http://www.suarapembaruan.com/News/2005/06/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Panglima TNI Tolak Gencatan Senjata di Aceh JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menolak diadakannya gencatan senjata di Aceh. Panglima TNI berpendapat, gencatan senjata seperti itu selalu digunakan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk konsolidasi dan memperkuat diri. Hal itu dikatakan Panglima TNI seusai memperlihatkan berbagai jenis senjata dan alat-alat militer lain milik GAM kepada anggota Komisi I DPR di Cilangkap, Rabu (8/6). Senjata-senjata itu merupakan hasil operasi militer sejak pelaksanaan Darurat Militer (DM) I pada Mei 2003 hingga Darurat Sipil (DS) II berakhir pada Mei 2005 lalu. "Momen seperti gencatan senjata itu kerap digunakan GAM untuk mengkonsolidasi kekuatan mereka. Jika GAM memang bertujuan baik, untuk apa ada gencatan senjata dan cukup menyerahkan senjata mereka," katanya. Meski demikian, TNI tetap akan mengikuti apa pun keputusan politik dari pemerintah. Sampai saat ini, TNI hanya dapat memberikan masukan kepada pemerintah sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Panglima TNI juga menegaskan tidak akan menarik pasukannya di Aceh. Malah, dia mempertanyakan mengapa pasukan TNI harus ditarik dari Aceh. "Kalau GAM punya niat baik, untuk apa mereka meminta penarikan pasukan TNI di Aceh? Walau ada sejuta pasukan TNI di sana, mereka tidak perlu takut," katanya. Untuk itu, Endriartono mengimbau agar GAM lebih baik menyerahkan senjata mereka dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. TNI akan memasilitasi penyerahan pasukan itu. Soal kemungkinan keterlibatan asing di Aceh, Endriartono tidak keberatan asal keberadaan mereka disetujui pemerintah. Pihak asing dapat berperan untuk memantau penyerahan senjata dari GAM. Pada kesempatan itu, Endriartono Sutarto juga mengatakan, masalah pokok di Aceh sampai saat ini belum bisa diselesaikan, dan persoalan pokok itu tidak menjadi porsi TNI untuk menyelesaikannya. "Masalah pokok di Aceh ini belum bisa diselesaikan. Hal itu membuat kecewa masyarakat Aceh. TNI akan terus melakukan usaha keras untuk menekan gerakan bersenjata di Aceh," ujar Panglima. Namun Endriartono tidak menjelaskan secara rinci persoalan pokok apa yang belum diselesaikan itu. Yang jelas katanya, pemecahan masalah pokok itu tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI. Dikatakan pula dalam mengatasi persoalan di Aceh, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti melakukan perundingan. Panglima mencontohkan sebelum pelaksanaan Darurat Militer di Aceh, antara pemerintah dan pihak GAM telah menghasilkan suatu kesepakatan yang tertuang dalam Cessation of Hostilities Agreement (CoHA). Salah satu kesepakatannya adalah agar GAM mau menghentikan aksi-aksi mereka. "Namun ternyata dalam perjalannya, kesepakatan itu tidak dilaksanakan di lapangan. Bahkan, GAM memanfaatkan jeda waktu selama kesepakatan itu untuk konsolidasi dan memperkuat diri," kata Panglima. Dijelaskan sebelum CoHA jumlah personil GAM sekitar 6.000 orang dengan jumlah senjata yang dimiliki mereka sekitar 2.500. Namun sebelum pelaksanaan Darurat Militer I, informasi yang diterima TNI jumlah personil GAM meningkat hingga mencapai 10.000 orang, demikian pula halnya dengan persenjataan yang mereka miliki mencapai 3.500 pucuk. Setelah pelaksanaan Darurat Militer I, TNI mampu mengurangi kekuatan GAM, menjadi sekitar 1.500 personil dan 500 pucuk senjata. Secara keseluruhan sejak operasi militer digelar di Aceh, jumlah anggota GAM yang tewas sebanyak 3.738 orang, sedangkan anggota GAM yang tertangkap atau menyerahkan diri sebanyak 5.855 orang. Sementara jumlah senjata yang berhasil disita oleh TNI sebanyak 23.400 pucuk. (O-1) Last modified: 9/6/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
