http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/04/sh05.html
Laporan Perjalanan ke Bangkok "Saya Tahu Tempat Perempuan Cantik" Oleh Wartawan "SH" MURIZAL HAMZAH PATONG - "Saya tahu tempat perempuan cantik," kata seorang pemuda kepada SH di sela-sela mengikuti program fellowship SEAPA di Phuket, Thailand, 27 April - 4 Juni 2005. Setelah tiga jam hilir mudik di kota wisata Patong, Provinsi Phuket, Thailand, pekan lalu, akhirnya SH menemukan kata-kata yang menakjubkan itu. Tak salah lagi, pemuda yang berdiri di depan panti pijat itu menggunakan bahasa Melayu Malaysia. "Dijamin encik tak kecewa," lanjut pemuda itu dengan penuh semangat. Asumsi masyarakat internasional, Thailand identik dengan industri seks. Sama sekali industri yang tidak menyebabkan polusi udara dan pencemaran lingkungan, namun menyebarkan penyakit kelamin dan melahirkan anak yatim piatu korban AIDS. Sangat gampang mencari lokasi prostitusi yang dibalut istilah pijat ala Thailand. SH menjumpai beberapa supir tuk-tuk (sejenis bajaj) atau taxi menyodorkan selembar kertas berwarna yang memuat foto-foto gadis manis. Dara-dara tersebut menawarkan jasa pijat, lengkap dengan alamat mereka. Kalau tertarik, supir tuk-tuk atau taxi akan mengantar penumpang ke sana. Untuk hal ini, para supir mendapat komisi dari pemilik pijatan 500 baht (1 baht = Rp 240). Namun tidak semua bentuk kerja sama dengan supir taxi dan tuk-tuk berbau seks. Sekali waktu, supir tuk-tuk menawarkan mengantar ke toko emas. Dia sebutkan, SH tidak perlu membeli apa-apa, cukup melihat-lihat sekitar sepuluh menit. Jika SH ke sana, maka supir tuk-tuk itu akan mendapat 1 liter minyak dari pemilik toko emas. "Bantu saya dengan cara Anda ke lantai atas," katanya dengan bahasa Inggris berdialek Thailand. Lalu SH teringat, kalau hendak mewawancarai para korban tsunami yang tinggal di pesisir pantai, bahasa menjadi kendala. Memang, sebelumnya ditawarkan penerjemah dari Bangkok dengan jasa 1.000 baht per hari, menyediakan tiket pulang pergi Bangkok-Phuket dan akomodasi lainnya. Membawa penerjemah dari Bangkok ke Phuket dengan waktu penerbangan 1 jam 20 menit mengingatkan SH pada jurnalis asing yang membawa penerjemah dari Jakarta ke Banda Aceh. Risikonya, biaya liputan menjadi mahal, penerjemahnya tidak menguasai kondisi lapangan karena berasal dari luar kota, tidak mengenal tokoh-tokoh setempat dan mungkin tidak tahu persoalan sebenarnya di balik persoalan yang muncul ke permukaan. Hal itulah yang SH saksikan ketika wartawan asing meliput konflik di Aceh atau pascatsunami. Karena itulah, SH menolak tawaran tersebut. Pasti ada warga di pesisir pantai yang bisa berbahasa Inggris apalagi Phuket dikenal sebagai kota turis. "Boleh cakap Malayu?" tanya SH kepada lelaki tersebut. "Ya, bisa saya antar sekarang. Dijamin encik puas," balasnya bersemangat. SH pun semakin bersemangat. Tak salah lagi, pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini bisa diajak kerja sama. Dia menyapa SH tepat di depan deretan tempat pijatan Thai. SH beranggapan dengan bertemu pria berbadan kecil ini, masalah sudah teratasi karena dia bisa diajak kerja sama sebagai penerjemah bahasa dari bahasa Thai ke bahasa Indonesia. Huruf Latin Mayoritas warga Thailand tidak bisa membaca atau menulis dalam huruf latin. Thailand yang berpenduduk 63 juta (berdasarkan sensus penduduk tahun 2003), memiliki bahasa dan huruf sendiri. Karena itu, agar tidak sesat selama melakukan liputan di Bangkok, Phuket, Phang Nga, Krabi, SH meminta kepada jurnalis setempat supaya menulis dalam huruf Thai yang mirip huruf Sansekerta itu, untuk menjelaskan identitas SH dan nomor telepon yang harus dihubungi dalam keadaan darurat. "Kami ke sini bukan cari perempuan," kata David Raja, wartawan Tabloid The Star dari Kuala Lumpur, mitra kerja SH di Phuket. "Kami mau riset tsunami. Apa encik boleh jadi pemandu kami esok pagi?" tanya SH kepada tukang ojek tersebut yang kini tersipu-sipu. Pada mulanya, SH menduga walaupun penduduk Thailand memiliki huruf sendiri, mereka bisa membaca huruf latin. Namun ternyata, mereka tidak bisa membacanya. Sekali waktu SH mengenakan oblong yang bertuliskan "free media, free people" dalam bahasa Inggris dan dalam huruf Thai, ternyata warga setempat hanya bisa membaca dalam bahasa Thai. Demikian juga, untuk transaksi jual-beli, SH meminta kepada pelayan toko untuk menekan angka di kalkulator. Di Patong Beach - kawasan pantai yang dilanda tsunami - SH ditawarkan sebuah kaos oblong seharga 1.000 baht, kemudian SH minta diskon. Agar tak salah dengar angka yang diucapkan dalam bahasa Inggris itu, SH meminta kepada penjualnya agar menggunakan kalkulator yang ternyata kemudian muncul angka 800. Lalu SH pun menekan angka 200 baht. Ajaibnya, penjual itu setuju melepaskan sebuah kaos oblong yang semula ditawarkan Rp 240.000 (1.000 bath) menjadi Rp 48.000 (200 bath). Tak pelak lagi, bahasa menjadi kendala mewawancarai korban tsunami bagi jurnalis yang tidak bisa berbahasa Thailand. Jika pun bisa mengerti dan berbahasa Thailand, belum tentu bisa membaca atau menulis dalam aksara Thailand. Hal ini diakui oleh Yenty yang bersuami orang Thailand. Walaupun sudah empat tahun tinggal di Bangkok, warga negara Indonesia ini masih tetap memakai peta bila berpergian karena tidak bisa membaca huruf Thai. "Huruf Thai agak sulit dipelajari," kata perempuan yang bekerja sebagai pelayan di toko emas dan permata di World Crytal Co Ltd Gems dan Jewelry di Bangkok, itu. Maka tak salah bila Stuar Jay Raj menjadikan penerjemah bahasa sebagai jasa yang menggiurkan. Pria kelahiran Nepal ini mampu menguasai secara sempurna 14 bahasa asing termasuk bahasa Inggris, Indonesia, Thailand, Hindustan, Prancis, Nepal, Jerman dari 29 bahasa asing yang dikuasai tidak mendetil. Karena itu, jasanya sering digunakan dalam seminar yang kerapkali digelar di Bangkok atau Phuket dengan peserta dari Thailand atau orang asing. Swat dii khab! *** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
