Kabar yang dilansir sebuah media massa nasional dibawah ini, tentunya 
merupakan tantangan untuk wartawan & pemilik koran, baik di Malang 
maupun di Jawa Timur khususnya dan seluruh Indonesia umumnya,  untuk 
membuktikan bahwa diantara mereka ada yang tidak mau menerima uang suap hasil 
korupsi agar menutup
 berita dan mengamankan korupsi.

Bukan dengan hanya sekedar 
membantah, tapi dengan melakukan investigasi & reportase untuk 
membongkar korupsi. Kalau seperti sekarang hanya segelintir media massa 
kecil/lokal yang melakukan investigasi, reportase & memberitakan 
korupsi puluhan milyar ini,
 sedangkan sebagian besar wartawan & media massa yang lain, baik 
yang kecil maupun besar, hanya diam saja, dan cuma membantah terima 
duit, bisa membuat masyarakat beranggapan, bahwa sebagian besar wartawan
 & media massa disana sudah dibeli

http://www.bisnis.com/articles/aji-kritik-dana-pengamanan-wartawan-proyek-dak

AJI kritik dana pengamanan wartawan proyek DAK
MALANG: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang mengkritik 
kabar yang berkembang seputar dugaan adanya dana pengamanan untuk 
wartawan dari proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan di 
Kabupaten Malang.

        

        Abdi Purnomo, Ketua AJI Malang, mengatakan terkait dengan isu adanya 
oknum wartawan yang 'mengamankan' proyek dengan menerima imbalan 
sejumlah uang tersebut, AJI Malang tidak terlibat dalam pengamanan 
proyek-proyek DAK Pendidikan Kabupaten Malang, baik secara kelembagaan 
maupun perorangan ketua ataupun anggota.

        

        “Hal ini merupakan otokritik dari AJI Malang terkait kabar yang 
berkembang,” kata Abdi Purnomo dalam rilisnya hari ini.

        

        Menurutnya, sejauh ini belum didapat bukti faktual keterlibatan 
pengurus dan anggota AJI Malang dalam pengamanan proyek DAK Pendidikan 
alias masih berdasar asumi atau dugaan belaka.

        

        AJI menduga kurang dari 5 orang wartawan saja yang menerima duit DAK. 
Sisa 15 wartawan hanya korban pencatutan baik oleh rekan wartawan itu 
sendiri maupun oleh kontraktor pelaksana proyek.

        

        Wartawan yang menerima duit DAK, lanjutnya, sama dengan telah 
menyalahgunakan profesi dan atau telah menerima suap, sebagaimana 
ditentukan dalam Pasal 6 Kode Etik Jurnalistik.

        

        AJI Malang, ujarnya, memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada media 
dan jurnalis yang rajin memberitakan dugaan penyimpangan pelaksanaan 
proyek DAK Pendidikan dan kasus-kasus sejenis lainnya di wilayah Malang 
Raya.

        

        Pihaknya juga berharap, wartawan yang benar-benar terlibat untuk 
mengaku. Atau melakukan klarifikasi jika memang merasa tidak menerima 
duit DAK semata-mata karena dorongan nurani dan untuk menjaga hubungan 
baik antar wartawan.

        

        “Apabila masalah tersebut sampai menjadi perkara hukum yang ditangani 
kepolisian dan kejaksaan, AJI Malang tidak akan membela wartawan yang 
terlibat dalam kasus DAK karena tindakan mereka sudah tergolong sebagai 
tindakan kriminalitas,” jelasnya.

        

        Di sisi lain,  AJI Malang, kata dia, akan membela para jurnalis yang 
bermasalah karena karya-karya jurnalistiknya. Dan tentu saja, membela 
secara proporsional sesuai standar dan prosedur UU Pers dan kaidah Kode 
Etik Jurnalistik.

        

        Karut-marut pelaksanaan proyek DAK tersebut memunculkan isu panas 
tentang keterlibatan wartawan. Bukan keterlibatan aktif dan positif 
untuk ikut mengawasi atau mengontrol, melainkan terlibat 'mengamankan' 
pelaksanaan proyek DAK yang bermasalah itu.  

        

        Sebanyak Rp 400 juta dari duit DAK Pendidikan—terdiri dari sisa DAK 
Pendidikan 2010 sebesar Rp 52 miliar, ditambah DAK Pendidikan 2011 
sebesar Rp 71 miliar dan anggaran pendampingan dari APBD sebanyak 10 
persen—konon disiapkan sebagai 'uang aman' untuk 20 wartawan di wilayah 
Kabupaten Malang. Tiap wartawan diisukan mendapat Rp 20 juta per orang. 
(K25/Bsi)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke