--- RM Insan Kamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Kalu bicara pelesetan... banyak pula yang perlu
> dibicarakan.. tentang nabi Isa... tapi itu tidak
> kami pertanyakan... karena akan membuat resah dan
> heboh... dan menyinggung. 
> 


Memang benar engga perlu dibicarakan, juga engga perlu diperdebatkan,
dan jangan pula dianggap sebagai plesetan yang bisa menyinggung atau
membuat resah, karena semua itu khan cuma variasi dongeng yang sama2
diciptakan oleh manusia2 juga.  Sebenarnya cuma tergantung siapa yang
membuat dongengnya saja, sama khan seperti wayang, tak mungkin sang
dalang membuat lakon cerita yang sama karena mereka semua saling
bersaing merebut penonton se-banyak2nya yang memberi sumbangan pada
hasil karyanya.  Nah, prinsip inilah yang harus anda sadari sehingga
bisa memahami kenapa banyak variasi2nya (tidak bisa dinamakan "plesetan").




> Kami percaya... 


Cuma percaya saja sih boleh tak ada yang keberatan, namun tetap harus
disadari, apa yang anda percaya itu tidak pernah merupakan realitas. 
Karena seperti yang sudah berulangkali saya katakan, "realitas" itu
harus bisa dibuktikan semua orang tanpa dipengaruhi kepercayaan untuk
kemudian dinamakan sebagai "kebenaran".  Beda dengan apa yang anda
"percaya", karena kepercayaan bukan realitas, artinya "bukan
kebenaran" melainkan dinamakan "angan2".  Dan angan2 itu tidak bisa
difoto karena hanya bisa se-olah2 terlihat seperti realitas kalo anda
percaya.  Cuma orang2 yang punya "angan2" yang seragam saja yang
se-olah2 bisa melihat hal2 yang sama, sedangkan mereka yang berbeda
"angan2nya" akan juga berbeda melihatnya.  Dan kesemua ini sama sekali
bukan plesetan, semua yang saya katakan ini adalah kebenaran mutlah
yang tidak mungkin dibantah karena semua bisa menyaksikannya dengan
tidak perlu iman, tidak perlu kepercayaan, artinya anda percaya atau
tidak, tidak akan mengubah apa yang saya katakan disini.



> Nabi pertama Nabi Adam dan nabi akhir zaman Nabi
> Muhamad......termasuk nabi Isa, 
> Titik.
> 


Kembali anda mencoba memaksakan angan2 anda kepada orang lain, memang
dongeng2 Islam menyatakan begitu tapi dongeng2 sebelumnya tidak pernah
ditemukan bahwa Adam itu nabi, juga bukan nabi pertama, melainkan
dinamakan manusia pertama.

Lha.... anda itu menciptakan aliran Islam baru ya???  Tapi di AlQuran
itu tak pernah ada dikatakan "Isa sebagai nabi terakhir", juga tidak
ada tulisan yang menyatakan "......Isa termasuk nabi terakhir", yang
dipercaya semua umat Islam itu, hanyalah yang tertulis didalam
AlQuran, yaitu "Muhammad nabi terakhir setelah Isa".  Namun dalam hal
ini bukan niat saya untuk menyalahkan "angan2" anda, cuma sekedar
membuktikan bahwa memang "angan2" itu memang bisa ber-beda2, sedangkan
yang kita sebut kebenaran tidak mungkin bisa dipaksa harus ber-beda2,
justru kebenaran selalu akan sama tanpa perlu pemaksaan maupun
kepercayaan.


> Tidak perlu diperdebatkan.
> 


Betul tak perlu diperdebatkan, karena apa yang mau di-debat?  Angan2
dimanapun tak perlu sama karena yang dinamakan angan2 hanya dibutuhkan
untuk hiburan saja seperti filem yang bisa menambah, memperluas dan
mengubah angan2 anda.  Namun kebenaran juga kita perlukan contohnya,
"kenapa pesawat itu bisa terbang", artinya tanpa percaya apapun anda
bisa menerbangkan pesawat, semua yang terbang dalam pesawat itu tak
perlu percaya atau tidak percaya, dan semua bisa terbang tanpa
pengaruh atau dipengaruhi angan2 anda.  Anda engga bisa membuat
pesawat itu jatuh dengan doa, puasa, percaya, iman, atau menggali
berbagai tafsir.  Sebaliknya, kalo pesawat itu kena ditembak jatuh,
juga tak mungkin bisa diselamatkan dengan doa, puasa, iman, ataupun
dengan kepercayaan.



