________________________________________________________ BISIK-BISIK MEDIA: Ada apa di balik keriuhan media massa? 20 Mei, 2005 Klik: http://mediacare.blogspot.com _________________________________________________________ BATAM POS - newspaper 14 Februari 2000 Jawa Pos Group Pemimpin Umum: Ade Adran Syahlan Pada 22 Mei 2005 mendatang, BATAM POS akan mulai menempati gedung baru 10 lantai, sekaligus acara soft launching. Dijadwalkan, CEO Jawa Pos akan hadir. Bermula dari SIJORI POS, kini juga menerbitkan POS METRO BATAM, POS METRO KARIMUN, POS METRO BINTAN, dan koran sore BATAM NEWS. Yang belum mereka terbitkan adalah koran berbahasa Inggris untuk memasuki pasar Singapura dan Malaysia. Ekspor koran? Siapa takut?
___________________________________ BUSINESS WEEK INDONESIA - magazine PT Indomedia Dinamika - The McGraw-Hill Co. Wisma Paramuda lt. 2-3 Jl. Raden Saleh no 41, Jakarta 10330 Tel: 3190-9160 F: 3190-9166 E-mail: [EMAIL PROTECTED] Chief Editor: Majalah waralaba asal AS ini menawarkan USB Drive gratis. Caranya gampang, cukup dengan berlangganan selama 1 tahun. Setor saja uang sebesar Rp 614,250 (sudah diskon 30%). Info lebih lanjut, silakan hubungi (021) 319-09160. ___________________________________ MODAL - magazine inspirasi bisnis - peluang usaha - bisnis syariah Hotline: 791-90005 f: 798-7901 email: [EMAIL PROTECTED] Pernahkah Anda menerima email dari orang tak dikenal yang langsung bertanya: "Anda kenal Anne Ahira?" Mojang Priangan lulusan bla bla bla bla.... Walau artikel tentang Anne Ahira Dewi yang pernah muncul di rubrik Persona KOMPAS (tulisan karya Tjahja Gunawan) beberapa waktu lalu sempat menimbulkan polemik dan memunculkan tanda tanya besar karena dimuat di koran yang amat menjaga prestise, majalah MODAL edisi 28 (Mei 2005 Cover: Jusuf Kalla) pun ikut menyanjung-nyanjung Anne sebagai 'internet marketer' yang mampu menorehkan fenomena kesuksesan. Judulnya: "Cara cerdas mendulang uang lewat internet". Plus sajian tips & trik mendulang uang lewat jaringan maya tersebut. Rupanya kasus QSAR, G-Cosmos dan Probest yang bisnisnya membesar karena berhasil 'digelembungkan' oleh beberapa media massa tak juga dijadikan pelajaran berharga. Masih saja media massa kita begitu 'silau' oleh 'sebuah bintang meteor'. Kala meteor itu menghunjam ke bumi dan sinarnya memudar, begitu gampangnya mereka cuci tangan - seolah tak punya rasa bersalah karena sudah mengelabui masyarakat yang tergiur menanamkan duitnya. Masih banyak masyarakat kita yang 'pinter-pinter tapi bodoh' dan 'bodoh-bodoh tapi pinter', mbok ya jangan dikelabui... =============================== PERSONA KOMPAS: Anne Ahira Minggu, 20 Maret 2005 BANYAK orang tak menyangka bahwa dari sebuah sudut pinggiran kota Bandung, yang menjadi pusat industri tekstil Bandung, mencuat nama Anne Ahira (25) ke tingkat forum internasional. Padahal, ia sekolah bisnis di luar negeri pun tidak. Namun, gadis Banjaran lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bandung ini, berhasil menyejajarkan dirinya dengan para internet marketer dunia dalam kurun waktu dua tahun saja. Jangan menyangka kalau Ahira adalah pewaris usaha dari seorang konglomerat atau berkantor di sebuah perusahaan besar di gedung-gedung pencakar langit. Yang ia kerjakan hanyalah menjalankan internet marketing lewat sebuah komputer dalam rumahnya di Banjaran, Kabupaten Bandung. Semua itu ia kerjakan mempelajari bisnis internet marketing secara autodidak serta tentu saja melalui proses trial and error yang cukup melelahkan dan menghabiskan banyak uangnya yang didapat dari aktivitas mengajar bahasa Inggris ketika masih menjadi mahasiswa STBA di Bandung. Di dunia online Ahira terkenal sebagai internet marketer sukses. Dia adalah salah satu pengarang buku 30 Days To Internet Marketing Success. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia-terkenal sebagai buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003. Omzet penjualan buku ini mencapai lebih dari 340.000 dollar AS hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan. Ahira juga pernah diwawancara oleh Advance Vision Marketing America mengenai "Internet Marketing Prophecies". Perusahaan ini hanya memilih delapan orang internet marketer terbaik dari seluruh dunia. Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil wawancara ini kemudian dijual Advance Vision Marketing America seharga 97 dollar AS per kopi. Selain itu, Ahira adalah pendiri Elite Team International. Kurang dari empat bulan, anggotanya telah menyebar ke lima benua. Ahira menjadi otak strategi marketing bagi 1.000 anggota Elite Team yang kini tersebar di 84 negara. Secara rutin Ahira juga membuat newsletter untuk www.TheBestAffiliate.com. Newsletter berisi tips-tips strategi internet marketing ini dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing yang tersebar di 120 negara. Dan belum lama ini, Ahira terpilih menjadi "12 World�s Super Affiliate" tahun 2004 (lihat www.SuperAffiliateConfessions.com). Perkenalan Ahira dengan dunia online dimulai sejak bulan Desember 2001. Kakak iparnya adalah orang pertama yang mengenalkannya pada dunia tanpa batas ini. Ketika itu kakak iparnya bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang mendapatkan ribuan dollar AS dari internet. Mendengar cerita tersebut, timbul keingintahuan Ahira, bagaimana bisa seorang anak berusia 17 tahun bisa mendapatkan ribuan dollar AS dari internet? Sejak itu Ahira berkeinginan mencari tahu mengenai dunia internet marketing. Padahal, saat itu, apa itu surat elektronik (e-mail) pun Ahira sama sekali tidak tahu. Tapi setelah mendengar cerita sepintas itu, dia seolah-olah bertekad dalam hatinya, "Jika anak 17 tahun saja bisa, berarti saya juga bisa!" Setahun pertama, hasilnya tidak seperti yang ia harapkan. Malah ia mengalami kerugian karena Ahira belajar mengenai dunia internet marketing sama sekali tanpa guru. Bahkan, ia pun sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan marketing. Dia benar-benar "newbie" di dunia online. Lewat jatuh bangun akhirnya di tahun kedua usaha Ahira mulai menampakkan hasil. Di pertengahan tahun kedua tersebut, Ahira memperoleh penghasilan yang biasanya didapat dalam kurun waktu bertahun-tahun melalui bisnis konvensional. Mengingat banyaknya trial and errors yang dijalani selama belajar, Ahira pun berniat mendirikan sebuah pusat internet marketing yang ia beri nama Asian Brain. Tempat pembelajaran informal mengenai strategi internet marketing berbasis website ini rencananya akan diluncurkan tahun 2005. Melalui Asian Brain Internet Marketing Center ini, Ahira mengharapkan bisa membantu home industry atau industri kecil, para profesional maupun orang Indonesia pada umumnya untuk belajar mengenai internet marketing dan mengembangkan bisnis mereka lewat internet. Selain diharapkan bisa berdampak membuka lapangan pekerjaan baru, juga bisa meningkatkan devisa Indonesia. Ahira juga berharap internet marketing center-nya ini bisa mengubah kesan dunia bahwa orang Indonesia bisanya hanya menipu melalui internet. Ahira merasa yakin internet marketing adalah bisnis berprospek cerah di abad ke-21 ini. Mengingat siapa saja bisa menjadi seorang internet marketer dengan investasi uang yang relatif lebih murah dibandingkan bisnis offline. Apalagi jika didukung dengan komitmen dan kerja keras, maka sukses besar telah menanti. Tak mengherankan jika Ahira mengungkapkan teman-temannya yang bekerja sebagai pegawai pom bensin atau pun "pizzaman" berhasil menjadi miliuner internet (ingat dalam dollar AS!) dalam kurun waktu 5-10 tahun. Tak menutup kemungkinan masa depan ini juga menjadi milik orang "kampung" seperti dirinya yang baru menekuni internet marketing lebih dari dua tahun terakhir ini. "Cita-cita saya adalah �pensiun� sebelum umur 30 tahun. Retire within years, not in decades." Berikut pertikan wawancara Kompas dengan Ahira di rumah orangtuanya di Jalan Bojong Sereh Banjaran, Bandung. BISA diceritakan bagaimana mengawali karier sebagai internet marketing? Saya orang kampung yang dua tahun lalu sama sekali tidak tahu apa-apa tentang internet apalagi internet marketing. Memang banyak orang yang tidak percaya. Kapan mulai mengenali dunia internet? Teman saya, Didit Ahadiat, salah satu mahasiswa yang kerja paruh waktu sebagai penjaga warnet (warung internet-Red). Dia adalah orang pertama yang mengajarkan saya tentang bagaimana cara membuat e-mail di Hotmail. Sekarang dia menjadi teknisi saya. Pada saat yang bersamaan, saya selalu percaya diri, tanya orang sekitar yang juga sedang main internet terutama mereka yang biasa chatting. Saya selalu memohon, "Tolong ajarin saya bagaimana cara membuat uang di internet?". Mendengar itu, hampir semua teman menertawakan saya. Mereka menyebut saya sedang mimpi. Apa pekerjaan Anda saat itu? Saya mengajar paruh waktu dari sejak kuliah tingkat satu. Namun, setelah tingkat dua, saya sering dikontrak oleh perusahaan-perusahaan tekstil, seperti Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex, Korin, Hanil Global Textile Industry, dan banyak lagi perusahaan lainnya untuk mengajar bahasa Indonesia untuk pegawai asing mereka. Saya juga mengajar anak-anaknya yang belajar di International School, saya mengajar matematika, science, drawings, juga bahasa Inggris untuk orang Indonesia. Setiap mengajar, saat itu saya dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per jam. Untuk ukuran mahasiswa cukup besar dan setiap bulan saya bisa menghasilkan 1.000 dollar AS. Tapi sebelum mengajar, saya juga pernah bekerja secara sampingan, menjadi cleaning service, bahkan pernah menjual buku cerita untuk anak. Saya waktu itu berjalan kaki keliling dari rumah ke rumah. Sampai akhirnya datang ke satu rumah, dan seorang ibu menawarkan saya, daripada saya jalan-jalan siang kepanasan dan keliling, mending mengajar anaknya bahasa Inggris. Sejak itu saya menjadi guru. Lalu apakah yang melatarbelakangi Anda tertarik mendalami dunia internet? Adakah yang mengilhaminya? Sejak sekolah dasar saya sudah mandiri dan membantu orangtua berjualan pisang goreng atau es. Kalau berangkat ke sekolah, saya bawa tas besar tiga buah, satu untuk buku, dan dua untuk jualan pisang. Saya selalu bilang sama Mama saya, kalau saya sudah besar nanti, saya enggak mau kerja capai, saya mau kerja di rumah, liburan kapan aja boleh, keliling dunia, ke mana aja boleh, duit banyak, ha-ha-ha�. Mama saya sering bentak saya, "Jangan bermimpi, kalau Bapak kamu punya pabrik mungkin kamu bisa seperti itu, tapi Bapak kamu hanya karyawan pabrik biasa, dan Mama kamu hanya tukang gado-gado. Kalau kamu mau hidup lebih baik, belajar saja yang betul dan harus pitar". Itu adalah kata-kata yang sering ibu saya lontarkan. Jadi, saya berusaha untuk pintar di sekolah dan saya sering jadi juara kelas. Ibu saya juga suka bilang, kalau saya mau keliling dunia, tahap pertama adalah belajar bahasa Inggris. Saya belajar bahasa Inggris dari SD yang pada saat itu orang kampung menilainya "aneh". Untuk apa belajar Inggris? Mereka pikir hanya buang-buang uang. Tapi saya selalu berpikir itu modal untuk keliling dunia. Jadi, sejak SD saya sudah bisa bicara lancar bahasa Inggris karena kursusnya sama orang Belanda. Hingga pada saat kuliah saya mengerti dan sempat berpikir, mungkin mengajar adalah jalan hidup saya. Tapi dalam hati saya sering mengatakan bahwa sebenarnya otak saya bisa digunakan lebih dari sekadar mengajar. Sampai pada suatu hari waktu makan siang, kakak ipar saya bercerita bahwa ada anak umur 17 tahun di Amerika ada orang yang bisa menghasilkan ribuan dollar dari internet. Saya cukup terkejut, dan terus penasaran. Padahal, kakak ipar saya sendiri tidak tahu internet itu seperti apa, bahkan sampai sekarang dia tidak tahu bagaimana cara mengirim atau membuat e-mail. Dia hanya tahu satu situs: www.yahoo.com. Kakak ipar saya seorang petani ayam, yang sekarang bekerja bareng sama ayah saya mengurus ayam orang lain di kampung. Tapi dari cerita dia, saya sangat terilhami, dan besoknya saya langsung pergi ke warnet untuk pertama kalinya dan cari tahu bagaimana cara membuat uang di internet. Apakah modal yang dimiliki waktu itu? Modal ingin tahu saja dan modal nekat. Waktu saya pertama duduk di depan internet, saya enggak tahu apa-apa dan harus ngapain. Saya tidak tahu situs mana yang harus saya kunjungi, bahkan saya tidak tahu "search engine" itu apa. Dan e-mail pun saya tidak tahu. Apakah lika-liku yang dihadapi saat memulai itu semua? Banyak sekali. Banyak hal sedih yang saya lalui. Hampir semua orang di sekeliling saya tidak percaya apa yang saya kerjakan, mereka berpikir saya aneh dan "gila" karena mereka pikir saya hanya buang-buang uang. Padahal, bagi saya teka-teki belum terpecahkan dan saya tidak akan menyerah. Apakah profesi ini cukup menjanjikan di masa depan? Sangat menjanjikan dan akan menjadi sesuatu yang justru lebih menjanjikan daripada bekerja secara offline. Mengapa? Sebab target market-nya dunia. Sementara kalau bekerja secara offline, Anda hanya bisa mengerjakan satu atau dua pekerjaan, kecuali kalau mempunyai pegawai. Tapi kalau online, Anda bisa mengerjakan 10, 30, 40 pekerjaan, dan semuanya hanya memerlukan set up satu kali tapi bisa menghasilkan terus- menerus. Contoh seperti Elite Team, saya hanya membuat training 30 hari satu kali, tapi di pakai orang bisa secara unlimited dan mereka yang baru terima training dari saya akan merasa training itu seperti baru. Bahkan dengan cara online, saya bisa mengajar sambil tidur-tiduran. Bagaimana Anda bisa meraup penghasilan demikian besar melalui internet? Untuk menjual satu produk, saya perlu waktu katakanlah satu bulan. Sebenarnya bisa menjual beberapa produk dalam sebulan karena saya selalu sibuk balas e-mail dari klien atau elite team. Sehingga saya menargetkan menjual satu produk dalam satu bulan. Waktu ini dipakai untuk riset, membuat situs, strategi marketing, dan lain-lain. Katakanlah untuk produk A saya set up bulan Januari, saya bisa dapat, misalnya 500 dollar AS per bulan. Bulan berikutnya saya set up dan jual produk B, dan saya juga dapat katakanlah 500 dollar AS juga per bulan. Saya masih dapat komisi dari produk A yang saya set up bulan sebelumnya dan tambahan dari produk B. Dan, saya terus mencari produk lain yang bisa dijual. Jadi Anda bisa membayangkan, bila setahun kita bisa menjual 10 produk yang berbeda, pada titik tertentu kita bisa mendapatkan lebih dari 5.000 dollar AS per bulan. Bahkan bisa