Semboyan yang indah, 'Make Poverty History', tapi akankah bisa terlaksana? 20 tahun lalu Bob Geldof sukses menggalang konser Live Aid hingga terkumpul US$ 100 juta untuk membantu masalah kelaparan di Ethiopia hingga dianugerahi gelar 'Sir.' Sekarang Sir Bob Geldof menggalang acara yang lebih besar lagi, konser Live 8. Disebut-sebut tiap 3 detik satu orang meninggal di Afrika, yang bisa berarti ibu seseorang, anak seseorang atau saudara seseorang ... dst ... hanya dikarenakan tak punya biaya pengobatan sebesar 20 pence. Misalkan saja mereka punya biaya pengobatan tersebut, akan berapa banyak jumlahnya orang yang sekarang kelaparan di Afrika?
Sebagai bukti bahwa usahanya dulu berhasil, Bob Geldof membawa keatas panggung seorang wanita muda Ethiopia yang sehat, Birhan Woldu. Konon sekarang di Ethiopia yang kelaparan jumlahnya dua kali lipat dari yang dulu 20 tahun yang lalu, sementara Mengistu Haile Mariam penguasa militer Ethiopia yang menyebabkan semua kelaparan tersebut sekarang hidup dengan mendapat suaka di Zimbabwe. Live 8 bertujuan memberikan tekanan pada 8 pemimpin negara yang akan berapat di Skotlandia agar melipat gandakan bantuan, menghapuskan utang dan membuat hukum perdagangan yang adil. Yang terakhir ini berarti pemerintah harus berhenti memberi subsidi pada petani-petani rakyatnya dan akan sukar dapat terlaksana. Tidak semua orang setuju dengan kucuran bantuan uang pada pemerintah-pemerintah Afrika karena akan mendorong korupsi. Contoh nyata yang segar didepan mata adalah bantuan tsunami dalam berita berikut: Poor overlooked in tsunami reconstruction: Oxfam http://smh.com.au/articles/2005/06/25/1119321935172.html Waktu yang akan membuktikan apakah segala extragavanza ini akan berarti banyak. Masalah Afrika adalah masalah pelik. Afrika kaya akan barang-barang tambang, tapi kenapa rakyatnya banyak yang kelaparan? Contoh nyata di Indonesia adalah tambang "tembaga" di Irian Jaya. Seorang teman angkatan saya yang pernah bekerja di sana mengatakan bahwa kadar emasnya lebih tinggi daripada kadar tembaganya dan Pemerintah RI dirugikan. Teman saya orang asal Tapanuli yang idealis ini melaporkan temuannya ke Jakarta dan hasilnya dalam waktu singkat dia dipecat dari perusahaannya. Memangnya Jakarta dari dulunya tidak tahu semuanya ini? Sebagian besar hasil tambang tersebut tentu hasilnya diangkut ke AS. Sekurangnya saya bisa menikmati pertunjukan Madonna dengan busana serba putih yang tampil memukau diatas panggung sembari memegang tangan Birhan Woldu. Nomor yang paling ditunggu tentunya adalah dari 'reformed' Pink Floyd yang membawakan nomor Wish You Were Here. Tampaknya para personil Pink Floyd yang sudah pada gaek ini mulai kesulitan buka suara. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
