Ketika ditanyakan kepada Nabi Muhammad SAW bagaimana wahyu itu turun padanya, beliau menjawab bahwa wahyu tersebut turun dengan dua cara:
1. Wahyu tersebut telah ada saja dalam hatinya 2. Wahyu tersebut datang padanya laksana bunyi lonceng Muhammad SAW juga menyatakan bahwa datangnya wahyu dengan cara yang kedua (seperti bunyi lonceng) cara yang terberat baginya. Keringat dinginnya keluar, badan menggigil demi mencoba mengerti apa yang tengah diwahyukan oleh Allah SWT padanya. Ad 1. Wahyu telah ada saja dalam hati Muhammad Jika Muhammad merasakan sesuatu dalam hatinya, bagaimana ia membedakan bahwa itu adalah 'wahyu' dari Allah SWT dan bukan perasaan hatinya saja? Akankah kita mengikuti saja seseorang yang berkata bahwa telah ada saja suatu wahyu dalam hatinya dan kita beriman begitu saja padanya? Kemungkinan masih terbuka (bagi orang-orang yang tidak mau dicekoki oleh iman yang membabi buta), bahwa: - Apa yang dirasakan oleh Muhammad itu adalah benar wahyu dari Tuhan - Apa yang dirasakan oleh Muhammad itu hanyalah perasaaan Muhammad saja Mengingat banyaknya isi Al Qur'an yang lebih cenderung merupakan perasaan pribadi (personally) seorang manusia daripada perkataan sesosok Tuhan yang maha kuasa, maka kemungkinan yang lebih besar adalah kemungkinan kedua, yaitu: wahyu yang dikatakan oleh Muhammad itu hanyalah apa yang dirasakannya dalam hatinya saja. Siapapun bisa berbuat hal yang sama, mengaku bahwa "telah ada saja wahyu dalam hati" dan mengatakan pada semua orang bahwa kita telah menerima wahyu tuhan. Ad 2. Wahyu datang laksana bunyi lonceng Hal ini telah lama menjadi pertanyaan di kalangan orang-orang yang berpikir kritis dan tidak mau dibodohi begitu saja. Al Qur'an menyatakan bahwa gemerincing bunyi lonceng merupakan pertanda setan. Jadi jika demikian, Muhammad telah menerima pesan dari setan tapi ia menganggapnya dari tuhan? Tidak jarang hal ini menjadi olok-olok bagi orang orang-orang yang mampu berpikir dan tidak mau menelan mentah-mentah ajaran orang-orang Arab yang berdagang ke nusantara pada abad ke-17. Jika kita mengikuti kata Al Qur'an dengan konsisten, maka tak pelak lagi apa yang diterima Muhammad itu adalah ajaran setan. Jadi - mengacu pada apa kata Al Qur'an - pengikut Muhammad adalah pengikut ajaran setan. Regards, Xyz [EMAIL PROTECTED] http://geocities.com/indonesian_atheist At 07:13 PM 5/10/2005, you wrote: >Kinanti: "Selain 'wahyu', kita mengenal pula 'ilham'. Beberapa rekan >menceritakan bahwa mereka mendapatkan ilham sebagai jawaban atas >do'a-do'a yang mereka panjatkan. Suatu ilham datangnya tidak terduga, >sebagaimana pula wahyu yang datangnya tidak terduga, dan seringkali >turun pada konteks-konteks tertentu." > >skorn2k: Sayangnya yang namanya 'ilham' ini tidak reliable. Tidak ada >jaminan bahwa kita akan menerima ilham setelah kita panjatkan do'a >do'a tersebut. Sulit untuk dipastikan apakah ilham ini benar-benar ada >atau tidak dan apakah yang dianggap mereka sebagai 'ilham' itu memang >benar-benar ilham. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
