Kebiasaan baik jangan dibuang, biarkan dia menimbun dirimu. Begitu kira-kira kata nenek tetangga waktu kukecil dulu.
Beranjak perjaka, ada masa ketika Gede-Pangrango jadi tempat rendezvouz the gangs tiap malam minggu maupun masa untuk let's get lost ketika sekolah libur rada panjang. Duka-lara seperti kesasar, kehabisan uang, kelaparan, ngompas preman dll, akhirnya jadi kenangan manis belaka di kemudian hari. Saya dapati bahwa menertawakan diri sendiri adalah kenikmatan yang baik juga karena dengan sendirinya jadi belajar bagaimana & kapan boleh menertawai orang lain, hhaaa... Di era pacaran serius, termasuk setelah nikah & sebelum punya anak, ada jadwal tahunan untuk melepas jam tangan sampai kadang lupa pulang dan tau-tau istri berbadan dua. Lalu sekarang, di episode beranak dua yang sedang berpacaran, artinya memasuki era sedikit tidak muda namun tetap kencang, dirasakan perlunya acara ngeluyur ke luar dari rutinitas untuk masuk ke pedalaman diri. Setidaknya sekali dalam lima tahun atau sekurangnya 2 kali per 10 tahun. Tergantung kebutuhan. Di luar ritus ini, silakan bocah-bocah nge-get lost dengan geng masing-masing. Giliran merekalah mengumpulkan bahan untuk menertawai diri sendiri. Nah, atas permintaan si sulung beberapa bulan lalu, ritual nyepi kali ini adalah ke suaka yang dikunjunginya sewaktu masih SD. Saya & istri saling lirik. Ada gelombang aneh yang memancar dari permintaan ini. Gelombang yang bikin kami berdua nyaris bersorak hore seperti menang lotere karena permintaan ini bagaikan pertanda adanya ikatan antara si sulung dan suaka yang kami sebut tempat "eyang" & para "sepupunya". Boleh jadi saya & istri cuma kege-eran, karena bisa saja si sulung cuma mau pamer ke pacar barunya tempat di mana hari-hari terlihat seindah lukisan & ikan laut menari di bawah lengan. Tetapi sulit dipungkiri bahwa di tempat itulah dia berenang-renang ke rahim ibunya sampai ikan laut pada kalangkabut karena malu. Ya, awan, gunung, laut, angin, karang, dan pasir adalah "eyang"nya, sedangkan ikan, burung, rusa, bahkan si cula tunggal yang pemalu itu, adalah para "sepupunya". Si sulung memang belum pernah diberi tahu bahwa dia, seperti juga para "sepupunya", made in suaka... tapi, keliatannya dia punya perasaan yang kuat soal perjalanannya menuju rahim.. Kalau perjalanan menuju rahim boleh disebut sebagai "perjalanan menemui bunda", tentu perjalanan si sulung belum seberapa dibanding perjalanan Rob Rambini (reza kenal juga) untuk menemui ibunya, Trisutji Kamal. Petualangan Rob mengarungi Samudra Pasifik selama hampir satu tahun dalam solo sailing bikin bocah-bocah saya geleng kepala. "Perjuangan banget!" kata mereka iri campur kagum melihat ada orang yang begitu bulat tekadnya untuk melakukan sesuatu yang amat berharga. Saya bersyukur, perjuangan Rob memberi satu kebaikan lagi dalam kehidupan 2 orang muda di rumah. Sekurangnya, menambah timbunan rasa sayang mereka kepada ibunya. Dan si ma'e tersipu-sipu ketika 2 bocah yang sejak kecil diajarinya ngegitar telah pandai mainkan lagu ini pada 22 Desember kemarin, i don't know how i'm gonna tell you, i can't play with you no more, i don't know how i'm gonna do what mama told me, my friend, the girl next door... http://www.youtube.com/watch?v=NdWPkgtaOTw --- "Teddy S." <teddyr@...> wrote: > Selamat berlibur. > > Kalau di sini para Aussie sedang camping, maka mereka selalu > membawa sekop untuk menggali tanah. Jadi mirip dengan para kucing > yang selalu menimbuni kotoran sendiri. Kolega lain yang asal > Inggris sukanya pergi jauh hingga dia dan partnernya yang asal > Swedia bisa bertelanjang ria selama di tempat yang jauh tersebut. > > Dengan kembali ke alam, tentunya kita jadi bisa menghargai segala > fasilitas yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Atau bahkan merasa > kehidupan ini merupakan kehidupan yang lebih baik karena kurangnya > ketergantungan pada banyak hal. > > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Berhubung tanding catur di proletar palace dah selesai > > dan turbo plas di tempat kerja sudah mencapai final yang > > berlangsung rame sore tadi, maka saatnya untuk memulai > > persiapan liburan akbar. > > > > Liburan akbar 5 tahunan ini mestinya jatuh tahun lalu, > > tapi karena satu dan lain hal terpaksa ditunda ke pergantian > > tahun '11-'12. > > > > Berbeda dari libur tahunan dan libur-libur kecil lainnya, > > pada liburan akbar saya membawa keluarga untuk betul-betul > > berlibur dari rutinitas sehari-hari, bahkan menjauh dari > > kehidupan gas, listrik, maupun air mineral. Ibarat bermusik, > > kita main akustik. > > > > http://www.youtube.com/watch?v=CKjdIqcEbRo > > > > old man, he's a mountain > > old man, he's an island... > > > > so, take a minute to remember the part of you > > that might be the old man calling, > > > > happy x'mas & merry new year! > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
