Refl. Rakyat mau dibodohkan untuk memilih orang-orang bejad menjadi wakil, maka yang rugi rakyat sendiri. Tetapi apa mau dibilang begitulah keadaan demon crazy negara kleptokrasi.
Apakah wakil-wakil bejad ini dibayar gaji mereka selama masa dalam penjara? Kalau dibayar lumayan sekali untuk menjadi anggota DPR. Ayo-ayo para penipu, bandit, garong, tukang catut, pencuri, calonkanlah diri anda sekalian untuk menjadi anggota DPR NKRI. Dirgahayu Negara Kleptokrasi Republik Indonesia (NKRI)! http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=141322 700 Wakil rakyat bejad Tanggal : 04 Jan 2012 Sumber : Harian Terbit JAKARTA - Sudah 700 anggota DPR dan DPRD masuk penjara. Mental mereka betul-betul bejad. Lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang memikirkan nasib rakyat yang masih menjerit karena kemiskinan. "Anggota dewan yang terhormat itu memangsa rakyatnya sendiri dengan berbagai cara, yakni mengkorupsi uang rakyat sebanyak-banyaknya. Betul-betul bejad moralnya," kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia (KPI) Jerry Sumampaow kepada Harian Terbit, Rabu (4/1). Menurut Jerry, korupsi yang dilakukan para anggota dewan sudah sangat parah, sehingga bisa menenggelamkan negara dalam kehancuran ekonomi dan politik. Penyebabnya para anggota dewan ini harus memenuhi kewajiban bagi partainya yakni memenuhi kas partainya sekaligus mengembalikan dana sebelum terpilih sebagai anggota dewan. "Cara apapun akan ditempuh para anggota dewan ini untuk mengembalikan uang yang sudah digunakan sebelum terpilih. Di sisi lain, dia harus mengisi kas keuangan partai. Hal inilah yang kerap mendorong anggota dewan untuk melakukan korupsi," kata dia. Di saat publik haus akan pemberantasan korupsi, kata dia, anggota dewan justru berlomba jadi penggarong uang rakyat. Bukankah sudah banyak anggota DPR yang masuk penjara karena korupsi. Di sisi lain, banyak anggota DPR yang gemar mangkir bersidang dan membuat keputusan produk yang transaksional. Sedang studi banding yang kerap dilakukan hanyalah omong kosong. Bahkan, tak jarang studi banding di luar negeri itu juga diselingi menonton tari perut. Slogan 6D Sementara itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adi Masardi menilai, saat ini anggota DPR hanya punya slogan 6D yakni, datang, daftar, duduk, dengar, diam, duit. Mereka sudah tak peka terhadap keluhan dan kesulitan rakyat. "Tingkah laku dan kinerja anggota dewan kian buruk dan memprihatinkan. Rakyat merasa tidak diperhatikan. Ketika sidang membahas nasib rakyat pun, acap terlihat anggota dewan yang asyik ngobrol soal lain, ada yang membuka-buka handphone, menyaksikan foto-foto tidak senonoh dan porno. Bahkan tak sedikit yang tertidur." Padahal anggota dewan hidup lebih mewah dari rakyatnya. Makan siang di kantor dengan menu yang beragam, rapat di hotel-hotel berbintang, studi banding ke luar negeri sambil jalan-jalan atau gonta-ganti mobil bagus hasil korupsi. 700 Orang Sebelumnya Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan sampai saat ini tercatat 700 orang mantan anggota DPR dan DPRD masuk penjara. Mereka saat menjabat sebagai anggota dewan dianggap salah dalam mengambil keputusan politik. "Setiap keputusan politik sekarang bisa diketahui oleh masyarakat di daerah maupun di pusat," kata Tjahjo Kumolo. Menyangkut kepala daerah baik bupati/wali kota atau gubernur yang masih menjabat dan banyak dibidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Tjahjo mengatakan bupati/wali kota di Jawa Tengah yang paling banyak dibidik oleh KPK. (dody/aw) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