jadi, produk A malah menghasilkan 3.000 dollar AS per bulan setelah 10 bulan. Itu sebabnya banyak internet marketer yang berpenghasilan heboh hanya dalam jarak beberapa tahun. Itu terjadi karena mereka telah mempunyai sistem marketing yang bisa berjalan sendiri dan menghasilkan uang bulan per bulan. Selesai satu buat yang lain, yang lain, dan yang lain... Apakah cita-cita Anda selanjutnya? Saya mau membuat sekolah internet marketing online yang akan saya beri nama "Asian Brain Internet Marketing Center". Saya mau sharing ilmu saya dengan orang Indonesia, untuk belajar internet marketing dan menjaga supaya mereka tidak habis uang sebanyak yang saya keluarkan dulu waktu mulai belajar sendiri soal internet marketing. Saya sangat ingin mengubah ketakutan orang Indonesia berbisnis online. Padahal, sebenarnya di situ sama dengan ladang emas. Internet marketing telah mengubah banyak hidup orang. Kita tidak perlu datang dari keturunan konglomerat. Contoh nyata saja saya, saya tidak mengada-ada, saya ini orang kampung, meski diam di rumah, tapi bisnis internasional he-he.� Sekarang saya bisa pergi ke mana saja dan kapan saja. Meski saya tidur, komputer saya sudah jadi seperti mesin pencetak uang. Dan saya yakin, banyak orang Indonesia yang bisa seperti saya atau bahkan lebih. Apakah nasihat Anda untuk mereka yang ingin menggeluti profesi seperti Anda? Apakah syaratnya? Dan modal apa yang harus disiapkan? Banyak orang menyerah baru beberapa bulan karena dia mau dapat uang cepat. Itu sikap mental yang sangat salah. Jangan spam orang. Itu sangat mengganggu dan sangat tidak profesional. Saya banyak mendapatkan e-mail dari orang Indonesia yang tiba-tiba mengirim e-mail dan mengajak saya untuk berbisnis. Di Amerika Serikat orang seperti itu bisa dihukum lima tahun penjara. Tapi jangan mentang-mentang di Indonesia belum ada hukum untuk "spam e-mail", maka bebas spam orang atau "harvesting". Sejujurnya dengan begitu Anda tidak akan kaya melalui cara seperti itu. Saya belum pernah mendengar spammer kaya atau menghasilkan ribuan dollar dari internet. Jadi belajar dengan cara yang baik, dan berusaha untuk menjadi seorang internet marketer yang profesional. ANNE Ahira atau yang akrab dipanggil Ahira/Hira, lahir 28 November 1979. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Hj Aas Asiah dan H Sobur Sodikin. Semua saudaranya perempuan. Motto hidup Ahira: "Kekayaanku yang sejati adalah apa adanya aku, bukan apa yang kumiliki". Ahira menyelesaikan pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) di Bandung. Ia lulus dengan predikat cum laude. Ketertarikan Ahira pada bahasa asing sudah sejak SMA. Berbagai sertifikat diraihnya lewat kursus bahasa asing, seperti bahasa Jerman dan Inggris. Bukan itu saja, belasan sertifikat lainnya dari kursus akuntansi, komputer, menggambar, olahraga, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya, ia pun sudah tak ingat lagi, apa saja kursus yang pernah diikutinya. Untuk bertemu dan melakukan wawancara langsung dengan Ahira butuh lama karena dia sering berada di luar negeri. Saat wawancara dengan Kompas, Ahira berulang kali menyatakan bahwa dirinya orang kampung yang tinggal di Jalan Bojong Sereh, Banjaran, Bandung. "Saya ini orang kampung," katanya sambil tertawa. Kalau ditanya cita-cita, Ahira akan menjawabnya dengan mantap, "Retire within years, not in decades." Pewawancara: TJAHJA GUNAWAN MOD: isi artikel ini bagai 'pinang dibelah dua' dengan artikel di Tabloid TOKOH dan www.tokohindonesia.com. Begitu juga berbagai artikel yang dimuat oleh beberapa media cetak sebelumnya, isinya sami mawon, tak ada yang menukik - baik advertorial (baca: advertising editorial). Saya asumsikan, jejaring Anne Ahira menggunakan jasa seorang 'konsultan humas' - entah resmi entah tidak. Siapa dia? Siapa mereka? ================= KOAR-KOAR DARI PENGIKUT ANNE AHIRA (disebarkan ke ratusan kanal dan milis): discovertheonlinewealth email: [EMAIL PROTECTED] Berita heboh! Baca KOMPAS hari ini (Minggu, 20 Maret 2005), halaman 16. mengenai perjalanan Anne Ahira seorang mojang Bandung yang mampu berpenghasilan ribuan dollar dari internet sebagai internet marketer PROFESIONAL. Kita pun bisa seperti dia, untuk memulai bisnis online. Anda tidak memulai dari NOL tetapi sudah ada 30 hari training yang akan membantu kita menuju kesuksesan di bisnis ini. Untuk keterangan lebih lanjut baca KOMPAS hari ini dan kunjungi www.discovertheonlinewealth.com ================= Rubrik Persona Kompas Minggu, 20 Maret 2005 membuat saya terpesona. Mengulas sosok muda fenomenal sekaligus kontroversial: Anne Ahira. Mojang Bojong Sereh, Banjaran, Bandung. Saya tak membahas siapa itu Ahira berikut kesuksesannya yang di beberapa blog sudah menjadi debat panas, terkait spam dan scam. Saya ingin mengutarakan unek-unek sesaat setelah membaca rubrik itu. Kompas menulis, Anne Ahira adalah seorang internet marketer yang sukses dengan berbagai tantangan di masa awal, dan bergelimang dolar (mata uang yang digunakan dalam bisnis tersebut) setelah berjibaku selama dua tahun. Satu hal yang tidak saya temukan dalam wawancara itu adalah: karena si tokoh seorang internet marketer, penjual di medan virtual, pasti ada yang dijual. Nah, itu yang tak saya temukan dalam sekian panjang wawancara. Apa yang dijual oleh si tokoh: barang atau jasa. Kalau barang, barang apa, kalau jasa, jasa untuk apa. Saya menanti pertanyaan itu sejak tahu profesi si tokoh di pembuka tulisan. Rupanya, saya harus memendam pertanyaan itu sampai tulisan pungkas. Menurut saya, informasi tentang si tokoh yang fenomenal itu memang penting diketahui publik, tapi analitis terhadap seluk-beluk tokoh adalah unsur tak kalah pentingnya. Dari sana pembaca akan mendapat informasi yang utuh. Setelah membaca ulang rangkaian pertanyaan dalam rubrik itu, saya punya kesan, wawancara Kompas tertumpu pada plot yang menjadi FAQ si narasumber (semoga ini keliru). Memang, Persona adalah rubrik soft, tapi, lagi-lagi dalam hemat saya, analitis dalam mengeksplorasi tokoh adalah bagian penting. Terlebih hal tersebut memiliki relevansi sangat erat, seerat lepat dengan daun. Salam, Rul ============== Saya baca profil Anne Ahira di Kompas, 20 Maret 2005. Kesimpulan saya: 1. Penulis artikel lemah daya pikir dan tidak punya kemampuan investigasi. Ini terlihat dari tulisan yang hanya deskripsi bombastis Anne Ahira tanpa ada pertanyaan dasar dari sebuah bisnis: apa produknya, berapa aset/omzet, dan marjin laba. Sekali si penulis nanya tiga hal itu, maka dia akan tahu Anne Ahira adalah pelajaran pertama manajemen standar: Bullshit may get you to the top, but it won't keep you there. (lihat "MANAGEMENT LESSON" di http://www.mobileguru.co.uk/Jokes/management.txt) 2. Penulis tidak belajar dari kegagalan rekan-rekan jurnalis lemot yang sebelumnya juga pernah menulis cerita-cerita bombastis sejenis. Belajarlah dari pengalaman! Majalah SWA pernah promosikan QSAR! Tapi sebagai sebuah majalah bisnis, si wartawan tidak memiliki logika dasar bahwa: kalau investasi di PT QSAR (dan sejenisnya) sedemikian menguntungkan dan resiko rendah, mengapa tidak ada lembaga keuangan formal (bank, leasing, dan sejenis) yang menawarkan pendanaan? Perlu beberapa tahun untuk membuat PT QSAR kolaps. PT QSAR sendiri pada awalnya memang melakukan invetasi di sektor riil. Sayang karena tambahan uang investor baru tidak berimbang dengan ekspansi usaha (dan pemasaran produk), PT QSAR berubah jadi money game. Kompas pernah memuat iklan G COSMOS. Meskipun sudah diingatkan via surat pembaca, cuek aja. Yang penting dapat duit iklan. Demikian mungkin pikir pengelola Kompas. Toh kalo ada yang rugi, cuma pembaca! Lucunya, sodaranya Kompas, yaitu Kontan mengkritisi G Cosmos. Tawaran Untung Besar dari G System, (Kontan, EDISI 33/V Tanggal 14 Mei 2001), lihat; http://www.kontan-online.com/05/33/investasi/inv3.htm Hampir dua tahun kemudian, Kompas memuat artikel: 25.000 Orang Tertipu, Rp 50 Miliar Melayang (Rabu, 06 Maret 2002). lihat: http://www.kompas.com/wartakota/news/0203/06/222711.htm Saya tidak bisa menemukan dokumen yang menunjukkan KOMPAS minta maaf kepada pembacanya karena telah terlibat dalam mempromosikan penipuan oleh G Cosmos tersebut. Selain SWA dan Kompas, Republika dan Media Indonesia juga tidak luput dari kebodohan reporternya. Kali ini yang dipromosikan Probest. Bebas Finansial di Usia Muda (Republika, Sabtu, 15 Juni 2002), (lihat: http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=78746&kat_id=3 note: link sepertinya sudah dihapus, setelah capek saya protes) lihat kumpulan lain: http://www.geocities.com/harmuk/links.html Kemudian Probest terbongkar kedoknya. Lagi-lagi, berbagai media yg mempromosikan Probest itu lalu pura2 tidak tahu peran mereka dalam mendukung penipuan dengan metode multi-level-marketing money game. Yang paling mengejutkan ketika liputan-liputan penipuan Probest muncul, tidak ada teman-teman wartawan yang menyebut nama tokoh Meirizal. Saya perkirakan itu terjadi karena Meirizal adalah teman si wartawan juga. Sebagai mantan aktivis 'Institut Studi Arus Informasi' (ISAI), 'Aliansi Jurnalis Independen' (AJI), dan juga Redaktur Pelaksana Majalah D&R, tentunya Meirizal dirasakan sebagai teman seperjuangan yang harus dilindungi meskipun telah menipu banyak orang. Belakangan, muncul kasus penculikan Hegel, anak si Meirizal. Lagi-lagi mayoritas media membela Meirizal, tanpa melakukan penyelidikan/analisa tentang apa sebenarnya yang terjadi. Hanya deskripsi kisah menyedihkan nasib orang tua bernama Meirizal. Seingat saya, cuma Kontan dan Majalah Trust yang sempat menyinggung pemicu penculikan si manis Hegel: penipuan oleh bapaknya! Lihat: Penipuan: Dari Emas ke Penjara http://www.majalahtrust.com/verboden/verboden/404.php Investor Marah, Bocah Diculik http://www.majalahtrust.com/verboden/verboden/334.php Dari contoh yang ada, tidak selalu media gagal mengkritisi mlm-money game. Saya lihat Kontan dan Tempo cukup kritis. Meskipun masih ragu-ragu dalam membongkar kebusukan mlm-money game. Misalnya yang terbaru lihat Kontan no 24, tahun IX, 21 Maret 2005, mengenai tipu-tipu voucherkey.com. Boleh jadi ini karena Tempo memang punya tanggung jawab sosial sama masyarakat yang lebih besar dibandingkan media lain. Sedangkan Kontan, reporternya memang orang-orang yang punya latar pengetahuan ekonomi yang cukup baik (baca: kualitas SDM). Dari pengalaman pribadi mengingatkan kasus PT QSAR, Probest, Meirizal gate, dan yang sejenisnya ( Voucher Key, http://www.voucherkey.com, Imperial Fund, http://www.imperialfund.com, dll) melalui media surat pembaca, opini, atau surat informal ke editor, saya sadar betapa sia-sianya membicarakan hal mlm money game ke media-media di Indonesia. Maklum, umumnya pengelola lemot! Juga capek posting hal yang sama berulang kali di berbagai milis (contoh: PROBEST; Sebuah Perbandingan, http://groups.yahoo.com/group/economist/message/1299. Emang saya nggak punya kerjaan lain. Belum lagi kalau email saya dispam oleh pendukung mlm money game. Jadi ketika KOMPAS memuat cerita Anne Ahira, saya lebih memilih diam dan menunggu teman-teman aktivis anti mlm money game dan anti spam yang respons. Berikut contohnya: Persona Anne Ahira di Kompas http://yulian.firdaus.or.id/2005/03/22/persona-anne-ahira-di-kompas/ Anne Ahira Bukanlah Pahlawan http://priyadi.net/archives/2004/09/10/anne-ahira-bukanlah-pahlawan/ Sanggahan Untuk Anne Ahira Ada Di Majalah Tempo http://priyadi.net/archives/2004/10/01/sanggahan-untuk-anne-ahira-ada-di-majalah-tempo/ Seandainya wartawan/editor Kompas baca Tempo, saya yakin dia akan berhati-hati dalam menulis profil Anne Ahira. Dan bila wartawan/editor bisa pakai itu yang namanya Google, pasti diinvestigasi dulu siapa sebenarnya Anne Ahira. Seperti sudah saya bilang, tanya saja ke Anne: 1. apa produknya? 2. berapa omzetnya? 3. berapa marjin laba? Pasti Anne Ahira akan bilang: "Rahasia! Anda harus bayar US$ 50 dulu, baru boleh tahu." Dan bila ada ribuan orang tolol yang percaya, maka Anne Ahira akan segera pensiun dengan mengeruk harta kekayaan orang lain. Sedangkan sebagian besar orang-orang tolol akan pensiun juga: dengan kemiskinan. Saya selalu bilang ke mahasiswa saya bahwa di Indonesia permintaan kebohongan/kebodohan paling tinggi. Karena itu penawaran kebohongan/kebodohan juga paling tinggi. Supplier utama kebodohan/kebohongan itu adalah: media, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, dan tentunya pemerintah juga. Seperti kata Keynes: Demand creates its own supply! Jadi buat teman-teman reporter yang banyak lemot-nya, tolong diselidiki dulu sebuah kasus secara mendalam sebelum ikut-ikutan mempromosikan penipuan mlm-money game. salam, rz anti mlm-money game, yang lagi kesal ama BCA karena dicuekin ketika melaporkan penipuan arisan berantai yang menggunakan jaringan ATM BCA! ================ Membaca analisis mlmwatch, praktik yang dilakukan anne jelas bukan mlm. ia tak jual produk, sehingga bonus didapat dari uang pendaftaran yang begitu besar. artinya, perlu injak kaki orang di bawahnya hingga dapat bonus. Milis MLMWatch Indonesia melakukan aksi prihatin terhadap skema bisnis Anne Ahira dengan ELITE TEAM. Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi milis MLMWatch Indonesia: http://groups-beta.google.com/group/id-mlmwatch AKSI PRIHATIN TERHADAP SKEMA BISNIS ANNE AHIRA Kami, warga masyarakat dan komunitas Internet, merasa PRIHATIN terhadap model bisnis yang diterapkan oleh ANNE AHIRA. Kami keberatan bahwa bisnis ini diasosiasikan dengan melakukan marketing di Internet. Marketing yang dilakukan di Internet sebenarnya adalah sesuatu yang baik dan wajar asalkan dilakukan dalam batas-batas etika dan kewajaran. Setelah melakukan penyelidikan, kami berkesimpulan bahwa bisnis ini hanyalah sebuah PRAKTIK SKEMA PIRAMIDA yang dibungkus dengan istilah Internet Marketing. Hal ini jelas terlihat dari apa yang harus dilakukan oleh setiap anggota ELITE TEAM, yaitu merekrut empat anggota baru. Skema piramida sejatinya merupakan penghisapan oleh segelintir individu terhadap banyak orang. Menurut kami, Internet tidak perlu dikotori dengan pemasaran dari bisnis tidak jelas seperti itu. Silakan melakukan pemasaran via Internet sejauh masih dalam batas-batas kewajaran dan bisnisnya adalah bisnis yang baik dan jelas. Lebih jauh lagi, kami melihat bahwa Elite Team menawarkan JANJI YANG MENYESATKAN, yaitu menyatakan bahwa tujuan Elite Team adalah agar semua anggota Elite Team memperoleh penghasilan $6.688 per bulan, dan bahwa ini adalah tujuan yang realistis. Tetapi realitanya adalah: seandainya semua anggota Elite Team bekerja keras dan teguh pada regimen Elite Team, hanya 1 dari 341 orang, atau 0,29%(!) yang memperoleh $6.688 per bulan. Sangatlah jauh dari apa yang diakui sebagai tujuan realistis Elite Team. Produk yang ditawarkan Anne Ahira/EliteTeam adalah KEANGGOTAAN representative (rep.) di Financial Freedom Society, Inc. (FFSI), di mana setiap rep. harus membayar $54,95 per bulan kepada FFSI. Setiap rep. memperoleh komisi dari menjual keanggotaan FFSI ke orang lain sehingga menjadi rep. baru. Orang yang direkrut ini disebut sebagai affiliate, atau di MLM lain dikenal dengan nama downline, dan setiap rep. juga memperoleh komisi dari penjualan yang dilakukan oleh downline-nya sampai empat tingkat downline. Selain dari keanggotaan FFSI, boleh dibilang TIDAK ADA PRODUK ATAU JASA YANG DIJUAL OLEH ANNE AHIRA DAN ELITE TEAM. Dalam sistem Elite Team, besar penghasilan bulanan seorang anggota tergantung dari jumlah downline FFSI-nya dan bagaimana struktur downline tersebut karena tidak ada atau hampir tidak ada penghasilan seorang anggota Elite Team selain dari komisi FFSI. Dengan perhitungan satu anggota mendapatkan 4 anggota baru, seperti yang dipraktikkan oleh Elite Team, maka hanya dalam 17 tingkat piramida jumlah anggota keseluruhan menjadi sebanyak 5.73 miliar. Sedangkan jumlah populasi manusia keseluruhan di dunia hanyalah 6.4 miliar. Jika seluruh 5.7 miliar manusia tersebut mengikuti program ini, maka hanya 89 juta orang yang akan berpenghasilan $6.688 per bulan. Sementara 5.3 miliar lainnya merugi! Dengan demikian kami MENGHIMBAU MASYARAKAT INTERNET UNTUK TIDAK MUDAH TERJEBAK OLEH IMING-IMING KEKAYAAN yang dijanjikan oleh Anne Ahira, Elite Team maupun pihak-pihak lainnya. Kami berharap masyarakat Internet bisa menyadari adanya model bisnis semacam itu sehingga dapat lebih waspada. Kepada REDAKTUR MEDIA MASSA juga kami berharap untuk selalu melakukan INVESTIGASI terlebih dahulu ketika membahas bisnis-bisnis yang tidak memiliki kejelasan seperti itu agar nantinya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai promosi terselubung. Internet, 28 Maret 2005 ======================= JALANSUTRA ONLINE www.jalansutera.com Anne Ahira Raih Penghargaan Insan Kreatif 2005 Nelangsa sekali rasanya ketika membaca tabloid Cek & Ricek No. 350 th VII yang terbit Rabu 11 Mei 2005 kemarin. Di halaman 30 tabloid infotainmen itu ada sebuah berita kecil yang bikin hati menjadi kecut. Ternyata, Anne Ahira bersama Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali (bidang pemasaran) diberi penghargaan sebagai Insan Kreatif 2005. Pemberi penghargaan ini adalah Mal Puri Indah bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Kreativitas (YPK) Indonesia. "Penghargaan ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi tokoh masyarakat maupun warga Indonesia yang lain akan pentingnya kreativitas dalam kehidupan sehari-hari," kata Seto Mulyadi selaku ketuan umum YPK. Pemberian penghargaan ini telah dilakukan di Center Court Mal Puri Indah, Minggu 1 Mei yang lalu. Menyetarakan Anne Ahira dengan Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali? Mereka pasti tidak tahu apa yang mereka lakukan�.. 4 Comments | Add your own 1. enda | May 12th, 2005 at 8:27 am Anne Ahira (AA) disejajarkan dengan Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali? Jadi seolah-olah AA adalah tokoh sekaliber mereka..haha�. Jadi pelajaran nih, kalo nerima award jangan sembarangan, liat juga siapa lagi para penerimanya. 2. andri | May 12th, 2005 at 4:14 pm Kok mau yah Hermawan Kertajaya, Rhenald Kasali disamakan dengan Anne Ahira? 3. idban | May 12th, 2005 at 4:15 pm Kasus kayak gamenya MURI 4. anti anne ahira | May 13th, 2005 at 6:58 am Anne Ahira kreatif? Kok bisa? Kreatif dari mana? Kreatif bikin bisnis arisan berantai? Jelas-jelas itu bukan ide Anne Ahira! Dia cuma jadi kaki dan perpanjangan tangan FFSI.com dari Amerika. Yang ada, bisnis Anne Ahira adalah penyedotan devisa RI ke Amerika�Bravo untuk JalanSutera yang berani mengangkat "problem kecil" ini. ____________________________________ NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA - magazine Rp 40,000 Jl. Panjang 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530 021-5330170 ext 33590 IGG Maha Adi, wartawan semi senior Majalah TEMPO, 'loncat pagar' ke majalah NATIONAL GEOGRAPHIC edisi Bahasa Indonesia. Email barunya: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________ NIRMALA - magazine 40,000 copies Jl. Bunga Sepatu no 3, Ciputat, Jakarta Selatan Chief Editor: Andang Gunawan Majalah gaya hidup sehat alami ini terpilih menjadi 'official media' untuk Business Class di penerbangan Garuda Indonesia. Selain NIRMALA, bisnis penerbitan yang dirintis pakar 'food combining' Andang Gunawan ini juga menerbitkan majalah SANTAP. Suaminya, Maxi Gunawan, pernah juga menerbitkan majalah NEWS MUSIK yang digawangi mas Bens Leo, namun akhirnya kandas di tengah jalan. Mereka bilang: "Itu majalah sudah lama tewas". Connie Kohar - Manajer Iklan 0811-908741 Sebagian info dari: Astari Herman MindShare Jakarta Tel:+62 21 5291 6397 Fax:+62 21 5291 6333 [EMAIL PROTECTED] ____________________________________ OTO - news portal www.oto.co.id Page view: CPM: Portal khusus permobilan. Isinya cukup informatif. Digawangi oleh Eri Haryoko, mantan editor sebuah majalah otomotif. Sebagai catatan, mas Eri juga menjabat sebagai ketua Forwot (Forum Wartawan Otomotif). ____________________________________ SEPUTAR INDONESIA - newspaper Jakarta Koran milik kelompok RCTI yang bakal segera diluncurkan, entah kapan. Ada yang tahu? ____________________________________ SINAR HARAPAN - newspaper Komisaris Utama: Aristides Katoppo Chief Editor: Daud Sinjal Koran sore yang kian berkibar ini sempat dibredel di era Soeharto. Kini SINAR HARAPAN kembali tampil dengan gaya khasnya, dimana para dedengkotnya berasal dari eks SINAR HARAPAN tempo doeloe. Berkantor di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat. Sedangkan koran sore SUARA PEMBARUAN yang dulu didirikan menggantikan SINAR HARAPAN, masih berkantor di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Info dari: Pardamean Sitompul - email: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________ SUARA HIDAYATULLAH - magazine www.hidayatullah.com 50,000 copies Rp 13,000/copies email: [EMAIL PROTECTED] Chief Editor: Saiful Hamiwanto Majalah ini lahir dari sebuah pesantren bernama Pondok Pesantren Hidayatullah di Balikpapan. Dalam perkembangannya, majalah ini kini telah beredar secara meluas di seantero Indonesia. Sebagian besar isi majalah ini berupa kajian Islam yang berorientasi pada penegakan Tauhid dan Syariat Islam. Info dari: Ahmad Damanik - email: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________ RAGAM KOMENTAR ADE ADRAN SYAHLAN - email: [EMAIL PROTECTED] Salam hormat, Saya baca info tentang Bisik-bisik Media. Sangat menarik. Sekadar info, SIJORI POS yang masuk dalam list koran yang tak lagi terbit, sudah ganti nama menjadi BATAM POS. ANA - email: [EMAIL PROTECTED] Bisik-bisik Media membantu banget. Tolong lebih dikomplitin lagi. Media ekonomi (seperti Infobank) belum tercover tuh. Media cewek juga. Media remaja, media olahraga (termasuk media otomotif yang makin rame), media yang terbit di daerah, media budaya & sastra (seperti Horison), dll. Jangan cuma media hiburan yang dikulitin panjang lebar ... :-) LUTHFI MADJID - email: [EMAIL PROTECTED] Oh wow...good information, terimakasih banyak dan really appreciate atas informasinya. Ngebantu banget buat kita-kita yang udah lama nggak tahu tentang perkembangan media massa di Indonesia...karena udah lama di negeri orang...... ASTARI HERMAN - email: [EMAIL PROTECTED] Sekadar info, majalah NIRMALA masih terbit kok. ____________________________________ INFO Anda punya info terbaru atau mau berkomentar tentang kiprah media massa atau awaknya? Kirimkan ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________ KUBURAN MEDIA Bagaimana kalau kita bikin 'media cemetery'? Pemakaman khusus untuk media massa yang sudah tutup. Siapa saja boleh melayat alias berkunjung, dan begitu pusaranya diklik, akan muncul artikel-artikel yang pernah dimuat di media bersangkutan. Sepertinya di AS atau Eropa yang selalu kita tiru wahana semacam ini belum ada..... Deretan Surat Kabar (Koran) yang tak lagi terbit: Angkatan Bersenjata, Bandung Pos, Berita Buana, Berita Yudha, Detik, Indonesian Observer, Indonesian Times, Jurnal Indonesia, Koran 5, Metro, Metro Bandung (berubah nama menjadi Tribun Jabar), Moneter Indonesia, Perintis, Reporter, Sijori Pos (berubah nama menjadi Batam Pos), Sinar Pagi, Suara Bangsa, Surabaya News, Surabaya Pagi. Deretan Tabloid yang tak lagi terbit: Adil, Bintang Millenia, Citra, Dangdut, Detak, Etalase, Eva, Gita, Hawa, Jobs Indonesia, Monitor, Mumu, Mutiara Kartini, Pariwara, Peluang, Pro-TV, Tabloid O. Deretan Majalah yang tak lagi terbit: Aktuil, Amanah, Anda, Ananda, Anita Cemerlang, BUMN Review (berubah menjadi Business Review), Dejavu, Dharmala, Editor, E-Net, Foto Media, Gamma, Garda, Highlights Cafe, Hoplaa, Indonesian Business, Jakarta-Jakarta, Kapital, Komoditas, Lajang, Look, Mode, Musik, Neo, News Musik, Nyonya Rumah, Pantau, Panyebar Semangat, Pilar, Prospek, Q, S, Sarinah, Seru!, Si Kuncung, Tajuk, Tiara, Vista, Where To Go, Zaman. Deretan news portal yang tak lagi tayang di internet: Hanya Wanita, Lelaki, Lippo Star, Satu Wanita. Ada yang ingin menambahkan? Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