> Contoh keganjilan yang bisa dipelesetkan, juga ada"
> Nabi Isa lahir tanpa suami?.... itu namanya apa
> (kalau dipelesetkan)
> Kok Nabi Isa dilahirkan dilahirkan dari Perut Maryam
> disebut Tuhan ( sama seperti pak yohanes)
> Kok Tuhan disalib berdarah... ( apa iya tuhan itu
> bisa disentuh)



Sekali lagi, tak ada dongeng yang bisa dianggap ganjil, semua itu
tergantung siapa yang mengatur atau menulis dongeng2 itu.  Sekarang di
Amerika banyak dongeng2 dengan tokoh2 yang sama tapi jalan dongengnya
sama sekali berlawanan.  Contohnya, ada dongeng2 yang bilang Yesus
tidak kawin, tapi dilain pihak tidak kalah dongeng2 yang bilang Yesus
beristrikan seorang pelacur, bahkan tidak kurang yang menyebar dongeng
dimana Yesus adalah homosexual.  Kesemuanya ini benar karena disinilah
letaknya "kebenaran dongeng".  Anda tinggal memilih, mau membeli
dongeng yang mana, pilihan banyak bukan cuma satu, dan tak perlu
dipaksakan bahwa harus satu pilihan yang harus dianggap benar. 
Masalahnya cuma terletak di "duit", anda punya duit, beli yang anda
sukai, pilih dongeng yang berkenan dihati anda tanpa perlu memikirkan
dongeng yang disukai orang lain.  Janganlah menyusahkan kehidupan anda
dengan cara menyusahkan kehidupan orang lain dengan memaksakan
dongeng2 yang anda sukai tanpa mempertimbangkan dongeng2 kesukaan
orang itu !!!!



> kok umat nya diam saja... (Pak Yohanes tidak disalib
> juga... takut yaa)
> Kok Nabi isa dijadikan patung di tiap gereja
> (mengapa harus patung... itukan sama seperti jaman
> berhala.)



Mau dijadikan patung, atau mau dijadikan bintang filem, atau mau
dijadikan setan.....  semua ini merupakan variasi daripada hiburan,
semua ini merupakan pilihan, makin banyak pilihannya makin baik
kesempatan yang diberikan kepada kita sebagai pembelinya.  Teknologi
kita ciptakan dan kembangkan sebenarnya untuk membuka lebih luas
pilihan2 untuk bisa menghibur diri anda.  Pilihan memang begitu, harus
selalu berbeda agar bisa dipilih, KALO SEMUANYA SAMA, MAKA NAMANYA
BUKAN LAGI PILIHAN MELAINKAN PEMAKSAAN.  Sama saja dengan pemilihan
presiden, yang dinamakan memilih harus ada calon lebih dari satu,
karena kalo yang harus dipilih itu cuma satu calon, maka tak pernah
ada bahasa yang menamakan hal itu sebagai "Pemilihan" melainkan
dinamakan "Pemaksaan".  Bisa juga anda bayangin kalo semua mobil harus
berwarna biru, maka warna biru itu bukan dinamakan "pilihan" melainkan
"pemaksaan".  Dan semua yang dinamakan "pemaksaan", pasti digolongkan
sebagai kekerasan yang tidak secara fisik sifatnya.  Dan semua
kekerasan harus ditolak baik dalam agama maupun dalam hukum, karena
semua bentuk kekerasan selalu melanggar peri-kemanusiaan yang dalam
hal ini jangan dimaksudkan kekerasan kepada pelanggar2 hukum itu
sendiri, karena dalam hal ini, kekerasan dinetralisir dengan kekerasan
atas dasar hukum yang sudah berlaku dalam melindungi "hak memilih" tadi.


> -------Itu semua kalau dipelesetkan. -------
> ( dan saya yakin umat anda juga akan beragumen jika
> hal diatas diperdebatkan... tapi itu membutuhkan
> waktu yang panjang dan tak akan selesai)
> 


Berdebat itu membutuhkan kebenaran, kejujuran, dan kemampuan dalam
menyusun argumentasi yang membawa kepada kesimpulan yang sama.  Dan
yang harus dijauhkan dalam perdebatan justru angan2, tak perlu
kepercayaan karena semua bentuk angan2 atau kepercayaan sama sekali
bukanlah kebenaran yang bisa digunakan dalam penyusunan sebuah
argument yang benar.

Sedangkan yang kita namakan kebenaran juga harus sama, yaitu "fakta
yang berupa realitas yang bisa dibuktikan, disakskian oleh semua orang
tanpa harus dipengaruhi percaya atau tidak".  Dan juga kepercayaan itu
cuma punya satu arti yaitu "angan2 yang tidak punya realitas sama
sekali, karena sangat tergantung apa yang anda percaya".


> hehehe.... Tapi kami yakin kami tidak negatif
> thinking
> Tapi Umat islam mempercayai itu kenabian Isa adalah
> suatu "mukzizat". dan Nabi isa dijadikan Tuhan itu
> juga suatu anugrah. kami percaya itu semua 
> 


Dalam kepercayaan tak perlu "thinking" melainkan "angan2", artinya,
kalo "thinking" sekalipun tak diperlukan, bagaimana menilai negative
atau positive.  Kita baru bisa menilainya apabila "angan2" bisa anda
ubah menjadi "reality", misalnya dalam bentuk filem2 seperti filem
penyaliban Yesus.  Dalam hal ini juga kita harus sama2 tahu yang
bernama "Yesus" dalam filem itu adalah bintang filem yang dalam
KTP-nya tidak bernama Yesus.  Namun tidak mengapa, tak perlu dia
ditangkap untuk dituduhkan memalsukan identitas waktu main filem.  Dan
kembali untuk hal ini, tak perlu anda menggunakan "thinking" dalam
menemukan jawaban "kenapa" dia yang bukan bernama Yesus tetapi boleh
mengganti namanya menjadi "Yesus" dalam pembuatan filem2 ini.  Karena
semua itu kita kembalikan, bahwa kepercayaan itu hanyalah "angan2". 
Dan angan2 itu tidaklah mengganggu, ataupun menyusahkan siapapun juga
karena yang menikmatinya hanyalah pemilik angan2 itu sendiri !!!!




> Itulah kelebihan umat islam ... yang tidak
> mempelesetkan, agama apapun... dan kita percayai
> itu... dan bagi orang yang tidak percaya Siapa itu
> Nabi Muhamad... up tou u dan sah-sah saja
> 

Sekali lagi, anda terus menerus menyesatkan diri, sejak pertama
menulis diatas sudah saya katakan, dalam hal angan2 yang berbeda kita
sebut sebagai "variasi" meskipun umat yang punya angan2 itu terkadang
menamakannya sebagai "sekte", tapi sama sekali tidak bisa diartikan
"memplesetkan", karena yang namanya "pleset2" itu hanyalah merupakan
"predikat" atau kata keterangan yang menerangkan "kenapa seseorang itu
jatuh", begitulah, memplesetkan diri sama menjatuhkan diri sendiri,
dan hanya orang bodoh saja yang mau menjatuhkan diri sendiri tanpa
alasan yang bisa dipertanggung jawabkannya.

Dan juga sekali lagi anda harus ingat, TIDAK ADA SATUPUN ANGAN2 BISA
DIANGGAP LEBIH BAIK ATAUPUN KURANG BAIK.  Selama anda bisa menikmati
angan2 itu, kita anggap hal itu baik untuk anda.

KESIMPULANNYA SEDERHANA SEKALI, BERILAH SETIAP ORANG KESEMPATAN UNTUK
MENCIPTAKAN ANGAN2NYA SENDIRI, VARIASINYA SENDIRI, DAN TAK BOLEH ANDA
NAMAKAN MEMPLESETKAN, KARENA ANGAN2 TIDAK BISA TERPLESET, HANYA ORANG
BUTA YANG SERING TERPLESET.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke