Dalam semua taktik perang, agitasi untuk melemahkan semangat musuh
maupun untuk memecah belah kekuatan maupun kesatuan musuh bukanlah
barang baru.  Selain dilakukan serangan agitasi, juga dilakukan
pertahanan melalui anti-agitasi.

Demikianlah dengan Perang VietNam dulu.  Dalam menyusupkan mata2
kegaris pertahanan musuh, tak bisa disangkal akan keberhasilan
Amerika, sabotase2 yang hebat telah melumpuhkan VietNam Utara dan
membuat VietCong hanya bisa defense.  Gerilya yang dilakukan VietCong
benar2 sangatlah effective, dalam perang babak pertama, jelas VietCong
tidak berkutik, kaum Buddha yang menjadi mayoritas penduduk VietNam
sangat anti-komunist dan membenci VietNam Utara dan VietCong-nya. 
Jepang, Thailand, Birma, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, semua
mengirimkan bantuan pasukan dan amunisi untuk menunjang offensive
Amerika.  Benar2 kalo anda menyaksikan perang waktu itu, cuma satu
kata yang bisa menggambarkan situasinya, yaitu Vietcong dan Vietnam
Utara bonyok tak berkutik.

Demikianlah jenderal Genius VietNam Utara Nguyen Van Giap benar2
dikagumi oleh seluruh Jenderal2 yang ada di Amerika ini.  VietNam
Utara sama sekali defensive tidak melayani semua agitasi fitnah yang
dilakukan Amerika, tujuannya cuma satu, menghemat biaya dan tenaga. 
Seperti kita ketahui, agitasi fitnah membutuhkan biaya besar dan
resiko kehilangan tenaga manusia yang tertangkap mati terbunuh, atau
tertangkap di brainwash menghianati temannya sendiri.

Kombinasi taktik, serangan terperinci, menghemat biaya, dan yang
paling penting adalah menarik kepercayaan penduduk kepada perjuangan
mereka..... dan hasilnya kita sama2 tahu, Amerika bertekuk lutut dan
dipaksa keluar dengan diberi batas waktu 1 minggu.

Lalu apa hubungannya dengan perang terorist yang sekarang ????  Disini
saya ingin menunjukkan, Amerika justru memakai taktik VietNam Utara
dan VietCong, yaitu tidak melayani agitasi fitnah yang dilakukan
kelompok2 terorist yang menggunakan umat Islam diseluruh dunia yang
menyebarkan fitnah2 melalui khotbah2 di mesjid2.  Katimbang Amerika
memboroskan biaya besar untuk mengcounter balik dengan anti-agitasi
fitnah mereka, sebaliknya, justru Amerika cukup membuka diri kepada
seluruh negara2 didunia apa yang dilakukannya.  Amerika menjadikan
policy-nya controversi didalam negeri yang semuanya dibiayai oleh
negara2 yang mendukung terorist itu secara diam2.  Bisa dibayangkan
bagaimana negara2 yang diam2 mendukung terorist itu habis disedot
dananya.  Tapi tidaklah cukup berbuat seperti itu, Amerika juga
menutup supply senjata yang datang dari Korea Utara, China, dan Soviet
tanpa harus berkonfrontasi dengan negara2 tsb.  Terorist2 di Palestina
seperti Hammas, Hisbullah, maupun organisasi2 kecil lainnya yang
selama ini didanai oleh Iran, Syria, Libya, maupun Sadam Hussein
berhasil diberangus dengan menduduki Irak.  Sementara Afghanistant
selama ini dijadikan pusat latihan para terorist ini berhasil
dihancurkan.  Irak berhasil diduduki dengan mudah, setelah
tertangkapnya Sadam Hussein, seluruh account-nya diblokade.  Barulah
setelah kedudukan di Irak sudah mantap, seluruh terorist di
Afghanistant digiring, sebagian digebah kearah perbatasan Pakistant,
dan sisanya digebah masuk ke Irak.  Akibatnya, yang masuk ke Irak
terjepit sehingga harus berjihad secara sia2, disatu pihak mereka
harus berhadapan musuh seagamanya yaitu suku kurdi, dan selebihnya
mereka harus menghadapi sekte Syiah.  Meskipun sebagian Syiah
sebenarnya sudah disusupi sebelumnya, namun secara organisasi
keseluruhan, sekte Syiah itu tidaklah berpihak kepada terorist ini. 
Itulah sebabnya, pertarungan paling sengit justru setelah
tertangkapnya Sadam Hussein, hal ini bukan karena perlawanan
insurgensi seperti yang dinyatakan pemerintah Amerika selama ini,
melainkan akibat penggebahan terorist ini dari Afghanistant.

Demikianlah, semua agitasi fitnah yang selama ini dengan rajin
disebarkan melalui mesjid2 menjadi tumpul tidak berpengaruh apapun
juga.  Tentunya bukan karena Amerika tidak mempan serangan agitasi
fitnah ini, semuanya disebabkan ketololan kelompok terorist itu
sendiri yang tidak mampu memahami system organisasi lawannya.  Contoh
yang mudah, mereka dengan gegabah menyatakan serangan 11 September itu
dilakukan oleh Israel untuk memfitnah Islam, tentu saja fitnah seperti
ini tidak perlu dilakukan counter fitnah karena tanpa perlu diresponi
apapun fitna2 itu sendiri sudah luntur.  Bahkan bukanlah tidak mungkin
motto2 fitnah ini justru dilakukan oleh CIA yang sengaja disebarkan
dikalangan umat Islam itu sendiri karena mudah dimakan oleh kebanyakan
umat Islam sehingga penyebarannya ditanggung biayanya oleh lawannya
sendiri yaitu dibiayai oleh terorist itu sendiri.  kelihatannya
fitnah2 ini men-jelek2an Israel ataupun Amerika, padahal semua orang
dengan mudah bisa membuktikan ketidak benaran fitnah2 seperti ini,
akibatnya justru mereka yang tadinya berpihak kepada terorist atas
dasar religious-simpathy akan kehilangan kepercayaannya.  Dan inilah
yang menyebabkan pada akhirnya mereka akan terpecah belah.  Lebih2,
perpecahan antar-sekte makin meruncing akibatnya, curiga mencurigai
menjadi penyebab bomb2 bergantian di mesjid2 mereka yang curiga
mencurigai itu sendiri.  Jadi kalo anda melihat sendiri dilapangan di
Irak, anda bisa menyaksikan, baik Sunny maupun Syiah selalu berpidato
bahwa kita jangan mau diadu domba, Sunny dan Syiah adalah bersaudara.
 Demikianlah, berbeda dimuka umum dan berbeda dibelakang layar. 
Dimuka umum Syiah & Sunny tidak mau diadu domba Amerika, namun
dibelakangnya kedua belah pihak berusaha menarik Amerika untuk
mendukung mereka, dan hasilnya kedua belah pihak saling membomb mesjid
lawannya, sedangkan Amerika menjauhi pertikaian mereka untuk menyimpan
tenaga.  Kenapa mereka bisa saling cakar tanpa perlu diadu domba oleh
Amerika???  Gampang sekali jawabnya, kedua sekte itu tahu bahwa
Amerika akan segera menarik diri setelah perang selesai, oleh karena
itu sebelum Amerika menarik diri, kedua belah pihak sebenarnya ingin
meminjam kekuatan Amerika ini untuk dijadikan pemukul yang mematikan
terhadap sekte lawannya sehingga setelah Amerika menarik diri, sekte
yang berhasil inilah yang berkuasa di Irak.  Itulah kunci utama dari
taktik mengikat Amerika untuk lebih lama duduk di Irak.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke