Refleksi: Kebon Cenkeh adalah tempat markas Laskar Jihad Sunnah Wal Jamaah pada 
waktu konflik Maluku [Ambon] masa lalu.


http://www.sinarharapan.co.id/berita/0505/17/sh01.html



Pelaku Penyerangan Pos Brimob Ditangkap

Ambon, Sinar Harapan
Tiga tersangka pelaku penyerangan Pos Brimob di Desa Loki, Kabupaten Seram 
Bagian Barat, Senin (16/5) malam sekitar pukul 21.00 WIT ditangkap petugas 
Detasemen 88 Polda Maluku. Hingga Selasa (17/5) siang ini petugas masih memburu 
lima tersangka lagi.

Ketiga tersangka yang dibekuk itu yakni Dahlan alias Adji, Wahidin, dan Junaidi 
Nasir. Mereka ditangkap beberapa jam setelah penyerangan di Pos Brimob di Desa 
Loki. Pos Brimob tersebut ditempati personel Brimob Polda Kalimantan Timur yang 
di bawah kendali operasi (BKO)-kan ke Polda Maluku. 


Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar di Nusadua, Bali, Selasa (17/5) pagi ini 
membenarkan penangkapan tersebut. ''Sampai saat ini kami masih mendalami dan 
memeriksa intensif untuk mengetahui motif penyerangan itu. Jelasnya nanti saja 
setelah pemeriksaan rampung," kata Dai Bachtiar seusai pembukaan konferensi 
ke-25 ASEAN National Police. 
Da'i Bachtiar memperkirakan bahwa para pelaku penyerangan terhadap pos Brimob 
di Serang itu merupakan satu komplotan dengan tersangka pelaku penyerangan atau 
pengeboman di sebuah karaoke di Ambon beberapa waktu lalu.
"Kelompok ini ingin menciptakan kondisi seolah-olah Maluku masih belum aman. 
Modus yang dilakukan antara kelompok pengebom di karaoke maupun penyerang pos 
Brimob hampir sama, yakni melakukan operasi penyerangan terhadap satu tempat 
secara tiba-tiba dan kemudian melarikan diri," katanya.


Ketika ditanya apakah kelompok penyerang pos Brimob itu dari kalangan yang 
terlatih, Da'i Bachtiar belum dapat memastikannya. 

Namun dari tata cara penyerangan, kapolri menduga pelaku penyerangan adalah 
orang-orang yang terlatih. Hal ini dapat dilihat dari sasaran tembak terhadap 
para korbannya yang tewas hampir seluruhnya di bagian kepala. ''Kita tunggu 
saja hasil pemeriksaan, apakah mereka dari kelompok yang terlatih," tuturnya.

Diperiksa Intensif
Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Endro Prasetyo yang 
dihubungi SH, Selasa (17/5) pagi ini menyebutkan, ketiga pelaku kini tengah 
diperiksa intensif di Markas Detasemen 88 Polda Maluku di Kawasan Tantui, 
Kecamatan Sirimau, Kota Ambon sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di 
Direktorat Reskrim Polda Maluku.
Dia menyebutkan, pihaknya menangkap Dahlan alias Adji yang dicurigai sebagai 
pelaku utama penyerangan itu. Ketika ditangkap Adji sedang terbaring lemas di 
salah satu rumah penduduk di Kawasan Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota 
Ambon. Selain Adji, dua warga lainnya masing-masing bernama Wahidin dan Junaidi 
Nasir juga berhasil ditangkap Polisi karena diduga terlibat dalam penyerangan 
tersebut.''Kami menyita sejumlah senjata organik yang diduga dipakai untuk 
menyerang," jelasnya.

Endro mengatakan, selain Adji dan dua rekannya tersebut hingga kini masih 
diburu lima pelaku lainnya. ''Polisi telah disebarkan ke wilayah-wilayah yang 
diduga sebagai tempat persembunyian para pelaku. Kami yakin para pelaku masih 
berada di wilayah hukum Polda Maluku," jelasnya.


Ia menambahkan, polisi juga menahan tiga warga Desa Ketapang, Kabupaten Seram 
Bagian Barat, yang merupakan desa tetangga Desa Loki yang terbukti mengantar 
para penyerang guna menunjukkan lokasi Pos Brimob di Desa Loki. ''Ketiga warga 
Desa Ketapang tersebut yaitu Nasrin, Rinto dan Anggoro kini dimintai keterangan 
di Mapolda Maluku, karena mereka yang menunjukkan arah jalan ke Pos Brimob 
kepada para penyerang," katanya.


Penyerangan terhadap Pos Brimob di Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat itu 
lima anggota Brimob Polda Kaltim yang di-BKO-kan di Polda Maluku serta dua 
warga tewas. Kelima anggota anggota Brimob itu masing Brigadir Ronny Susanto, 
Brigadir Hasanudin, Brigadir Teguh Erianto, Briptu Slamet Rianto dan Bharada 
Damanik


Menurut Endro, Selasa (16/5) siang ini kelima jenazah anggota Brimob Polda 
Kaltim itu diterbangkan ke markas satuan Brimob Polda Kaltim dengan pesawat 
Mandala Airlines. ''Kelima jenazah saat ini disemayamkan di Markas Satuan 
Brimob Polda Maluku dan dilepas dalam upacara militer," ungkapnya. 


Selain kelima personel Brimob asal Polda Kaltim yang tewas tersebut, satu 
penyerang yang tak diketahui identitasnya tewas, juga seorang warga sipil 
bernama Petrus Sarpaly karena tidak mampu berlindung dari gempuran para 
penyerangan. ''Petrus Sarpaly sehari-harinya bertugas sebagai juru masak bagi 
para personel Brimob yang bertugas di Desa Loki. Bahkan karena kedekatan 
tersebut Petrus sering tidur di pos Brimob daripada di rumahnya," papar Endro. 

Berkabung Tiga Hari
Terkait dengan kejadian itu, Polda Kaltim menyatakan masa berkabung selama tiga 
hari dengan mengibarkan bendera setengah tiang dimulai sejak Senin (16/5). Pada 
bagian lain, Polda Kaltim memerintahkan Dansat Brimob Ajun Komisaris Besar 
Polisi (AKBP) Sarbini untuk menjemput kelima korban sekaligus melakukan kaji 
kejadian.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Kombes I Wayan Tjatra, Selasa (17/5) 
siang ini seluruh jenazah langsung diterbangkan ke daerah asalnya setelah 
dilakukan upacara di Mapolda Maluku. Dua jenazah masing-masing Brigadir Ronni 
Susanto (35) dan Brigadir Satu Slamet Haryanto (25) diterbangkan ke Balikpapan. 
Sedangkan jenazah Brigadir Teguh Erianto dan Brigadir Hasanuddin diterbangkan 
ke Bandung, Jawa Barat, sementara seorang lagi Bharada Damanik diterbangkan ke 
Medan, Sumatera Utara.


Suasana duka menyelimuti keluarga korban di antaranya Novi Fransiana (23) istri 
Briptu Slamet Haryanto yang langsung menangis ketika pihak Brimobda Kaltim 
memberitahu Novi pukul 09.00 Senin pagi di rumah kontrakan keluarga polisi itu 
di kawasan Markoni Balikpapan. Dia yang ditemui di kediaman orang tuanya di 
kawasan Gunung Malang mengaku pasrah, walau sangat terpukul. Yang jadi 
pikirannya adalah putera satu satunya dari hasil perkawinannya dengan Slamet 
Haryanto, Muqsil (15 bulan). 


Dia menuturkan, terakhir dirinya berjumpa suami ketika Slamet Haryanto 
meninggalkan Balikpapan November 2004."Saya berkomunikasi terakhir dengan suami 
saya sekitar pukul 23.00 WIB pada Minggu (15/5) malam, sekitar empat jam 
sebelum penyerangan yang dilakukan gerombolan liar terhadap pos tugas Haryanto 
di Desa Loki," katanya.
Sedangkan, Setyorini (30) istri Brigadir Ronny Susanto mengatakan, dirinya 
tidak percaya terhadap berita bahwa suaminya sebelum melihat jenazah suaminya. 
Namun, ia langsung terpukul begitu berita datang dari petugas Brimobda Kaltim 
sekitar pukul 09.20 WIB pada Senin (16/5) pagi. 


Ketika ditemui di kediamannya, Setyorini masih terbaring lemas di barak rumah 
komplek Asrama Brimob Blok B Nomor 3 Stalkuda Balikpapan. Dari perkawinannya 
dengan Ronny Susanto, keluarga ini dikaruniai dua anak, Rizky (9) dan Delisa 
(4). Menurut Setyorini, sejak Minggu (15/5) pagi, dia selalu gagal mengontak 
suaminya."Biasanya gampang-gampang saja. Perasaan saya tidak enak ketika itu 
apalagi pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB, kami mendapat telepon yang 
mengabarkan satuan suaminya di Seram telah diserang orang tak dikenal," 
tuturnya. (cmg/izc/soa) 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke