________________________________________________________
BISIK-BISIK MEDIA: Ada apa di balik keriuhan media massa?
20 Mei, 2005
Klik: http://mediacare.blogspot.com
_________________________________________________________
BATAM POS - newspaper
14 Februari 2000
Jawa Pos Group
Pemimpin Umum: Ade Adran Syahlan
 
Pada 22 Mei 2005 mendatang, BATAM POS akan mulai menempati gedung baru 
10 lantai, sekaligus acara soft launching. Dijadwalkan, CEO Jawa Pos
akan hadir. Bermula dari SIJORI POS, kini juga menerbitkan POS METRO
BATAM, POS METRO KARIMUN, POS METRO BINTAN, dan koran sore BATAM
NEWS. Yang belum mereka terbitkan adalah koran berbahasa Inggris untuk
memasuki pasar Singapura dan Malaysia. Ekspor koran? Siapa takut? 

___________________________________
BUSINESS WEEK INDONESIA - magazine
PT Indomedia Dinamika - The McGraw-Hill Co.
Wisma Paramuda lt. 2-3
Jl. Raden Saleh no 41, Jakarta 10330
Tel: 3190-9160 F: 3190-9166
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Chief Editor: 
 
Majalah waralaba asal AS ini menawarkan USB Drive gratis. Caranya gampang,
cukup dengan berlangganan selama 1 tahun. Setor saja uang sebesar 
Rp 614,250 (sudah diskon 30%). Info lebih lanjut, silakan hubungi (021) 
319-09160.
___________________________________
MODAL - magazine
inspirasi bisnis - peluang usaha - bisnis syariah
Hotline: 791-90005 f: 798-7901
email: [EMAIL PROTECTED]
 
Pernahkah Anda menerima email dari orang tak dikenal yang langsung
bertanya:
"Anda kenal Anne Ahira?" Mojang Priangan lulusan bla bla bla bla....
 
Walau artikel tentang Anne Ahira Dewi yang pernah muncul di rubrik 
Persona KOMPAS (tulisan karya Tjahja Gunawan) beberapa waktu lalu sempat 
menimbulkan polemik dan memunculkan tanda tanya
besar karena dimuat di koran yang amat menjaga prestise, majalah MODAL 
edisi 28 (Mei 2005 Cover: Jusuf Kalla) pun ikut menyanjung-nyanjung Anne 
sebagai 'internet 
marketer' yang mampu menorehkan fenomena kesuksesan. Judulnya: "Cara cerdas 
mendulang uang lewat internet". Plus sajian tips & trik mendulang uang lewat 
jaringan maya tersebut. 
 
Rupanya kasus QSAR, G-Cosmos dan Probest yang bisnisnya membesar karena 
berhasil 'digelembungkan' oleh beberapa media massa tak juga dijadikan 
pelajaran berharga. Masih saja media massa kita begitu 'silau' oleh 'sebuah 
bintang meteor'. Kala meteor itu menghunjam ke bumi dan sinarnya memudar, 
begitu gampangnya mereka cuci tangan - seolah tak punya rasa bersalah karena 
sudah mengelabui masyarakat yang tergiur menanamkan duitnya. Masih banyak 
masyarakat kita yang 'pinter-pinter tapi bodoh' dan 'bodoh-bodoh tapi
pinter', mbok ya jangan dikelabui...

===============================
PERSONA KOMPAS: Anne Ahira
Minggu, 20 Maret 2005
 
BANYAK orang tak menyangka bahwa dari sebuah sudut pinggiran kota 
Bandung, yang menjadi pusat industri tekstil Bandung, mencuat nama 
Anne Ahira (25) ke tingkat forum internasional.
 
Padahal, ia sekolah bisnis di luar negeri pun tidak. Namun, gadis 
Banjaran lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bandung ini, 
berhasil menyejajarkan dirinya dengan para internet marketer dunia 
dalam kurun waktu dua tahun saja.
 
Jangan menyangka kalau Ahira adalah pewaris usaha dari seorang 
konglomerat atau berkantor di sebuah perusahaan besar di gedung-gedung 
pencakar langit. Yang ia kerjakan hanyalah menjalankan internet 
marketing lewat sebuah komputer dalam rumahnya di Banjaran, Kabupaten 
Bandung.
 
Semua itu ia kerjakan mempelajari bisnis internet marketing secara 
autodidak serta tentu saja melalui proses trial and error yang cukup 
melelahkan dan menghabiskan banyak uangnya yang didapat dari aktivitas 
mengajar bahasa Inggris ketika masih menjadi mahasiswa STBA di 
Bandung.
 
Di dunia online Ahira terkenal sebagai internet marketer sukses. Dia 
adalah salah satu pengarang buku 30 Days To Internet Marketing 
Success. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan 
internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia-terkenal sebagai 
buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003.
Omzet penjualan buku ini mencapai lebih dari 340.000 dollar AS hanya 
dalam kurun waktu kurang dari empat bulan.
 
Ahira juga pernah diwawancara oleh Advance Vision Marketing America 
mengenai "Internet Marketing Prophecies". Perusahaan ini hanya memilih 
delapan orang internet marketer terbaik dari seluruh dunia.
Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan 
satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil 
wawancara ini kemudian dijual Advance Vision Marketing America 
seharga 97 dollar AS per kopi.
 
Selain itu, Ahira adalah pendiri Elite Team International. Kurang 
dari empat bulan, anggotanya telah menyebar ke lima benua. Ahira 
menjadi otak strategi marketing bagi 1.000 anggota Elite Team yang 
kini tersebar di 84 negara.
 
Secara rutin Ahira juga membuat newsletter untuk 
www.TheBestAffiliate.com. Newsletter berisi tips-tips strategi 
internet marketing ini dibaca oleh 14.000 profesional internet 
marketing yang tersebar di 120 negara. Dan belum lama ini, Ahira 
terpilih menjadi "12 World�s Super Affiliate" tahun 2004 (lihat 
www.SuperAffiliateConfessions.com).
 
Perkenalan Ahira dengan dunia online dimulai sejak bulan Desember 
2001. Kakak iparnya adalah orang pertama yang mengenalkannya pada 
dunia tanpa batas ini. Ketika itu kakak iparnya bercerita tentang 
seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang mendapatkan ribuan 
dollar AS dari internet.
 
Mendengar cerita tersebut, timbul keingintahuan Ahira, bagaimana bisa 
seorang anak berusia 17 tahun bisa mendapatkan ribuan dollar AS dari internet? 
Sejak itu Ahira berkeinginan mencari tahu mengenai dunia internet marketing. 
Padahal, saat itu, apa itu surat elektronik (e-mail) pun Ahira sama sekali 
tidak tahu. Tapi setelah mendengar cerita sepintas itu, dia seolah-olah 
bertekad dalam hatinya, "Jika anak 17 tahun saja bisa, berarti saya juga bisa!"
 
Setahun pertama, hasilnya tidak seperti yang ia harapkan. Malah ia mengalami 
kerugian karena Ahira belajar mengenai dunia internet marketing sama sekali 
tanpa guru.
Bahkan, ia pun sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan marketing. 
Dia benar-benar "newbie" di dunia online. Lewat jatuh bangun akhirnya di tahun 
kedua usaha Ahira mulai menampakkan hasil. Di pertengahan tahun kedua tersebut, 
Ahira memperoleh penghasilan yang biasanya didapat dalam kurun waktu 
bertahun-tahun melalui bisnis konvensional.
Mengingat banyaknya trial and errors yang dijalani selama belajar, Ahira pun 
berniat mendirikan sebuah pusat internet marketing yang ia beri nama Asian 
Brain. Tempat pembelajaran informal mengenai strategi internet marketing 
berbasis website ini rencananya akan diluncurkan tahun 2005.
 
Melalui Asian Brain Internet Marketing Center ini, Ahira mengharapkan bisa 
membantu home industry atau industri kecil, para profesional maupun orang 
Indonesia pada umumnya untuk belajar mengenai internet marketing dan 
mengembangkan bisnis mereka lewat internet.
Selain diharapkan bisa berdampak membuka lapangan pekerjaan baru, juga bisa 
meningkatkan devisa Indonesia. Ahira juga berharap internet marketing 
center-nya ini bisa mengubah kesan dunia bahwa orang Indonesia bisanya hanya 
menipu melalui internet.
Ahira merasa yakin internet marketing adalah bisnis berprospek cerah di abad 
ke-21 ini. Mengingat siapa saja bisa menjadi seorang internet marketer dengan 
investasi uang yang relatif lebih murah dibandingkan bisnis offline. Apalagi 
jika didukung dengan komitmen dan kerja keras, maka sukses besar telah menanti.
 
Tak mengherankan jika Ahira mengungkapkan teman-temannya yang bekerja sebagai 
pegawai pom bensin atau pun "pizzaman" berhasil menjadi miliuner internet 
(ingat dalam dollar AS!) dalam kurun waktu 5-10 tahun. Tak menutup kemungkinan 
masa depan ini juga menjadi milik orang "kampung" seperti dirinya yang baru 
menekuni internet marketing lebih dari dua tahun terakhir ini. "Cita-cita saya 
adalah �pensiun� sebelum umur 30 tahun. Retire within years, not in decades."
 
Berikut pertikan wawancara Kompas dengan Ahira di rumah orangtuanya di Jalan 
Bojong Sereh Banjaran, Bandung.
 
BISA diceritakan bagaimana mengawali karier sebagai internet marketing?
 
Saya orang kampung yang dua tahun lalu sama sekali tidak tahu apa-apa tentang 
internet apalagi internet marketing. Memang banyak orang yang tidak percaya.
 
Kapan mulai mengenali dunia internet?
 
Teman saya, Didit Ahadiat, salah satu mahasiswa yang kerja paruh waktu sebagai 
penjaga warnet (warung internet-Red). Dia adalah orang pertama yang mengajarkan 
saya tentang bagaimana cara membuat e-mail di Hotmail. Sekarang dia menjadi 
teknisi saya. Pada saat yang bersamaan, saya selalu percaya diri, tanya orang 
sekitar yang juga sedang main internet terutama mereka yang biasa chatting. 
Saya selalu memohon, "Tolong ajarin saya bagaimana cara membuat uang di 
internet?". Mendengar itu, hampir semua teman menertawakan saya. Mereka 
menyebut saya sedang mimpi.
 
Apa pekerjaan Anda saat itu?
 
Saya mengajar paruh waktu dari sejak kuliah tingkat satu. Namun, setelah 
tingkat dua, saya sering dikontrak oleh perusahaan-perusahaan tekstil, seperti 
Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex, Korin, Hanil Global Textile Industry, dan 
banyak lagi perusahaan lainnya untuk mengajar bahasa Indonesia untuk pegawai 
asing mereka. Saya juga mengajar anak-anaknya yang belajar di International 
School, saya mengajar matematika, science, drawings, juga bahasa Inggris untuk 
orang Indonesia. Setiap mengajar, saat itu saya dibayar antara Rp 75.000 sampai 
Rp 150.000 per jam. Untuk ukuran mahasiswa cukup besar dan setiap bulan saya 
bisa menghasilkan 1.000 dollar AS. Tapi sebelum mengajar, saya juga pernah 
bekerja secara sampingan, menjadi cleaning service, bahkan pernah menjual buku 
cerita untuk anak. Saya waktu itu berjalan kaki keliling dari rumah ke rumah. 
Sampai akhirnya datang ke satu rumah, dan seorang ibu menawarkan saya, daripada 
saya jalan-jalan siang kepanasan dan keliling, mending mengajar
 anaknya bahasa Inggris. Sejak itu saya menjadi guru.
 
Lalu apakah yang melatarbelakangi Anda tertarik mendalami dunia internet? 
Adakah yang mengilhaminya?
 
Sejak sekolah dasar saya sudah mandiri dan membantu orangtua berjualan pisang 
goreng atau es. Kalau berangkat ke sekolah, saya bawa tas besar tiga buah, satu 
untuk buku, dan dua untuk jualan pisang. Saya selalu bilang sama Mama saya, 
kalau saya sudah besar nanti, saya enggak mau kerja capai, saya mau kerja di 
rumah, liburan kapan aja boleh, keliling dunia, ke mana aja boleh, duit banyak, 
ha-ha-ha�. Mama saya sering bentak saya, "Jangan bermimpi, kalau Bapak kamu 
punya pabrik mungkin kamu bisa seperti itu, tapi Bapak kamu hanya karyawan 
pabrik biasa, dan Mama kamu hanya tukang gado-gado. Kalau kamu mau hidup lebih 
baik, belajar saja yang betul dan harus pitar". Itu adalah kata-kata yang 
sering ibu saya lontarkan. Jadi, saya berusaha untuk pintar di sekolah dan saya 
sering jadi juara kelas. Ibu saya juga suka bilang, kalau saya mau keliling 
dunia, tahap pertama adalah belajar bahasa Inggris. Saya belajar bahasa Inggris 
dari SD yang pada saat itu orang kampung menilainya "aneh". Untuk
 apa belajar Inggris? Mereka pikir hanya buang-buang uang. Tapi saya selalu 
berpikir itu modal untuk keliling dunia.
 
Jadi, sejak SD saya sudah bisa bicara lancar bahasa Inggris karena 
kursusnya sama orang Belanda. Hingga pada saat kuliah saya mengerti 
dan sempat berpikir, mungkin mengajar adalah jalan hidup saya. Tapi 
dalam hati saya sering mengatakan bahwa sebenarnya otak saya bisa 
digunakan lebih dari sekadar mengajar. Sampai pada suatu hari waktu makan 
siang, kakak ipar saya bercerita bahwa ada anak umur 17 tahun di Amerika ada 
orang yang bisa menghasilkan ribuan dollar dari internet. Saya cukup terkejut, 
dan terus penasaran. Padahal, kakak ipar saya sendiri tidak tahu internet itu 
seperti apa, bahkan sampai sekarang dia tidak tahu bagaimana cara mengirim atau 
membuat e-mail. Dia hanya tahu satu situs: www.yahoo.com. Kakak ipar saya 
seorang petani ayam, yang sekarang bekerja bareng sama ayah saya mengurus ayam 
orang lain di kampung. Tapi dari cerita dia, saya sangat terilhami, dan 
besoknya saya langsung pergi ke warnet untuk pertama kalinya dan cari tahu 
bagaimana cara membuat uang di internet.
 
Apakah modal yang dimiliki waktu itu?
 
Modal ingin tahu saja dan modal nekat. Waktu saya pertama duduk di depan 
internet, saya enggak tahu apa-apa dan harus ngapain. Saya tidak tahu situs 
mana yang harus saya kunjungi, bahkan saya tidak tahu "search engine" itu apa. 
Dan e-mail pun saya tidak tahu.
 
Apakah lika-liku yang dihadapi saat memulai itu semua?
 
Banyak sekali. Banyak hal sedih yang saya lalui. Hampir semua orang 
di sekeliling saya tidak percaya apa yang saya kerjakan, mereka 
berpikir saya aneh dan "gila" karena mereka pikir saya hanya 
buang-buang uang. Padahal, bagi saya teka-teki belum terpecahkan 
dan saya tidak akan menyerah.
 
Apakah profesi ini cukup menjanjikan di masa depan?
 
Sangat menjanjikan dan akan menjadi sesuatu yang justru lebih 
menjanjikan daripada bekerja secara offline.
 
Mengapa?
 
Sebab target market-nya dunia. Sementara kalau bekerja secara offline, 
Anda hanya bisa mengerjakan satu atau dua pekerjaan, kecuali kalau mempunyai 
pegawai. Tapi kalau online, Anda bisa mengerjakan 10, 30, 40 pekerjaan, dan 
semuanya hanya memerlukan set up satu kali tapi bisa menghasilkan terus- 
menerus. Contoh seperti Elite Team, saya hanya membuat training 30 hari satu 
kali, tapi di pakai orang bisa secara unlimited dan mereka yang baru terima 
training dari saya akan merasa training itu seperti baru. Bahkan dengan cara 
online, saya bisa mengajar sambil tidur-tiduran.
 
Bagaimana Anda bisa meraup penghasilan demikian besar melalui internet?
 
Untuk menjual satu produk, saya perlu waktu katakanlah satu bulan. Sebenarnya 
bisa menjual beberapa produk dalam sebulan karena saya selalu sibuk balas 
e-mail dari klien atau elite team. Sehingga saya menargetkan menjual satu 
produk dalam satu bulan. Waktu ini dipakai untuk riset, membuat situs, strategi 
marketing, dan lain-lain. Katakanlah untuk produk A saya set up bulan Januari, 
saya bisa dapat, misalnya 500 dollar AS per bulan. Bulan berikutnya saya set up 
dan jual produk B, dan saya juga dapat katakanlah 500 dollar AS juga per bulan. 
Saya masih dapat komisi dari produk A yang saya set up bulan sebelumnya dan 
tambahan dari produk B. Dan, saya terus mencari produk lain yang bisa dijual. 
Jadi Anda bisa membayangkan, bila setahun kita bisa menjual 10 produk yang 
berbeda, pada titik tertentu kita bisa mendapatkan lebih dari 5.000 dollar AS 
per bulan. Bahkan bisa jadi, produk A malah menghasilkan 3.000 dollar AS per 
bulan setelah 10 bulan. Itu sebabnya banyak internet marketer yang
 berpenghasilan heboh hanya dalam jarak beberapa tahun. Itu terjadi karena 
mereka telah mempunyai sistem marketing yang bisa berjalan sendiri dan 
menghasilkan uang bulan per bulan. Selesai satu buat yang lain, yang lain, dan 
yang lain...
 
Apakah cita-cita Anda selanjutnya?
 
