http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=198140&kat_id=23
Rabu, 18 Mei 2005 18:32:00 Polda Maluku Tertutup Soal Identitas Pelaku Penembakan Pos Brimob Laporan: Zuhair Sukirno Ambon-RoL-- Kesan tertutup ditunjukkan Polda Maluku dalam pengusutan insiden penyerangan pos brimob, di desa Loki, Kecamatan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (16/5) lalu. Kabid Humas Polda Maluku, Komisaris Polisi Endro Prasetyo yang dikonfirmasi puluhan wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/5), masih enggan menyebutkan, dari kelompok mana, para pelaku penyerangan yang menewaskan lima anggota brimob BKO (bawah kendali operasi) Polda Kalimantan Timur itu. Dalam insiden itu, seorang penyerang juga tewas, termasuk warga sipil yang menjadi juru masak di pos brimob itu. Hingga kemarin, Polda Maluku telah berhasil menangkap satu orang pelaku penyerangan. Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa 10 orang saksi yang terkait dengan aksi itu. Pelaku yang sudah ditangkap adalah Dahlan alias Adji, yang mengalami luka tembak di tangannya. Adji ditangkap ketika sedang mendapat perawatan di rumah seorang mantri kesehatan di kawasan Lorong Gondal, Batumerah, Sirimau, Ambon. Sementara itu, sumber Republika di jajaran kepolisian mengungkapkan, dari keterangan saksi itu, hingga kemarin, aparat kepolisian masih terus mengejar rekan-teman Adji itu. Dari keterangan saksi itu, polisi juga berhasil mengamankan ribuan amunisi yang dibuang para penyerang pasca insiden itu. Walaupun sudah menangkap pelakunya, Endro tidak bersedia menyebutkan dari kelompok mana para penyerang pos brimob itu. "Masih dalam pengembangan," kata Endro saat dihujani pertanyaan, identitas kelompok yang beraksi itu. Dirinya tetap bersikukuh tidak bersedia menyebutkan, kelompok yang diminta wartawan itu. Sekitar pukul 13.00 Wit, ada informasi bahwa telah ada penangkapan terhadap satu orang saksi. Ketika ditanya tentang kabar telah ditangkapnya tersangka lain dalam peristiwa itu, Endro Prasetyo, menyarankan untuk menanyakan ke kapolres. Sementara itu, ketika Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, AKBP. Leonidas Braksan, menyatakan semua keterangan yang menyangkut insiden di Loki itu, berdasarkan kesepakatan harus keluar dari Polda Maluku. Kapolda Maluku Brigjen Aditya Warman sendiri, sejak kejadian itu belum pernah memberikan keterangan kepada wartawan, semuanya diserahkan ke Endro Prasetyo [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
