Media Indonesia Sabtu, 07 Mei 2005 23:55 WIB
KM Inabukwa Pembawa Ratusan Ton TImah Dirampok dan Dibajak ke Malaysia BATAM--MIOL: KM Inabukwa yang sedang membawa sebanyak 573 ton timah dari Muntok, Bangka, tujuan Singapura dirampok dan dibajak hingga Malaysia sebelum diselamatkan oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Kapal yang bergerak dari Muntok pada 22 April itu langsung disergap perampok di perairan Lingga dan bersamaan dengan itu kapal dibajak agar dibawa ke arah Pasir Gudang Malaysia, kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Riau Kombespol Anton Bachrul Alam, Sabtu sore, saat melihat KM Inabukwa yang telah diserahkan ke Polda Kepulauan Riau oleh Kepolisian Diraja Malaysia dan kini diparkir di perairan Pulau Sambu. Menurut Anton, saat ini barang bukti lempengan timah masih ditahan di Malaysia sebagai barang bukti dan baru kapal beserta ABKnya yang diizinkan kembali ke Indonesia dan kini menjadi titipan di Polda Kepulauan Riau. Sebelumnya para perampok telah menurunkan ratusan ton timah dalam bentuk batangan itu di pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia setelah menyandera kapal selama tiga hari (22/4-25/4). Setelah bongkar muat barang, seluruh ABK yang berjumlah 17 orang dibebaskan dan kapal dibiarkan berlayar kembali. Perampokan itu terbongkar ketika kapal pembawa timah milik anak perusahaan PT Pelni itu ditangkap polisi Malaysia karena berlayar secara mencurigakan di perairan Malaysia tidak lama setelah dilepaskan oleh perampoknya. Menanggapi keterangan ABK, polisi Malaysia langsung melaksanakan penyelidikan dan menemukan barang bukti berupa lempengan timah seperti disebut oleh awak kapal di pelabuhan Pasir Gudang. Namun para perampok yang berjumlah 10 orang belum ditemukan. Saat ini kapal itu dititipkan di Polda Riau sambil menunggu proses selanjutnya. "Perampok berjumlah sepuluh orang dan saat ini masih dalam penyelidikan dengan bekerja sama Polisi Diraja Malaysia," kata Anton Bachrul Alam. Menurut dia, diyakini kapal itu telah diintai sejak keberangkatannya dan dicurigai ada pihak yang membantu proses perampokan tersebut. Sementara itu, Nakhoda KM Inabukwa Syamsuardi mengatakan, saat penyekapan selama tiga hari dirinya maupun ABK tidak mengalami penyiksaan. Tetapi harta benda mereka, seperti handphone, uang, pakaian digasak perampok. "Selama peyanderaan ABK tidak diberlakukan secara kasar dan hanya diikat dengan tali," katanya. Dia mengatakan, hanya satu perampok yang mengunakan senjata api dan selebihnya memakai parang. Menurut dia, jumlah perampok memang lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah ABK yang jumlah 17 orang termasuk nakhoda, tetapi karena perampok menggunakan senjata api dan senjata tajam maka para ABK tidak berani melawannya. Dia mengatakan, bongkar timah berlangsung di Pasir Gudang, Malaysia, pada 25 April tengah malam dan begitu selesai sekitar pukul 05.30 waktu setempat para ABK dilepas dan dibiarkan berlayar kembali. "Selama di perairan Malaysia tidak diperiksa oleh Polisi Diraja Malaysia dan hanya menahan timah," katanya.(Ant/Ol-1) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
