http://www.sinarharapan.co.id/content/read/ada-petrus-di-aceh/
2.01.2012 13:40

Ada “Petrus” di Aceh 
Penulis : Junaidi Hanafiah/Lili Sunardi 

 (Foto:dok/SH)
BANDA ACEH – Para penembak misterius beraksi di Aceh. Dalam dua hari, lima 
orang tewas diberondong senapan dan belasan lainnya luka-luka. Penembakan 
dilakukan di tiga tempat terpisah dalam waktu berbeda. Di dua tempat, penembak 
menggunakan senjata laras panjag.

Peristiwa terbaru adalah penembakan yang terjadi di Langkahan, Aceh Utara, 
Minggu (1/1) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Satu korban tewas dan satu lainnya 
mengalami luka kritis.

Penembakan yang dilakukan gerombolan tak dikenal tersebut terjadi sehari 
setelah aksi penembakan oleh pria tak dikenal di Banda Aceh dan Bireun yang 
merenggut empat korban jiwa. 

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kepada wartawan, Senin (2/1) ini mengatakan, ketiga 
kejadian tersebut murni tindak kriminal dan tidak terkait dengan naiknya suhu 
politik Aceh menjelang pemilihan gubernur. 

“Penembakan tersebut menurut pantauan saya tidak ada hubungan dengan Pilkada 
Aceh, ini kriminal,” ungkapnya. 

Olah TKP yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa di dua tempat, Bireun dan Aceh 
Utara, penembak menggunakan senjata laras panjang. Di Aceh Utara, selongsong 
peluru yang ditemukan menunjukkan senjata yang dipakai adalah jenis AK. 

Di Banda Aceh, senjata yang digunakan jenis laras pendek dan menewaskan seorang 
warga yang diindentifikasi bernama Wagino dipanggil Dimas (40), warga Lanteumen 
Timur, Kota Banda Aceh. 

Kejadian berlangsung Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Wagino ditembak oleh 
dua pria yang tidak dikenal di dalam toko penjual boneka yang terletak di 
Simpang Ilie, Kecamatan Ulee Kareng. Setelah menembak, pelaku langsung 
melarikan diri.

Aparat kepolisian hingga saat ini belum bisa memastikan motif penembakan warga 
di Ulee Kareng tersebut. Namun, istri korban Megawati mengaku selama ini 
suaminya tak punya musuh dan tidak pernah bermasalah dengan orang lain. 

“Kami sudah 15 tahun tinggal di Aceh, suami saya berasal dari Medan, Sumatera 
Utara, selama ini suami saya tidak punya musuh atau terlibat permasalahan 
dengan orang lain,” kata Megawati. 

Pada hari yang sama, dalam waktu yang hampir bersamaan, insiden penembakan juga 
terjadi di Bireun yang menewaskan tiga buruh galian kabel milik PT Telkom di 
Gampong Blang Cot Tunong Kecamatan Jeumpa. Selain menewaskan tiga pekerja, 
pemberondongan yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut juga melukai tujuh 
buruh lainnya. 

Setelah kejadian, seluruh korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Dokter 
Fauziah Bireuen. Ketiga korban tewas tersebut adalah Parno, Daud dan Tong. 
Ketiga korban tewas akibat peluru menembus kepala, perut dan dada. 

Sementara itu, yang kritis tujuh orang, Chairul (27), Imam Maliki (29), 
Andrianto (19), Ansori Irwan (40), Abdul Hakid (30), Saiman (29), dan Hasan 
(40). Semua korban warga Kecamatan Genteng, Jawa Timur. Hari ini para korban 
dengan luka kritis tersebut dilarikan ke rumah sakit di Banda Aceh. 

Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono menyebutkan, pelaku pemberondongan pekerja 
galian kabel serat optik milik PT Telkom di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan 
Jeumpa, Bireuen, menggunakan senjata api laras panjang. “Dari olah TKP, pelaku 
diduga menggunakan senjata laras panjang jenis AK-47,” ujar Yuri Karsono.

Terakhir, Minggu malam, gerombolan orang tak dikenal mendatangi warga yang 
sedang duduk di warung kopi di Dusun Blok B, Desa Seureuke, Kecamatan 
Langkahan, Aceh Utara. 

Awalnya, salah satu dari gerombolan tersebut menanyakan alamat sebuah desa. 
Namun, belum sempat pertanyaan itu dijawab, anggota gerombolan lainnya 
melepaskan berondongan senjata ke arah warga di warung tersebut. 

“Mereka memberondong ke arah warga yang tengah bersantai di warung,” ujar Camat 
Langkahan Nadirsyah. Satu orang tewas dalam aksi tersebut dan satu lainnya luka 
kritis. 

Nadirsyah mengatakan, usai pemberondongan itu pelaku langsung melarikan diri ke 
arah Lubok Mungku, Aceh Timur. Saat melarikan diri pelaku juga melepaskan 
tembakan ke arah rumah warga.

Menurut Nadirsyah, korban meninggal bernama Suliadi (37), berprofesi sebagai 
petani. Suliadi meninggal di tempat kejadian. Satu warga lain, Edi Karyanto 
(35), mengalami luka kritis. “Saat ini korban sedang mendapatkan perawatan di 
RS Kesrem Aceh Utara,” tuturnya. 

Salah seorang saksi mata, Ibrahim mengatakan, saat kejadian kedua korban 
bersama warga lainnya sedang duduk-duduk di warung kopi milik Paimin. Tiba-tiba 
langsung ada suara tembakan yang membabi buta, kedua korban jatuh telungkup 
dengan bersimbah darah. Warga lainnya berusaha menyelamatkan diri.

"Kami sedang duduk-duduk seperti biasa, tiba-tiba ada suara tembakan yang 
begitu keras. Saya langsung berusaha lari menyelamatkan diri," ujar Ibrahim.

Kapolres Aceh Utara AKBP Farid AB mengatakan, berdasarkan olah TKP yang 
dilakukan aparat kepolisian, penembakan tersebut dilakukan dengan menggunakan 
senjata AK, karena selongsong peluru yang ditemukan diduga berasal dari senjata 
laras panjang jenis AK.

Selain itu, polisi mendapati empat rumah menjadi sasaran pemberondongan pelaku 
yang belum diketahui identitasnya. “Di salah satu rumah, ada sembilan bekas 
peluru,” ujar Farid.

Menurut Farid, Suliadi meninggal setelah terkena empat kali tembakan di bagian 
punggung dan satu kali di tangan. “Korban meninggal langsung di tempat,” 
ujarnya. Sementara itu, Edi Karyanto kritis setelah terkena tembakan di bagian 
pangkal kemaluan, perut, dan bokong.

Tingkatkan Patroli

Mabes Polri meminta seluruh polres di jajaran Polda Aceh meningkatkan kegiatan 
patroli, untuk mencegah terjadinya aksi gangguan keamanan menjelang 
dilaksanakannya pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh, Februari nanti.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Mohammad 
Taufik mengatakan, peningkatan intensitas patroli tersebut dilakukan dengan 
berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Masyarakat 
dapat secara langsung dilibatkan dalam proses pengamanan tersebut.

Menurutnya, pelibatan masyarakat tersebut sangat penting dilakukan, sehingga 
masyarakat ikut bertanggung jawab dalam memelihara keamanan di wilayahnya. 
Untuk kasus penembakan di Aceh, saat ini Polri melakukan penyelidikan di 
tempat-tempat yang diduga sebagai tempat berkumpulnya tersangka.

Aparat kepolisian di Aceh, menurut Taufik, telah meminta keterangan dari para 
saksi mata dan mengumpulkan barang bukti terkait. "Kita juga akan melakukan 
autopsi terhadap korban penembakan, sehingga dapat membantu proses penyelidikan 
untuk mengetahui pelaku penembakan," ujarnya


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke