Ekonomi, Kristenisasi dan Kapitalisme.

 

 

Awalnya saya adalah petempur dibidang berbandingan agama khususnya 
Islam-Kristen-Hindu, ini awal perkenalan saya dgn diskusi dan debat publik di 
wilayah tak bertuan no land man internet raya, tetapi berlalunya waktu saya 
sadari ini bukan a real fight  tetapi pertempuran sesungguhnya adalah 
pertentangan Peradaban yg intens antara agama (Islam, Kristen, Buddha, Hindu) 
disatu pihak dgn peradaban global yg sekarang cenderung sekuler liberal bebas 
.. Thesis Samuel P Huntington ttg perbenturan antara Barat dan Islam adalah 
keliru total, sebab yg nyata adalah pertempuran antara agam-agama monotheist  
dgn Liberalist Kapitalisme. 

 

Saya kira inilah faktor petaka yg menjadikan agama teredusir menjadi hanyalah 
ruang pribadi bukan sebuah institusi kenegaraan yaitu setelah Revolusi Prancis 
thn 1789 dimana kebebasan Individu yg liberal telah menghempaskan kekuasaan 
monarki, borjuis dan gerejani sekaligus.. hasilnya adalah Pemisahan agama dgn 
Negara seperti yg diuraikan rosseau( social Contract,1762), voltaire dan di 
america oleh Emerson dan John Stuart Mill(On Liberty,1859).. 

 

Petaka ini disebabkan nilai-nilai Kristen yg kontradiktif (bertentangan antara 
satu teks dgn teks bibel lain dan perbedaan yg nyata dgn sains reality) juga 
penuh dgn dogma ketunggalan kebenaran, takhayul ttg keselamatan kosong dan 
kekuasaan mutlak gereja yg represif menekan tanpa memberi kesempatan kebebasan 
intelektuil untuk berkreasi sep yg dialami Galileo dan Copernikus..

 

Pemberontakan para  filosof free thinker ini telah menjadikan Kristen hanya 
tinggal kerangka di eropa yaitu gereja wisata dan tempat rekreasi semata 
ketimbang selaku penjaga pintu gerbang morality. Dan berujung pada pandangan 
sekuler dgn justifikasi fatal bahwa agama adalah non sense, irrasional dan 
kepercayaan membabi buta yg sarat ketundukan total dan keimanan buta dari semua 
agama  pada pemeluk masing-masing. Sementara di America church hanya berfungsi 
selaku tempat pengakuan dosa-dosa para liberal kemaruk materi dan kesenangan 
hedonist plus pengumpul dana dan tempat pemakaman semata..

 

Lalu implikasinya Politik  adalah kebebasan institusi negara dan individu lebih 
penting daripada keharusan mematuhi nilai2 Kristiani, Hak berpendapat dan 
berekspresi lebih utama daripada hak gereja untuk memberi masukan moril dan 
negara berhak untuk bersikap berbeda dari keputusan gereja.. Hasilnya adalah 
ketiadaan pedoman moril yg tunggal selaku code of morality  yg lalu tersusunlah 
HUMAN RIGHT selaku hak yg memberi kerelativan kebenaran dan kebebasan 
menentukan kebenaran sendiri dgn diawali kontroversial tulisan Tom Paine dlm 
Right of Man (1791) yg memberi inspirasi ttg Common sense dan hak individu 
untuk hidup bebas dan lepas dari tekanan gereja dan raja..

 

Implikasi dibidang Ekonomi tidak kalah mengerikan yaitu agama dilepaskan dari 
modal(capital) dan pengusaha dibiarkan sendiri untuk mengelola dana yg ada 
(laiseez-faire) sesuai dgn kepentingan individu( Adam Smith).. artinya Individu 
(privat) berhak mengelola modalnya tanpa arahan negara, agamawan dan 
nilai-nilai agama asalkan itu mengandung profits tinggi.. Dan yg terjadi adalah 
kebebasan apapun demi pencapaian tujuan mass consumtion dan keberlimpahan dan 
terjadilah homo ekonomikus yg serakah berbuat semaunya berdasar satu aspek saja 
yaitu kekayaan tanpa batas berpola akumulasi keuntungan dalam naungan hukum 
sekuler yg niragama… Itulah yg dikenal dgn Kapitalisme liberal..

 

Kapitalisme lalu berkombinasi dgn sosialist materialisme Histories tetapi dgn 
tujuan sama yaitu keberlimpahan materi demi pencapaian kebahagiaan dan 
kesenangan yg setinggi-tingginya tanpa perlu bersikap bak seorang saleh agama.. 
Jadi silahkan manfaatkan keuntungan apapun bagi kesenangan hidup tanpa perlu 
ada rujukan dari agama(nirreligi) Yg dihasilkan adalah manusia liberal dan 
immoral sekaligus materialist demi pencapaian kepuasan pribadi yg 
setinggi-tingginya dan ditutupi dgn tampilan pribadi penyumbang dana bagi 
institusi agama (Mesjid dn Gereja) tanpa perlu bersikap saleh religius 
sebagaimana yg dilakukan orang-orang di america dan eropa, barangkali juga di 
Indonesia..

 

Lalu ini yg coba diterapkan di Indonesia yg masih kuat pada Monotheisme, apakah 
kebijakan ini adalah hal yg tepat? Spirituil coba dilepaskan selapis perselapis 
dari kehidupan bernegara dan yg dihasilkan adalah manusia munafik yg disatu 
sisi saleh tetapi berperilaku pemburu uang receh dgn cara immoral dan pemuja 
materi plus kesenangan fisikalist.. 

 

Kristen telah diruntuhkan Kapitalist sekuler Liberal dari tahtanya, sekarang 
hal yg sama sedang diupayakan oleh institusi, lembaga, LSM, agen, tokoh-tokoh 
liberal untuk meruntuhkan bangunan nilai-nilai Islam.. Percobaan ini malahan 
kentara sekali di wilayah asal saya yaitu Minangkabau yg gencar dgn proyek 
Kristenisasi tetapi sesungguhnya adalah liberal sekuler berbaju Kristen. 

 

Lebih dari 15 Lembaga Kristenisasi berwujud liberal sedang bergentayangan 
diranah Minang mencoba merobah sistem agama dan adat yg telah berurat berakar, 
yg jika berhasil maka akan menjadi inspirasi bagi umat daerah lain untuk 
mengikuti( demikian isi otak dari evangelist asing).. Sudah pasti hal ini 
mendapat tentangan dari orang Minang yg sadar akan bahaya liberal Kristen yg 
didanai kapitalist global, salah satunya adalah saya yg tidak sudi daerah saya 
diinjak-injak oleh pihak injili yg kapitalist… Itulah makanya saya menjadi 
petarung di ruang maya demi eksistensi agama dan keyakinan saya yg stlh 
dianalisa terus menerus tidak saya ragukan kebenarannya.. 

 

Tetapi bukan kristenisasi yg sesungguhnya ancaman nasional dan global melainkan 
 adalah sejatinya kapitalisme yg berbaju Kristen tetapi tidak menerapkan 
ajaran-ajaran Kristus.. Orang-orang ini adalah penganut pemikiran pragmatist yg 
cenderung bebas berkarya tanpa perlu pedoman injil.. Jadi Kristenisasi  
hanyalah kamuflase baju lapisan pertama yg sebenarnya lapisan berikutnya adalah 
pola hidup liberal sekuler demi pencapaian pasar bebas ( free market) bagi 
produk-produk sekuler (film, food, bir, music, pakaian, nightclub, televisi, 
gayahidup, pornografi,media, pers, tekhnologi, biotech dll) yg sebetulnya jauh 
dari ajaran kristus sejati demi keuntungan-keuntungan kapitalist global..

 

Dan pengaruh global itu telah datang diruang pribadi kita dan pilihan kitalah 
untuk menerima atau menolak..

 

 

 

 

Sang

 

A man from Minangkabau

 


                
---------------------------------
Yahoo! Mail
 Stay connected, organized, and protected. Take the tour

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke