--- In [email protected], "xifilsuf" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Anda pikir saya cuman 'keras' terhadap Amerika di tulisan toq tapi di
> kehidupan nyata jadi kayak tikus?
> 
> Nope! Semua yang 'tak tulis juga 'tak omongin di dunia nyata, baik
> terhadap bule maupun non-bule. Bedanya cuman dua. Pertama, tentu saja
> saya ngomongnya pake Inggris; dan kedua, saya ngomongnya sama orang
> Amerika sendiri.
> 
> Nah, karena saya ngomongnya sama orang Amerika, maka omongan 'keras'
> yang kelihatan kayak 'pro-teroris' itu selalu 'tak akhiri dengan
> pertanyaan retorik ini: "now..., am I anti-American?"
> 
> Setelah lawan bicara saya melongo sendiri, dua detik kemudian 'tak
> jawab sendiri, 'No! I'm not anti-American!".
> 
> Terus 'tak lanjutin begini:
> 


Tulisan2 anda tak perlu dibahas apakah anti-Amerika ataupun
pro-Amerika, karena dari semua tulisan2 anda yang bisa disimpulkan
bukan masalah pro- atau anti-, melainkan irasional, tidak logis, satu
statement terlalu banyak paradoxnya.  Bahkan setiap kata definisnya
tak jelas, dan yang bisa saya pastikan, semua tulisan2 anda cuma
dijiwai oleh dogma bukan disusun berdasarkan analisa yang logis rasional.

Hal ini bisa kita pastikan, di Amerika sendiri pro & con pemerintahnya
sudah ratusan tahun merupakan tradisi yang diajarkan turun temurun
kepada generasi penerusnya sebagai bagian cross & check system
pemerintahan, dan hal ini tidak pernah dinamakan anti- atau prop-
seperti yang anda selalu gunakan.  Dan lebih parah lagi, kebanyakan
tulisan anda cuma dijiplak dari sumber2 yang tidak didukung oleh para
analis2 yang terkenal melainkan oleh penulis2 lokal yang cuma
mendukung pandangan2 kelompok agama kepercayaan yang didominasi oleh
dogma dongeng2nya.

Oleh karena itu jelas, semua tulisan anda itu tak menonjolkan
kebenaran melainkan kepercayaan, baik kepercayaan agama yang anut,
juga menonjolkan harapan2 umat yang tidak pernah bisa menjadi
kenyataan.  Contoh yang paling mudah adalah harapan anda mengenai
hancurnya ekonomi Amerika, sebegitu yakinnya bahwa Ekonomi Amerika
akan hancur, namun kalo keyakinan itu mau diproyeksikan kepada
kenyataan, andaikan benar Ekonomi Amerika itu bisa dihancurkan, pasti
yang hancur itu bukan saja Ekonomi Amerika melainkan Ekonomi dunia,
tidak pernah Ekonomi itu berdiri sendiri, Amerika sudah menyusun
system ekonomi dunia itu saling berkaitan, bahkan agar Amerika bisa
memaintenance keterkaitan2 yang bisa dikembangkan dan dilindunginya
dari kemungkinan2 lokal, maka Amerika membebani rakyatnya sekarang
dengan tingkatan pengangguran yang paling tinggi dalam sejarahnya yang
disebabkan semua industri Amerika disebarkan ke-negara2 berkembang
diseluruh dunia sehingga negara2 yang populasinya padat seperti India
dan China bisa bernafas lega akibat terbukanya lapangan kerja itu. 
Bisa anda bayangkan sendiri apa yang terjadi kalo Amerika tidak
melakukan hal tsb, maka jurang ketimpangan antara negara kaya dan
miskin akan bertambah.  Sekarang ini adalah masa transisi, bukan masa
kehancuran ekonomi Amerika seperti yang diramalkan Allah dalam kitab2
suci.  Semua yang terjadi memang merupakan design mahabesar dari ahli2
di Amerika itu sendiri yang tentunya terlalu rumit untuk saya jelaskan
disini.  Namun cukup secara singkat, tulisan2 anda bukanlah analisa,
melainkan emosi dogma yang gagal menemukan kebenarannya kecuali dengan
mempengaruhi persepsi otak umat untuk memutar balik realitas yang terjadi.

JADI JD ITU BUKAN MENUNJUKKAN ANTI ATAU PRO AMERIKA MELAINKAN
MENUNJUKKAN EMOSI DOGMATIS RELIGIUS YANG MERACUNI CARA2 BERPIKIRNYA.

Ny. Muslim binti Muskitawakti.









Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke