Dalam situasi perang, bisa saja ada tentara yang melakukan hal2 yang
bersifat kriminal.  Oleh karena itulah ada hukum perang, ada hukum
Internasional, dan berbagai hukum lainnya yang berlaku baik dimedan
perangnya itu sendiri maupun dipemukiman rakyat banyak.

Namun harus kita akui, tegaknya disiplin hukum perang yang paling
kukuh untuk mempertahankannya hanyalah Amerika.  Setiap serdadu yang
melakukan hal2 yang melanggar akan diusut, diajukan kepengadilan, dan
dihukum dimana selanjutnya serdadu itu dipecat.

Oleh karena itu percuma saja kalo mau dipermasalahkan satu persatu,
apapun yang terjadi di Irak yang dilakukan oleh serdadu Amerika sama
sekali tidak terkait dengan tujuan Amerika menduduki Irak sehingga
berita perkosaan oleh tentara Amerika kalopun memang benar ada, tidak
melebihi daripada pemerkosaan yang terjadi di Jakarta yang diberitakan
oleh koran2 seperti Pos-Kota.

Lalu apa kaitannya dengan policy Amerika dengan pemerkosaan ini???

Tentu saja tidak ada kaitannya sama sekali, sekedar kelompok pembenci
Amerika ini berusaha secara sia2 untuk menciptakan berbagai fitnah
sesuai dengan kewajiban agamanya.  Jadi yang engga benar adalah ajaran
agamanya yang cuma mencari keburukan lawannya dan menyembunyikan
keburukannya sendiri.  Negara Amerika selalu terbuka, artinya baik
keburukannya maupun kebaikannya.  Keburukannya tentu akan diperbaiki
bukan di-tutup2i.  Kejadian Mei adalah contohnya, pemerkosaan massal
oleh umat Allah ditutupi dan korban2nya berhasil lari ke Amerika, tak
satupun pemerkosanya ada yang ditahan, bahkan mereka memfitnah
kejadian itu sebagai tidak ada.

Ingat, AlQuran mengajarkan bahwa sesama umat Islam dilarang membuka
ke-burukan2 sesama, apalagi dimuka orang2 kafir.  Sebagai umat Islam
diperbolehkan berbohong untuk melindungi umat terhadap tuduhan2 mereka
yang bukan umat.  Naaaah.....  yang begini ini biadab, karena di
Amerika siapapun yang bersalah harus dihukum tanpa membedakan
agamanya.  Dan siapapun yang tidak bersalah harus dilindungi meskipun
mereka itu orang kafir ataupun penyembah berhala.  Seseorang yang
percaya dan menyembah berhala tidak bisa dianggap bersalah karena
kepercayaannya tsb.  Padahal dalam Islam itu, penyembah berhala bukan
cuma bersalah, melainkan harus dihukum pancung dan berhalanya
dimusnahkan......  di Zaman modern ini ajaran2 Islam yang kayak begitu
harus dilarang, dan di Indonesia yang Islam sekalipun sudah melarang
hal2 seperti itu, bahkan candi Borobudur dilindungi oleh pemerintah
dari tangan2 biadab umat yang masih melestarikan teladan nabi dizaman
dulunya.

Memang apa yang dilakukan dan yang masih terjadi di Indonesia yang
dilakukan oleh segelintir umat Islam yang masih bertekad menegakkan
kebiadaban zaman Muhammad telah mendapatkan response dunia yang keras,
mulai dari embargo hingga larinya investor2 asing.  Lho...kalo memang
investor asing yang memang cuma cari untung itu merasa beruntung dalam
berusaha di Indonesia, kenapa mereka harus cabut dan lari ???? 
Jawabnya mudah, mereka lari karena tidak beruntung bahkan banyak yang
buntung karena pabrik2nya dibakar oleh perintah Allah.  Naah... yang
kayak begini, tak perlu juga kita perbincangkan karena sudah menjadi
perdebatan dunia dan sudah menjadi problem pemerintah.

Lalu dengan disebarkannya foto tentara Amerika memperkosa ini, apa
response-nya ????  jelas tak ada, karena memang foto2 lama itu
semuanya palsu, karena yang melakukan pemerkosaan dalam foto2 itu
adalah dokumentasi lama yang dilakukan oleh Taliban dan mujahidin di
Bosnia dulunya.  Karena jangankan pemerkosaan, menelanjangi tahanan
dipenjara di Irak saja menjadi heboh luar biasa sehingga
komandannyapun kena dipecat, apalagi masalah pemerkosaan, kalo memang
ada pasti akan menjadi headline....  Masalahnya memang engga ada,
se-mata2 mencoba memfitnah secara sia2.  Keterbukaan Amerika lebih
dipercaya daripada fitnah2 atas nama Allah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.










Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke