Budaya "jor-jor-an" adalah akibat praktis budaya KKN
 
Setelah tiba di bandahara udara Soekarno Hatta, dan menyelesaikan
prosedur ke-imigrasian secara mulus (diluar dugaan) dengan perasaan lega dan 
punya antisipasi yang sehat aku keluar menemui konco2 lama yang menjemput. 
Setelah ber-bincang2 secara akrab maklum paling sedikit sudah 11 tahun tak 
bersua dengan konco2 lama, saya melanjutkan perjalanan menumpang mobil mewah 
(Merci) menuju ke-perumahannya. Dalam perjalanan menuju ke pesanggrahannya yang 
cukup terkenal mewahnya di Jkt, teringat aku akan tulisan seorang wartawan 
Sydney Morning Herald tentang Indonesia semasa mbah Harto masih berkuasa. 
Sambil menikmati kesejukan dalam mobil Merci ini, setelah keluar dari bandara 
udara yang sampai memicu badanku basah kuyup keringetan, aku merasa lega sambil 
menikmati Jkt di malam hari, aku sempat melamun dan se-olah2 me -rewind kembali 
apa yang ditulis oleh wartawan SMH itu.
 
Diceritakan betapa dia bisa merasakan kepadatan masalah korupsi masa era Orba 
itu. Mulai menginjakkan kakinya dibumi Indonesia wartawan itu melanjutkan 
analisanya, bahwa bandara yang "megah" ini juga adalah hasil KKN.....kemudian 
dilanjutkan dengan naik taksi, taksi yang ditumpangi adalah perusahaan hasil 
KKN antara anaknya mbah Harto dengan seorang konglo.....sampai di hotel...hotel 
inipun pemiliknya adalah anggota keluarga mbah Harto yang berkolusi dengan 
pihak asing dan konglo dalam negeri. Disini aku ,dalam renunganku dalam mobil 
mewah ini, bisa sekarang aku rasakan bahwa soal KKN itu adalah mata rantai yang 
panjang dari atas sampai bawah dan mendatar horizontal. Apakah keadaan macam 
ini masih valid? You bet! Malahan keadaan KKN ini tambah parah dari hari kehari.
Tapi kenapa, aku mempertanyakan dalam hati, begitu megahnya kota Jakarta ini di 
malam hari. Gedung2 tinggi menghiasi menjulang cakrawala kota Jakarta. Masuk ke 
estate dimana temanku itu bermukim menjadikan aku tambah melongo kagum. Betapa 
kayanya orang2 pemilik mansion2 ini! Bahkan di Sydney mansion2 dengan harbor- 
view-nya , dan di Melbourne di daerah eksklusip Toorak, bila dibanding dengan 
rumah2 di kawasan ini kelihatannya miniskul ..perkara kemewahan ,opulence yang 
berlebihan Jakarta adalah nomor satu. Jadi kalau Indonesia juara satu perkara 
korupsi, maka , juga Indonesia ,sebagai akibat logisnya menjadi juara pertama 
juga dengan kemewahan yang berlebihan. Aku sempat memikirkan siapa saja 
penghuni rumah2 mewah ini, kayak apa rupanya manusia2 ini? Salah satu jawaban 
bisa aku dapati dengan melihat koncoku ini, tapi bagaimana yang lainnya? Apakah 
mereka itu superhuman, orang2 yang kerja keras , mengucukurkan keringat dalam 
mencapai success berkarier ataukah mereka ini tergolong apa
 yang kita sebut para, golongan konglo hitam atau birokrat penuh corengan KKN?
 
Pagi harinya saya diajak keliling2 kawasan2 mewah ini, betapa keherananku 
mencapai titik optimum setelah menikmati tontonan gedung2 residensi orang2 kaya 
ini. Ada yang berbentuk gaya Spanyol ada yang dimuka rumah punya pilar2 segede 
Pantheon Junani. Sebut apa saja gaya2 rumah ini, tapi yang bisa saya rasakan 
adalah kecenderungan orang2 kaya Jakarta ini telah di hinggapi penyakit 
:jor-jor-an", pamer kekayaan yang sangat menyolok.
 
Hanya dua hari saya sempat menikmati gaya hidup para the rich and famous kota 
Jakarta, tapi saya sudah ambil kesimpulan....suatu kultur "jor-jor-an" sudah 
tinggal landas, setelah orang2 ini the super rich di-parengi "rejeki", sebagai 
akibat budaya kultur KKN yang tidak bisa dipangkas dan sekarang tambah subur 
tumbuhnya.
 
Hari ketiga aku lanjutkan ke konco lama di kota kecil di Jawa Tengah. 
Walaupun kota kcil tapi signifikansinya budaya "jor-jor-an" tidak hilang. 
 
Bahkan di alam bakapun bisa kita temui budaya "jor-jor-an"
 
Aku berdiam dirumah koncoku ini walaupun sederhana tapi perkara kenyamanan 
hidup tidak ketinggalan juga.  Semua kamar tidur nyaman karena diperlengkapi AC.
Hari ke-empat aku diajak mengunjungi kuburan bapaknya, yang pada hari itu 
adalah ultahnya bapaknya ini. Disinipun aku dijadikan melongo untuk kedua 
kalinya, walaupun saya baru 4 hari ada di Jakarta. Bahkan di alam baka pun 
orang Indonesia (golongan Chinesenya) tidak mau ketinggalan untuk mengumbar 
nafsu budaya "jor-jor-an" nya. Setelah sembahyang buat arwah dikuburan ayah 
temanku ini, yang cukup mewah, aku diajak lihat sekeliling tanah daerah kuburan 
ini.  Sampai akau ke "daerah alam baka" yang menurut koncoku ini per-m2-nya 
bisa menelan berjuta-juta rupiah. Kepercayaan golongan Tionghoa yang percaya 
soal fungshue daerah ini menghadap danau dan pegunungan. Duh mak, kuburan2 ini 
tidak kalah dengan rumah2 mewah di Jakarta. Yang satu men-jorjor-i yang lain, 
yang satu lebih mewah dari  yang lainnya. Batu pualam dan granit adalah bentuk 
opulent yang dipertontonkan orang2 kaya bagi menghormat arwah2 di alam baka. 
Temanku itu dengan menunjuk kuburan yang serba mewah dengan tiang2 batu
 granit dan pualam hitam2 kelabu, dia bilang bahwa kuburan ini memakan ongkos 
700 juta rupiah. Aku sampai ngelus dada saking kagetnya, bukan saja karena 
ongkos dan kemewahan yang dipertontonkan disini tapi......pikiranku 
mempertanyakan: bagaimana seandainya famili yang menghormat ortunya dengan 
kemewahan ini suatu waktu dengan alasan apapun jatuh miskin?.....siapa gerangan 
yang akan merawat dan membayar pajak tanah kuburan semewah ini? Disinilah 
puncaknya :selain budaya "jor-jor-an" itu sendiri ,juga aspek lain :betapa 
rediculous-nya sikap attitude orang2 ini. Perilaku KKN yang menghasilkan salah 
satu negatip sifat manusia, sikap jor-jor-an dan suka pamer, sehingga orang2 
ini bak orang goblok tapi kaya.
 
berlanjut...........
 
Harry Adinegara
 

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 


Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke