Gampang, tinggal tanya pada adikmu, kalau tidak ada tanya gurumu, kalau masih gak mau ,tanya hatimu..
Disana, dalam jiwa kita ada nilai-nilai Pancasila yaitu dalam hati nurani.. Sang --- In [email protected], "blrrrp" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wahai sang pengagum pancasila, > dapatkah kauuraikan kembali kelima sila beserta butir-butirnya itu? > gw dah lupa tuhhhhhh > > > haaaaaa > > > --- In [email protected], "sangkakala ." <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > PANCASILA atau PANCASIAL ? ..Sebuah pertanyaan menentukan > > > > > > > > > > > > Hari kelahiran Pancasila ,tgl 1 Juni kemarin tidak disambut secara > special, datar-datar saja seakan tidak ada istimewanya.. Hari selalu > datang dan pergi , musim berganti, iklim berobah, tetapi apakah > Pancasila akan ikut pergi??? �� Padahal Pancasila yg dilahirkan dgn > keringat, darah dan perjuangan oleh Founding Fathers kita menjadi > tonggak sejarah utama di Republik ini. Pancasila adalah dasar negara, > Ideologi utama dan Weltanschauung ( pandangan Dunia) Bangsa dalam > menatap kedepan.. > > > > > > > > Kita pantas memberi penghargaan tinggi bagi pencetus Pancasila > selaku dasar negara yaitu Soekarno, M Yamin dan Dr Supomo dan tidak > lupa pada Hatta selaku pemberi masukan-masukan berharga bagi eksisnya > negara RI.. Jangan lupakan pula Tan Malaka selaku penggagas paling > awal bagi kemunculan Republik Indonesia dlm gagasannya di buku naar > de Republiek( 1925).. Dan juga pejuang strategi militer kita yaitu > Jenderal Sudirman dan AH Nasution selaku penegak bendera merah putih > dari upaya Belanda mencabik-cabiknya.. > > > > > > > > Tetapi apakah cukup sudah penghargaan ini??? > > > > Dimasa sekarang, era Millennium terasa penghargaan itu telah > kehilangan makna.. Ditengah-tengah arus pasang kebudayaan global yg > cenderung liberal sekuler, Pancasila telah kehilangan pendukung > utama.. Tidak seperti pejuang 45 kita yg gigih merumuskan, mempolakan > dan memperjuangkan Pancasila dgn darah , keringat dan air mata, Kita > di abad ke 21 ini malahan asyik masyuk dgn kebebasan model > westernist.. Pancasila sepertinya terpinggirkan , tertolak, > tersisihkan dan kalau bisa dilenyapkan. Betul-betul kecenderungan yg > tragis� > > > > > > > > Kita telah dihantam badai gelombang kapitalisme global besar- > besaran, ibarat layang-layang kita dibawa angin badai dan kehilangan > pegangan� Pancasila adalah layang-layang putus dalam badai tsb dan > belum tahu akan terbang kemana.. Jati diri bangsa sudah beterbangan > dirasuki budaya global yg materialisme, asingisme, westernisme, > liberalisme dan hedonisme plus serakahisme.. > > > > > > > > Tiba-tiba tgl 1 juni kemarin, lakon-lakon Politik kita ( Mega, Gus > Dur, Tri Sutrisno, Akbar, Wiranto dll) berkumpul dgn semangat > perayaan Pancasila .. Sebuah sinyal positif sebetulnya, tetapi > sayang hanya sebuah seremonial tanpa skema program-program konkrit > bagi upaya mencari dan menemukan kembali layang-layang putus ini.. > buat apa kumpul kalau cuma lips service tanpa ada upaya nyata??? Dan > anehnya Gus Dur mengingatkan supaya PANCASILA jangan > ditulis "PANCASIAL".. Kok bisa kata-kata saya di milis > [EMAIL PROTECTED] meluncur dari si pendekar buta Gus Dur??? Apa > dia telah dibisiki ttg tulisan saya ya? > > > > > > > > Terlepas dari kritikan Gus Dur pada "istilah PANCASIAL" yg saya > tulis, Pancasila memang kecenderungannya sial melulu.. Setelah > Proklamasi, Sistem Pancasila akan diganti dgn sistem Republik Federal > Boneka semasa agresi Belanda, Lalu RIS thn 50an, berikutnya sistem > Demokrasi terpimpin ala Bung Karno si ahli gembar-gembor dgn program > (nasionalis-Agama-Komunis)yg jelas menyimpang dari kaidah-kaidah > Pancasila, berlanjut ke era OrdeBaru Soeharto yg menjadikan Pancasila > selaku tameng terselubung bagi program Kolusi konglomerasi > Militeristik represif otoriter, dan datanglah era kebebasan thn 1998 > berlabel "Reformasi" yg diredusir jadi "REPOT NASI" dgn sistem > Demokrasi Liberal oleh para agent-agent Liberal selaku provokator, > Malahan sistem kapital Liberal murni menjadi acuan utama dgn program > washington Consensus menjadi "jimat" demi perobahan kearah yg lebih > baik termasuk sistem Politik yg bercorak liberal bebas berekspresi > sesuai dgn HAM jargon Humany model Liberte-Egalite-Fraternite.. > > Pancasila telah ditendang dari Panggung Politik, ekonomi, Sosial > dan Budaya.. Sial !!! > > > > > > > > Pancasila telah diturun peringkatkan oleh utusan-utusan Liberal > demi pemenuhan tujuan Global yaitu penyebaran Demokrasi yg berbau > Liberal dgn program Ekonomi adalah Kapitalisme dan free Trade ( > perdagangan Bebas) dalam dunia yg tanpa sekat( a Whole World) demi > sebuah tujuan abadi yaitu Imperialisme berbaju Neokolonialisme .. > > > > > > > > Sekarang semua telah hampir sempurna berlangsung di Republik oleng > ini.. PILPRES dan PILKADA telah langsung dipilih rakyat, sementara > implementasi sila ke 4 yaitu MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT diganti dgn > sistem suara terbanyak 50% plus 1.. Perbedaan dituntaskan dgn sistem > suara terbanyak bukan lagi sistem musyawarah untuk mufakat.. Ekonomi > telah diprivatisasi, liberalisasi secara bertahap dan mengundang > kapitalis besar untuk masuk ke Indonesia, dan implementasi sila ke 5 > yaitu kesejahteraan sosial yg berkeadilan bisa jadi akan bercorak > keadilan sosial bagi kelompok pemodal, bukan penduduk asli.. Dan > persatuan Indonesia sep sila ke 3 adalah persatuan dalam pluralisme > segala gaya hidup( freestyle liberal desentralisasi) sehingga ada > sinyelemen Indonesia akan berbentuk "INULNESIA"( Indonesia yg > bergoyang terus menerus dlm disintegrasi dan relativisme hidup).. > Sedang sila ke 2 adalah kemanusiaan HAM dan boleh berekspresi serta > bersuara sesuai suasana hati.. Keberadaban diganti kebuasan > > ..kebiadaban ala keserakahan Global.. Silahkan Demo dan cetuskan > suara dalam UNJUK RASA ( Rasa, emosi, anarkisme yg diunjukkan, bukan > toleransi apalagi unjuk pemikiran).. Dan sila 1 adalah permujudan > dari agama Global : Ketuhanan yg maha menguntungkan yaitu MONEY.. > MONEY AND MONEY .. Jadi profit adalah kiblat global dan ikut > menjangkiti benak sebagian besar tokoh kita sehingga muncullah budaya > KORUPSI BERJAMAAH demi perwujudan sila 1 Global yaitu KEUNTUNGAN YG > MAHA BESAAAAR !!! > > > > > > > > Padahal Pancasila adalah sebuah mainstream utama bagi hidup > berbangsa bernegara.. Tidakkah kita menyadari ada yg salah besar di > republik ini??? Ketika musyawarah dilangkahi dgn hak suara, ketika > itulah chaos tejadi, semua orang berhak berpendapat dan terjadi > kekacauan persepsi, kegalauan pendirian dan ketidak pastian ttg > kebenaran, termasuk kebenaran langit telah diacak-acak demi apa yg > dinamakan sistem NEGARA TERPISAH DARI AGAMA.. artinya Negara yg > berunsur rakyat, sistem politik, ekonomi, sosial, budaya dan adat > tradisi dipisahkan dgn nilai-nila transenden agama dan hasilnya > adalah ketiadaan makna hidup, yg memberi peluang bagi sekuler > niragama untuk mengisinya.. Terlihat dari segala aspek mikro kita > mulai dari gaya hidup, pakaian, film, musik, koran, majalah, televisi > yg menjauhkan kita dari nilai agama.. Sila pertama sedang dalam masa > kritis dan akan muncul manusia-manusia permissive atheis dan agnostik > penuh keraguan sebagaimana kristen yg telah punah dalam jiwa bangsa > Eropa > > dan America.. Islam dan Buddhisme termasuk Hindu Bali Sang Hyang > Widi Wasa akan mengalami hal yg sama jika tidak ada upaya > revitalisasi sila 1 Pancasila.. > > > > > > > > Dan yg tragis adalah sistem Ekonomi yg diarahkan ke Pasar bebas > tanpa prinsip keadilan sosial sebagaimana Pancasila sila ke 5.. Free > market adalah sistem hukum rimba, siapa yg kuat modal dan cepat > nyerbu pasar dia yg menang( survival is the fittest and the > fastest).. Kita telah gagal dgn Kapitalisasi Orde baru, sebab > kekalahan finansial Orde Baru yg ceroboh telah membikin kehancuran > segala sisi.. Tapi lalu malah masuk lebih dalam lagi ke tahap > kapitalisasi sejati dgn deregulasi, privatisasi, liberalisasi > perdagangan dan investasi asing serta pajak tinggi.. Sudah jelas > liberalisasi ekonomi tidak cocok bagi kita yg berpopulasi jiwa amat > banyak dan butuh ekonomi padat karya, sekarang kita gali lobang lebih > dalam lagi.. apa ini tidak bego namanya... Sekarang Pemerintahan SBY > teken MOU liberalisasi perdagangan dgn Jepang, sebelumnya dgn Asean , > besok entah dgn siapa.. Semestinya sektor publik diperkuat dulu dgn > pemberdayaan Ekonomi UKM dan Pedesaan dgn bentuk ribuan pasar mikro > dan > > konsumsi nasional yg semarak baru tekan perjanjian liberalisasi > dgn negara asing� Itulah kalau jeratan Hutang IMF dan World bank > termasuk paris club dilunasi dgn Devisa asing, makanya Pemerintah > berharap bisa bayar dgn mengundang investor.. Implementasi ekonomi > Pancasila Mubyarto semestinya jadi acuan utama pemerintah, sebab jika > grass root rakyat banyak kuat, negara tidak akan gampang kolaps, > terbukti pemain-pemain kecil dalam UKM dan Home Industri mampu > bertahan semasa krisis.. > > > > > > > > Jadi Pancasila selaku jati diri bangsa saat ini betul-betul sdg > berada dititik nadir � akankah kita biarkan saja? Apakah kita diamkan > sebuah ideologi orisinil bangsa dikubur dalam-dalam supaya dikatakan > bangsa yg beradab? Tidak adakah upaya bagi kembalinya kita pada jati > diri awal? > > > > > > > > Jawabannya tergantung kita: PANCASILA ( Lima sila yg strategis dan > nyata bisa ) atau PANCASIAL (lima sila yg sial ) > > > > > > > > Kita selaku penerus mesti gimana dgn Pancasila yg Made In Indonesia? > > > > > > > > > > > > > > > > Sang > > > > > > > > Peyakin Pancasila > > > > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
