Kelana,

Muski itu memang begitu, sok menjadi all the seasons woman [tapi gue 
curiga dia man].

Dia sering berada dialam khayal, kadang2 ngaku orang tuanya pengelola 
pesantren di daerah jawa, dilain kesempatan ngaku orangtuanya pejabat 
zaman orla yg tinggal di sekitar menteng, pokoknya ini orang seperti 
nya punya multiple personality, shg dia sendiri bingung akan 
existensi dirinya.

Dan kalo nulis suka berdasarkan search engine di internet, so 
kelihatannya pinter tapi inti pembicaraannya gak nyambung karena 
comot sana sini, dan seringkali ngaku2 pengalaman pribadi [tipsani = 
tipu sana sini].

Gue sih memang malas baca tulisan dia, mendingan baca sekalian 
tulisannya Paul Krugman, panjang tapi mutu, kalau tulisan dia panjang 
tapi banyak khayalnya [mungkin dia tipikal daydreamer dan disalurkan 
di milis2] kadang2 gelarnya dipejeng sekaligus, tau tuch nyomot gelar 
dimana. Tadinya dia absen cukup lama, eh nongol2 malah makin gendeng.

--- In [email protected], "kelana10560" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Salam,
> Sdr.Ny. Muslim binti Muskitawati
> 
> Maaf Sdr Muskitawati, kisah anda pergi ke Thailand sepertinya 
> mengada-ada. Tidak ada hukum negara Thailand seperti yang anda 
> kisahkan. :)
> Dan kisah anda ini menandakan anda tidak bisa membantah kelahiran 
> kembali dengan  argumen yang berarti dan ini juga menandakan tidak 
> tahu sama sekali mengenai Buddhisme, kelahiran kembali dan negara 
> mayoritas Buddhist.  
> 
> Mengapa kisah anda dikatakan mengada-ada ?
> Pertama. Mengenai kelahiran kembali, jika benar anda berada 
> dipengadilan, maka hakim akan bertanya kepada anda, apa bukti bahwa 
> pendeta Buddha (bhikkhu) tersebut telah berhutang. Selama anda 
tidak 
> memiliki alat melihat kehidupan lampau, anda tidak bisa 
> membuktikannya. Dan saya bisa menjamin anda tidak memiliki alat 
> itu :) Bahkan bhikkhu tsb memiliki kemungkinan untuk mengatakan 
> sebaliknya bahwa anda penipu, karena bhikkhu mengenal secara pasti 
> apa itu kelahiran kembali dan apa alat untuk membuktikannya. ;)
> 
> Kedua.Kelahiran kembali adalah Hukum alam, sama seperti hukum 
> gravitasi. Orang percaya atau tidak hukum gravitasi, ia tidak akan 
> dihukum karena percaya atau tidak. Kita tidak bisa menghukum orang 
> Badui yang tidak tahu hukum gravitasi. :)
> 
> Ketiga.Sdr Muskitawati,Kelahiran kembali tidak bisa dijadikan hukum 
> negara. Why ? Kelahiran kembali adalah hukum yang berlandaskan 
> spiritualitas yang tidak mungkin dicampur dengan hukum negara yang 
> bersifat duniawi. Jadi tidak ada niat sama sekali umat Buddha untuk 
> menjadikan Kelahiran kembali sebagi hukum duniawi, walaupun negara 
> tsb adalah mayoritasnya beragama Buddha. 
> 
> Jadi saya rasa Sdr Muskitawati keliru memahami kelahiran kembali 
> dengan hukum lain. Dan saya yakin anda salah paham dengan 
menganggap 
> kelahiran kembali bisa dijadikan hukum negara seperti kasus agama 
> tertentu yang mencoba  memasukan konsep agamanya ke dalam hukum 
> negara.
> 
> 
> 
> 
> Demikian.
> 
> Thanks
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> PS to All : Saya pikir, saya tidak perlu menanggapi tulisan-tulisan 
> yang tidak beralasan yang membuat debat kusir. Jadi maaf, lain kali 
> jika tidak ada tanggapan dari saya , mungkin tulisan yang 
> bersangkutan tidak beralasan dan mengarah pada debat kusir.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke