--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=196739&kat_id=16 > Sabtu, 07 Mei 2005
> Pandangan Islam > Air sungai, air danau, air laut, mata air, dan hujan adalah karunia Allah SWT yang diserahkan kepada manusia selaku khalifah-Nya di bumi. Allah SWT berfirman, ''Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu'' (QS An Nahl :10). Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa Allah yang menurunkan seluruh potensi air menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk mendukung tugas manusia sebagai khalifah di bumi. > > Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pada hujan terdapat manfaat dan kesenangan bagi manusia dan binatang ternak. ''Sebagiannya sebagai minuman'', yakni Allah SWT menjadikannya sebagai air tawar yang berguna bagi minuman manusia, tidak menjadikannya sebagai air asin. Allahlah yang menumbuhkan bagi manusia, dengan air itu, tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala jenis buah-buahan. Allah SWT mengeluarkan --dengan air itu-- beraneka jenis, rasa, warna, bau, dan bentuknya. > > Semua sumber daya air tersebut adalah milik manusia bersama, tak ada seseorangpun yang berwewenang lebih utama dari yang lain. Sumber daya air tidak boleh dijual dan dibeli selama masih berada di tempat aslinya. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang artinya: ''Orang-orang Islam berserikat dalam tiga hal yaitu air, tempat penggembalaan, dan api''. Iyyas Al Muzanni meriwayatkan bahwa dia pernah melihat orang-orang menjual air. Kemudian ia berkata, ''Janganlah kalian menjual air, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW mencegah memperjualbelikan air'' (Kitab Fiqus Sunah). > Yang mau diswastakan itu perusahaan air yang mengolah air sungai jadi air bersih yang layak diminum, bukan seperti air PAM yang tidak layak diminum. Air sungai, air hujan, dan air danau itu memang bukanlah milik swasta tetapi milik bersama, setiap orang boleh saja menampung air hujan, dan juga boleh menyendok air sungai, tidak ada yang boleh memonopoli sumber2 air alam ini. Namun Swasta itu memiliki alat2 teknologi yang bisa membuat sumber2 air yang tidak layak untuk diminum menjadi layak diminum setelah melalui proses yang rumit dan mahal. Kesimpulannya, ayat2 Alquran sama sekali tidak melarang ataupun menyentuh pemrosesan air minum oleh swasta, yang disebut dalam AlQuran hanyalah penguasaan sumber2 itu oleh khalifah, padahal pemerintah RI itu sendiri bukanlah khalifah karena khalifah itu dikuasai hanya oleh satu orang secara turun temurun, padahal pemerintah RI dipimpin oleh presiden yang bukan khalifah yang diganti melalui pemilu setiap 5 tahun sekali. Sekali lagi, janganlah men-cari2 alasan untuk melarang masuknya swasta dalam mengolah air minum. Masyarakat harus diberi pilihan untuk membeli air dari swasta atau membelinya dari PAM yang selama ini menipu mereka. Biarkanlah PAM itu bersaing dengan swasta, dan masyarakat diberi kebebasan memilih yang terbaik bagi dirinya, dan janganlah melakukan monopoli untuk produksi yang tidak layak yang dipaksakan untuk dibeli oleh masyarakat banyak, justru monopoli PAM atas nama pemerintah inilah yang sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