Saya mau membuat sekolah internet marketing online yang akan saya beri nama 
"Asian Brain Internet Marketing Center". Saya mau sharing ilmu saya dengan 
orang Indonesia, untuk belajar internet marketing dan menjaga supaya mereka 
tidak habis uang sebanyak yang saya keluarkan dulu waktu mulai belajar sendiri 
soal internet marketing. Saya sangat ingin mengubah ketakutan orang Indonesia 
berbisnis online. Padahal, sebenarnya di situ sama dengan ladang emas. Internet 
marketing telah mengubah banyak hidup orang. Kita tidak perlu datang dari 
keturunan konglomerat. Contoh nyata saja saya, saya tidak mengada-ada, saya ini 
orang kampung, meski diam di rumah, tapi bisnis internasional he-he.�
 
Sekarang saya bisa pergi ke mana saja dan kapan saja. Meski saya tidur, 
komputer saya sudah jadi seperti mesin pencetak uang. Dan saya yakin, banyak 
orang Indonesia yang bisa seperti saya atau bahkan lebih.
 
Apakah nasihat Anda untuk mereka yang ingin menggeluti profesi seperti Anda? 
Apakah syaratnya? Dan modal apa yang harus disiapkan?
 
Banyak orang menyerah baru beberapa bulan karena dia mau dapat uang cepat. Itu 
sikap mental yang sangat salah. Jangan spam orang. Itu sangat mengganggu dan 
sangat tidak profesional. Saya banyak mendapatkan e-mail dari orang Indonesia 
yang tiba-tiba mengirim e-mail dan mengajak saya untuk berbisnis. Di Amerika 
Serikat orang seperti itu bisa dihukum lima tahun penjara. Tapi jangan 
mentang-mentang di Indonesia belum ada hukum untuk "spam e-mail", maka bebas 
spam orang atau "harvesting".
 
Sejujurnya dengan begitu Anda tidak akan kaya melalui cara seperti itu. Saya 
belum pernah mendengar spammer kaya atau menghasilkan ribuan dollar dari 
internet. Jadi belajar dengan cara yang baik, dan berusaha untuk menjadi 
seorang internet marketer yang profesional.
 
ANNE Ahira atau yang akrab dipanggil Ahira/Hira, lahir 
28 November 1979. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan 
Hj Aas Asiah dan H Sobur Sodikin. Semua saudaranya perempuan. Motto 
hidup Ahira: "Kekayaanku yang sejati adalah apa adanya aku, bukan apa 
yang kumiliki". Ahira menyelesaikan pendidikan Bahasa Inggris di 
Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) di Bandung. Ia lulus dengan 
predikat cum laude.
 
Ketertarikan Ahira pada bahasa asing sudah sejak SMA. Berbagai 
sertifikat diraihnya lewat kursus bahasa asing, seperti bahasa Jerman 
dan Inggris. Bukan itu saja, belasan sertifikat lainnya dari kursus 
akuntansi, komputer, menggambar, olahraga, dan masih banyak lagi. 
Saking banyaknya, ia pun sudah tak ingat lagi, apa saja kursus yang 
pernah diikutinya.
 
Untuk bertemu dan melakukan wawancara langsung dengan Ahira butuh 
lama karena dia sering berada di luar negeri. Saat wawancara dengan 
Kompas, Ahira berulang kali menyatakan bahwa dirinya orang kampung 
yang tinggal di Jalan Bojong Sereh, Banjaran, Bandung.
"Saya ini orang kampung," katanya sambil tertawa. Kalau ditanya 
cita-cita, Ahira akan menjawabnya dengan mantap, "Retire within years, 
not in decades."
 
Pewawancara:
TJAHJA GUNAWAN
 
MOD: isi artikel ini bagai 'pinang dibelah dua' dengan artikel di 
Tabloid TOKOH dan www.tokohindonesia.com. Begitu juga berbagai artikel 
yang dimuat oleh beberapa media cetak
sebelumnya, isinya sami mawon, tak ada yang menukik - baik advertorial
(baca: advertising editorial). Saya asumsikan, 
jejaring Anne Ahira menggunakan jasa seorang 'konsultan humas' - entah
resmi entah tidak. Siapa dia? Siapa mereka? 
 
=================
KOAR-KOAR DARI PENGIKUT ANNE AHIRA (disebarkan ke ratusan kanal dan
milis):
 
discovertheonlinewealth email: [EMAIL PROTECTED]
Berita heboh! Baca KOMPAS hari ini (Minggu, 20 Maret 2005), halaman
16. mengenai perjalanan Anne Ahira seorang mojang Bandung yang mampu
berpenghasilan ribuan dollar dari internet sebagai internet marketer
PROFESIONAL. Kita pun bisa seperti dia, untuk memulai bisnis online.
Anda tidak memulai dari NOL tetapi sudah ada 30 hari training yang
akan membantu kita menuju kesuksesan di bisnis ini. Untuk keterangan
lebih lanjut baca KOMPAS hari ini dan kunjungi
www.discovertheonlinewealth.com
 
=================
 
Rubrik Persona Kompas Minggu, 20 Maret 2005 membuat saya terpesona. 
Mengulas sosok muda fenomenal sekaligus kontroversial: Anne Ahira. 
Mojang Bojong Sereh, Banjaran, Bandung. 
 
Saya tak membahas siapa itu Ahira berikut kesuksesannya yang di 
beberapa blog sudah menjadi debat panas, terkait spam dan scam. Saya
ingin mengutarakan unek-unek sesaat setelah membaca rubrik itu. 
Kompas menulis, Anne Ahira adalah seorang internet marketer yang 
sukses dengan berbagai tantangan di masa awal, dan bergelimang dolar 
(mata uang yang digunakan dalam bisnis tersebut) setelah berjibaku 
selama dua tahun.  
 
Satu hal yang tidak saya temukan dalam wawancara itu adalah: karena 
si tokoh seorang internet marketer, penjual di medan virtual, pasti 
ada yang dijual. Nah, itu yang tak saya temukan dalam sekian panjang 
wawancara. Apa yang dijual oleh si tokoh: barang atau jasa. Kalau 
barang, barang apa, kalau jasa, jasa untuk apa. Saya menanti 
pertanyaan itu sejak tahu profesi si tokoh di pembuka tulisan. 
Rupanya, saya harus memendam pertanyaan itu sampai tulisan pungkas. 
Menurut saya, informasi tentang si tokoh yang fenomenal itu memang 
penting diketahui publik, tapi analitis terhadap seluk-beluk tokoh 
adalah unsur tak kalah pentingnya. Dari sana pembaca akan mendapat 
informasi yang utuh.
 
Setelah membaca ulang rangkaian pertanyaan dalam rubrik itu, saya 
punya kesan, wawancara Kompas tertumpu pada plot yang menjadi FAQ si 
narasumber (semoga ini keliru). Memang, Persona adalah rubrik soft, 
tapi, lagi-lagi dalam hemat saya, analitis dalam mengeksplorasi tokoh 
adalah bagian penting. Terlebih hal tersebut memiliki relevansi sangat 
erat, seerat lepat dengan daun. 
 
Salam, 

Rul 
==============
Saya baca profil Anne Ahira di Kompas, 20 Maret 2005.
Kesimpulan saya:
 
1. Penulis artikel lemah daya pikir dan tidak punya
kemampuan investigasi. Ini terlihat dari tulisan yang
hanya deskripsi bombastis Anne Ahira tanpa ada
pertanyaan dasar dari sebuah bisnis: apa produknya,
berapa aset/omzet, dan marjin laba. Sekali si penulis
nanya tiga hal itu, maka dia akan tahu Anne Ahira
adalah pelajaran pertama manajemen standar:
Bullshit may get you to the top, but it won't keep you
there. 
(lihat "MANAGEMENT LESSON" di
http://www.mobileguru.co.uk/Jokes/management.txt)
 
2. Penulis tidak belajar dari kegagalan rekan-rekan
jurnalis lemot yang sebelumnya juga pernah menulis
cerita-cerita bombastis sejenis. Belajarlah dari pengalaman!
Majalah SWA pernah promosikan QSAR! Tapi sebagai sebuah
majalah bisnis, si wartawan tidak memiliki logika
dasar bahwa: kalau investasi di PT QSAR (dan
sejenisnya) sedemikian menguntungkan dan resiko
rendah, mengapa tidak ada lembaga keuangan formal
(bank, leasing, dan sejenis) yang menawarkan pendanaan?
Perlu beberapa tahun untuk membuat PT QSAR kolaps.
PT QSAR sendiri pada awalnya memang melakukan invetasi
di sektor riil. Sayang karena tambahan uang investor
baru tidak berimbang dengan ekspansi usaha (dan
pemasaran produk), PT QSAR berubah jadi money game.
Kompas pernah memuat iklan G COSMOS. Meskipun sudah
diingatkan via surat pembaca, cuek aja. Yang penting
dapat duit iklan. Demikian mungkin pikir pengelola
Kompas. Toh kalo ada yang rugi, cuma pembaca!
Lucunya, sodaranya Kompas, yaitu Kontan mengkritisi G Cosmos.
Tawaran Untung Besar dari G System, (Kontan, EDISI
33/V Tanggal 14 Mei 2001), lihat;

http://www.kontan-online.com/05/33/investasi/inv3.htm
Hampir dua tahun kemudian, Kompas memuat artikel:
25.000 Orang Tertipu, Rp 50 Miliar Melayang (Rabu, 06 Maret 2002).
lihat:

http://www.kompas.com/wartakota/news/0203/06/222711.htm
 
Saya tidak bisa menemukan dokumen yang menunjukkan
KOMPAS minta maaf kepada pembacanya karena telah terlibat dalam 
mempromosikan penipuan oleh G Cosmos tersebut.
Selain SWA dan Kompas, Republika dan Media Indonesia
juga tidak luput dari kebodohan reporternya. Kali ini yang 
dipromosikan Probest.
 
Bebas Finansial di Usia Muda (Republika, Sabtu, 15
Juni 2002),
(lihat:
http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=78746&kat_id=3
note: link sepertinya sudah dihapus, setelah capek saya protes)
lihat kumpulan lain:

http://www.geocities.com/harmuk/links.html
 
Kemudian Probest terbongkar kedoknya. Lagi-lagi, berbagai media yg
mempromosikan Probest itu lalu pura2 tidak tahu peran
mereka dalam mendukung penipuan dengan metode
multi-level-marketing money game.
 
Yang paling mengejutkan ketika liputan-liputan penipuan Probest
muncul, tidak ada teman-teman wartawan yang menyebut nama tokoh Meirizal.
Saya perkirakan itu terjadi karena Meirizal adalah
teman si wartawan juga. Sebagai mantan aktivis
'Institut Studi Arus Informasi' (ISAI), 'Aliansi Jurnalis
Independen' (AJI), dan juga Redaktur Pelaksana Majalah D&R,
tentunya Meirizal dirasakan sebagai teman seperjuangan
yang harus dilindungi meskipun telah menipu banyak orang.
Belakangan, muncul kasus penculikan Hegel, anak si
Meirizal. Lagi-lagi mayoritas media membela Meirizal,
tanpa melakukan penyelidikan/analisa tentang apa
sebenarnya yang terjadi. Hanya deskripsi kisah
menyedihkan nasib orang tua bernama Meirizal.
Seingat saya, cuma Kontan dan Majalah Trust yang sempat
menyinggung pemicu penculikan si manis Hegel: penipuan
oleh bapaknya!
 
Lihat:
Penipuan: Dari Emas ke Penjara
http://www.majalahtrust.com/verboden/verboden/404.php
 
Investor Marah, Bocah Diculik
http://www.majalahtrust.com/verboden/verboden/334.php
 
Dari contoh yang ada, tidak selalu media gagal
mengkritisi mlm-money game. Saya lihat Kontan dan
Tempo cukup kritis. Meskipun masih ragu-ragu dalam
membongkar kebusukan mlm-money game. Misalnya yang terbaru lihat 
Kontan no 24, tahun IX, 21 Maret 2005, mengenai tipu-tipu 
voucherkey.com.
 
Boleh jadi ini karena Tempo memang punya tanggung jawab
sosial sama masyarakat yang lebih besar dibandingkan
media lain. Sedangkan Kontan, reporternya memang orang-orang
yang punya latar pengetahuan ekonomi yang cukup baik
(baca: kualitas SDM).
 
Dari pengalaman pribadi mengingatkan kasus PT QSAR,
Probest, Meirizal gate, dan yang sejenisnya ( Voucher
Key, http://www.voucherkey.com, Imperial Fund,
http://www.imperialfund.com, dll) melalui media surat
pembaca, opini, atau surat informal ke editor, saya
sadar betapa sia-sianya membicarakan hal mlm money game
ke media-media di Indonesia. Maklum, umumnya pengelola lemot!
Juga capek posting hal yang sama berulang kali di berbagai
milis (contoh: PROBEST; Sebuah Perbandingan,
http://groups.yahoo.com/group/economist/message/1299.
 
Emang saya nggak punya kerjaan lain. Belum lagi kalau
email saya dispam oleh pendukung mlm money game.
Jadi ketika KOMPAS memuat cerita Anne Ahira, saya lebih memilih diam 
dan menunggu teman-teman aktivis anti mlm money game dan anti spam 
yang respons.
 
Berikut contohnya:
 
Persona Anne Ahira di Kompas
http://yulian.firdaus.or.id/2005/03/22/persona-anne-ahira-di-kompas/
 
Anne Ahira Bukanlah Pahlawan
http://priyadi.net/archives/2004/09/10/anne-ahira-bukanlah-pahlawan/
 
Sanggahan Untuk Anne Ahira Ada Di Majalah Tempo
http://priyadi.net/archives/2004/10/01/sanggahan-untuk-anne-ahira-ada-di-majalah-tempo/
 
Seandainya wartawan/editor Kompas baca Tempo, saya yakin dia akan 
berhati-hati dalam menulis profil Anne Ahira. Dan bila wartawan/editor 
bisa pakai itu yang namanya Google, pasti diinvestigasi dulu siapa 
sebenarnya Anne Ahira.
 
Seperti sudah saya bilang, tanya saja ke Anne:
1. apa produknya?
2. berapa omzetnya?
3. berapa marjin laba?
 
Pasti Anne Ahira akan bilang: "Rahasia! Anda harus bayar US$ 50 dulu, 
baru boleh tahu."
 
Dan bila ada ribuan orang tolol yang percaya, maka Anne
Ahira akan segera pensiun dengan mengeruk harta kekayaan orang lain. 
Sedangkan sebagian besar orang-orang tolol akan pensiun juga: dengan
kemiskinan.
 
Saya selalu bilang ke mahasiswa saya bahwa di
Indonesia permintaan kebohongan/kebodohan paling
tinggi. Karena itu penawaran kebohongan/kebodohan juga
paling tinggi. Supplier utama kebodohan/kebohongan itu
adalah: media, lembaga pendidikan, lembaga penelitian,
dan tentunya pemerintah juga. Seperti kata Keynes: Demand creates its 
own supply!
 
Jadi buat teman-teman reporter yang banyak lemot-nya, tolong
diselidiki dulu sebuah kasus secara mendalam sebelum
ikut-ikutan mempromosikan penipuan mlm-money game.
salam,
 
rz
anti mlm-money game,
yang lagi kesal ama BCA karena dicuekin ketika
melaporkan penipuan arisan berantai yang menggunakan
jaringan ATM BCA!
 
================
Membaca analisis mlmwatch, praktik yang dilakukan anne jelas bukan mlm. ia tak 
jual produk, sehingga bonus didapat dari uang pendaftaran yang begitu besar. 
artinya, perlu injak kaki orang di bawahnya hingga dapat bonus.

Milis MLMWatch Indonesia melakukan aksi prihatin terhadap skema bisnis
Anne Ahira dengan ELITE TEAM. Untuk informasi lebih lengkap silahkan 
kunjungi milis MLMWatch Indonesia:
 
http://groups-beta.google.com/group/id-mlmwatch
 
AKSI PRIHATIN TERHADAP SKEMA BISNIS ANNE AHIRA
Kami, warga masyarakat dan komunitas Internet, merasa PRIHATIN
terhadap model bisnis yang diterapkan oleh ANNE AHIRA. Kami keberatan
bahwa bisnis ini diasosiasikan dengan melakukan marketing di Internet.
Marketing yang dilakukan di Internet sebenarnya adalah sesuatu yang
baik dan wajar asalkan dilakukan dalam batas-batas etika dan kewajaran.
Setelah melakukan penyelidikan, kami berkesimpulan bahwa bisnis ini
hanyalah sebuah PRAKTIK SKEMA PIRAMIDA yang dibungkus dengan istilah
Internet Marketing. Hal ini jelas terlihat dari apa yang harus
dilakukan oleh setiap anggota ELITE TEAM, yaitu merekrut empat anggota
baru. Skema piramida sejatinya merupakan penghisapan oleh segelintir
individu terhadap banyak orang. Menurut kami, Internet tidak perlu
dikotori dengan pemasaran dari bisnis tidak jelas seperti itu. Silakan
melakukan pemasaran via Internet sejauh masih dalam batas-batas
kewajaran dan bisnisnya adalah bisnis yang baik dan jelas.
 
Lebih jauh lagi, kami melihat bahwa Elite Team menawarkan JANJI YANG
MENYESATKAN, yaitu menyatakan bahwa tujuan Elite Team adalah agar
semua anggota Elite Team memperoleh penghasilan $6.688 per bulan, dan
bahwa ini adalah tujuan yang realistis. Tetapi realitanya adalah:
seandainya semua anggota Elite Team bekerja keras dan teguh pada
regimen Elite Team, hanya 1 dari 341 orang, atau 0,29%(!) yang
memperoleh $6.688 per bulan. Sangatlah jauh dari apa yang diakui
sebagai tujuan realistis Elite Team.
 
Produk yang ditawarkan Anne Ahira/EliteTeam adalah KEANGGOTAAN
representative (rep.) di Financial Freedom Society, Inc. (FFSI), di
mana setiap rep. harus membayar $54,95 per bulan kepada FFSI. Setiap
rep. memperoleh komisi dari menjual keanggotaan FFSI ke orang lain
sehingga menjadi rep. baru. Orang yang direkrut ini disebut sebagai
affiliate, atau di MLM lain dikenal dengan nama downline, dan setiap
rep. juga memperoleh komisi dari penjualan yang dilakukan oleh
downline-nya sampai empat tingkat downline.
 
Selain dari keanggotaan FFSI, boleh dibilang TIDAK ADA PRODUK ATAU
JASA YANG DIJUAL OLEH ANNE AHIRA DAN ELITE TEAM. Dalam sistem Elite
Team, besar penghasilan bulanan seorang anggota tergantung dari jumlah
downline FFSI-nya dan bagaimana struktur downline tersebut karena
tidak ada atau hampir tidak ada penghasilan seorang anggota Elite Team
selain dari komisi FFSI.
 
Dengan perhitungan satu anggota mendapatkan 4 anggota baru, seperti
yang dipraktikkan oleh Elite Team, maka hanya dalam 17 tingkat
piramida jumlah anggota keseluruhan menjadi sebanyak 5.73 miliar.
Sedangkan jumlah populasi manusia keseluruhan di dunia hanyalah 6.4
miliar. Jika seluruh 5.7 miliar manusia tersebut mengikuti program
ini, maka hanya 89 juta orang yang akan berpenghasilan $6.688 per
bulan. Sementara 5.3 miliar lainnya merugi!
 
Dengan demikian kami MENGHIMBAU MASYARAKAT INTERNET UNTUK TIDAK MUDAH
TERJEBAK OLEH IMING-IMING KEKAYAAN yang dijanjikan oleh Anne Ahira,
Elite Team maupun pihak-pihak lainnya. Kami berharap masyarakat
Internet bisa menyadari adanya model bisnis semacam itu sehingga dapat
lebih waspada. Kepada REDAKTUR MEDIA MASSA juga kami berharap untuk
selalu melakukan INVESTIGASI terlebih dahulu ketika membahas
bisnis-bisnis yang tidak memiliki kejelasan seperti itu agar nantinya
tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai promosi terselubung.
 
Internet, 28 Maret 2005
 
=======================
JALANSUTRA ONLINE
www.jalansutera.com
 
Anne Ahira Raih Penghargaan Insan Kreatif 2005
Nelangsa sekali rasanya ketika membaca tabloid Cek & Ricek No. 350 th VII yang 
terbit Rabu 11 Mei 2005 kemarin. Di halaman 30 tabloid infotainmen itu ada 
sebuah berita kecil yang bikin hati menjadi kecut.
 
Ternyata, Anne Ahira bersama Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali (bidang 
pemasaran) diberi penghargaan sebagai Insan Kreatif 2005. Pemberi penghargaan 
ini adalah Mal Puri Indah bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Kreativitas 
(YPK) Indonesia.
"Penghargaan ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi tokoh 
masyarakat maupun warga Indonesia yang lain akan pentingnya kreativitas dalam 
kehidupan sehari-hari," kata Seto Mulyadi selaku ketuan umum YPK. Pemberian 
penghargaan ini telah dilakukan di Center Court Mal Puri Indah, Minggu 1 Mei 
yang lalu.
 
Menyetarakan Anne Ahira dengan Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali? Mereka 
pasti tidak tahu apa yang mereka lakukan�.. 

4 Comments | Add your own

1. enda  |  May 12th, 2005 at 8:27 am
Anne Ahira (AA) disejajarkan dengan Hermawan Kertajaya dan Rhenald 
Kasali? Jadi seolah-olah AA adalah tokoh sekaliber mereka..haha�. Jadi 
pelajaran nih, kalo nerima award jangan sembarangan, liat juga siapa 
lagi para penerimanya.
 
2. andri  |  May 12th, 2005 at 4:14 pm
Kok mau yah Hermawan Kertajaya, Rhenald Kasali disamakan dengan Anne 
Ahira?
 
3. idban  |  May 12th, 2005 at 4:15 pm
Kasus kayak gamenya MURI
 
4. anti anne ahira  |  May 13th, 2005 at 6:58 am
Anne Ahira kreatif? Kok bisa? Kreatif dari mana? Kreatif bikin bisnis 
arisan berantai?
 
Jelas-jelas itu bukan ide Anne Ahira! Dia cuma jadi kaki dan 
perpanjangan tangan FFSI.com dari Amerika. Yang ada, bisnis Anne 
Ahira adalah penyedotan devisa RI ke Amerika�Bravo untuk JalanSutera 
yang berani mengangkat "problem kecil" ini.
 
____________________________________
NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA - magazine
Rp 40,000
Jl. Panjang 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530
021-5330170 ext 33590
 
IGG Maha Adi, wartawan semi senior Majalah TEMPO, 'loncat pagar' ke
majalah NATIONAL GEOGRAPHIC edisi Bahasa Indonesia. 
Email barunya: [EMAIL PROTECTED]
____________________________________
NIRMALA - magazine
40,000 copies
Jl. Bunga Sepatu no 3, Ciputat, Jakarta Selatan
Chief Editor: Andang Gunawan
 
Majalah gaya hidup sehat alami ini terpilih menjadi 'official media'
untuk Business Class di penerbangan Garuda Indonesia. Selain NIRMALA,
bisnis penerbitan yang dirintis pakar 'food combining' Andang Gunawan 
ini juga menerbitkan majalah SANTAP. Suaminya, Maxi Gunawan, pernah juga 
menerbitkan majalah NEWS MUSIK yang digawangi mas Bens Leo, namun akhirnya 
kandas di tengah
jalan. Mereka bilang: "Itu majalah sudah lama tewas".
 
Connie Kohar - Manajer Iklan 0811-908741
 
Sebagian info dari:
Astari Herman 
MindShare Jakarta 
Tel:+62 21 5291 6397 
Fax:+62 21 5291 6333
[EMAIL PROTECTED]
____________________________________
OTO - news portal
www.oto.co.id
Page view: 
CPM: 
 
Portal khusus permobilan. Isinya cukup informatif. Digawangi oleh
Eri Haryoko, mantan editor sebuah majalah otomotif. Sebagai catatan, 
mas Eri juga menjabat sebagai ketua Forwot (Forum Wartawan Otomotif).
 
____________________________________
SEPUTAR INDONESIA - newspaper
Jakarta
 
Koran milik kelompok RCTI yang bakal segera diluncurkan, entah kapan.
Ada yang tahu?
____________________________________
SINAR HARAPAN - newspaper
Komisaris Utama: Aristides Katoppo
Chief Editor: Daud Sinjal

Koran sore yang kian berkibar ini sempat dibredel di era Soeharto. Kini 
SINAR HARAPAN kembali tampil dengan gaya khasnya, dimana para dedengkotnya
berasal dari eks SINAR HARAPAN tempo doeloe. Berkantor di Jl. Raden Saleh,
Jakarta Pusat. Sedangkan koran sore SUARA PEMBARUAN yang dulu didirikan
menggantikan SINAR HARAPAN, masih berkantor di kawasan Cawang, Jakarta Timur. 
 
Info dari:
Pardamean Sitompul - email: [EMAIL PROTECTED]
____________________________________
SUARA HIDAYATULLAH - magazine 
www.hidayatullah.com
50,000 copies
Rp 13,000/copies
email: [EMAIL PROTECTED]
Chief Editor: Saiful Hamiwanto
 
Majalah ini lahir dari sebuah pesantren bernama Pondok Pesantren 
Hidayatullah di Balikpapan. Dalam perkembangannya, majalah ini 
kini telah beredar secara meluas di seantero Indonesia. Sebagian besar
isi majalah ini berupa kajian Islam yang berorientasi pada penegakan 
Tauhid dan Syariat Islam. 
 
Info dari:
Ahmad Damanik - email: [EMAIL PROTECTED]
____________________________________
RAGAM KOMENTAR
 
ADE ADRAN SYAHLAN - email: [EMAIL PROTECTED]
Salam hormat, 
Saya baca info tentang Bisik-bisik Media. Sangat menarik. Sekadar
info, SIJORI POS yang masuk dalam list koran yang tak lagi 
terbit, sudah ganti nama menjadi BATAM POS.
 
ANA - email: [EMAIL PROTECTED]
Bisik-bisik Media membantu banget. Tolong lebih dikomplitin lagi. Media
ekonomi (seperti Infobank) belum tercover tuh. Media cewek juga. Media
remaja, media olahraga (termasuk media otomotif yang makin rame), media yang
terbit di daerah, media budaya & sastra (seperti Horison), dll. Jangan 
cuma media hiburan yang dikulitin panjang lebar ... :-)
 
LUTHFI MADJID - email: [EMAIL PROTECTED]
Oh wow...good information, terimakasih banyak dan really appreciate 
atas informasinya. Ngebantu banget buat kita-kita yang udah lama nggak 
tahu tentang perkembangan media massa di Indonesia...karena udah lama 
di negeri orang......
 
ASTARI HERMAN - email: [EMAIL PROTECTED]
Sekadar info, majalah NIRMALA masih terbit kok.
 
____________________________________ 
INFO
Anda punya info terbaru atau mau berkomentar tentang kiprah media 
massa atau awaknya? Kirimkan ke: [EMAIL PROTECTED]
 
____________________________________
KUBURAN MEDIA
Bagaimana kalau kita bikin 'media cemetery'? Pemakaman khusus untuk media
massa yang sudah tutup. Siapa saja boleh melayat alias berkunjung, dan 
begitu pusaranya diklik, akan muncul artikel-artikel yang pernah dimuat di 
media bersangkutan.

Sepertinya di AS atau Eropa yang selalu kita tiru wahana semacam ini 
belum ada.....
 
 
Deretan Surat Kabar (Koran) yang tak lagi terbit:
Angkatan Bersenjata, Bandung Pos, Berita Buana, Berita Yudha, Detik,
Indonesian Observer, Indonesian Times, Jurnal Indonesia, Koran 5, Metro, 
Metro Bandung (berubah nama menjadi Tribun Jabar), Moneter Indonesia, 
Perintis, Reporter, Sijori Pos (berubah nama menjadi Batam Pos), Sinar 
Pagi, Suara Bangsa, Surabaya News, Surabaya Pagi. 
 
Deretan Tabloid yang tak lagi terbit:
Adil, Bintang Millenia, Citra, Dangdut, Detak, Etalase, Eva, Gita,
Hawa, Jobs Indonesia, Monitor, Mumu, Mutiara Kartini, Pariwara, 
Peluang, Pro-TV, Tabloid O.
 
Deretan Majalah yang tak lagi terbit:
Aktuil, Amanah, Anda, Ananda, Anita Cemerlang, BUMN Review (berubah
menjadi Business Review), Dejavu, Dharmala, Editor, E-Net, Foto Media, 
Gamma, Garda, Highlights Cafe, Hoplaa, Indonesian Business, Jakarta-Jakarta, 
Kapital, 
Komoditas, Lajang, Look, Mode, Musik, Neo, News Musik, Nyonya Rumah, 
Pantau, Panyebar Semangat, Pilar, Prospek, Q, S, Sarinah, Seru!, 
Si Kuncung, Tajuk, Tiara, Vista, Where To Go, Zaman.
 
Deretan news portal yang tak lagi tayang di internet:
Hanya Wanita, Lelaki, Lippo Star, Satu Wanita.
 
 
Ada yang ingin menambahkan?


Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke