http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/5/7/n2.htm Sabtu Wage, 7 Mei 2005 Nusantara
9.000 Pulau tanpa Nama Jakarta (Bali Post) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kaget setelah mendengar ada 9.000 pulau di Indonesia yang no name alias tidak punya nama. Karena itu, Kepala Negara meminta pemerintah daerah untuk segera memberi nama pulau-pulau itu dan hasilnya segera dikirim ke Dewan Maritim Indonesia (DMI). ''Pemberian nama itu sangat penting, agar pulau itu tidak hilang lagi sekaligus agar dapat pengakuan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Presiden juga meminta agar pemerintah daerah segera memberi nama pulau itu, sebelum nantinya diakui oleh negara lain,'' ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi usai rapat pleno DMI dengan Presiden di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (6/5) kemarin. Dijelaskannya, Indonesia yang memiliki pulau-pulau tak bernama itu berkewajiban untuk menyerahkan 9.000 pulau no name kepada PBB dengan batas waktu sampai tahun 2009. ''Waktu kita sangat mempet. Karena itu, segera dilakukan koordinasi di daerah untuk memberi nama. Dan, tidak mungkin pusat yang memberi nama, karena itu wewenang daerah sekaligus ada kebanggaan sendiri bila nama pulau itu diambil dari budaya daerah setempat,'' jelasnya. Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Indroyono Susilo menilai pemberian nama pulau itu sangat penting karena merupakan bagian dari batas laut yang harus diserahkan kepada PBB dan berkaitan wilayah suatu negara. Selain memberi nama, juga ada batas laut, lokasi pulau sekaligus harus diberi profil. ''Kan negara syaratnya tiga yaitu ada wilayah, ada penduduk dan ada pemerintah. Ini kan bagian dari wilayah, kalau anda punya wilayah harus ada namanya, harus tahu wilayahnya di mana," tuturnya. Menurutnya, Indonesia harus meningkatkan perhatian terhadap wilayahnya, setelah Sipadan dan Ligitan hilang dan kesadaran kita tentang wilayah menjadi lebih tinggi. Apalagi, dari 9.000 pulau ada 92 pulau di antaranya berada di wilayah perbatasan dengan negara lain dan merupakan pulau terluar Indonesia, yang menjadi dasar batas laut Indonesia dan garis teritorial Indonesia. ''Jadi kita harus amankan, dikembangkan dan dikelola dengan baik, karena pulau-pulau itu merupakan aset yang tidak boleh hilang. Jika dibiarkan nanti bisa diklaim oleh negara lain,'' tambahnya. (034) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
