanya akan membantu mengingatkan pada slogan artis Peggy
Melati Sukma, 'pusing. pusing.'.
Meskipun kelihatanya begitu semberaut, Anda dan saya sebagai warga negara
Republik Indonesia harus memberikan perhatian khusus pada ajang PILKADA ini.
PILKADA merupakan suatu bagian dari upaya membangun demokrasi khususnya di
lingkungan daerah. Ini berarti kita mempunyai andil besar di dalam menentukan
masa depan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang kita cintai ini. Cermati
perkembangan pelaksanaan PILKADA ini, moment-moment pada masa persiapan dan
kampanye jauh lebih penting dibandingkan dengan hari pelaksanaan PILKADA.
Dalam masa-masa sebelum hari pelaksanaan PILKADA inilah kita harus
menentukan pilihan kita. Kita harus bisa memilih-milih politisi mana yang hanya
selalu ingin menjadi pusat perhatian dengan cara menampilkan diri di ruang
publik secara berlebihan, atau politisi yang sering berujar lantang tapi makin
membingungkan banyak orang. Kita harus memilih politisi yang memang benar-benar
memikirkan kemajuan Provinsi Kepri, jangan pilih politisi yang hanya banyak
bicara, kita harus benar-benar teliti sebelum menentukan pilihan kita.
Saya ingin mengutip pernyataan seorang pakar manajemen, Bapak Rhenald
Kasali yang mengatakan 'kesalahan terbesar justru terjadi sebelum sebuah
eksekusi di jalankan'.
Ingat ada seribu satu masalah yang ada di sekeliling kita, tengok saja
pendapat dari para pakar politik, ekonomi, sosial-budaya, pemuka agama bahkan
sampai kalangan paranormal yang intinya mengatakan bahwa negara yang kita
cintai ini sedang ada di dalam masalah yang sangat serius, negara kita perlu
diruwat.
Tapi kalau Anda tidak sempat membaca pendapat mereka, coba tengok saja
saudara-saudara kita yang hidup jauh di bawah garis kelayakan atau
daerah-daerah tepian yang masih sulit untuk berkembang atau para pencari kerja
yang sepertinya sudah kehilangan arah tak tahu hendak ke mana dan jumlah mereka
sangat besar. Sedangkan di sisi lain ada juga orang-orang yang 'kebagian jatah'
di luar batas.
Kita tidak perlu seorang pemimpin yang dapat menyelesaikan
masalah-masalah ini dengan cepat biim salabim. langsung masalah hilang, itu
hanya ada di film tidak di dunia nyata. Kita perlu seorang pemimpin yang
mempunyai visi dan misi yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada
dengan pasti, kalau bisa cepat ya alhamdullilah. Semua ini perlu perhatian dan
pemikiran yang serius, Anda dan saya mempunyai peran yang sangat besar dan kita
bisa turut berperan aktif di dalamnya.
Bagi bapak yang akan ikut serta di dalam bursa calon (balon) PILKADA,
mudah-mudahan dengan adanya 'persaingan' di dalam proses PILKADA dapat membuat
bapak dapat bekerja lebih efisien, lebih responsif, lebih kreatif dan lebih
fair, jangan 'pokoknya asal ente dukung Ane, Ane bisa atur' Bisa gawat! Bisa
hancur negara kita ini.
Masih ada satu hal yang amat penting di dalam rangkaian PILKADA ini,
yakni marilah kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh
rangkaian pelaksanaan PILKADA dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib
serta kita semua dilapangkan hatinya dan dijauhkan dari segala
kesulitan-kesulitan yang tidak kita inginkan.(***)
*) Albert C Dessely. Mediator pada Kantor Mediasi dan Arbitrase
Indonesia. Berdomisili di Batam
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/